
"Hana a aku akan menghalangi mereka sementara itu larilah,di hitungan ketiga oke"Ha joon berbisik pada Hanari.
"ohh" Hanari mematuhi perkataan Ha joon dan mendengarkan aba aba dari cowok ganteng itu.
"Hana a, satu...dua..tiga" Ha joon memberi aba aba.
Gadis itu berlari secepat yang ia bisa,sesekali ia menoleh pada Ha joon disela sela larinya.Hanari takut terjadi apa apa pada Ha joon,nafasnya mulai terengah engah ia berpikir sudah berapa jauh ia meninggalkan Ha joon.
Hanari melihat sekitar mengistirahatkan kaki dan jantungnya bekerja,ia mulai mempekerjakan otaknya.
"Dimana ini,ah ini sudah jauh aku akan menunggunya disini"Hanari
Dilain tempat Ha joon sedang melawan dua pemuda mabuk itu.Ia memang tak pandai berkelahi tapi setidaknya dirinya bisa menghalau pemuda pemuda sampah.
Dalam pikirnya"Hanari sudah jauh,ini saatnya"
Ha joon berlari saat kedua pemuda itu jatuh tersungkur dijalan,dirinya tak bisa melawan terus ia harus segera melarikan diri.
Dilain sisi Hanari berpikiran buruk tentang Ha joon
"Kenapa lama sekali"
__ADS_1
Beberapa kali ia melihat jam ditangannya,dirinya tak bisa membiarkan Ha joon terluka.Hanari kembali untuk melihat keadaan Ha joon.Dirinya berlari sambil tengak tengok sana sini,sebenarnya ia takut.Beberapa menit berlalu tiba tiba ada yang meraih tangannya dan membungkam mulutnya,Hanari hendak teriak tapi ia melihat wajah itu adalah Ha joon.
"sssssssttttttttttttt" Ha joon mengingatkan.
Hanari melihat sekitar ia berada disebuah gang yang sangat kecil dan banyak tumpukan tumpukan kardus.
Ha joon sudah menantikan ini sejak pertama bertemu dengan Hanari,diam diam ia menaruh rasa pada gadis itu.Ini terlalu dekat
"dag dig dug dag dig dug dag dig dug"suara jantung Ha joon serasa akan meledak.
Keadaan sudah aman mereka berdua bernafas lega.Hanari baru sadar bahwa ia terlalu dekat dengan Ha joon,ia merasa canggung.
"sudah aman,a..a..a..aku pulang dulu"pamit hanari.
Hanari melihat mata Ha joon,ia melihat ketulusan dimatanya
"Oh" jawab Hanari.
Sebenarnya Hanari kurang nyaman dengan Ha joon apalagi dengan keadaan seperti ini.Ada beberapa siswi disekolah yang membullynya karena Ha joon.
Ha joon terus mendekati Hanari dan membuat siswi siswi yang naksir pada Ha joon membenci Hanari.
__ADS_1
Mereka berdua berjalan tanpa kata sedikitpun,sebenarnya Ha joon bukanlah tipe cowok pendiam namun kejadian tadi membuatnya agak gimana gitu.
"Sampai sini saja,sudah dekat,disana"Hanari menunjuk sebuah rumah yang lampunya masih padam.
Belum sempat Ha joon menjawab Hanari tiba tiba hujan turun.Gadis itu tak berpikir banyak ia menarik tangan Ha joon mengajaknya kekontrakannya.
Hujan begitu deras walaupun kontrakan Hanari tak jauh tapi cukup membuat mereka berdua sedikit basah.
"aneh kenapa tiba tiba hujan deras"kata Ha joon
sedang Hanari sedang membuka pintu,ia menyalakan lampu tempat tinggalnya.
"masuklah"kata Hanari
"tidak..aku disini saja"jawab Ha joon
"emg..enggak enak kalau dilihat tetangga" penjelasan Hanari
"oh" Ha joon masuk kedalam rumah.Cowok ganteng itu cukup terkejut melihat kontrakan Hanari meskipun kecil namun sangat rapi,pasalnya ia tau keadaan Hanari yang berprofesi sebagai ratu paruh waktu.
Hanari menutup pintu dan seketika keadaan menjadi hening..Ha joon melihat Hanari dan begitupun sebaliknya.
__ADS_1
lanjuuut teruuussss .......