Takdir Cinta

Takdir Cinta
Permohonan Laurent


__ADS_3

Seusai makan malam kini keluarga kecil yang bahagia itu tengah berkumpul dengan canda tawa melihat tingkah lucu Arjuna..


'' Ayah , ini untukmu " ucap Dewa seraya memberikan sebuah kotak yang entah apa isinya.


" Apa ini Dewa , ayah hari ini tidak berulang tahun " ucap Rafli namun tangannya bergerak untuk membuka .


'' Terimakasih sayang " ucap Rafli memeluk erat anak pertamanya , matanya berkaca-kaca karena pemberian pertama Dewa , meski harganya murah namun hadiah itu usaha anaknya .


'' Terimakasih anak ayah " imbuhnya mencium pipi Dewa bertubi-tubi.


'' Ayah suka " tanya Dewa .


'' Sangat suka sayang , ayah sangat suka " ucap Rafli dan membuat Dewa berjingkrak senang , sementara Ana terharu memperhatikan bapak dan anak yang bagai pinang di belah dua itu.


" Ayah mau Dewa pasangkan '' tanya Dewa dan diangguki Rafli.


'' Keren kan , ayah harus memakainya bila pergi bekerja besok " ucap Dewa penuh harap.


''Pasti sayang . Pasti " ucap Rafli.


'' Bundamu tak kau beri sesuatu sayang " tanya Rafli melirik istrinya .


'' Bunda lebih dulu Dewa kasih , kan bunda segalanya bagi Dewa . Bahkan bunda menang banyak "ucap Dewa .


'' Iya benar apa yang di katakan Dewa . Bagaimanapun bunda lah yang paling berharga " ucap Ana tersenyum mengejek Rafli dan akhirnya mereka tertawa bersama , Rafli beranjak dari sofa yang ia duduki saat melihat Dewa mendekati Ana dan Arjuna , ia juga ikut duduk di kasur bulu-bulu indah kesukaan Ana. Disitu Ana terkekeh geli saat ketiga jagoannya mencium dirinya ...


Hari kian larut , kini Ana dan Rafli masih berada di dalam selimut yang menutupi tubuh polos mereka . Ana berniat membicarakan tas yang di inginkan Dewa saat Rafli berbicara bahagia akan jam tangan sederhana dari Dewa , bahkan terlihat jelas senyum bahagianya.


" Mas , tadi saat di mall Dewa menginginkan sebuah tas namun aku terlambat untuk membelinya dan stok nya di toko itu gak ada lagi " ucap Ana pelan.


'' Aku sudah berusaha membujuknya mas , tapi anak kita kekeh ingin tas itu '' imbuhnya.


'' Apa ada gambarannya seperti apa tas itu " ucap Rafli .


'' Tunggu mas , aku ada brosurnya " ucap Ana seraya menarik selimutnya untuk menutupi tubuh polosnya saat berjalan melupakan tubuh Rafli yang kini tak memakai apapun membuat wajah Rafli memerah, ntah kenapa pria yang mesumnya tak tertolong ini pertamakalinya merasakan malu melihat tubuhnya yang polos meski bukan untuk pertama kali ia melihat dirinya polos usai itim dengan Ana , Rafli segera menutupi aset berharganya yang telah dimiliki Ana dengan bantal.


'' Ini mas " ucap Ana menyerahkan brosur kepada Rafli.


'' Kau tau mas , bahkan anaku itu bicara jika kau bisa membeli tas itu sekaligus pabriknya " ucap Ana memanyunkan bibirnya.


'' Aku akan meminta mereka untuk membuatkan tas seperti gambar dan bentuk yang ada dibrosur ini untuk Dewa '' ucap Rafli , ia tahu segalanya bahkan pertemuan Ana dan Laurent , namun Rafli memilih diam ia tau alasan tersendiri Ana menutupi pertemuan itu darinya ...


Ana berjalan menuju walk in closet untuk mengenakan pakaian , ingin mandi namun jam menunjukkan pukul satu malam.


'' Seenaknya saja main pergi " gerutu Rafli , ia menyusul Ana .


'' Aakkhhh apa yang kau lakukan mas " ucap Ana terkejut saat Rafli tiba-tiba mengecup kuat leher jenjangnya .


'' Kau tidak lihat milikmu ini " ucap Rafli mengarahkan tatapan Ana pada miliknya , Rafli segera melancarkan aksinya tanpa peduli tempat saat ini dan protesan Ana , bagi Rafli satu ronde saja tidak cukup baginya untuk menikmati Ana padahal satu ronde itu memakan waktu dua jam lebih lamanya .


Ke esokan harinya.


" Mau apa kau kemari " tanya Ana terlihat wajahnya tidak ramah saat melihat lawan bicaranya ...


'' Ku mohon kita harus bicara Ana " ucap Laurent saat ini . Ia bisa bertemu Ana dengan beralasan ingin bertemu dengan pemilik toko jika tidak membatalkan kue yang telah ia pesan dalam jumlah banyak dan hal itu membuat Siti mengambil keputusan , tanpa Ana ketahui sendiri bahwa itu perusahaan milik Laurent .


'' Bicara dari sekarang tiga menit " ucap Ana lalu menghidupkan stop watch . Laurent menelan saliva nya kini Ana berubah menjadi sosok yang berbeda , terlihat tak ada senyum di wajahnya bahkan terlihat galak dan angkuh . Kemana Ana yang selalu menebar senyum dan baik dulu , terlihat sosok itu telah mati ... Tentu Laurent tau , Ana bersikap dingin seperti ini karenanya .


" Demi Eric " batin Laurent .


" Ana , ku mohon pertama maafkan aku dan juga jangan marah terhadap karyawanmu. Sebenarnya .... " ucap nya meragu , meski di tampar Ana kali ini ia harus siap , meski pulang tinggal nama. Ia tak mau Eric tersiksa menjalin hubungan dengan Belle , bahkan Eric kini mulai mencari keberadaan Ana dan itu Laurent tau karena Tio menceritakannya padanya..


" Sebenarnya Eric bukan ayah dari anak yang aku kandung dulu dan Eric tidak pernah menyentuh ku sama sekali Ana " ucap Laurent membuat Ana sangat terkejut mendengarnya , namun semua tak mengubah takdir apapun.


" Selama ini Eric menderita Ana , ia telah mencoba membuka hati untuk wanita lain namun itu sia-sia baginya. Kau mau tau alasan Eric tak pernah muncul di hadapanmu atau di hadapan keluarga mu , karena suamimu lah yang membuat paksa Eric melupakanmu dengan terapi cuci otak . Eric menggila saat mengetahui kau menikah dengannya , dia begitu terpuruk Ana , hingga Rafli datang menawari pengobatan dengan metode itu . Sedangkan pak Teguh dan mama Sasa mereka berhutang budi atas kebaikan tuan Abdi Wijaya , membuat mereka terpaksa mengorbankan kebahagian Eric .... Maafkan aku Ana " ucap Laurent terisak karena semua kehancuran ini karena ulahnya .


Ana mematung mendengarkan pernyataan Laurent, bola matanya kini mulai memanas bisa dipastikan jika sekali kedip saja air matanya akan tumpah ruah.

__ADS_1


" Aku mohon maafkan aku dengan sangat Ana atas kebohongan yang aku ciptakan dulu " ucap Laurent .


" Aku sudah memaafkanmu , meski belum melupakan kejadian itu " jawab Ana dingin.


" Dan tolong juga maafkan Eric " ucap Laurent.


" Buat apa memaafkannya . Dia tidak salah " ucap Ana.


" Apa aku tak bisa kembali padanya " tanya Laurent , sementara tanpa mereka ketahui ada seseorang yang menahan amarahnya sedari tadi.


" Buat apa , aku telah mempunyai keluarga yang sempurna menurutku dan diriku pun sudah dimiliki oleh anak dan suamiku " jawab Ana tegas.


" Apa tak ada cintamu untuknya Ana" tanya Laurent .


" Bagaimana jika cinta Eric lebih besar darinya " tanya Laurent.


" Bukankah kau di paska menikah dengan Rafli saat itu , pria yang kejam melakukan segala cara untuk mencapai keinginannya " ucap Laurent.


" Cukup kau bilang suamiku pria yang kejam ! aku lebih mengenal suamiku Laurent , dari pada siapapun . Dan jika kau bertanya cintaku untuk Eric maka jawabannya tidak ada meski hanya setitik bayangan saja tidak akan ada. Aku tidak membutuhkan cinta dari pria lain , selain dari suamiku " bentak Ana membuat seorang yang mengepalkan tangan itu tak kuat lagi menahan emosinya .


Brrakk


" Rafli " ucap Laurent syok... Sementara Ana tak tahan lagi menahan tangisnya , bertemu dengan Laurent membuatnya menjadi kacau , Wanita pertama yang selalu membuatnya kacau dari awal bertemu ...


" Kau melewati batasanmu Laurent " teriak Rafli.


Pllaakkkk tamparan tangan Rafli mendarat keras di pipi Laurent membuat Laurent tersungkur.


" Alexa , seret wanita ini keluar " teriak Rafli dan di laksanakan oleh Alexa.


" Pergilah sejauh mungkin dari kota ini bila perlu pergilah dari negara ini dan ingat jagalah lelaki pujaan hatimu itu , untuk menghentikan pencariannya kepada Ana jika tidak , aku tidak bisa menjamin keselamatan kalian " desis Rafli tanpa di dengar Ana...


Rafli menutup pintu lalu menguncinya bergerak kearah Ana yang masih menangis.


" Menangislah " ucap Rafli merengkuh bahu Ana ,membuat wanita itu terisak dalam pelukannya....


'' Itu tidak akan pernah terjadi mas " jawab Ana.


'' Aku sungguh tak akan melepaskan mu Ana " ucap Rafli memeluk Ana erat dan pandangan mereka bertemu lalu Rafli mencium bibir Ana dengan penuh perasaan dan Ana pun membalasnya membuat hasrat sang suami memuncak .


" Mas , dirumah saja ya ... ini ruang kerja "tolak Ana.


'' Dirumah lain lagi ceritanya " ucap Rafli kembali menikmati benda kenyal yang menjadi candunya..


" Mas " tolak Ana.


Membuat Rafli membaringkan Ana dengan paksa di sebuah sofa..


'' Kita ke kamarku saja mas di lantai atas " ucap Ana membuat Rafli memicingkan matanya .


Tanpa aba-aba Rafli menggendong Ana ala bayi koala , Rafli mencium Ana kembali berjalan menaiki tangga tanpa peduli karyawan Ana yang melongo melihat hal itu .


'' Oh tidak .... " gumam Adi melihat kelakuan suami serta nona bos mereka.


Ceklek Rafli membuka pintu lalu menguncinya tetap dengan bibir dan lidahnya yang terus menjelajahi kemanisan yang ia terima dari Ana.


Akhirnya Rafli dan Ana melakukan apa yang seharusnya terjadi sedari tadi... Tanpa terasa Ana terbaring lelah usai melayani suaminya dan Rafli segera menyelimuti tubuh polos mereka dan ikut menikmati tidur siang. Untuk Arjuna dan Dewa jangan di fikirkan kini mereka sedang berkunjung di rumah buyut mereka selama tiga hari dan itu dimanfaatkan dengan Rafli sebaik mungkin setiap malamnya.


Sementara di perusahaan RA , Viona merasa kecewa saat ia harus meeting bersama Jimmy yang terkesan begitu dingin , bahkan ia terkesan menolak semua proposal yang di ajukan Viona itu dan mengulang rancangannya dari awal . Jimmy berniat membatalkannya , ntah ia merasa tidak tenang jika Viona menjalin kerja sama disini , apalagi Rafli pernah bercerita jika Viona dulu menaksir berat kepada Rafli namun sikap Rafli yang dingin membuat Viona pergi dengan sendirinya . Namun Jimmy melihat tatapan memuja Viona kepada Rafli meski suami Viona sendiri berada disebelahnya , Viona seakan tak peduli apalagi mereka menikah karena perjodohan.


" Aku tidak bodoh Jim , aku tidak akan tergoda dengannya dari segi manapun ia jauh di bawah Ana bahkan jika di atas Ana pun aku tak peduli. Kau bodoh Jim jika meragukan cintaku untuk Ana , kau jangan lupa dari pacaran hingga menikah aku sangat sulit mendapatkannya. Jika kau meragu , kau saja yang berurusan dengan perusahaan suami Viona itu. Aku pun enggan menerima kerja sama ini sebenarnya " itulah ucapan Rafli yang akhirnya setiap pertemuan Viona selalu berhadapan dengan Jimmy yang merupakan orang nomor dua mengendalikan perusahaan itu .


" Apa tuan Rafli tidak datang hari ini dari tadi nona Dewi " tanya Viona setelah memastikan Jimmy menjauh .


" Sebenarnya tadi datang namun terlihat tergesa-gesa saat menerima telepon " jawab Dewi jujur . Ya jelas saja Rafli tergesa-gesa bahkan terlihat rahangnya mengeras saat mengetahui Laurent menemui Ana di toko kue Rindu , apalagi kejadian tas yang di inginkan Dewa di dalam mall itu ia ketahui dari pengawal bayangannya Ana tanpa sepengetahuan Ana dan para bodyguard nya .


" Apa Ana sering kemari " tanya Viona.

__ADS_1


" Terkadang sering Bu , setiap jam makan siang sama anak-anaknya " jawab Dewi...


" Mereka keluarga yang harmonis ya " ucap Viona..


" Bahkan mereka panutan saya untuk menata hidup kedepan bersama lelaki pilihan saya " ucap Dewi penuh semangat ..


" Baiklah saya permisi , senang mengobrol denganmu Dewi "ucap Viona dan diangguki Dewi...


Sementara Rafli terbangun dari tidur siangnya ia tersenyum membayangkan kegiatan yang baru saja ia lalui dengan istrinya.


'' Kemana '' ucapnya saat tidak mendapati Ana di sebelahnya , bahkan bunyi gemercik di dalam kamar mandi tidak di dengar .... Rafli segera bergegas membersihkan diri lalu menyusul Ana kebawah....


'' Ah ternyata ia mandi tidak mau mengajakku '' gumam Rafli saat wangi tubuh Ana tercium di kamar mandi minimalis itu .


Sebelum menyusul Ana yang entah sedang apa di lantai dasar , terlihat Rafli menghubungi seseorang dan begitu serius ia berbicara dengan sesekali menekan kata-katanya...


'' Eh mas sudah bangun '' ucap Ana saat baru saja ingin membuka handel pintu .


'' Sini biar mas bawa '' ucap Rafli mengambil alih nampan dan terlihat ada bakso makanan kesukaan Ana dan ada martabak India , semua itu Ana membelinya bukan membuatnya .. Rafli dan Ana menikmati makan siang nya dengan lahap , mungkin karena lapar atau tenaga mereka terkuras akibat goyang ranjang itu .


.


.


.


Hari berganti hari dan Minggu berganti Minggu , selama itu juga usaha Eric tak membuahkan hasil membuatnya bertanya kepada Sasa dan Teguh namun jawaban orang tuanya yang begitu menyayanginya membuatnya merasa menjadi pria terlemah dan begitu menyesal saat ini hingga Eric memutuskan kembali untuk bertemu dengan Laurent dan menanyakan langsung apakah wanita itu benar Ana yang ia sangkal selama ini...


Sementara Wira di buat pusing oleh Rafli yang selalu membaut perkerjaan Wira serba salah , ada saja cela yang Rafli temukan untuk mengerjai Wira.


Kini Ana dan Rafli berada di jet pribadi miliknya dan jangan di lupakan para sahabat Ana beserta pasangannya juga ikut pergi ke Belanda menyaksikan hari bahagia Ines dan Darwin , Rafli dan Ana dilarang oleh para orang tuanya membawa dua putra mahkota mereka untuk berada di negeri orang.


.


.


Belanda.


Di balut gaun cantik nan indah membuat Ines begitu sangat cantik , gaya tomboy itu lenyap begitu saja saat dirinya dirias bak putri sebuah kerajaan . Para WO telah menyulap taman milik nenek Rose begitu indah seindah perasaan Darwin saat menatap Ines yang jauh disana , ia segera menghampiri Ines yang telah menyandang status sebagai istrinya itu . Ines sendiri merasa gugup karena suasana begitu sangat ramai dan banyak kamera yang mengambil fotonya serta beberapa paparazi menjelma menjadi tamu undangan yang mewakili beberapa perusahaan dengan datang mempunyai maksud tertentu..


Para sahabat Ines kini telah tiba di tempat acara pesta miliknya namun tidak untuk Ana dan Rafli yang entah sedang apa saat ini .


Adam membeku saat melihat para sahabat sepupunya itu memberikan ucapan selamat pada Ines . Mata Adam mulai liar mencari wanita yang kini ingin ia lupakan namun ia rindukan.


" Ada apa " tanya Jennifer.


" Apa Ana akan datang " ucapnya polos namun Jenni tersenyum simpul .


" Bisa jadi datang dan ingin bertemu denganmu " ucap Jenni membuat Adam merasa bersalah pada istrinya .


" Maaf aku kembali menyakitimu " ucap Adam.


" Ayo kita lebih baik pulang " imbuhnya menarik tangan Jenni namun di tepis oleh istrinya. ...


" Acara baru akan menuju puncaknya Adam ,dan kau ingin pulang . Kau takut bertemu dengan wanita itu " ucap Jenni ketus , ia merasa cemburu saat ini .


" Bukan itu , aku tak ingin kau terluka nanti. Jujur mungkin pandanganku akan fokus padanya " ucap Adam membuat Jenni tersenyum karena kejujuran Adam namun tak di pungkiri hatinya terasa perih.


" Kita disini saja karena aku begitu penasaran olehnya " ucap Jenni karena ia berharap dapat bertemu Ana langsung .


" Kau tak akan melihat wajahnya . Karena ia incaran rival bisnis suaminya . Ana selalu mengenakan topeng saat berjalaan berdua suaminya di muka umum di depan banyak orang " tekan Adam , mengingat banyak wanita yang mengaku menjadi istri bahkan simpanan gelap Rafli hilang begitu saja.


Ucapan Adam kini terbukti saat tepuk tangan riuh dan jepretan kamera menghampiri sepasang suami istri yang di tunggu kedatangannya oleh semua orang termasuk yang empunya pesta


Jangan lupa like dan komentarnya...


Terimakasih banyak bagi yang sudah like dan komentar..... Semoga kita selalu sehat ya.

__ADS_1


__ADS_2