
Saat ini Randy sedang duduk di kursi tunggu samping tempat tidur Hanna. Pandangan nya sedikit pun tidak beralih dari wanita yang ada di hadapan nya. Wanita itu masih tertidur dengan posisi yang sama. Mata nya terpejam, Bibir berwarna merah muda yang masih pucat itu sedari tadi tidak bergerak sedikit pun. Randy berhasil mesuk ke ruang rawat Hanna setelah Syarif mengizinkan nya untuk menjaga wanita itu. Karena pagi ini Syarif harus menghadiri meeting penting dengan salah satu clien nya dari jepang.
Mata Hanna perlahan mulai terbuka. Mata itu mengerjap saat mendapati cahaya lampu yang begitu terang seakan menyorot mata nya. Hal pertama yang ia lihat setelah pandangan mata nya kembali normal adalah sosok Randy yang sedang duduk di samping nya. Berfikir bahwa saat ini sedang berhalusinasi, Hanna kembali memejamkam mata nya untuk beberapa saat. Ia takut kecewa jika yang ada di hadapanya ini adalah Syarif dan bukan Randy seperti yang ia lihat.
Hingga beberapa saat kemudian Hanna kembali membuka matanya. Namun tetap sama, Bukan Syarif melainkan Randy yang ia lihat. Kemudian Hanna beralih untuk mencubit pipi nya, Ia takut jika saat ini sedang bermimpi.
"Auww!!.." teriak Hanna saat merasakan sakit di pipi nya akibat ulah nya sendiri.
Randy tampak panik. "Kamu kenapa? apa nya yang sakit?"
Hanna tidak memberi jawaban namun pandangan nya tidak beralih dari Randy. "Mas Randy." ucap Hanna memanggil nama pria itu untuk memastikan penglihatan nya.
"Iya aku Randy. Apa kamu baik-baik saja? Apa masih sakit? Aku minta maaf."
Hanna tidak menjawab pertanyaan Randy sedikitpun. Bibir nya terkatup rapat, Namun air mata nya perlahan menetes.
Hanna memalingkan wajah nya ke sisi lain saat merasakan air mata telah membasahi pipi nya. Randy yang melihat Hanna menangis semakin dibuat bingung.
"Han. Please maafin aku! aku telah banyak menyakiti hatimu." lagi-lagi hanya permintaan maaf yang keluar dari mulut pria itu.
Namun ibarat kaca yang telah pecah. Tidak akan bisa diperbaiki seperti semula, Tetap akan meninggalkan bekas disana. Meskipun tidak menampik jika Hanna juga bersalah karena telah meninggalkan nya, Namun saat itu keadaan yang memaksa nya untuk pergi.
"Han. Please! kasih aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya."
__ADS_1
"Maafin aku yang uda kasar sama kamu. Ego telah menguasaiku, Aku telah dibutakan rasa untuk balas dendam. Jujur rasa ini tetap sama." Randy berbicara panjang lebar namun Hanna tetap diam bahkan semakin terisak. Terbukti dengan pundak nya yang berguncang meski wanita itu menoleh ke arah lain.
"Han. Aku ingin dengar alasan kamu ninggalin aku? setidak nya beri satu saja alasan untuk meyakinkan aku jika benar kamu tidak mencintaiku."
Pertanyaan Randy barusan cukup mampu untuk membuat Hanna menolehkan wajah nya pada Randy. Menatap manik hitam milik pria itu yang sangat ia rindukan.
"Keadaan yang memaksaku untuk pergi mas. Aku tida pantas berada di sampingmu, Aku terlalu kotor."
Jawaban Hanna membuat hati Randy seakan teriris, Begitu perih bagai tersayat sayat.
"Jadi semua itu benar? apa kamu tidak pernah mencintaiku sedikit pun. Apa aku tidak pantas untukmu han? Apa Syarif yang lebih pantas?"
Hanna menggeleng kuat. "Tidak. Semua itu tidaklah benar."
"Entah lah mas aku tidak tau." jawab Hanna seadanya.
"Han! Pleas berikan jawaban yang bisa meyakinkan aku bahwa yang kamu kandung ini anak ku dan bukan anak laki-laki brengsek itu."
"Mas. Aku tidak bisa memberi jawaban apapun untuk meyakinkan kamu. Aku juga tidak tau, Aku tidak mengingat apapun kejadian malam itu. Saat itu aku berada di sekolah mengerjakan perkerjaan yang tertunda setelah dua hari cuti tapi setelah itu aku tidak mengingat apapun lagi. Aku bangun dari tidur dan mendapati mas Syarif juga tidur di samping ku. Kami sama-sama tidak mengenakan apapun. Sejak itu pula aku memilih pergi dari mu, Aku merasa tidak pantas, Aku merasa kotor." Hanna menceritakan semua nya dengan deraian air mata. Hanna seakan kembali ke masa lima bulan yang lalu, Masa yang sang menyakit kan untuk nya.
Mendengar penjelasan Hanna membuat Randy seakan mendapat kan satu titik terang dari semua masalah nya. Ada kemungkinan Hanna saat itu di jebak. Ada krmungkinan pula Hanna tidak berselingkuh dari nya.
"Han tolong kamu jawab satu saja pertanyaanku. Apa kamu mencintaiku."
__ADS_1
Hanna mendongakkan kepalanya mendengar pertanyaan Randy.
Wanita itu mengangguk "Lantas untuk apa aku menerima lamaran mu dan mau menikah denganmu jika aku tidak mencintaimu mas? Apa dengan aku menyerahkan kehormatan yang telah aku jaga selama ini kepadamu itu juga tidak cukup membuktikan jika aku mencintaimu?"
Hanna memberi nya pertanyaan. Namun itu justru terdengar seperti sebuah jawaban yang ia harapkan.
"Apa itu artinya anak ini adalah anakku Han?" pertanyaan itu kembali keluar dari mulut Randy.
"Entahlah mas. Aku tidak tau, Aku tidak bisa mengingat kejadian apapun di malam aku bersama dengan mas Syarif."
Mendengar jawaban dari Hanna membuat Randy mengepalkan tangan nya. Randy semakin yakin jika saat itu Syarif telah menjebak nya, Dan yang mengirimkan foto Hanna yang sedang tidur denganya itu juga pasti Syarif.
Aku akan memberi pelajaran pada ba**ngan itu. batin Randy.
"Han please aku yakin ada kesalah fahaman diantara kita. Tolong maafin aku! maafin semua kesalah-kesalahanku padamu. Cinta ini tetap sama meski sekuat apapun aku mencoba untuk menutup nya, Tetap aku tidak bisa."
"Kamu bilang kamu mencintaiku mas? Lantas siapa wanita yang kemarin bersamamu. Aku bahkan seakan tidak mengenalimu, Kamu terlalu jahat mas." Hanna kembali menangis saat ingatanya berputar pada kejadian kemarin pagi.
"Han. Dia bukan siapa-siapa, Aku hanya menyewa nya untuk membalaskan dendam ku padamu. Aku selalu mengira kamu telah berselingkuh dengan Syarif. Aku mendapati Fotomu yang sedang tidur dengan Syarif di pagi itu. Pagi setelah kamu menghilang tanpa kabar, Aku semalaman berkeliling jakarta sampai tidak tidur sedikit pun karena mencarimu."
"Percayalah Han. Beri aku kesempatan untuk menghapus luka-luka mu."
"Kembalilah padaku! kamu masih istriku Han. Aku tidak pernah menceraikan mu, Aku tidak peduli siapapun ayah biologis dari anak yang saat ini kamu kandung, Karena aku suamimu maka di juga anak ku. Mari kita sama-sama melupakan kejadian malam itu! Kita mulai lagi dari awal Han."
__ADS_1