
" Ayo sayang tidur,biar ayah yang membacakan dongeng " ucap Rafli asal , ntah cerita apa yang akan ia buat nantinya.
Satu bulan sudah Viona tanpa takut tertangkap oleh orang suruhan Jimmy ataupun suaminya yang kini memburunya. Viona diam-diam mengamati seseorang yang menjaga seorang anak yang berusia hampir dua tahun lebih . Viona mengendam-ngendap mendekati baby sitter tersebut .
'' Emmmm " gumamnya karena mulutnya di bekap oleh Viona . Viona membawa baby sitter itu ke dalam kamar sebuah hotel dengan pria yang telah menunggunya di dalam .
'' Ini om , wanita yang aku janjikan. Cukup muda dan sexy kan " ucap Viona seraya menggendong anak kecil di tangannya .
" Cantik sekali " ucap om mesum tersebut.
" Om bisa puas menikmatinya . Bila perlu bawa dia sejauh mungkin " ucap Viona dan diangguki om tersebut.
" Kau keluarlah " usir om mesum tersebut terlihat kabut gairah dimatanya ...
Viona tersenyum, ini rencana awalnya . Viona menyingkirkan baby sitter yang menjaga anak Willy dan Bunga dan kini ia akan menitipkan anak itu ke panti asuhan . Niatnya untuk membunuh seorang anak kecil tak tega saat mengingat anaknya yang kini berusia enam tahun telah ia tinggalkan bersama suaminya yang suka berselingkuh dan memukulinya.
'' Kenapa nasibku jauh dari kata beruntung . Bunga saja yang tak begitu cantik tapi Willy mencintainya . Dan aku paling membencimu Ana . Bahkan kau seperti mayat hidup namun Rafli begitu setia padamu. Kenapa kau tak mati saja " geram Viona merasa dirinya paling malang sendiri.
.
.
.
Hari-hari di jalani Vini dan Eric sebagai mana mestinya . Vini melayani Eric dan Eric menerimanya saja . Vini begitu cantik namun sikap lembut dan bersahaja yang di miliki tidak mampu menembus benteng pertahanan hati Eric yang tetap mengukir nama Ana dengan indah di dalamnya .
'' Vin , nanti malam bersiaplah . Dandan yang cantik , aku akan mengajakmu menghadiri acara rekan bisnis ku " ucap Eric saat menuruni tangga dan di ekori Vini.
" Baik mas " ucap Vini tersenyum .
Sasa dan Teguh begitu bahagia melihat anaknya karena selama ini tak ada keributan yang terjadi sekalipun dalam rumah tangga putra mereka . Vini yang masih muda pun bersikap dewasa dan selalu mengalah pada Eric yang terkadang membuat perasaanya melambung tinggi dan tak lama langsung menghempaskan nya kedalam jurang . Vini menyadari jika perasaanya tak terkendali berhenti mencintai Eric yang berstatus suaminya , namun Eric mencintai istri orang . Cinta pertama yang sulit di hapuskan.
Sering kali Vini menangis dalam diam saat Eric memilih menghabiskan malamnya di club saat Sasa dan Teguh tak berada dirumah dan pulang selalu dalam keadaan mabuk dan hampir saja menodoainya yang Eric kira dirinya adalah Ana , beruntung saat itu Eric pingsan karena Vini memukul pundaknya dengan tongkat baseball di dekatnya .
Malam pun tiba dan acara bisnis rekan Eric pun telah di mulai terlihat begitu ramai dengan gaya orang yang begitu glamor , ada yang membawa selingkuhannya juga kesana . Eric memerintahkan Vini untuk merangkul lengan kekarnya dan itu dituruti Vini dengan jantung berdetak kencang .
Eric disambut rekan bisnisnya dan sedikit banyak ngobrol tentang urusan pribadi lebih dulu..
" Kami sengaja menundanya '' ucap Eric saat ditanya soal momongan .
'' Saya kira anda tak mencintainya tuan Eric , ternyata saya salah . Siapa lelaki yang tak mencintai wanita cantik dan masih muda pula " ucap rekan bisnis Eric yang memang hobi bermain wanita .
'' Tentu aku mencintainya " ucap Eric merasa tak suka dengan ucapan rekan bisnis di hadapannya saat ini .
Cup . Eric mencium kening Vini begitu saja membuat Vini mematung seketika .
Obrolan bisnis terus berlanjut membuat Vini begitu merasa bosan dan itu ketahui Eric.
'' Jika kau bosan duduklah disana . Carilah teman tapi ingat jangan jauh-jauh dariku " ucap Eric dan diangguki Vini dengan yakin karena mendengarkan obrolan bisnis membuatnya pusing .
Eric yang asyik mengobrol sejenak melupakan keberadaan Vini . Vini yang ingin ketoiletpun segera beranjak , sudah tak mampu menahannya lagi .
'' Hai cantik sendirian aja " ucap seorang Pria yang diperkirakan berusia dua puluh lima tahun tersebut..
'' Mau apa kau . Jangan mendekat " ucap Vini yang kini bergerak mundur saat pria tersebut semakin melangkah maju .
__ADS_1
'' Aku menginginkanmu cantik " ucap nya bernafsu.
'' Jangan . Aku telah memiliki suami . Jika kau ingin carilah gadis lain " ucap Vini gemetar , matanya berkaca-kaca ketakutan .
'' Rumput tetangga itu lebih menantang " ucapnya dengan sigap meringkus Vini yang kini mencoba melakukan perlawanan .
Sedangkan Eric kini kelimpungan mencari dimana istrinya berada . Berkali-kali Eric memeriksa setiap sudut tempat acara namun Vini tak di temukan , mencoba menghubungi Vini namun sial sepertinya Vini lupa membawa handphone.
Sedangakan Vini terisak di bawah tangga darurat saat seorang pria berusaha membuat tak senonoh padanya .
'' Dasar wanita j*Lang beraninya kau menendangku " umpat pria tersebut . Vini menendangnya saat pria itu mencium paksa dirinya. Ciuman pertamanya hilang karena pria tak bertanggung jawab tersebut .
'' Mas Eric . Tolong aku mas " Isak Vini seraya berteriak.
'' Oh ternyata Eric suamimu. Kalian belum lama pengantin baru " ucap pria tersebut terus berusaha mengejar Vani yang kini keadaanya begitu berantakan . Sial jalan buntu .
'' Jangan mendekat . Ku mohon " ucap Vini memohon berharap pria yang ingin cabul kepadanya tersebut iba.
'' Kau belum merasakan milikku cantik " ucapnya mesum.
'' Mas Eric tolong aku mas. Mas..." teriak Vini terhenti karena bibirnya kembali di bungkam.
" Kau aku ajak bermain dikamar tak mau . Baik , kita akan melakukannya disini " ucapnya tak sabaran melepas boxernya .
" Mas Eric , tolong " teriak Vini.
" Ku mohon jangan " Isak Vini.
Eric yang mendengar teriakan Vini segera berlari dengan beberapa kali melompati anak tangga . Jeritan Vini semakin jelas di telinganya hingga matanya memanas saat seorang Pria bersiap menindih Vini yang terus meronta .
Bugggh
'' Berani nya kau mencoba menyentuh istriku " ucap Eric menggelegar dan segera menghajar pria yang berusaha melecehkan istrinya. Pria itu berusaha melawan namun kekuatan Eric tak bisa diimbanginya membuatnya tergeletak berdarah-darah .
Eric merengkuh Vini yang terisak dalam dekapannya . Vini terus menangis dan itu membuat Eric semakin bersalah .
'' Tenanglah Vini . Ada aku disini . Kau tidak perlu takut lagi " ucap Eric mengusap punggung Vini yang masih bergetar.
'' Maafkan aku Vini . Maafkan aku " lirih Eric namun menatap tajam pria yang nafasnya tersengal tersebut.
'' Aku telah kotor mas . Aku sudah tidak suci lagi . Ia menyentuhku dan menciumku tadi " isaknya.
'' Maafkan aku Vini. Aku jamin , ini yang pertama dan terkahir kalinya " ucap Eric tanpa ia sadari bibirnya bergerak mencium pucuk kepala Vini beberapa kali.
'' Ayo kita pulang " ucap Eric dan diangguki Vini yang mulai tenang meski masih ada ketakutan di dalam diri Vini . Eric diam-diam mengambil sesuatu di saku bajunya dan seketika pria yang ingin melecehkan istrinya sudah tak bernyawa.. Ia tak mungkin membunuh seseorang di depan Vini .
'' Vin . Kita nginap saja di apartemen ku ya. Aku tak ingin orang rumah cemas saat melihat keadaanmu dan sekali lagi maafkan aku " ucap Eric penuh sesal.
'' Iya mas . Aku juga terima kasih mas tepat waktu menolongku " ucap Vini mencoba menghapus sisa air matanya .
'' Sekali lagi maafkan aku Vini '' lirih Eric sementara tangan kanannya fokus memegang kendali dan tangan kirinya menggenggam benda pipih . Terlihat Eric berbicara menggunakan bahasa Italia yang tak di mengerti Vini . Eric tanpa ragu memberhentikan mobil sportnya di halaman parkir sebuah butik. Eric memilih dua long dress agar Vini bisa berpakaian layak lalu menuju apartemen mewah miliknya.
.
.
__ADS_1
.
Seminggu telah berlalu dan kini tanpa sengaja Viona bertemu dengan Bunga yang kebetulan sedang ke mall saat itu. Viona membawa Bunga paksa menuju toilet .
'' Siapa kau '' tanya Bunga kesal saat melihat pergelangannya merah .
'' Kau godalah Rafli " ucap Viona .
'' Aku tidak mau dan ada urusan apa kau dengannya " jawab Bunga tegas.
'' Kau lihat anakmu " ucap Viona menunjukkan foto seorang anak kecil yang disiksa Viona saat itu untuk menakuti Bunga .
'' Kau apakan anakku " ucap Bunga berteriak namun Viona segera menutup mulutnya.
'' Dengarkan aku baik-baik . Anakmu akan tetap selamat asal kau secepat mungkin merayu Rafli dengan tubuh mu itu dan setelah itu ikuti intruksiku selanjutnya. Jika kau menolak aku tak segan - segan untuk membunuh anak harammu itu " ucap Viona seketika Bunga yang menangis menatap Viona penuh tanya dan amarah dimatanya .
'' Kau penasaran dari mana aku tau siapa kau dan anakmu karena aku adalah kekasih Willy " ucap Viona.
'' Apa maksudmu " tanya Bunga .
'' Aku kekasih Willy yang selalu menemaninya di atas ranjang dan kini anakmu berada di tanganku " ucap Viona.
'' Tidak mungkin Willy selingkuh dari ku " ucap Bunga , hati nya begitu sakit di khianati .
'' Jangan lupa Willy itu pria yang haus **** , saat kau tak ada ia melakukannya bersamaku . Jika kau ragu aku ada videonya , lihatlah " ujar Viona dan segera memamerkan video panasnya dengan Willy seketika tubuh Bunga merosot melihat Willy benar mengkhianatinya .
'' Jadi , ingat kau secepat mungkin merayu Rafli dengan tubuhmu . dan pastikan ia benar menyentuh mu . Aku ingin Ana hancur saat sadar nanti . Jangan banyak bertanya segera lakukan jika tidak , aku sungguh mengirim mayat anakmu untuk kau tangisi " ujar Viona sarkas dan menjambak rambut Bunga dengan kasar.
'' Ya Tuhan , cobaan apa lagi ini . Anak mama , maafkan mama yang tak menjagamu " isak Bunga menangis sejadi-jadinya. Memikirkan apa yang harus ia lakukan saat ini demi anaknya hingga suara gedoran pintu membuyarkan lamunan nya dan segera membersihkan wajahnya yang terlihat sembab serta penampilan acak-acakan.
Seketika di dalam mobil Bunga teringat dengan Willy dan segera menghubungi nya .
'' Hallo " jawab Willy seketika telepon tersambung..
'' Aku ingin bicara dengan Geilo Wil putraku " ucap Bunga dengan nada menangis terdengar di telinga Willy.
'' Ada apa denganmu sayang. Geilo baik-baik saja " ujar Willy cemas...
'' Apa kau menjaga anak kita dengan baik , apa kau sudah ketemu dengan Geilo " ucap Bunga meluapkan emosinya .
'' Geilo baik-baik saja , ia aman beraama baby sitter nya . Aku sedang sibuk Bunga , perusahaanmu ada masalah . Kau kapan kembali " tanya Willy .
'' Secepatnya dan cepatlah kirim foto Geilo hari ini juga . Hatiku tak tenang Willy " ujar Bunga .
'' Kau mungkin begitu merindukan nya , maka kau harus pulang " ucap Willy .
'' Sudahlah , aku mau lanjut jalan dulu " ucap Bunga ingin mengakhiri telepon .
'' Kau habis dari mana " tanya Willy.
'' Mall " jawab Bunga ketus dan telepon berakhir.
" Ku harap wanita itu hanya mengancamku , bisa jadi wajah anak itu sama seperti putraku . Mama merindukanmu nak " batin Bunga , ia rindu pada anaknya namun tugasnya belum selesai . Bunga juga bertekad akan berbicara dengan Willy apa benar pria itu mengkhianati nya .
" Sial aku tak tau namanya . Jika tau aku bisa meminta bantuan Tante Lia. Dasar wanita gila " umpat Bunga untuk Viona , ia begitu geram dengan wanita itu berani sekali menyuruhnya untuk menggoda Rafli bahkan melempar tubuhnya . Rafli saja melihatnya seperti ingin membunuh nya apalagi ia tidur di kamar Rafli entah bisa jadi apa dirinya .
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentarnya ya .
Selamat membaca 😊