
Jika Rafli dan Ana sedang menikmati malam panjang mereka , berbeda pula dengan Sofi yang kini sedang mengerang kesakitan karena cambukkan Mario.
'' Ternyata kau dalang semuanya hah " ucapnya murka saat ia mengetahui kebenaran kematian Gladis cinta pertamanya.
'' Maafkan aku '' lirih Sofi menahan perih di punggungnya.
cetar.... bunyi suara cambukan mulai terdengar kembali.
'' Apa salah Gladis padamu hah , hingga kau tega meracuninya seolah ia mati bunuh diri kerena Rafli menolaknya '' lirih Mario , ia menyesali banyaknya dosa kepada Rafli.
'' Kau membuatku mencelakai Rafli saat itu '' imbuhnya geram dan melayangkan cambukkannya pada Sofi tanpa ampun hingga jeritan minta tolong dan kesakitan itu menjadi satu.
ceklek..
'' Kak ,apa yang terjadi '' ucap Maura melihat keadaan Sofi yang menyedihkan. Ia kira kakaknya telah membuka hanya untuk Sofi karena hubungan mereka mulai membaik saat bayi kecil itu lahir.
'' Dia lah dalang dari pembunuhan Gladis '' ucap Mario dan melempar bukti kearah kaki Maura , wanita itu menutup mulutnya tak percaya .
'' Tapi kak , kasihan Sofi bagaimanapun ia ibu dari anakmu. Lupakan masa lalu kak , berusaha untuk berdamai dengan masa lalu kak '' ucap Maura .
'' Bukankah kalian kini mulai saling mencintai , mulailah hidup baru kalian '' ucap Maura sedih melihat Sofi antara hidup dan mati.
'Oek...oek....
'' Obatilah Sofi '' ucap Mario karena mendengar tangisan bayinya.
'' Terimalah surat cerai seminggu lagi , mulai detik ini aku melepaskanmu , aku menceraikanmu , aku mentalakmu tiga '' ucap Mario dingin sementara Sofi menahan sesak di dadanya , hatinya yang mulai mencintai Mario dan menerima semua kekurangannya terasa sakit saat mendengar ucapan Mario , karena dosanya masa lalu membuat Mario begitu membencinya kini.
'' Ayo kak , bangun '' ucap Maura lembut , hubungannya dengan Sofi mulai membaik saat ia melihat Sofi dan Mario saling mencintai.
'' Maafkan kak Maura '' tangis lemah Sofi .
'' Kakak titip Mira ya '' imbuhnya meringis kesakitan menahan perih saat Maura mengobatinya dengan hati-hati.
'' Maaf jika aku menyakitimu kak . Semua akan baik-baik saja. Kak Mario hanya membutuhkan waktu untuk menerima kenyataan ini kak '' ucap Maura menenangkan .
'' Tidak Maura , Mario pasti akan menjebloskanku kepenjara karena aku membunuh gadis yang ia cintai '' lirih Sofi.
Maura tau betul sikap kakaknya , kakaknya saja rela menikahi Sofi agar Sofi tak merusak kebahagian Ana bukan karena Sofi mengandung anaknya , kakaknya rela mengorbankan perasaanya demi wanita yang ia cintai. Seperti halnya cinta Mario pada Gladis , ia rela melepaskan cintanya agar Gladis bisa menggapai cinta Rafli namun kematian yang Gladis terima membuatnya hancur.
Sementara Mario bersedih di kamar tidur anaknya , saat ini hati Mario begitu hancur ia mencintai wanita yang telah membunuh wanitanya sendiri. Mario terkadang merasa hidup ini tak adil baginya karena pengorbanan perasaannya malah membuatnya semakin hancur.
'' Maafkan aku Gladis , hatiku mencintai wanita yang telah membunuhmu . Aku tidak bisa membohongi perasaanku Gladis. Maafkan aku '' gumam Mario menahan perih di dadanya.
'' Apa aku harus menjebloskan Sofi ke balik jeruji besi '' imbuhnya menatap sedih gadis kecilnya yang kembali terlelap.
.
.
.
Rafli tersenyum senang saat melihat Ana tertidur lelap usai bertempur dengannya , ia tak menyangka Ana menggodanya malam tadi habis -habisan , terlihat tanda kepemilikan ya pada tubuh wanita itu hingga di bagian yang tak terlihatpun diberi oleh Rafli tanda kepemilikannya ...
'' Tidak perlu seperti tadi malam kau selalu menggodaku sayang '' ucap Rafli menarik selimut menutupi tubuh polos mereka , ia memeluk Ana dengan kaki nya menindih paha Ana dan tangan kanannya memeluk Ana dalam dekapannya serta tangan kirinya menggenggam salah satu gunung kembar Ana , Rafli mulai memejamkan matanya karena merasakan lelah juga sehabis pertarungan lima ronde itu yang berhasil dimenangkannya.
'' Kau milikku selamanya sayang '' ucap Rafli seraya mencium kening Ana dan kemudian ikut terlelap.
.
.
.
Sinar mentari pagi menyapa penduduk bumi yang ia sinari. Ana dan Rafli masih tertidur lelap , sedangkan kedua wanita paruh baya itu sedang tertawa senang saat membayangkan Ana dan Rafli melakukannya dengan penuh gairah tadi malam di kamar karena mereka sendiri mendengar desahan itu dengan sengaja .
Sebenarnya kenekatan Ana menggoda Rafli adalah ajaran dari Lia.
Flash back
__ADS_1
Lia yang melihat Ana berdebat dengan Rafli usai perayaan ulang tahun Dewa pun mendekatinya , seketika Rafli segera pergi saat namanya datang . Lia menanyakan kepada Ana alasan kemarahan Rafli dan Ana menjelaskan semuanya , Lia sendiri kasian kepada mantunya yang punya suami pencemburu seperti Rafli .
'' Percuma kau menjelaskan pada si pencemburu itu dengan bahasa mulutmu Ana '' ucap Lia malam itu.
'' maksud mama '' tanya Ana tak mengerti.
'' Gunakan bahasa tubuhmu , karena semarahnya pria sebesar apapun , ranjanglah tempatnya untuk merendahkan amarahnya. Dan mama jamin Rafli tak mampu menolaknya '' ucap Lia , ia pun berharap segera hadir anggota baru lagi yaitu anak Rafli dan Ana.
'' Apa mama yakin '' tanya Ana khawatir akan dirinya sendiri.
'' Sejuta persen mama yakin '' ucap Lia mantap.
'' Apa papa jika marah mama lakunan hal itu juga '' tanya Ana polos membuat wajah Lia bersemu merah .
'' Pergilah kejar suamimu , ikuti saran mama pasti berhasil meredahkan kemarahannya . Biarkan Dewa tidur bersama mama '' ucap Lia.
'' Sana pergilah bersenang -senang nak '' ucap Lia mendorong tubuh Ana dan segera Ana melangkah ragu di mana Rafli berada. Saat membuka pintu Rafli menyambut Ana dengan tatapan tajamnya . Mau tidak mau Ana menuruti ide luar biasa mertuanya itu .
Flashback off..
Ana mengerjapkan matanya saat merasa ada yang meraba tubuhnya. Mantapnya menatap tajam suaminya karena telah meremukkan tulang-tulangnya...
'' Selamat siang sayang '' ucap Rafi mendaratkan satu kecupan di bibir Ana.
'' Ini jam berapa sich mas '' gumam Ana .
'' Jam 10 '' jawab Rafli enteng membuat Ana reflek terbangun .
'' Aku harus mengurus Dewa , kasian ia mencariku '' ucap Ana kocar kacir segera berdiri namun seketika ia merintih menahan perih di bagian bawahnya.
'' Sakit ya sayang '' tanya Rafli bangkit dan Ana memanas saat melihat pantulan bayangan mereka di depan cermin.
'' Mau mengulangnya lagi , maka mas akan menerima dengan senang hati '' ucap Rafli menyadari arah tatapan Ana.
'' Jangan gila mas , ini saja masih sedikit perih dan rasanya mengganjal '' gerutu Ana tanpa aba-aba Rafli segera menggendong tubuh istrinya itu untuk mandi bersama . Didalam kamar mandi pun Rafli kembali menyerang Ana sebentar dan ia tersenyum senang saat istrinya itu merajuk meskipun tadi istrinya juga menikmati permainannya.
'' Ih bagaimana ini , banyak sekali '' gerutu Ana melihat jejak merah dimana-mana .
'' Apa kau tidak lihat ini '' ucap Ana menunjuk tanda-tanda kepemilikan Rafli.
'' Itukan hasil karyaku , bagus gak jelek '' protes Rafli.
'' Pakailah sebelum mas kembali memakanmu sayang '' ucap Rafli memeluk Ana dan Ana meraskan ada yang mengembang di balik b*kongnya.
'' Iii iya '' gugup Ana.
'' Makanya jangan berani menggoda mas . Ketahuilah tanpa kau goda mas telah merasa tergoda '' ucap Rafli jujur .
'' Ini semua karena mama , aku juga bodoh kenapa menuruti ide itu '' gumam Ana seraya memakai pakaiannya. Ia kemudian mengambil syal tak peduli orang bertanya .
Lia senyam senyum melihat Ana dan Rafli menuruni tangga.
'' Kalian seperti pengantin baru '' goda Abdi melihat arah tatapan Lia membuat wajah Ana merona dan senyum Rafli mengembang.
'' Ma dimana Dewa '' ucap Ana mengalihkan pembicaraan .
'' Dewa sudah makan dan mandi , sekarang sedang di taman dengan bapak dan ibu'' jawab Lia.
'' Kalian makanlah , mama sudah masak. Makan yang banyak ya untuk memulihkan tenaga kalian '' ucap Lia dengan semangatnya . Rafli meyakini jika kenekatan Ana adalah ajaran dari Lia.
Ana dan Rafli menikmati sarapan kesiangan itu dengan hening.
'' Kelihatannya kita harus bulan madu dech sayang '' ucap Rafli membaut Ana memotong daging di piringnya dengan kesal .
'' Kau jangan gila mas , ingat Dewa '' geram Ana..
'' Karena mas ingat Dewa jadi mas ingin memberinya teman '' seloroh Rafli.
'' Kau lihatlah teman Dewa , para bodyguard dan pelayan bahkan anak kita karena kesepiannya berteman dengan anak benggala '' imbuhnya.
__ADS_1
'' Dewa banyak temannya , lihatlah mereka , bahkan aku saja hanya bisa memantau nya . Lagian Dewa butuh teman bukan adik '' jawab Ana .
'' Sama saja '' jawab Rafli ingin menang sendiri.
'' Semoga aku tidak hamil dulu Tuhan " batin Ana , karena ia ingin Dewa merasakan puas kasih sayangnya membuat Ana enggan hamil lebih cepat . Ana sendiri berharap jika pil KB nya mampu menahan benih yang Rafli tanam agar tidak cepat tumbuh . Apalagi semalam Rafli menanamnya dengan begitu banyak...
Lia duduk di hadapan Rafli dan Ana yang tengah menikmati makanannya itu , seketika perasaan Ana tidak enak. Lia diam memakan buah-buahan yang menggugah seleranya.
'' Berapa ronde semalam '' ucap Lia frontal..
'' uhukk...uhukk ..'' ucap Ana tersedak mendengar ucapan Lia.
'' Pelan-pelan sayang '' ucap Rafli seraya menyodorkan air minum.
'' Mah " tegur Rafli.
'' Lima ronde aja mah '' jawab Rafli sekenanya membuat Ana memendam malu sedalam-dalamnya.
'' Wah pantas saja , kau buat menantu kesayangan mama jadi loyo '' ucap Lia tanpa Tedeng aling-aling. Ingin rasanya Ana menyumpal mulut ibu mertuanya yang nakal ini.
'' Habisnya nikmat mah , apalagi kedutannya uhh mantap '' ucap Rafli frontal .
'' Mama tau , semalam ia datang menggodaku tapi ia yang minta ampun duluan subuh tadi '' imbuhnya bangga membuat Ana dan Lia melongo tak percaya.
'' Kau memberi Ana waktu istirahat tidak '' tanya Lia bersemangat .
'' Ku beri lah ma meski lima menit , gak mungkin 6jam non stop '' jawab Rafli tak peduli wajah Ana seperti apa.
'' Wah kau hebat '' bangga Lia.
" Ternyata jiwa mesum dan pencemburu suamiku keturunan mama Lia " umpat Ana.
" Semangat ya sayang , semoga Dewa segera mendapatkan adik " ucap Lia mensupport Rafli .
" Ana lahirkan cucu yang tampan ya " pinta Lia.
" Aku maunya perempuan ma "protes Rafli.
" Kalau laki-laki kalian kan bisa buat lagi " jawab Lia .
" Kalau Rafli siap aja ma " jawab Rafli .
" Ya karena aku yang melahirkannya . Ini mulut kalian " ucap Ana menahan kesalnya kemudian beranjak dari ruang makan itu , ia malas mendengar obrolan suami dan mertua durjananya itu . Ana lebih memilih menyusul orang taunya dan Dewa yang otaknya masih normal itu.
'' Ma pasti Ana mengumpat kita '' ucap Rafli.
'' Biarlah mama gemas dengannya '' jawab Lia karena Ana terkadang berlaga polos sebenarnya ia mengerti.
.
.
.
Rafli kini sibuk berkutat dengan pekerjaan di hadapannya , ia tersenyum saat Devan meneleponnya.
'' Hallo Van '' jawab Rafli.
'' ...... '' Devan
'' Bawa mereka kembali kesini secepatnya '' perintah Rafli.
''.....'' Devan
'' Ya , keluarkan mereka dari sana karena siksa sesungguhnya ada disini '' ucap Rafli dan sanggupi seluruhnya oleh Devan.
'' Kalian salah besar jika bermain denganku " batin Rafli dengan senyum smrik nya.....
Selamat membaca
__ADS_1
" Jangan lupa like dan komentarnya ya "
Dan siapa yang kira-kira di bawa Devan untuk Rafli