Takdir Cinta

Takdir Cinta
Syarif


__ADS_3

Lantas Syarif, bagaimana dengan pria itu? apakah sudah menyerah? seperti nya belum.


Rasa cinta nya terhadap Hanna tetap sama, tidak berkurang sedikitpun. Namun kali ini Ia memilih untuk diam saat Randy membawa Hanna pulang.


"Aku akan mengambil nya darimu, jika sampai engkau menyakiti nya walau seujung kuku." ucap Syarif sebelum Randy membawa Hanna pergi.


"Tenang Bro! Dia Istriku, sudah pasti Aku akan menjaga nya tanpa kau minta. Dan Aku tidak akan pernah menyakiti Istriku." ucap Randy kala itu.


Kali ini Syarif tidak berniat menyusul Hanna ke Ibu Kota, Syarif tetap di Surabaya. mungkin hati pria itu sudah lebih sedikit terbuka.


Ia tau Hanna hanyalah mencintai Randy. Satu-satu nya Pria yang bisa membahagiakan Hanna hanyalah Randy, bukan diri nya. Syarif cukup sadar, Pria itu pun tau jika yang Ia lakukan selama ini hanyalah sia-sia.


Syarih hanya menunggu waktu. Ia berjanji pada diri nya sendiri, Jika sampai pada saat Hanna melahirkan dan Randy benar-benar berhasil membuktikan bisa menjaga dan tidak menyakiti hati Hanna. Maka Syarif akan meluruskan semua hal yang seharus nya diluruskan.


Namun jika satu kali saja Randy menyakiti hati Hanna. Dan Syarif mengetahui itu, maka Syafif tidak segan-segan untuk merebut kembali Hanna, dan tetap akan merahasiakan segala kebenaran yang ia ketahui.


*****


Sore ini Syarif saat ini sedang duduk di bangku taman. Bukan Ia tidak memiliki pekerjaan, sehingga harus bersantai dan hanya menghabiskan waktu untuk sekedar melihat kendaraan yang berlalu lalang.


Namun Syarif sedang ingin melakukan apa yang seringkali Hanna lakukan. Mungkin ini cara terbaik untuk mengobati rindu nya.


Cukup lama Syarif berdiam diri disana, beberapa kali bunga tebebuya jatuh diterpa angin dan mengenai tubuh nya. Syarif semakin memejamkan mata, sesakit ini rasa nya mencintai seseorang.


Andai Ia bisa, Ia ingin menghapus semua rasa yang berkecemuk di dada.

__ADS_1


Rasa yang begitu menyesakkan, begitu perih namun hanya ia yang bisa merasakan nya. Patah hati memang seperti itu, begitu menyakitkan bahkan bisa membuat orang menjadi depresi berat bahkan terkena gangguan jiwa. Namun Orang lain tidak tau dan tidak bisa melihat sakit nya. Tidak ada luka yang bisa dilihat dengan mata kepala, hanya diri sendiri yang tau.


"Mas tolong geseran dong, Saya juga mau duduk. Gak ada bangku lain yang kosong, tinggal bangku ini saja yang hanya di duduki satu orang."


Syarif mendongakkan kepala nya. Siapa Orang yang sudah berani menganggu nya, apa Dia tidak tau kalau Aku sedang patah hati. begitulah batin Syarif.


Syarif memandang tidak suka kepada Gadis cantik yang saat ini berdiri di samping nya.


"Mas, gak denger ya?"


"Sayang sekali, ganteng tapi budek." Gadis itu bergumam pelan.


"Apa Kamu bilang?" Syarif semakin emosi, bisa-bisa nya ada cewek yang berani mengatai nya budek.


"Oh maaf, Saya pikir budek. Abis nya dari tadi Saya suruh Mas nya geser tapi gak geser-geser"


Sebetul nya Syarif tidak nyaman ada seseorang yang duduk di samping nya. Sangat mengganggu menurut nya.


Andai saja yang duduk disamping nya saat ini adalah Hanna, mungkin pria itu akan sangat senang. Namun sayang nya bukan Hanna, melainkan Gadis yang tidak Ia kenal.


"Mas, kok sendirian aja. Jomblo ya?" Gadis itu bertanya langsung pada poin nya, tanpa merasa sungkan sedikit pun.


Syarif hanya melirik sekilas tanpa berniat menjawab pertanyaan Gadis disamping nya.


"Hem.. ternyata emang budek sih." Gadis itu kembali bergumam.

__ADS_1


Syarif melotot tidak suka, lagi-lagi Gadis itu mengatai nya budek.


"Orang Budek emang gini ya. Kalo dikatain denger, tapi kalo di ajak ngomong gak denger. Aku pikir cuma ada di TV doang yang kaya gini, tapi ternyata emang beneran ada"


"Eh Mbak, Saya itu gak budek ya." Syarif menaikkan intonasi suara nya.


Gadis itu cukup terkejut " Nah kan marah, berarti emang bener. Dia cuma denger kalau lagi dikatain aja"


"Say itu bukan nya budek, tapi Saya merasa gak ada penting nya jawab pertanyaan Kamu." Ucap Syarif masih dengan nada cukup tinggi.


"Udah gak usah marah-marah, nanti kita dikira Suami-Istri yang lagi berantem di tempat umum lagi. Tuh lihat! Orang-Orang pada ngeliatin Kita. Emang nya gak malu apa?" Gadis iti masih berbicara dengan tenang.


Syarif mengarah kan pandangan ke sekitar nya, dan benar saja, semua Orang di tempat itu sedang melihat ke arah nya.


"Mbak, Mas. Kalau ada masalah rumah tangga sebaik nya diselesaikan di rumah saja! Jangan berantem di tempat umum, gak baik." ucap salah satu pengunjung disana.


Gadis itu hanya nyengir kuda, sedangkan Syarif masih dengan mode cuek.


"Iya Mas, maaf ya sudah menganggu. Kita akan selesaikan masalah kita di rumah. Trimakasih untuk saran nya" ucap gadis itu pada seseorang yang menegur nya tadi.


"Ayo kita pulang!" Gadis itu menarik tangan Syarif untuk mengikuti nya.


"Lepasin!" Syarif kembali membentak Gadis itu.


Shuutt! " Bisa diem gak! Kamu gak lihat apa? Orang-Orang itu masih liatin kita. Ayo cepat pergi! Aku malu." Gadis itu menarik paksa tangam Syarif.

__ADS_1


Mau tidak mau Syarif ahir nya mengikuti gadis itu sampai di parkiran.


__ADS_2