Takdir Cinta

Takdir Cinta
Bagian 2


__ADS_3

Bella dan yang lainnya sudah duduk di meja kantin sambil menyantap makan siang mereka


"Jadi lo siapa? " Angga membuka suara karna rasa penasaran yang tak terbendung


"Ehem" bella berdeham "gue aja yang ngomong" ucapnya pada raka dan raka hanya mengangguk kecil


"Jadi gue sama raka itu udah temenan dari zaman kita masih jadi embrio" jelasnya


"Lah ***** kok bisa? " tanya rara


"Lo sekandungan sama raka? " ucap Ilham


"Raka anak bungsu oy" balas Aldi


"Trus trus? " ucap Citra dan bunga penasaran


"Nyokap gue sama bella sahabatan" terang raka


"Gue gatau kenapa nyokap kita bisa ngandung kita di waktu yang sama" ujar bella


"Hem mungkin udah janjian" ucap raka asal


"Jangan jangan," kata angga dengan nada dibuat buat


"Gue tau pikiran mesum lo. Berenti mikir aneh sebelum gue hajar" ujar raka pada angga memperingati


Angga cemberut sambil bergumam tidak jelas karna kesal


"Oh ngomong ngomong" bella berbicara tiba tiba " sandra ada hubungan apa sama raka?" lanjutnya


Semua orang disana saling melihat satu sama lain tidak ada yang menjawab


"Siapa lo ka? " tanyanya pada raka


"Cewek gue" ucapnya singkat


Sandra terseyum malu karna raka mengenalkan dirinya sebagai pacar


"Oh my god, kenapa ga dikenalin ke gue? " ucap bella


"Ga penting" singkatnya


Bella yang merasa tidak enak langsung melihat kearah sandra yang sedikit cemberut namun langsung tersenyum saat melihat Bella yang menatapnya


"Beruntung banget ya cowok brengsek kaya dia dapet cewek cantik kayak lo" goda bella


"Engga kok" ucap sandra malu malu


"Lo harusnya bersyukur ka" ucap bella pada raka


"Hemm" sahut raka


Bella menatap sinis kearah raka yang hanya menjawab singkat seperti itu


Lalu suasana semakin ramai dengan obrolan dan canda tawa mereka dan juga mereka saling berkenalan satu sama lain sambil membicarakan hal hal yang tidak penting.


Tidak terasa istirahat sudah sudah berakhir lalu mereka memasuki kelas mereka masing-masing


Tak terasa sekolah telah usai. Semua murid bersiap untuk pulang


"Eh setelah kita kumpul sama raka and the geng, Ternyata mereka ga serem amat" ucap bunga


"Mereka serem kalo lagi berantem aja" jelas rara


"Ternyata mereka sereceh ituu" Citra tertawa mengingat kerecehan mereka


"Makannya kalo nilai orang itu jangan dari apa yang belum lo liat" rara menasehati


"Iya iyaa mamah dedeh " ledek Citra dan bunga


Bella tersenyum karna tidak tau ingin bilang apa


"Balik sama siapa ra?" tanya Citra


"Biasa, dijemput bang grab gue" balasnya seraya tertawa


"Bodoamat" kesal Citra


Di sisi lain Sandra menghampiri kelas raka berniat untuk jalan bersama menuju gerbang, karna walaupun raka pacarnya dia tidak pernah di antar pulang atau berangkat bersama. Biasanya raka langsung pergi dengan temannya. Cukup aneh untuk sepasang kekasih bukan?


"Ditempat biasakan? "Tanya Angga


"Yoi" balas diki


"Gue mau nganter nyokap dulu jadi agak telat" ujar Ilham


"Kalian duluan aja" ucap raka kepada sandra dan temannya


"Mau ngapain lo? " tanya Aldi


"Nganter bella balik, gue cabut" ucapnya seraya berjalan meninggalkan sandra dan keempat temannya


Sandra hanya diam dan melihat raka pergi. Teman temannya menatap satu sama lain kebingungan


"Tumben" gumam Aldi


"Ayo san" ajak Angga


Raka sudah menunggu bella di depan kelasnya, melihat bella yang sedang bercanda dengan temannya.


Seketika raka menjadi pusat perhatian orang yang berada di kelas itu dan yang sedang berlalu lalang


"Si raka ngapain *****? " kebanyakan seperti itu pertanyaan yang diucap oleh orang orang disana


"Balik sama siapa bel? " tanya rara


"Sama raka"

__ADS_1


"Hah? Raka? " ucap kata ketiga temannya kompak


Bella yang menyadari ada kebisingan melihat ke arah tersebut lalu menemukan sosok raka yang sedang menunggunya di depan dengan tenang "tunggu yaa" ucapnya pada raka sambil tersenyum


Raka terseyum tipis sambil memperhatikan bella yang memasukan alat sekolahnya


"Gue duluan " ucapnya kepada ketiga temannya


"O, oke" balas rara


Teman temannya memerhatikan hal menarik tersebut sambil kebingungan.


Bella menghampiri raka menggandeng tangannya sambil berjalan bersama menuju parkiran


"Serius demi apa tadi gue liat raka senyum" heboh Citra "demi apa juga raka yang gasuka disentuh taunya mau digandeng sama murid baru" lanjutnya


"Gila ga sih. Oh my god, sejak kapan raka nungguin cewek buat pulang bareng" ucap bunga tak kalah heboh. Rara hanya tersenyum melihat tingkah laku temannya itu


"Lo ga bawa helm dua ka? " tanyanya


"Gue biasa naik motor sendiri, gue juga gatau kalo ada lo jadi gue ga bawa dua helm" jelasnya


"Sandra ga balik sama lo berarti?" tanyanya seraya menaiki motor sport merah raka


"Gue gapernah balik bareng sama dia" ujar raka singkat


"Berangkat bareng?" tanyanya lagi


"Ga" jawabnya singkat


"Kok bisa? Dia cewek lo kan? Aneh banget lo" bella keheranan


"Gue gatau klo lo bakal sekolah disini. Kenapa lo ga bilang? " tanya raka mengalihkan pembicaraan


"Gue juga gatau lo sekolah disini. Setiap telpon atau chattingan kita gapernah ngomongin sekolah ka. Pasti gue terus yang ngoceh, bahasan nya juga lain" omel bella


"Hem" raka kehabisan kata kata


"Gatau kan lo mau ngomong apa?" ledek bella


"Pegangan" ucapnya lagi lagi mengalihkan pembicaraan.


Bella mendengus kesal, lalu memeluk raka dari belakang seperti biasa


"Kenapa ga bawa mobil ka? Tumben pake motor? Ga ribet? Biasanya suka bilang ribet" lagi lagi Bella bertanya


Raka menghembuskan nafas pelan


memang harus ekstra sabar jika menghadapi seorang bella, dia sangat bawel dan suka sekali mengomel tapi raka tidak pernah mempermasalahkan walaupun raka tipe orng yang jarang sekali ngomong tapi dengan bella raka bisa mendadak menjadi cerewet. Karna hanya mendengar suara bella bisa membuatnya tenang.


"Ribet itu kalo naik motornya bawa lo" balas raka


Kali ini bella yng dibuat diam. Raka emng menyebalkan pikirnya


"Ayo jalan" ucap bella kesal


Raka tersenyum jahil penuh kemenangan lalu melajukan motornya meninggalkan tempat parkir


Raka yang menyadari langsung menengok kebelakang "kenapa? " tanyanya


"Belum di jalan Raya jadi pegangannya nanti aja" bella mengelak. Mana mungkin dia bilang pada raka kalo dia risih dengan pandangan tajam orang orang kepadanya


Raka yang mengerti langsung melajukan lagi motornya


Diperjalanan pulang banyak sekali yang bella ceritakan dan sesekali mereka tertawa bersama karna cerita bella.


kalo dipikir sudah lama raka tidak tertawa seperti ini


"Lo tinggal dimna sekarang? " tanya raka


"Perum permata Indah" jawabnya


"Berarti lo seperum sama gue"


"Lah emng lo tinggal disana juga?"


"Hem"


"Bagus dong" ucap bela sumringah


"Apanya yang Bagus? "


"Kalo bang Bimo kerja kan ada lo" bella terseyum senang


"Hem" jawab raka


Bella terseyum agak lama lalu mulai bercerita lagi selama perjalanan pulang


Motor raka sudah sampai di depan rumah bercat abu abu


"Thanks baby" ucapnya sambil masuk kedalam rumah


Raka melajukan motornya saat sudah memastikan bella memasuki pintu rumahnya. Menurut raka itu sudah seperti kebiasaannya saat bersama bella.


"Bang!" bella mengejutkan Bimo yang sedang asik bermain game


"*****!" Bimo yang terkejut hampir saja melempar handphone nya "apaah sih de? "Tanyanya sambil mengelus dada


"Lo pulang sama siapa? kok ga minta gue jemput?" tanyanya


"Lo gaperlu repot anter jemput gue lagi bang" ucapnya sambil tersenyum senang


Bimo kebingungan dibuatnya


"Soalnya ada raka kesayangan gue" lanjutnya


"Mama mana? " tanyanya

__ADS_1


"Di taman belakang"


"Makaciw abang ganteng kuu"


Bimo yang mendengarnya dibuat merinding karna adik bungsu nya itu tidak pernah memujinya sama sekali


"Pantesan seneng banget itu anak" ucapnya, karna dua tahun terakhir saat tidak ada raka di sampingnya dia tidak pernah seceria ini, tapi Bimo sangat bersyukur akan itu


"Mama" teriak bella seraya menghampiri sang ibu


"Udah pulang? " tanya anggun


"Udh. Mama, mama tau ga? " bella heboh sendiri "raka satu sekolah sama bella masa ihh" lanjutnya sambil tersenyum kegirangan


Anggun tersenyum melihat tingkah anak bungsunya yang terlihat sangat senang "Bagus dong" jawabnya singkat


"Kok cuma Bagus dong doang? Mama ga kaget?" bella bertanya, seharusnya ibunya juga ikut kaget karna tidak mengetahui "mama udah tau ya ih" bella baru menyadari nya


Anggun tertawa kecil


"Mama nyebelin" rengek bella


"Salah siapa kamu ga tau raka sekolah dimana " balsnya tak mau kalah


Bella cemberut "mama juga tau rumah raka se perum sama kita" tanya bella


"Hem" anggun pura pura berpikir "cuma beda 4 gang dari rumah kita" lanjutnya


"Serius? " Bella memastikan


"Iyaa. Udah sana ganti baju, mama siapin kamu makan dulu" ucapnya


Lalu bella segera pergi ke lantai dua menuju kamarnya


Disisi lain raka sudah sampai di halaman rumah megahnya, dia memarkirkan motornya


Saat memasuki rumah terlihat sang kakak sedang duduk sambil melihat media sosialnya


Raka berjalan menghampiri kakaknya itu "bunda mana?" tanyanya tiba tiba


Rika kaget bukan main dengan kebiasaan adik nya yang selalu datang tiba tiba "di ruang TV" balas Rika "lain kali jangan ngagetin dong *****" lanjutnya dengan nada kesal


"Salah siapa terlalu fokus sama hp" jawab raka singkat lalu berjalan menuju sang bunda


"Bunda?" panggil raka


sang bunda menengok kebelakang dan melihat anak nya


"Udah pulang?" tanya andin


"Bunda tau bella bakal masuk ke sekolah raka?" tanyanya to the point


Andin tersenyum jahil "kaget yaa" ledeknya "berarti rencana bunda sama tante anggun berhasil" andin tertawa melihat anaknya


Pasalnya andin dan anggun sudah tau kalau bella tidak tau sekolah raka, begitu juga sebaliknya. Lalu mereka bekerja sama untuk tidak memberi tahu anaknya, tidak memberi tahu raka kalau bella akan pindah ke sekolahnya dan tidak memberi tahu bella bahwa raka ada di sekolah barunya, karna mereka sama sama tidak tau jadi andin dan anggun merencanakan itu semua


Raka tersenyum "kaya anak kecil" lalu dia pergi menuju kamarnya sambil tertawa meledek sang bunda


Andin berhenti tertawa karna anak nya itu sangat menyebalkan dan tidak mau kalah


•••••


Raka bersiap untuk berangkat menuju rumah bella. Sedari tadi bella sudah bawel menelepon nya karna raka terlalu lama.


Raka menghampiri bunda dan kakak nya untuk perpamitan, dia mengambil kunci mobilnya, bukan lagi motor yang dia bawa


"Kok tumben raka bawa mobil bun? Udh dua tahun kan raka ga pernah bawa mobil?" tanya Rika


"Kalo sama bella dia pasti bakal bawa mobil" ucap andin sambil tersenyum


"Bella ada disini" Rika terseyum senang, karna siapa lagi selain bella dan bundanya yang bisa membuat raka tidak berkutik


Mobil sport raka menjadi objek perhatian saat sampai di sekolah, pasalnya tidak pernah ada yang membawa mobil semewah itu dan saat raka keluar Dari mobil tersebut orang orang lebih terkejut lagi karna raka tidak pernah membawa mobil


Asal kalian tau raka itu salah satu siswa terkaya SMA Abipraya ini. Dia masuk kelas ipa 1 yang tergolong murid murid kaya yang berbakat. Masa depan nya? Tentu saja sudah terjamin karna dia bisa menjadi ahli waris perusahaan ayahnya atau ibunya yang sama sama seorang pengusaha sukses. Karna itu banyak orang yang hanya memanfaatkan nya saja.


Raka membukakan pintu mobil untuk bella, bukan untuk terlihat keren namun karna bella sering tertidur dan itu juga yang menjadi faktor utama raka membawa mobil saat bersama bella agar bella tidak terjatuh


"Bell udah sampe" suara lembut raka terdengar di telinga bella, bella membuka matanya dan turun dari mobil


Kalian tau apa yang pertama kali bella lihat saat pandangannya mulai fokus? Orang orang yang terlihat sirik sampai tatapannya menusuk dan membuat bella kehilangan selera, namun tidak semua seperti itu


"Thanks baby" ucapan yang sudah biasa bella ucapkan kepada raka saat berterima kasih. Lalu bella dan raka berpisah menuju kelasnya masing masing


"Bella" suara nyaring Citra terdengar saat bella memasuki ruang kelas sementara rara dan bunga belum datang anak anak lain mengerubungi bella karna penasaran


"Jadi lo selingkuhan nya raka bel?" tanya arifin sembarangan


"Pala lo selingkuh" ketus indro


Sebenarnya masih banyak pertanyaan yang bella dengar tapi tidak satupun dijawab olehnya


"Bell lo tau lo dapet julukan apa?" pertanyaan rara menarik perhatian bella. Rara yang baru dateng mengusir orang orng yang terus mengganggu bella lalu duduk di bangkunya


"Apa? " tanya bella penasaran


"Murid baru penjinak macan" katanya sambil tertawa


"Apaan *****" bella tertawa terbahak-bahak karna ucapan rara dan juga sebutan macan yang sangat tidak cocok untuk raka karna raka itu seperti hamster menurutnya


"Seriusan bel. Lo sekarang terkenal dengan julukan lo itu" jelas Citra


Bella masih saja tertawa karna menurutnya tidak masuk akal, benar benar.


"Kenapa woy" bunga yang baru datang bertanya penasaran


"Biasa, gosip terhangat" ucap rara

__ADS_1


Mereka semua tertawa membicarakan hal yang menjadi topik pembicaraan itu, dan bella hanya tertawa saat mendengarnya


Padahal belum lama bella bersekolah disana tapi gara gara raka dia sudah menjadi berita terhangat di seantero sekolah yang membuat bella malas untuk keluar kelas karna banyak yang menatap dan membicarakannya, sungguh dia tidak ingin menjadi bahan pembicaraan orang.


__ADS_2