
" Tidak tuan jangan , ku mohon " ucap Widya dan Suseno memelas karena begitu takut ajal menjemput mereka dan mereka sungguh menyesal.
" Aku akan membunuh Agnes dan Luna dengan tanganku sendiri. Kali ini tak akan ada yang menyelamatkanmu Luna bahkan kau tak tahu diri hingga kau tega ikut rencana menjebak istri ku. Kalian akan lihat , aku sekejam apa " batin Rafli , Rafli berjalan keluar menuju mobilnya . Rafli berniat kembali kemansion miliknya menemui isterinya tercinta dan meminta maaf kepada Ana dan rela melakukan apapun demi maaf dari Ana.
Jimmy menghampiri Rafli terlihat cipratan darah di jas miliknya dan Rafli tersenyum melihatnya karena Jimmy melenyapkan mereka..
" Ayo Jim kita ke mansion dulu , masih ada waktu sebelum meeting "ucap Rafli dengan senyum yang mengembang meski di ujung hati paling terdalamnya mencemaskan sesuatu yang luar biasa.
Cckkiiittt Brrakkkk , mobil yang di kemudikan Jimmy terhenti karena ada mobil yang sengaja menghadangnya.
" Shhiitt " umpat Jimmy.
Ines keluar dengan wajah marahnya di ikuti Darwin yang cukup garang di belakangnya. Sedangkan Jimmy dan Rafli kebingungan di dalam mobil.
Brakk..Brakk...
" Buka pintunya " teriak Ines seperti orang tidak waras.
" Ada apa " tanya Rafli belum keluar dari dalam mobil.
Ines membuka paksa pintu mobil milik Jimmy dan menyeret Rafli keluar.
Plaakkkk tamparan keras mendarat di pipi Rafli membuat emosi Rafli meluap karena Inez menamparnya tanpa sebab.
" Jangan ikut campur Jim " ucap Darwin dingin membuat senyum mengejek tercipta di ujung bibir Jim.
" Aku seharusnya membunuhmu sejak dulu Rafli " teriak Ines kini menodongkan pistol kearah tepat kening Rafli.
" Nona Ines turunkan senjata anda " teriak Jimmy sementara Rafli hanya tenang.
" Tenang Jim , nanti akan kuberi giliranmu " imbuh Ines.
" Ucapkan kata maaf terakhirmu untuk Ana " imbuhnya pada Rafli . Terlihat air mata Ines menetes membuat Rafli yang tadinya tenang menjadi cemas.
" Ana kenapa " ucapan itu terlolos saja dari bibir Rafli.
" Apa yang kau perbuat dengan Ana , hingga Ana pingsan di kamar kalian " teriak Ines dengan nafas yang memburu.
Deg
Jantung Rafli berdetak kencang , apa maksudnya Ana pingsan , bukankah Ana hanya kelelahan kemudian tidur.
" Apa maksudmu Ines , jangan berbelit " ucap Rafli lirih.
" Ana , sahabatku , sedang berjuang melawan maut dirumah sakit dan kau tak peduli padanya , setelah kau memp*rkosa istrimu sendiri. Kau dasar biadab " ucap Ines
Buugghhh
Mendarat satu pukulan di perut Rafli membuat Jimmy hendak melangkah namun dengan cepat Darwin merebut senjata ditangan Ines.
" Kau maju selangkah , kepala Rafli akan pecah " ucap Darwin serius menghentikan langkah Jimmy.
" Apa maksudmu Ines , aku tidak mungkin memp*rkosa istriku sendiri " ucap Rafli yang mulai cemas , ia belum teringat perbuatannya seberutal apa semalam saat melakukannya dengan Ana di atas ranjang.
" Kau hadapi amarah orang tua Ana dirumah sakit saat ini ,,bahkan keluargamu pun tak akan mampu menyelamatkan pernikahan kalian. Kau. " ucapan Ines terpotong saat mendapat telepon jika keadaan Ana ngedrop.
" Hallo Yu " ucap Ines kesal..
" Ines , keadaan Ana kritis dan bu Laras pingsan . Segera kemari keadaan kacau sekali...hikss....hiksss.. pak Gunawan marah besar... cepat Ines " ucap Ayu menangis.
" Apa Ana kritis " teriak Ines terkejut segera menarik paksa Darwin untuk masuk kedalam mobil dan kembali kerumah sakit.
" Ayo Jim , istriku Jim " teriak Rafli dengan rasa khawatir luar biasa.
Jimmy segera melajukan mobil miliknya dengan cepat bahkan mendahului mobil yang di kemudikan oleh Darwin.
" Jim aku tidak sanggup bila kehilangan Ana Jim " ucap Rafli frustasi. Ia memaki dirinya sendiri , ia mengutuk dirinya sendiri.
" Ana maafkan mas Ana " teriak Rafli yang kini menyadari semua perbuatannya...
__ADS_1
" Maafkan mas yang begitu cemburu Ana , jangan tinggalkan mas Ana hiks...hiks.... , bawa mas kemanapun kau berada ..... hiksss.... Aku bisa gila Ana bila tanpamu " ucap Rafli menangis terisak .
" Anak ayah , maafkan ayah yang semalam ingin membunuhmu , karena video b*engsek itu...hikksss... membuat Ayah tak percaya ibumu....Ana.... jangan tinggalkan aku..... " ucap Rafli yang begitu frustasi saat ini , ia merasa rohnya terlepas saat ini , jika Ana meninggalkannya di dunia ini , kematian adalah langkah selanjutnya yang di fikirkan Rafli saat ini.
Jimmy merasa prihatin kepada Rafli namun ia merutuki kebodohan Rafli karena tidak percaya pada Ana karena ia sendiri belum mengetahui isi video itu secara pasti.
" Apa aku salah membebaskan pria itu ( Suseno ) dan wanita itu ( Widya ) " batin Jimmy. Karena kenyataannya Jimmy tidak tega membunuh wanita hamil itu bagaimanapun bukan hanya nyawa ibunya yang melayang karena ada makhluk kecil yang akan tiada juga. Jimmy membebaskan mereka dengan syarat pergi sejauhnya sementara anak buah yang lain tak berani membantah Jimmy meski ada keraguan di hati mereka dan darah yang mengenai jasnya adalah darah dari perut Seno yang tertusuk sebagai ganti perut istrinya.
" Jim cepatlah sedikit Jim , aku tidak mau istri dan anakku pergi Jim... aku ingin melihat jagoanku Jim " ucap Rafli saat melihat postingan Rani bahwa anaknya laki-laki sesuai harapannya.
....
Didalam ruang operasi cesar dokter berhasil mengeluarkan sorang bayi tampan dari rahim Ana. Bayi laki-laki dengan berat 3850gram dan panjang 53cm dengan bentuk rambut seperti polkadot karena terkena air ketuban , ketampanan Rafli ia wariskan penuh kepada putranya ini , sedangkan bibirnya sangat mirip seperti bibir sang ibu yang begitu sexy. Bayi tampan ini mempunyai BB montok karena asupan makan Ana yang begitu terpenuhi olehnya , meski kelahirannya masih kurang dua minggu lagi.
Rani segera mengurus secara langsung sang keponakannya.
" Kau lihat Rafli , bahkan ia mirip sekali denganmu menandakan dia anakmu dan hanya bibir Ana saja nyangkut di anak ini... uuuu unyunya kamu sayang " batin Rani kagum akan ketampanan Rafli junior.
Setelah itu dokter segera melakukan IMD dimana bayi belajar mencari ****** untuk menyusu dan dapat mengetaui kemampuan bayi untuk menghisap.
Air mata Ana tumpah saat melihat malaikat kecilnya terlahir dengan sempurna dan sehat kini sedang menghisap putingnya.
" Bahkan anak ini begitu mirip denganmu mas . Apakah kau masih meragukannya " batin Ana.
Rani mengambil bayi mungil itu dari dekapan ibunya namun tangan kecil itu mencengkram kulit Ana dengan tenaga kecilnya.
" Sudah dulu ya sayang " ucap Rani lembut , bayi itu seketika menangis saat kenikmatannya terganggu.
Ana melihat dokter Smith yang tersenyum ramah padanya , Ana tahu bahwa senyum itu menunjukkan rasa simpatinya.
" Dok , anda muslim " tanya Ana
" Iya ibu Ana " jawab dokter Smith yang kini penutupan rahim Ana tengah di kerjakan dokter Neti.
" Apa bisa tolong adzani anakku dok " pinta Ana membuat dokter Smith melihat Rani karena ia mengetahui siapa wanita yang baru saja ia bantu proses melahirkan ini , Rani mengangguk tanda setuju.
" Terima kasih dokter " ucap Ana kini mulai terisak.
" Kau tak menepati janjimu untuk menemaniku saat persalinan mas bahkan aku harus meminta orang mengadzani anak kita mas ....hiks...hiks...." batin Ana. Semua kenangan buruk melintas di fikirannya .
" Ana tetap yang kuat demi bayimu , jangan di fikirkan Rafli , kami berada dipihakmu " ucap Rani menenangkan Ana.
" Mbak , aku tiitip anakku ya " ucap Ana lirih dan tiba-tiba mata Ana terpejam. Semua dokter menjadi panik terutama dokter Smith yang segera turun tangan.
" Ya Allah Ana " ucap Rani begitu khawatir dan dokter Neti serta Smith segera memeriksa Ana.
" Jantungnya tiba-tiba melemah " ujar Smith membuat dokter Puspa segera meminta bantuan pada dokter jantung terbaik dirumah sakit.
Sontak di luar ruangan kaget saat melihat dokter ahli jantung memasuki ruang operasi Ana secara tiba - tiba.
Rani keluar dengan tangis dan mendorong boks bayi berisi Rafli junior.
" Papa , Ana pa " tangis Rani pecah memeluk Abdi dan asisten Rani segera membawa bayi ke ruang khusus dengan penjagaan ketat keluarga Wijaya.
" Ada apa dengan anak ibu Rani " Tanya Laras terisak.
" Ana bu....hikss...hiks.... jantungya mendadak melemah " ucap Rani terisak.
" Ya Allah anakku Ana...hikss....Ana anak ibu.....hikssss " ucap Laras menangis.
" Pak , Ana anak kita .....hiks.... hiks.... ibu ingin melihatnya..... " ucap Laras menangis dipelukan suaminya....
" Ana pasti kuat bu... tenanglah " ucap Gunawan menenangkan Laras.
" Kenapa suamimya belum datang juga , bukankah hanya keluar kota saja " keluhnya....
" Ana anak ibu pak....hikss..." isak Laras kemudian jatuh pingsan.
" Aku tidak akan memaafkan kalian jika terjadi sesuatu dengan istri dan anakku " ucap Gunawan emosi dan segera membawa Laras yang kini harus segera mendapat perawatan.
__ADS_1
Dokter memeriksa keadaan Laras keseluruhan dan ia segera berbicara penting dengan Gunawan.
" Anda suami ibu Laras " tanya dokter Handoko.
" Iya dok " jawab Gunawan.
Dokter menghelah nafas panjang..
" Apa anda sudah mendapat donor jantung untuk istri anda " tanya dokter Handoko.
Deg
" A...apa maksud dokter , saya tidak tahu apapun , tolong dok diperjelas lagi " lirih Gunawan.
Dokter dapat melihat raut keterkejutan Gunawan , yang menandakan Laras menyimpan rahasia sakitnya sendiri , sesuai apa kata Laras sebelumnya.
" Ibu Laras mengalami gagal jantung yang parah , saat melakukan pengobatan kemari ia sudah terlambat . Hanya obat yang mampu kami berikan , karena donor jantung yang sesuai dengan ibu Laras sedang tidak ada " ucap Dokter Handoko.
Tubuh Gunawan yang tegap kini terasa tak bertulang , ia terduduk lemas di kursi, masalah anaknya belum usai kini ia harus mendengar kenyataan tentang penyakit Laras. Apakah ia mampu bertahan saat ini , jawaban hatinya begitu pilu untuk di dengar , ia merasa gagal menjadi sosok seorang ayah dan suami saat ini.
" Siang pak Abdi " ucap Dokter Handoko saat Abdi memasuki ruangannya tiba-tiba.
" Berapa lama ibu Laras masih ada waktu untuk menunggu donor jantungnya " tanya Abdi tiba-tiba sedangkan Gunawan fikirannya melayang kemana-mana.
" Masih ada tiga bulan pak , namun lebih cepat lebih baik. Tapi donor jantung tidaklah mudah , banyak resiko yang harus di hadapi " ucap dokter Handoko menjelaskan panjang lebar..
Abdi dan Gunawan berjalan keluar , Abdi selalu bicara pada Gunawan dan Abdi juga akan berusaha semampunya untuk mendapatkan donor Jantung untuk Laras , namun Gunawan hanya diam. Gunawan kemudian menelpon Rahma memintanya pulang dan menceritakan semua yang terjadi membuat tangis Rahma pecah begitu saja dan memutuskan untuk segera pulang.
Rafli tiba dirumah sakit namun langkah kakinya di hadang oleh para bodyguard Abdi Wijaya.
" Berikan aku jalan " ucap Rafli dingin dengan penampilan berantakan bahkan wajahnya tampak sembab.
" Maaf tuan muda , anda saat ini di larang kemari " jawab bodyguard serempak .
" Aku ingin melihat istriku " ucap Rafli menerobos masuk.
" Kalian habisi mereka " ucap Rafli pada Jimmy dan Baim serta para bodyguard Rafli sendiri , ia sungguh muak beradu mulut dengan bodyguard papanya itu.
" Sayang , tunggu aku ....Aku datang " batin Rafli seraya menghadapi bodyguard papanya yang menahannya..
Bukan tanpa alasan Abdi Wijaya melarang anaknya karena otomatis Rafli begitu heboh dengan dramanya dan amarah Abdi sendiri dan Gunawan akan meledak saat melihat wajahnya.
Gunawan berjalan cepat saat melihat pria yang membuat hancur porak poranda kehidupan putrinya tersebut.
Buugghh
Rafli meringis sakit karena bogem yang di layangkan Gunawan tepat dirahangnya... Sementara Lia berteriak menangis karena Gunawan memukul putranya kemudian Abdi segera menenangkannya , karena ia tau menenangkan Gunawan sangatlah sulit hanya Laras sang istri yang bisa namun keadaan Laras sedang tidak sehat saat ini.
" Mau apa kau " tanya Gunawan mencengkram kemeja Rafli yang penampilnannya kusut berantakan. Terlihat kilatan amarah terbesar di mata Gunawan Rafli rasakan , lebih sakit melihatnya dari pada pukulan yang di terimanya.
" Tuan " ucap Jimmy tehenyak melihat Rafli seolah tak melawan dan Gunawan menatap Jimmy tajam seolah ingin menelannya bulat-bulat .
" Jangan ikut campur Jim " ucap Rafli lirih saat tatapan tajam Gunawan mengarah pada Jimmy. Jimmy diam bukan berarti takut , ia menghargai keputusan Rafli.
" Pak maafkan aku " ucap Rafli kini tak sanggup menahan tangisnya sambil memohon dengan tangannya.
" Maaf , apa maaf mu dapat membuat putriku sadar dan kembali seperti semula " ucap Gunawan emosi , ingin sekali ia membunuh Rafli saat ini meski di hadapan orang Wijaya sekalipun , teringat akan istrinya yang sakit dan Rizki pasti kehilangan sosoknya jika ia melenyapkan Rafli saat ini , siapa yang akan menjaga keluarganya , itu yang ada di benak Gunawan.
Terlihat dokter berjalan tergesa keruangan Ana , dokter Ajeng selaku dokter jantung yang mengurus Ana dan dokter Smith serta dokter Neti yang menangani Ana dalam operasi persalinan. Semua itu membuat orang di landa kecemasan kembali termasuk Rafli yang saat ini membiarkan Gunawan meluapkan semua kekesalannya.
" Pak , aku ingin melihat istriku " ucap Rafli memelas .
Dokter Ajeng keluar dengan wajah yang tidak bisa di tebak . Seketika itu juga Rafli segera melepas kasar cengkaraman Gunawan.
" Dokter bagaimana keadaan istriku " tanya Rafli dengan tubuh gemetar.....
" Katakan dokter " bentak Rafli.
Jangan Lupa like dan komentarnya ya.....
__ADS_1