
Hanna mengangguk pelan. "Iya mas aku mau, Maafin aku ya mas! aku tidak bisa menjaga kehormatanku sebagai seorang istri."
"Tidak sayang, Kamu tidak perlu minta maaf. Aku yang salah, Aku yang tidak becus jagain kamu." setetes air mata akhir nya lolos dari mata Randy, Pria itu memeluk erat wanita yang masih terbaring lemah dihadapan nya.
"Mas.."
"Iya sayang?"
"Sakit mas. Jangan kenceng-kenceng meluk nya."
"Hehe iya maaf.. abis nya aku terlalu bahagia. Sekali lagi maafin aku ya sayang! Harus nya aku mencari tau dulu kebenaran nya dan tidak langsung mengambil kesimpulan hanya gara-gara foto murahan kaya gitu.
"Iya mas iya.. hehe aku kangen banget sama Cilla mas. Aku sering banget mimpiin diya, Cilla kangen juga gak ya sama aku." ucap Hanna dengan mengingat wajah gadis kecil yang selalu manja kepada nya itu.
Mendengar Hanna menyebut nama Cilla membuat Randy kembali mengingat putri kecil nya yang saat ini juga sedang terbaring di rumah sakit.
"Cilla lagi sakit sayang. Dia sangat merindukanmu, Bahkan kata mama dia ngigo manggil-manggil nama kamu terus."
"Ya Allah mas! Cilla sakit? Kok gak bilang dari tadi sih. Ayo kita pulang sekarang!" Hanna tampak sangat panik.
"Sayang.. kamu tenang dulu ya! kamu sekarang kan masih sakit. Kamu harus sembuh dulu, Nanti kalo kamu sudah sembuh baru kita pulang, Nemuin Cilla ya." Randy mencoba untuk membujuk Hanna yang memang saat ini kondisi nya masih sakit, Tidak mungkin bagi Randy untuk menuruti permintaan istri nya saat ini.
Hanna kembali mengangguk. "Iya mas." ucap nya lirih.
"Yasudah.. sekarang mandi dulu ya! ayo aku bantuin."
Mendengar ucapan Randy seketika membuat pipi wanita hamil itu memerah. Pasal nya sudah lama wanita itu tidak sedekat ini dengan suaminya, Bahkan ia hanya dua hari saja merasakan menjadi istri Randy seutuh nya sebelum tragedi malam itu.
"Apaan sih mas.. Aku mandi sendiri aja ya, Aku malu." Hanna kembali memalingkan wajah nya rasa nya ia sangat malu mendengar perkataan Randy.
__ADS_1
"Kenapa mesti malu, Aku kan suami kamu.. Lagian kamu kan masih sakit Yang, Nanti kalo ada apa-apa gimana? udah ayo aku bantuin ke kamar mandi dulu! abis itu makan ya biar aku suapin kamu."
******
Sedangkangkan di perusahaan nya Syarif tampak gusar. Dia tidak bisa fokos meskipun saat ini sedang membahas kerja sama penting dengan clien dari jepang. Fikiran nya hanya fokus pada Hanna, Pria itu memikirkan berbagai macam kemungkinan yang akan terjadi.
Atau kah Mereka telah berbaikan, Atau justru malah semakin salah faham. entah lah fikiran nya sedang tidak karuan saat ini. Hingga beberapa saat kemudian seorang sekretaris menyenggol lengan nya karena sejak tadi clien sedang berbicara pada nya namun pria itu malah sibuk dengan lamunan nya.
"Eh iya ada apa?" ucap Syarif kaget.
"Itu pak sejak tadi clien kita ngajak bapak bicara tapi bapak diem aja."
"Oh iya. Maaf aku sedang tidak fokus, Siska tolong kamu lanjutkan meeting ini ya! aku harus segera pergi ada urusan yang lebih penting."
"Tapi pak ini kan..." ucapak Siska terpotong karena bos nya itu telah berlari pergi meninggalkan ruang meeting.
*****
"Mas." ucap wanita itu ragu-ragu.
"Iya sayang. Ada apa?"
"Mas...." bukan nya menjawab Hanna malah kembali memanggil suaminya.
"Iya Sayangg..." Randy mencubit gemas pipi Hanna yang kini terlihat lebih berisi dari sebelum 5 bulan yang lalu.
"Aku pingin banget mas makan es krim coklat vanila yang ada butiran-butiran coklat nya itu." Hanna berbicara dengan menunduk bahkan air mata nya sudah hampir menetes.
Lucu memang. Terkadang wanita hamil itu perasaanya sangat sensitif bahkan bisa menangis hanya gara-gara mengingn kan makanan yang sepele.
__ADS_1
Randy memegang dagu sang istri kemudian mendongak kan nya agar bisa melihat mata sang istri. "Apa kamu ngidam sayang?" tanya Randy dengan tersenyum.
Hanna kemudian mengangguk antusias. "Iya mas aku sangat ingin makan es krim itu sekarang."
"Sekarang? Oke tunggu 5 menit ya sayang! aku akan kembali dengan membawakan apa yang kamu mau." Randy mengecup singkat kening sang istri kemudian secepat kilat berlari keluar dari ruang rawat Hanna. Hanna yang melihat tingkah Randy pun tersenyum bahagia, "Trimakasih ya Allah." batin Hanna.
Baru dua menit Randy pergi namun pintu ruangan itu sudah di ketuk, Hanna tampak sangat antusias di berfikir bahwa Randy sudah kembali. Namun setelah pintu itu terbuka ternyata yang datang bukanlah Randy melainkan Syarif.
"Han. Ayo makan! ini aku tadi beliin bubur ayam kesukaan kamu." ucap Syarif dengan memperlihatkan bungkusan yang di bawa.
"Maaf mas tapi Hanna baru saja makan."
"Makan? sama siapa? perawat?." karena Syarif tidak melihat ada nya Randy disana jadi dia berfikir jika Randy telah pergi dan tidak terjadi suatu hal apapun seperti yang ia khawatirkan.
"Tadi sama mas Randy."
Jedarrrrr...
"Makan sama Randy? Apa kalian sudah baikan?" Syarif tampak sangat khawatir. Ia benar-benar takut jika Hanna benar-benar akan kembali pada Randy.
Namun wanita itu justru malah mengangguk dan tersenyum. Cukup membuktikan jika apa yang ia takutkan telah terjadi.
3 menit kemudian Randy benar-benar datang dengan membawa sekantong es krim di tangan nya. Pria itu masih mengatur nafas nya, Seperti nya tadi dia berlari agar bisa sampai tepat waktu seperti yang telah ia janjikan pada iatri nya. " Pas 5 menit" ucap pria itu dengan tersenyum pada sang istri.
"Ini sayang es krim nya, Mau makan sendiri apa di suapin sama suami kamu ini?" Randy sengaja menekan kalimat nya saat melihat ada Syarif yang sedang duduk di samping Hanna.
"Di suapin mas, Aku sebenarnya sudah dari tiga hari yang lalu menginginkan makan es krim ini dengan di suapin. Awal nya aku melihat seorang pria yang menyuapi es krim ini ke wanita nya dan saat itu pula aku sangat menginginkan hal yang sama."
Randy tersenyum kemudian mengusap puncak kepala istri nya. "Maafin aku ya Sayang! aku tidak ada di sampingmu saat kamu sedang menginginkan sesuatu." ucap Randy dengan perasaan menyesal karena baru saat ini ia bisa menuruti ngidam sang istri.
__ADS_1
"Ya udah ayo aku suapin Sayang." Randy duduk di sisi lain samping tempat tidur Hanna. Pria itu pura-pura tidak melihat kehadiran Syarif disana.
Melihat kemesraan sepasang suami istri yang baru baikan itu membuat hati Syarif memanas. Pria itu mengepalkan tangan nya di bawah tempat tidur Hanna. "Brengsek. Awas aja lo Rand! berani nya dia manas-manasin gue kaya gini." batin Syarif.