Takdir Cinta

Takdir Cinta
Rencana Ana.


__ADS_3

'' Mampukah aku untuk melukai Ana demi balas dendam ini , kalian yang membuatku begini " batin Eric. Bayangan begitu menderita ia terlintas kembali di fikirannya.


Setelah cukup lama ia menyelesaikan pekerjaannya kini Eric bergegas menjemput Excel agar tidak keduluan Laurent.


'' Papa " ucap Excel memeluk Eric .


'' Kenapa anak papa jutek gini " ucap Eric menggendong Excel.


'' Papa , Dewa hari ini gak sekolah. Kelas pun jadi sepi " ucap Excel mengadu.


'' Rafli mulai menjaga seluruh anggota keluarganya , tapi bukan berarti ia menghentikan persahabatan anakku. Aku tidak mungkin melukai anaknya , sedangkan Excel bukan darah daging ku saja aku menjaganya . Aku membencimu bukan berarti anakmu. Aku harus sedikit sibuk dengan urusan kerja , menunggu ia lengah , aku yakin Ana akan menemuiku . Ku harap saat aku berpapasan dengan wanita itu , rasa ini tak sama. Bagaimanapun aku kecewa padanya " batin Eric.


" Mungkin saat ini Dewa sakit atau izin ada urusan Excel. Percayalah , tidak lama lagi Dewa akan masuk sekolah " ucap Eric memberi harapan untuk Excel.


" Terima kasih papa " kecupan singkat mendarat di pipi Eric.


" Andai kau anak kandungku " batin Eric , ia mengacak gemas rambut Excel hingga membuat bibir anak itu mengerucut lucu.


Sementara Belle kini sedang marah-marah karena Eric memutus ikatan pertunangan mereka dan keluarganya pun tidak bisa berbuat banyak karena selalu di awasi orang-orang Eric dari jauh.


" Aku tidak boleh begini , semua pergerakan ku di batasi. Lebih baik aku menerima perjodohan baru dari papa dan tunggu saja tanggal mainnya Eric. Jika aku tidak bisa memilikimu maka wanita lain juga tidak " gumam Belle , wanita yang selalu memuja Eric kini mulai membenci pria itu.


.


.


.


Hari terus berlalu namun kesedihan Dewa makin menjadi bahkan bocah itu mogok makan saat ini , hal itu semakin menyiksa batin Ana , Rafli bukan tidak peduli pada Dewa namun ia enggan jika hatinya luluh dan membuat pendiriannya goyah , apalagi jika Ana telah memohon padanya dengan air mata dan tampang memelasnya.


Rani yang mendengar kesedihan Dewa dari adik iparnya pun segera menghubungi Rafli , tapi percuma sudah . Rani kehabisan kata-kata untuk membujuk Rafli.


" Aku tidak bisa melihat Dewa begini . ia bisa membenci ayahnya. Aku harus apa " gumam Ana mondar mandir .


" Ayo nak , beri bunda ide , kasihan kakak dan ayah mu itu " imbuhnya mengusap perutnya yang mulai membuncit itu .


" Tidak ada cara lain , aku harus melakukannya " batin Ana.


" Dewa " ucap Ana menghampiri Dewa yang baru saja usai belajar .


Tanpa sengaja Ana melihat bungkusan jajan di bawah kolong meja anaknya dan itu membuat Ana sedikit lega namun sang anak terlihat masih bersedih.


" Sabar ya . Bunda nanti akan membujuk ayah. Dewa makan nasi ya . Apa Dewa mau sakit dan itu akan membuat bunda ikut sakit , kasihan kan dedeknya" bujuk Ana membelai wajah anak kesayangannya ini.


" Dewa gak mau bunda dan dedek bayi sakit " ucap Dewa dengan mata berkaca-kaca.


" Makan ya . akan bunda suapi " rayu Ana.


" Dewa mau apa , biar bunda masakin " imbuhnya .


Dewa yang begitu rindu masakan bundanya segera meminta makanan yang ia sukai dan Ana setuju saja untuk memasak makanan untuk Dewa. Jajanan yang banyak pengawet tidak baik untuk Dewa karena perutnya pun perlu memakan nasi.


Dewa turun bersama Ana dan bermain bersama Arjuna terlihat bocah itu terus tersenyum karena hari-harinya selalu bahagia.


Rahma datang bersama Jimmy dan terlihat membawa kresek yang siapapun tak tau isinya termasuk Jimmy yang tidak bertanya itu apa karena jawaban Rahma selalu sama.


" Dewa " ucap Rahma dan membuat Dewa mendekat. Ana yang tidak sengaja melihatnya pun memicingkan matanya .


" Bibi , tolong lanjutin sebentar " ucap Ana berlalu pergi tanpa menunggu jawaban dari pelayan disampingnya .


Ana menuju kamar Dewa dimana anak dan adiknya itu berada.


Terlihat Rahma sedang membersihkan kemasan yang isinya telah lenyap kedalam perut Dewa..


" Apa Dewa tetap gak mau makan nasi " ucap Rahma bersedih.


" Tidak bi . Dewa ingin ayah memberikan izin agar Dewa sekolah . Tapi ayah cuek saja " adu Dewa.


" Dewa lihatlah , apa tidak kasihan melihat bunda mu bersedih " bujuk Rahma .

__ADS_1


" Sedih dong . Dewa kan sayang banget ma bunda " jawab Dewa.


" Tapi Dewa hari ini mau makan kok . Bunda mau masak untuk Dewa " ucap Dewa seraya menyusun jajanan serta susu agar tidak di ketahui siapapun termasuk bundanya.


" Syukurlah , Dewa harus makan nasi ya. Jangan jajan terus. Nanti bibi mu di buat perkedel sama bunda mu " ucap Rahma , ntah kenapa bulu kuduknya kini merinding.


" Dewa , kok bibi rasanya kamarmu ini ada hantunya ya " ucap Rahma dan segera secepat mungkin membersihkan kolong meja Dewa.


Dewa yang hendak menjawab pun terkejut karena jeritan Rahma...


" Aduuhh sakit " pekik Rahma saat Ana menarik anak rambutnya.


" Bunda " ucap Dewa terkejut akan kedatangan Ana segera ia mengunci tempat penyimpanan makanannya.


" Kau mangajari anakku makanan yang tidak sehat. Ini bisa merusak organ tubuh jika makan terlalu banyak " ucap Ana dengan suara dinginnya . Ingin sekali ia berteriak jika tidak ada Dewa.


'' Ampun mbak " ucap Rahma lalu Ana melepaskan tarikannya.


'' Aku tu kasihan mbak ma Dewa gak mau makan . Lagian aku ada kasih susu dan roti gak hanya chiki doang " sanggah Rahma masih mengusap anak rambut yang dekat telinganya dan diangguki Dewa saat Ana meliriknya meminta jawaban..


'' Dewa , lain kali gak boleh makan chiki lagi ya " ucap Ana dan diangguki Dewa.


'' Apa banyak . Kamu bawakan Dewa chiki " tanya Ana dengan niat terselubung...


'' Banyak bunda , satu asoi . Itu " ucap Dewa membuka lemarinya karena bundanya juga sudah tau " ucap Dewa.


'' Bunda mau " tawar Dewa membuat wajah Ana berseri.


'' Dewa , nasehati bundamu mu . Jika wanita hamil gak baik memakan chiki. Gak baik untuk kesehatannya " ucap Rahma penuh kemenangan , Rahma segera berlari saat Ana hampir mendekatinya.


'' Mbak Ana modus saja , semoga mas Rafli gak tau kalo mbak Ana dan Dewa makan chiki bisa mampus aku " gumam Rahma.


'' Jangan ya bun . nanti Dewa bakal bagiin yang lain aja " ucap Dewa membuat Ana kini kesal kepada anaknya .


'' Dewa , bunda mau satu aja ya . Yang ini " ucap Ana antusias.


'' Baiklah bunda . Nanti malam aja makan dikamar Dewa " ucap Dewa , ia tak mungkin menolak ketika Ana mengeluarkan ekspresi andalannya.


'' Oke bunda " ucap Dewa.


'' Ayo kita makan , bunda sudah siap masak loh " ucap Ana , reaksi Dewa begitu bersemangat.


Sementara Ana dan Dewa asyik makan berbeda dengan Rafli dan Jimmy yang kini sibuk kerja , mereka membahas bisnis dan selanjutnya membahas tentang Eric.


Setelah Dewa usai makan kini Ana melakukan pertemuan secara rahasia dengan Rahma , Alexa dan juga Bi Susi.


Awalnya mereka ragu namun melihat alasan Ana mereka menyetujui nya , terutama Alexa yang begitu paham mengenai ini semua .


'' Apa aku harus meminta bantuan Jim juga " monolog Ana.


'' Sebaiknya jangan nona " ucap Susi memperingati karena bagaimanapun Jimmy orang yang paling setia pada Rafli.


'' Nona , biar saya saja yang melakukan misi ini " ucap Alexa datar , melihat Dewa dan wanita ini bersedih mengusik hatinya yang juga terasa perih.


'' Mbak , misi ini begitu berbahaya . Bagaimana mas Rafli tidak akan mau mengerti dan jika ini di luar ekspektasi mbak gimana " tanya Rahma khawatir.


'' Aku tidak akan melibatkanmu tapi tutup mulutmu anggap tidak pernah mendengar rencana ku " ucap Ana datar.


Ana , Alexa dan Susi sudah menyusun rencana secara matang dan mereka akhirnya setuju untuk meminta bantuan Jimmy , berharap pria itu mau membantunya untuk pertama kali dan terkahir kalinya. Jika Jimmy menolakpun mereka tetap melakukan rencana tersebut dengan waktu yang tepat .


'' Semoga berhasil Alexa " ucap Ana penuh harap.


'' Jika kau ketahuan dan mas Rafli marah besar . Bukan hanya kepala mu dan Bi Susi saja yang terpisah. Namun kepalaku rasanya juga " ucap Ana memegang tengkuknya yang terasa meremang.


'' Tuan sangat mencintai anda nona , membunuh anda sama saja ia bunuh diri " ucap Alexa .


'' Alexa , maaf aku membuat mu berkhianat pada suamiku . Tapi sungguh aku memang membutuhkan bantuan mu " ucap Ana lirih.


'' Aku berada di pihak nona " ucap Alexa tersenyum , sungguh membuat Ana terpana melihat nya.

__ADS_1


'' Semenjak tuan muda berprilaku kasar pada anda tepatnya saat anda mengandung Dewa , aku sudah memantapkan diri untuk mengabdikan jiwa dan ragaku untuk anda dan den Dewa . Jujur aku merasa menjadi wanita dan sosok seorang ibu bila mengobrol bersama anda dan Dewa " batin Alexa.


" Apakah kita bisa menikah nanti* " batin Alexa memutar cincin berlian kecil yang baru tersemat beberapa bulan lalu .


.


.


.


Ana yang selalu mengintai Jimmy merasa kesal karena pria gondrong nan tampan itu selalu lengket kepada suaminya.


" Pantas saja kau di bilang gay oleh publik , kau tempel terus suamiku. Beruntung Rahma menjadi pacarmu jika tidak , aku juga bisa cemburu melihat kau dan suamiku begitu dekat " batin Ana , tak terasa rujaknya telah ludes ia makan.


" Habiskan " gerutu Ana , melihat bakso , rujak dan bakwan telah habis hanya tersisa tempat sajinya saja.


" Sayang " sapa Rafli yang begitu rindu pada istrinya yang kian montok ini.


" Ehmmm " jawab Ana acuh tak acuh dan beranjak pergi. Sementara Rafli hanya menggeleng lemah , Ana selalu saja menghindarinya jika ia mendekat Ana akan selalu menghidupkan api pertengkaran mereka. Memikirkan Ana yang sedang hamil , Rafli memilih mengurus pekerjaan dari pada debat mereka , namun ia tetap rutin membuatkan susu hamil untuk Ana dan Ana pun tanpa menolak tetap meminumnya.


Hal yang di nanti Ana kini pun tiba.


Brrukk


Jimmy tersentak kaget saat tangannya ditarik secara mendadak dan menumbur tubuh nona mudanya.


'' Maaf " ucap Jimmy menunduk , jika wanita lain pasti ia menamparnya bukan meminta maaf.


'' Aku perlu bantuan mu Jim " ucap Ana mencoba tenang.


'' Kita bicara diluar saja nona " elak Jimmy hendak pergi.


'' Buat apa aku menarikmu kesini . Jika masih bicara di luar " sarkas Ana mengehentikan langkah Jimmy.


" Matilah aku " batin Jimmy membayangkan Rahma dan Rafli yang akan mencincangnya habis.


" Aku butuh bantuan mu " ulang Ana.


" Aku ingin bertemu dengan Eric untuk berbicara dan aku ingin kau membantu ku . Aku tidak menerima penolakan " ucap Ana serius.


" Saya tidak bisa nona " tolak Jimmy tegas.


" Aku punya alasan Jim " ucap Ana dan langsung menjelaskan alasannya namun Jimmy tetap menolak membantunya.


" Apa kau tidak ingin berbuat baik . Apa kau lebih suka ada pertumpahan darah " ucap Ana mulai emosi.


" Aku hanya minta bantuan untuk pertama dan terkahir kalinya saja padamu " ucap Ana mengeluarkan jurus andalannya.


" Ahhhh kok gini sich " batin Jimmy protes akan wajah Ana.


" Ku mohon Jim sekali saja " ucap Ana makin membuat Jimmy tak tega , namun kesetiaannya di junjung tinggi.


" Maaf nona , saya lebih baik mati dari pada harus mengkhianati tuan muda , Suami anda " tekan Jimmy.


" Ini demi kebaikan kita semua dan untuk kedepannya " ucap Ana yakin jika perkiraanya tak meleset.


" Baik , jika kau lebih memilih mati. Siapkan nyawamu hari ini juga " ucap Ana dan tanpa aba-aba membuat rambutnya berantakan dan srekkk sobekan pada pakaian Ana.


" Nona apa yang anda lakukan " ucap Jimmy terkejut.


" Kau jangan polos Jim , aku akan bilang pada suamiku jika kau akan melecehakanku jika kau menolak membantuku untuk pertama dan terkahir kalinya. Bahkan kau lebih memilih mati bukan " bentak Ana.


" Nona ini tidak benar nona ....ini " ucapan Jimmy terhenti.


" Aku tunggu jawaban mu besok dan aku ingin kau menyetujui rencana ku .Jika tidak lihat saja apa yang akan aku katakan . Rafli lebih percaya padaku dari pada siapapun " ucap Ana segera pergi meninggalkan Jimmy yang pusing di buatnya.


" Anda sungguh nekat nona " batin Jimmy , tidak menyangka Ana akan memfitnah nya demi mendapatkan bantuan Jimmy. Memberi waktu untuk berfikir namun jawabannya tetap harus membantunya.


Ana segera mandi dan menyimpan baju yang ia robek tersebut . Jika Rafli melihat keadaannya , pusing sudah memikirkan jawaban nya apa.

__ADS_1


" Maafkan aku Jim , ku harap kau menyetujui permintaanku. Aku merasa yakin jika kali ini Eric akan dewasa dan mengalah , bagaiman pun dari dulu Eric bukan pria egois meskipun jiwa egoisnya tetap ada namun tidak sebesar jiwa egoisnya suamiku " batin Ana lirih dan memilih berendam dalam bathup yang mengeluarkan wangi coklat strawberry tersebut.


Jangan lupa like dan komentarnya


__ADS_2