Takdir Cinta

Takdir Cinta
Pertolongan


__ADS_3

Mobil yang di kendarai Alexa tiba-tiba berhenti secara mendadak saat di jalan sepi tersebut terhenti dua mobil di hadapannya.


'' Nona , apapun yang terjadi jangan keluar '' titah Alexa .


'' Alexa , kita mundur saja . Kita putar cepat " ucap Ana kini wajahnya begitu memucat.


Ana segera meraih benda pipihnya terlihat banyak panggilan dari Ines dan papa mertuanya namun belum sempat ia menjawab telepon tersebut sebuah mobil truk menyenggol body mobilnya secara sengaja membuat benda pipih Ana terjatuh.


'' Apapun yang terjadi tetaplah disini nona " ucap Jo .


'' Tapi Jo " rengek Ana.


Terlihat pengawal bayangan yang mengikuti Ana hanya jumlah sedikit , semua telah di atur dengan sempurna oleh orang yang bertekad bulat untuk melenyapkan Ana. Mulai dari jalan yang harus di pilih Alexa hingga setiap perbatasan jalan terdapat musuh untuk dihadapi oleh bodyguard yang bertugas menjaga Ana tersebut . Mulai menyerang kelompok Baim , hingga bodyguard pilihan Eric melindungi Ana dan kini pengawal bayangan yang menjaga Ana dari jarak jauh sedang bertarung .


'' Nona , lari nona " pinta pengawal bayangan yang kini menjadi tameng dari tubuh Ana.


Ana diseret paksa keluar dari mobil , mereka tak peduli dengan kondisi Ana yang kini sedang hamil besar.


'' Iya nona pergilah . Jangan cemaskan kami . Ajak Alexa jangan Jo " ucap yang lainnya . Pengawal bayangan yang kini tersisa tiga orang dengan tubuh cukup terluka ...


'' Ba....baik.... Selamatkan diri kalian juga apapun yang terjadi " ucap Ana mulai melangkah namun setelah ia dan Alexa memilih kabur naas dirinya dan Alexa kembali terkepung. Stamina Alexa akhir ini tak sekuat biasanya mungkin efek kurangnya latihan saat Alexa menjadi peran ibu menyusui. Saat Alexa lengah membuat Alexa dengan cepat di bius oleh musuh dan Ana melihat jika Jo juga tak sadarkan diri.


'' Bawa mereka bertiga . Pisahkan mobil untuk Alexa " ucap seseorang .


'' Jangan , jangan pisahkan Alexa " ucap Ana .


'' Kalau begitu kau saja nona yang terpisah dengan dua bodyguard mu " ucap salah seorang makin membuat Ana takut.


'' Apa mau kalian , aku akan memberikan apapun " ucap Ana terisak namun disambut tawa oleh tiga orang tersebut dan yang lainnya menyerang tim pengawal bayangan yang tersisa tiga orang tersebut.


'' Aku mau nyawamu " ucap seorang wanita dnegan topeng yang Ana yakini ia dalang dari semuanya.


'' Siapa kau " tanya Ana namun rasa panas di pipi yang ia terima.


'' Kau akan tau saat nyawamu ku ambil di hadapan suami mu nanti " ucapnya tertawa bagaikan iblis.


'' Jangan libatkan suamiku " lirih Ana kini air matanya mengucur deras.


'' Kita lihat saja '' ucapnya tersenyum mengejek.


'' Cepat bawa mereka bertiga ''imbuhnya , Ana melakukan perlawanan namun tak berarti apapun . Ana didudukan pada kursi tengah tubuh nya juga di apit . Sedangkan Alexa dan Jo di kursi belakang , Tubun Alexa berada di tengah. Saat di tengah perjalanan suara tembakan dari dalam mobil berbunyi DOR membuat Ana menoleh dan seketika matanya terbelalak saat melihat pelipis Alexa mengeluarkan darah.


'' Alexa.... '' teriak Ana dan tangisnya makin menjadi .


'' Alexa bangun , Alexa bangun.... Jangan tinggalkan aku Alexa....hiks....hiks...ku mohon... Bangun Alexa.... ingat dengan anakmu dan Devan , apa jadinya mereka jika kau tak ada...Bangun Alexa ....hiks....ku mohon.... '' ucap Ana namun sia-sia .


'' Alexa.... bangun.... " pekik Ana.

__ADS_1


'' Kenapa kalian membunuhnya , jika aku yang menjadi target kalian kenapa membunuhnya '' teriak Ana menggila , bahkan ia menahan kontraksi di perutnya sedari tadi.


'' Kenapa kau membunuhnya brengsek. Apa kalian akan membunuh Jo juga '' sentak Ana membuat semua musuhnya tersebut tertawa.


'' Lepaskan mereka , jika kalian ingin membunuhku . Lakukanlah sekarang '' ucap Ana yang kini mendadak kepalanya pusing dan mata berkunang setelah sesuatu di suntikkan di pundaknya .


'' Cerewet sekali nyonya ini '' ucap seseorang .


'' Dasar wanita menyebalkan , salahkan Rafli kenapa memilihmu bukan aku. Jika Rafli tak memalukanku berserta keluarga ku maka kau tak akan bernasib seperti ini beserta orang di sekitarmu yang akan menjadi korban selanjutnya '' batin seorang wanita yang bekerja sama dengan Willy sementara Willy hanya mendikte nya dari jauh . Dan wanita ini akan mengatur bagaimana pun Rafli jangan sampai terbunuh , cukup menyingkirkan Ana dari dunia ini .


.


.


.


Satu pengawal bayangan mengemudikan mobil dengan laju kencang guna mengikuti mobil yang membawa wanita yang harus ia jaga tersebut. Sedangkan rekannya telah tiada , yang sekarat minta di tinggalkan guna menyelamatkan nyawa yang begitu penting bagi mereka .


Ines dan Darwin serta beberapa bodyguard nya datang terlambat saat melihat beberapa orang tergeletak tak bernyawa , jalan itu di kenal rawan namun untuk pembunuh bayaran kota tersebut dan rampok sadis pun bukan hal yang di takuti oleh pengawal serta bodygaurd yang betugas menjaga Ana , hal itu bagaikan debu di mata mereka. Namun kali ini pengawal dan body guard tersebut kalah saat melihat ninja dan beberapa pembunuh bayaran terkenal dari kelas mafia yang mereka hadapi. Dari pihak bodyguard Eric hanya mati satu sedangkan dari bagian Rafli cukup banyak yang mempertaruhkan nyawa mereka.


" Jepang " lirih Darwin mengetahui asal salah seorang yang tak bernyawa...


" Musuh Rafli dari Jepang dan aku tak yakin ia bekerja sendiri . Semua ini tak masuk akal jika ia mampu menahannya sendiri. Aku yakin banyak orang yang terlibat " ucap Darwin lirih.


" Kehancuran keluarga Wijaya. Tidak . Bagiamanapun aku harus menolong nya " batin Darwin.


Ines berjalan mendekati salah seorang bodyguard yang ia kenal , ia sering melihat bodyguard itu berada disisi Rafli dulu.


" Lacak ini Darwin " ucap Ines menangis tersedu . Darwin menerimanya lalu menyerahkan pada bodygaurd nya untuk melacak.


" Tenanglah . Ana akan baik-baik saja " lirih Darwin.


" Ana tak baik - baik saja Darwin , kau lihat mereka semua " ucap Ines meraung.


" Mereka licik Ines . Setiap tembakan dan senjata yang mereka miliki untuk menyerang para bodyguard tangguh tersebut sudah terdapat obat bius dalam hitungan detik. Mereka di habisi dalam keadaan tak sadarkan diri " ucap Darwin , ia menjelaskan satu bodyguard yang tadi bicara dengan Ines kenapa mampu berbicara meski terbata. Kemungkinan bodyguard tersebut terkena tembakan biasa atau obat bius yang tersedia habis tak ada sisa.


Ines jatuh pingsan saat itu dan Darwin segera membawanya ke apartemen mereka . Disisi lain Abdi Wijaya sangat marah besar saat mendapat kabar jika sang menantunya yang tengah hamil menjadi korban penyerangan , apalagi ponsel Rafli serta Devan tak bisa di hubungi. Anak buah Abdi segera menyiapkan jet pribadi untuk tuannya tersebut beserta Bodyguard terlatih ya ikut mendampinginya sedangakan perusahaan di serahkan kepada Joe dan anaknya untuk sementara waktu. Jimmy sendiri terkejut bukan main saat mendapat kabar jika kakak iparnya di culik tersebut apalagi Rafli tak tau dimana rimbanya kini. Jimmy memerintahkan anak buahnya yang di kota J untuk segera menuju dimana lokasi Ana yang tediteksi sebelum Rafli seorang diri yang datang.


" Mereka tak membuang AVL tersebut . Aku yakin tujuan Mereka tak hanya Ana namun juga Rafli . Tak habis fikir sebanyak itu yang menjaga Ana namun mereka menyediakan lebih banyak lagi untuk menyerang " batin Jimmy.


" Jangan sampai Rahma dan mertuaku tahu tentang hal ini. Apalagi ibu jantungnya kumat saat ini " gumam Jim segera memanggil kepala pengamanan dan kepalan pelayan agar berita ini tak di ketahui oleh istri dan mertuanya , meski ia tau ujungnya ia akan terkena amarah besar karena menyembunyikan hal ini , namun Jimmy akan mencari cara terbaik untuk menyampaikannya.


.


.


.

__ADS_1


Rafli yang berhasil keluar dari tempat terkutuk itu segera berjalan cepat terlihat para pengunjung hotel ketakutan melihat beberapa kelompok bersenjata hingga para bodyguard Rafli mengarahkan para pengunjung dan petugas hotel ke tempat aman agar tak terjadi sandera yang di lakukan oleh pihak Atlata.


Rafli melajukan mobil sport nya di ikuti para bodyguard yang bersiaga di mobil , Rafli segera melajukan mobilnya dengan kecepatan semaksimal mungkin menuju di mana Ana berada. Tak memikirkan orang yang melintas saat itu , yang ia fikirkan keselamatan Ana serta anaknya .


'' Aku tak menyangka , mereka melakukan ini dengan cukup matang , hingga kejadian ini terulang dalam keluargaku " gumam Rafli air mata mengalir di pipinya kejadian beberapa puluh tahun terulang kembali dan ia tak menyangka kenapa masih terjadi dan apesnya pada kehidupannya.


'' Oh Tuhan ku , dan kakek , nenek , serta om kecil . Bantulah lindungi istriku dan calon anakku yang sebentar lagi akan lahir " imbuhnya . Banyak klakson yang Rafli bunyikan selama perjalanan.


Sementara ketegangan terjadi di dalam gedung tua di sebuah tepian danau dekat dengan hutan kota namun susana sangat sunyi disana karena jalanan menuju kesana tergolong berbahaya dan ekstrem.


'' Aku bilang jangan menyentuhnya " teriak Jo sementara Ana mengumpat habisan-habisan Jojo yang ternyata terlibat di dalam hal ini . Lalu kenapa ia malah melindunginya kini.


'' Aku membencimu Jo . Sampai mati pun aku membencimu " lirih Ana namun Jo tak peduli akan hal itu . Dendam nya kepada Alexa namun tanpa Ana keluar dari mansion maka Alexa tak akan keluar . Jo tak menyangka jika Willy mengatur rencana sedemikian rupa hingga mampu membawa Ana terseret kedalamnya.


'' Tiada guna kau melindungi ku Jo. Kau melenyapkan Alexa demi dendammu dan kau membawaku kesini. Sungguh aku membencimu " kecam Ana .


Jo langsung menyerang sebisa mungkin ia melindungi Ana saat melihat satu pengawal bayangan berada di bawah beserta bodyguard yang tak ia kenali ( tim Eric ) .


'' Ana " suara Rafli menggelegar mencari dimana istrinya . Sementara pengawal bayangan tersebut telah tewas saat melindungi Ana hendak ditarik paksa ke atas begitu juga Jo yang kini penuh dengan luka tembak meski ia masih mampu untuk membidik tepat di jantung seseorang yang menyeret Ana .


'' Mati saja kau brengsek " ucap Asuka lalu menembak Jo hingga nafas bodyguard milik Ana itu terhenti. Ia segera membawa Ana keatas sebelum Rafli menemukan mereka.


'' Nanti akan giliranmu , tapi akan lebih seru saat Rafli bertekuk lutut demi menyelamatkanmu dan mau menikah dengan ku " ucap Asuka dengan percaya dirinya karena kini ia dan Ana berada di lantai tertinggi gedung dimana di dalam sana banyak ninja yang memengang samurai .


'' Hehe , kau terlalu percaya diri Asuka . Jika aku tiada pun Rafli tak akan menikahi wanita iblis sepertimu " ucap Ana tersenyum kecut membuat wajah Asuka merah padam.


'' Seharusnya aku puas menyiksamu ... Kemari kau '' ucap Asuka tanpa belas kasih menjambak kasar rambut Ana .


Mata Rafli membulat saat melihat Alexa telah tewas dengan luka tembak di kepala . Bahkan Rafli hampir saja menembak seorang bodyguard yang ia kira musuhnya , beruntung bodyguard Eric segera menunjukkan identitasnya.


'' Terimakasih telah membantuku '' ucap Rafli lirih . Suami macam apa dirinya hingga bodyguard yang terkenal tangguh begitu cukup mudah dikalahkan. Rafli belum tau bahwa musuhnya mengalahkan bodyguardnya dengan cara tembak bius dan di tembaki brutal saat bodyguardnya tak sadarkan diri.


'' Tuan segeralah ke atas , kami akan membuka jalan '' ucap seorang bodyguard milik Rafli yang kini bekerja sama dengan Bodyguard dari Eric.


Pertarungan sengit pun terjadi , kini Devan beserta kelompok tak tertandinginya menuju dimana istrinya berada . Seluruh anak buahnya yang di mansion di bawa Devan menuju tempat sandera tersebut . Dimansion Rafli sendiri terjadi penjagaan super ketat , hingga penutupan gerbang bahkan ranjau yang terpasang di tanah. Hal ini hanya di ketahui oleh para bodyguard dirumah tersebut namun para pelayan tak mengetahuinya agar tak terjadi kecemasan . Lia pun telah berada disana dan mencoba untuk tenang agar tak di curigai. Lia menatap nanar cucunya yang kini tengah bermain dan Dewa mencoba fokus belajar karena perasaanya kali ini tak enak.


'' Nek kemana ayah dan Bunda . Kenapa nomornya tak aktif. Bunda biasa sudah pulang saat makan siang dengan ayah telah usai '' ucap Dewa. Lia bingung harus alasan apalagi sekarang .


'' Bunda mungkin menunggu ayah mu hingga pulang dan akan mampir dulu menemui dokter Neti '' ucap Lia.


'' Aku akan menelpon tante Zizi saja . Mau menyuruh ayah cepat selesai .... '' ucapan Dewa terhenti saat Lia tak sengaja meninggikan suaranya .


'' Apa kau tak mengerti jika ayahmu tengah sibuk. Kau tau kan Dewa , jika bunda terkadang begitu manja dengan ayahmu '' ucap Lia ia menutup mulutnya tak menyangka membentak Dewa dengan tak sengaja.


Dewa bangkit , ia tak suka di bentak dengan siapapun , Dewa tak peduli dengan sang nenek yang terus meminta maaf padanya . Lia hanya menghela nafas kasar , ia merutuki kesalahannya karena Dewa sifatnya sama seperti putranya bahkan Dewa lebih keras dan susah di bujuk .


'' Mama harap kalian semua baik-baik saja. Jaga anak , mantu dan cucuku ya Allah " batin Lia.....

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar nya ya.


Selamat membaca 😊


__ADS_2