Takdir Cinta

Takdir Cinta
Kelahiran Elvino


__ADS_3

" Yakinlah semua akan baik-baik saja . Setelah ini tetaplah bersama mas " ucap Rafli tersenyum tanpa Ana ketahui arti di balik senyuman suaminya itu .


Susana hening saat Ana dan Rafli menuju Aula dimana akan diadakan konferensi . Para bodyguard wanita begitu sigap berada di belakang sepasang suami istri yang terlihat serasi tersebut . Dengan pakaian serba hitam , di lengkapi topi serta kaca mata hitam membuat aura intimidasi terlihat sangat ketara , masing-masing bodyguard wanita mempunyai satu senjata namun cukup mematikan salah satunya laser yang mampu memutus tubuh manusia dari jarah jauh .


Jepretan demi jepretan terus saja menghujam tubuh Rafli dan Ana , terlihat jelas Ana begitu gugup saat ini sedangakan Rafli biasa saja akan hal itu . Ia terus menggenggam tangan sang istri serta bisikan yang bersifat untuk merayu Ana namun Ana tetap merasa gugup.


'' Tolong menyingkir " suara bariton seorang bodyguard pria membuat para wartawan segera memberi ruang untuk Rafli dan Ana duduk di tempat yang telah di sediakan .


'' Astaga , rasanya seperti ini di telan hidup-hidup oleh mereka " batin Ana terus melamun hingga kecupan singkat membuat para wartawan begitu terpaku dan segera mengambil gambar yang sengaja di ciptakan begitu lama oleh Rafli . Acara yang juga live tersebut membuat para putri pengusaha , model terkenal hingga nenek-nenek begitu cemburu melihatnya . Pria dingin itu pasti sedang bersandiwara batin mereka yang cintanya bertepuk sebelah tangan.


Rafli menggunakan bahasa Inggris saat melakukan konferensi pers karena para kolega bisnisnya bukan hanya berasal dari Jerman dan Indonesia saja , khususnya kolega besar perusahaan milik keluarganya.


Setelah kata penyambut sekedar basa-basi , Rafli segera menjelaskan siapa wanita cantik yang terlihat gugup di sisinya . Menjelaskan dengan begitu banyak kebohongan yang sengaja Rafli ciptakan . Mengatakan jika dirinya dan Ana menikah karena perjodohan bisnis , hingga nama Ana pun berubah menjadi nama wanita lain yaitu Floranda yang dikenal sebagai putri tunggal yang telah tiada saat itu , tak ada publik yang mengetahui rupa pewaris itu namun mereka cukup yakin karena keluarga Floranda mempunyai percampuran darah Asia hingga paras wajah Ana mendukung hal itu . . Keluarga Floranda sendiri dulunya rival bisnis Rafli yang telah ia lenyapkan karena keluarga Floranda mencoba menjebak nya . Meski Floranda sendiri tak terlibat di dalam penjebakkan itu namun nasib membawanya menjadi target untuk di musnahkan namun kini Rafli terpaksa mengumumkan jika Ana istrinya bernama Floranda Asmira. Rafli juga menunjukkan buku nikah yang tentu telah di palsukan tentang identitas asli istrinya serta foto pernikahan mereka belasan tahun lalu . Sementara Ana sesekali hanya bungkam dan menebar senyum .


'' Lalu apa anda mencintai istri anda " tanya seorang wartawan saat Rafli memberikan waktu untuk bertanya .


'' Pertanyaan konyol " ledek Rafli membuat semua orang tertawa lalu hening kembali .


'' Jelas saya mencintai istri saya , Meksi awalnya tidak namun seiring berjalannya waktu saya mencintainya . Terbukti dengan pernikahan kami yang bertahan begitu lama '' ucap Rafli sombong .


'' Lalu apa benar anda mempunyai tiga istri " tanya wartawan laki-laki dan tidak enak hati saat mendapat tatapan dari wanita yang mencuri perhatian saat ini yaitu Ana.


'' Hahaha . Tentu saja tidak. Itu hanya gosip murahan . Jika ada yang mengaku di luaran sana bahwa mereka istri saya , mungkin hanya untuk pamor mereka karena istri saya hanya wanita yang duduk sangat cantik di sebelah kanan saya Floranda Asmira " ucap Rafli lalu kembali mencium pipi Ana , membuat pipi Ana bersemu merah sekali.


'' Wah ternyata anda begitu romantis " ucap seorang wartawan.


'' Tentu " sahut Rafli lantang.


'' Lalu apa anda sudah mempunyai anak " tanya seorang wartawan karena Rafli tak membahas tentang anak yang mereka miliki.


'' Saya mempunyai dua orang putri yang berusia 12 tahun dan 10 tahun " ucap Rafli tersenyum namun jelas dengan kebohongan umur yang ia ciptakan. Para rival dan rekan bisnis Rafli mulai berfikir untuk menjodohkan putra mereka dengan salah satu putri Rafli . Eric sendiri yang melihat konferensi tersebut di layar televisi tersenyum kecut atas jawaban Rafli yang rata-rata penuh kebohongan .


'' Mana mau pria sombong itu membuka identitas asli istri dan anaknya " ucap Sasa menimbrung .

__ADS_1


'' Itu wajar ma. Mengingat siapa dia " ujar Teguh .


'' Selalu saja membelanya " ucap Sasa tak suka sementara Vini dan Eric hanya cuek saja .


'' Perbanyaklah istighfar sayang , melihat situasi saat ini '' bisik Eric seraya mengusap perut buncit istrinya yang sebentar lagi akan launching bayi pertamanya darah dagingnya sendiri membuat Vini mengangguk dan sesekali tersenyum kecil .


'' Kita lihat kebohongan apa lagi yang akan jadi jawabannya " decak Sasa kesal sendiri seperti kompor yang siap meledak .


'' Apa anda tidak mempunyai anak laki-laki " tanya seroang wartwan sekaligus menyelidik .


'' Tidak , karena saya menyukai anak perempuan makanya kami program anak perempuan dan ternyata sukses " ujar Rafli mendapat tendangan kaki dari Ana dibawah sana. Sementara di mansion Wijaya terlihat Arjuna dan Rava tak terima atas jawaban Rafli membuat Jelita tertawa senang . Kemudian sang nenek dan kakek menjelaskan kenapa sang ayah bisa menjawab hal seperti itu .


'' Aku memang bukan anak ayah , buktinya namaku tak terselip sedikitpun nama ayah seperti adik ku yang lain . Tapi tak mengapa yang penting aku menjadi anak bunda " batin Dewa dan ia segera tersenyum melihat wajah teduh sang bunda yang jelas masih terlihat gugup di layar televisi .


Lalu banyak sekali pertanyaan yang di tanyakan para wartawan namun di jawab Rafli dengan bumbu kebohongan di dalamnya , bukankah berbohong demi kebaikan itu tidak masalah bagi sebagian orang dan sebagian orang itu ada Rafli di dalamnya .


'' Dan saya ingin memberitahu pada kalian semua terutama terhadap rival bisnis saya " ucap Rafli dengan senyum mengejek .


'' Perusahaan saya yang bernama RA group telah berganti kepemilikan . Perusahaan itu milik asli seseorang yang berkewarganegaraan Indonesia asli , saham saya hanya 20% didalamnya . Jadi jika kalian ingin bermain , bermain lah dengan perusahaan Wijaya Group karena itu lawan yang sebanding untuk kalian tapi jika kalian tetap mengacau RA group , saya pun tak segan untuk meruntuhkan perusahaan licik yang kalian miliki '' ucap Rafli menebar bendera perang terhadap rival bisnisnya yang begitu suka mengusik RA grup , perusahaan yang telah ia persembahkan untuk sang istri dan faktanya saham milik Rafli hanya satu persen di sana . Rafli menerima laporan dari Devan beserta Zizi disana , meski mereka mampu mengatasinya namun tetap saja Rafli merasakan panas.


Setelah memakan waktu hampir dua jam , kini para wartawan pun merasa begitu terhormat saat Rafli mengajak mereka untuk berada di satu meja makan yang sama. Banyak tatapan nakal para wartawan pada istrinya namun Rafli menahan amarahnya saat ini . Tunggu saja nanti , batinnya. Ia harus bermain lebih cantik lagi agar sang istri tak menangis dan mengutuknya yang dianggap begitu jahat . Rafli tak akan melakukan hal mengerikan jika tidak diganggu apalagi mengusik kehidupannya .


Ana melayani Rafli sebagai mana mestinya dan itu juga menciptakan tatapan kagum terhadap orang di sekitar mereka karena Rafli tersenyum begitu bahagia saat di meja makan , tentu senyum tersebut hanya untuk Ana seorang .


Satu bulan telah berlalu dan keluarga Permana kini begitu bahagia saat Vini melahirkan sang pewaris untuk keluarga Permana , tak ada rasa iri yang di rasakan Excel karena bocah tampan itu begitu bahagia mendapatkan seorang adik laki-laki yang dilahirkan oleh mama Vini . Perhatian Eric terhadap Excel juga tak berkurang meski Excel bukan anak kandungnya namun rasa sayang Eric terhadap anak-anak sudah ada sedari dulu . Hubungan Eric dan Laurent pun begitu baik , mereka bagaikan seorang sahabat tak ada lagi cinta dan dendam di dalamnya.


Rayana yang mendengar jika Vini telah melahirkan seorang adik untuknya membuat nya untuk pertama kali merengek kepada sang ayah untuk mengizinkannya melihat Elvino nama anak Vini dan Eric. Sedangakan Rafli lagi dongkol sekali saat mengetahui jika Vini melahirkan anak laki-laki . Apa dia harus menepati janjinya . Ah tidak , Eric pasti tak akan mau memaksakan kehendaknya terhadap Rayana , pikir Rafli maka ia setuju saja saat perjanjian tersebut dan perjanjiannya juga tak memaksa hati anak masing-masing . Hanya saja yang Eric mau jika Rayana dan Elvino saling cinta , Rafli harus merestui hubungan mereka dan jangan menjadi penghalang.


'' Sayang , apa kau tidak bisa membujuk putriku untuk tidak bertemu Vini '' tanya Rafli menyandarkan dagunya di bahu Ana.


'' Mas , Rayana berani meminta izin padamu berarti itu tandanya ia ingin sekali . Aku pernah bilang pada Rayana untuk bertanya langsung padamu . Bukankah ia putrimu hanya putrimu , mungkin ku rasa kau yang melahirkannya '' ucap Ana mencebik .


'' Begitu saja ngambek . Iya Rayana putri kita , tapi tanpa ada aku tak akan lahir putra dan putri kita yang begitu tampan dan cantik ''ucap Rafli mencium gemas pipi sang istri.

__ADS_1


'' Lalu apa keputusan mas " tanya Ana .


'' Jangan egois mas. Ini pertama kali Rayana meminta suatu hal padamu " imbuh Ana membuat Rafli berfikir sejenak , pikirannya menolak untuk mengizinkan namun hatinya memberikan izin kepada Rayana. Tidak hanya menggunakan pikirannya dan hatinya saja karena Rafli juga menggunakan jemarinya .


'' Gunakan saja rambutmu mas '' ucap Ana menahan tawa saat kata " iya " berhenti dan Rafli seakan tak terima .


'' Baiklah kita akan pergi tiga hari lagi . Dan sebagai bayarannya maka malam ini kita " ucap Rafli menghentikan ucapannya karena raganya yang sudah bereaksi.


Rafli dan Ana berserta dua putrinya kini telah tiba di kediaman Permana mereka di sambut dengan hangat tidak seperti sebelumnya . Teguh pun begitu menggebu ingin menggendong Rayana yang selama ini ia menahan rindu setengah mati sementara Eric hanya menatapnya jauh dari kamera cctv. Ingin menemui mereka terutama sang anak namun ia tak ingin pria arogan itu merajuk dan ujungnya memilih pulang serta membuat keluarganya tak bisa melepas rindu dengan Rayana , ia akan memikirkan cara agar Rafli sedikit lengah dan ia bisa melepas rasa kangennya .


'' Silahkan duduk nak " ucap Teguh setelah Ana mengalaminya dengan takzim .


'' Silahkan duduk.... " ucap Teguh bingung ingin memanggil Rafli dengan sebutan apa .


'' Rafli saja " sanggah Rafli .


'' Silahkan duduk nak Rafli " ucap Teguh dan terpaksa di angguki Rafli karena Ana menatapnya dengan tajam .


'' Rayana mau lihat dedek bayi " tanya Teguh dan diangguki semangat oleh Rayana. Tak lama Vini datang dan di ikuti Sasa yang begitu setia menggendong cucu kesayangannya . Sasa tersenyum kecut menatap Rafli , rasa tak suka masih ada di hatinya apalagi jika mengingat sosok Lia semakin membuatnya ingin mengikat ibu dan anak saja..


'' Mbak sudah lama datang " ucap Vini sumringah dan di ikuti Rayana duduk di sebelah Vini sesekali mencium pipi Elvino dengan gemas .


'' Sayang , jangan terlalu di tekan kasihan adik bayinya " ucap Ana setelah berbincang sedikit dengan Vini sementara Teguh mencoba berbicara dengan Rafli guna mencairkan suasana.


'' Gak papa mbak . Mbak mau gendong " tawar Vini membuat Ana semakin berbinar .


'' Apa boleh " tanya Ana memastikan dan diangguki Vini membuat Rafli semakin dongkol.


'' Ganteng sekali ya Vin" ucap Ana jujur , paras dan matanya mirip sekali dengan Eric .


Byyuur Rafli tanpa sengaja menyemburkan minuman yang sedari tadi ia nikmati. Berani sekali istrinya itu memuji anak orang lain , sedangkan Dewa jauh lebih tampan karena duplikat nya .


Jangan lupa like dan komentarnya

__ADS_1


Selamat membaca 😊


__ADS_2