
JERMAN
Terdengar suara tangisan balita di satu kamar, namun tidak ada siapa pun yang menghiraukannya karena kedua orang tuanya masih tertidur dengan lelap. Tangisan balita keras tat kala merasa tidak nyaman dengan popoknya yang penuh oleh air kencingnya sendiri.
“Oh, Audri sudah bangun!” seru sosok wanita yang bangun dari ranjang.
Di angkatnya balita perempuan itu dari box bayinya. Terlihat senyuman manis dari sang putri, wanita itu membawa sang putri masuk ke dalam kamar mandi tuk membersihkan tubuhnya dan juga dirinya.
“Audri kau semakin berat saja, setelah mandi kau harus bangun Daddy Mu! Mommy akan memasak sarapan,” ucapnya seraya mencubit hidung mancung sang anak.
Sebuah keluarga kecil yang bahagia dengan jalan yang berliku, penuh dengan tragedi dan air mata dari seorang wanita yang tersakiti. Wiliem menikahi Laudya setelah tragedi itu, menceraikan Vanya dengan begitu saja, sekarang keluarga itu tinggal jauh di Jerman dengan anak mereka yang di beri nama Audri Valensia.TAKDIR CINTA
Langit yang sama, hembusan angin yang sama, malam yang penuh bintang yang sama, bahkan air hujan yang sama. Semuanya akan tetap sama walau pun aku meninggalkan tempat asal berpijakku.
Sudah dua tahun berlalu, semunya telah berubah begitu juga dengan kehidupanku. Menjadi sosok baru yang telah terlahir kembali dengan identitas baru, aku tidak sendiri tapi aku selalu di temani oleh sosok pemuda baik hati yang selalu setia bersamaku, aku hidup dengannya selama dua tahun ini.
“Pagi ini bunga sakura akan bermekaran, apa kau ingin pergi Hyun Jo?” tanya Jin Hae.
Pemuda itu mendekatinya, lalu memeluknya dari belakang. Hangat sangat hangat pelukannya, hembusan napasnya yang terasa di ceruk leher membuat sensasi tersendiri.
“Jin, apa kau akan memotretku lagi?” tanya Hyun.
“Kau itu terlalu indah jika tidak di abadikan, aku ingin di setiap harinya bisa menyimpan semua momen itu,” jawab Jin seraya mencium pucuk kepala Hyun.
Dia adalah lelaki yang telah hidup bersamaku selama dua tahun ini, dia sangat baik, selalu melindungiku. Lelaki yang tampan dan gagah. lelaki yang mengikuti diriku dengan mengganti identitasnya yang bernama Messi menjadi warga Korea yang bernama Lee Jin Hae. Lalu apa hubunganku dengan, entahlah aku pun tidak tahu pasti. Yang sekarang aku rasakan adalah aku menyayanginya dan sebaliknya Jin pun menyayangiku.
“Baiklah, aku akan bersiap tuk tampil cantik di depanmu. Tapi, lepaskan dulu pelukanmu!” pinta Hyun dengan nada manja.
“Ahh,, sepertinya tubuhku sudah menempel dengan tubuhmu dan sangat susah tuk di lepas,” balasnya semakin erat memeluknya Hyun.
Hyun membalikkan tubuhnya, menatap Jin dengan lekat. Pemuda yang polos itu kini menjadi sosok lelaki gagah dan sangat dewasa, bahkan Jin sudah pandai merayu dan banyak interaksi dengan orang luar.
“Sejak kapan kau begitu pandai merayu? Apa kau juga bermulut manis di luaran sana?” tanya Hyun dengan menatap tajam.
CUP,,, CUP,,, CUP,,,
“Hentikan! Kau sudah mencuri morning kiss Ku!” seru Hyun dengan cemberut.
Jin tersenyum melihat Hyun yang cemberut, terlihat wanitanya itu semakin imut saja. Jin tiba-tiba memeluk erat Hyun dan berkata sesuatu yang membuat wanita itu begitu tersentuh.
“Apa pun yang terjadi, jangan tinggalkan aku. Kau itu bagaikan napas untukku, kau sinar mentariku dan kau adalah malamku, Hyun Jo.”
Hyun Jo membalas pelukan itu dengan begitu erat, entah kenapa dia menjadi menangis jika Jin Hae mengatakan perasaannya. Bukan karena dia tidak memiliki rasa yang sama, hanya saja ada satu ketakutan tersendiri di hatinya akan rasa cinta itu.
“Kau tahu, bagaimana kau di hidupku. Kau menjadi tembok pembatas yang tinggi dan kokoh untukku, aku menyayangimu dan kau tahu bagaimana perasaanku padamu bukan,” balas Hyun melepaskan pelukan dari Jin Hae.
Jin Hae menatap Hyun yang tersenyum padanya, wanita yang dia cinta, wanita yang dulu dia kasihani kini telah bertahta di hatinya. Bahkan karena Hyun lah Jin bisa merasakan apa itu kasih sayang dan rasa ingin melindungi orang yang sangat penting di hidupnya, merasakan cinta yang belum pernah dia rasakan.
CUP,,,
Hyun mencium kilas bibir seksi Jin yang berwarna merah, Jin tersenyum dengan kebiasaan Hyun itu.
“Baiklah, aku tunggu kau di luar. Udaranya sangat sejuk, kau akan menyukainya,” ucap Jin Hae sambil keluar dari kamar.
Aku adalah seorang wanita yang telah mengubah identitas Ku satu tahun lalu, namaku adalah Jung Hyun Jo. Identitas yang Ku dapatkan dari seorang kakek tua yang sangat menyayangiku sepertinya cucunya sendiri. Wajah bule yang dulu selalu aku perlihatkan sekarang tidak ada lagi, kini aku berpenampilan seperti wanita Asia pada umumnya. Wajahku yang se waktu kecil terlihat bule kini berbeda saat usia Ku bertambah. Aku berdandan seperti mendiang ibuku menjadi wanita Asia seutuhnya.
“Baiklah, aku siap!” seru Hyun Jo yang baru saja keluar dari kamar.
Jin sudah menunggu dengan Tuan Kim yang tidak sengaja mampir ke rumah Hyun Jo. Hyun tersenyum melihat sang Kakek yang tersenyum menatapnya.
“Kau sudah lama berada di sini?” tanya Hyun.
__ADS_1
“Tidak, aku baru saja sampai. Aku teringat kau yang suka strowbery, jadi aku membelikannya beberapa cup tuk mu,” jawab Tuan Kim.
“Gomawo.” Hyun memeluk dan mencium pipi dari Tuan Kim, yang membuat lelaki tua itu tersenyum bahagia.
“Baiklah, kau bisa istirahat di sini. Aku dan Jin akan pergi keluar, kami akan melihat bunga sakura yang mekar,” ucap Hyun seraya berdiri.
“Pergilah! Aku juga sangat lelah setelah pergi keluar,” balas Tuan Kim yang berjalan ke kamar tamu dengan di bantu oleh Jin.
“Hohoho, dia memang lebih tua dua tahun darimu. Tapi lihatlah, tingkahnya seperti anak yang berusia sepuluh tahun, Jin kau harus menjaganya tuk diriku!” pinta Tuan Kim menatap lekat Jin.
“Ya, Tuan. Aku akan terus berusaha tuk membuatnya bahagia dan selalu menjaganya,” balas Jin dengan menunduk memberi salam sebelum keluar dari kamar.
Jin keluar dari kamar tamu dan segera menemui sang pujaan hati yang sudah menunggunya di depan rumah. Terlihat Hyun sedang menatap semua bunga yang berada di teras rumahnya.
“Kita pergi?” ajak Jin.
“Ya, ayo kita pergi,” seru Hyun yang menarik tangan Jin dan berlari kecil.
Keduanya terlihat bahagia dengan kehidupan mereka yang sekarang, selalu bersama dan saling mengukuatkan satu sama lain. Jin sangatlah menyukai Hyun dengan sepenuh hati.
"Kau mau ajak aku ke mana?" tanya Hyun yang terheran karena Jin membawanya ke suatu taman yang terlihat sepi.
"Kau akan tahu sebentar lagi. Hyun, aku ingin bertanya sekali lagi padamu tentang semua perasaanku padamu?" tanya Jin.
Hyun yang sejak tadi tertawa pun seketika terlihat serius, wanita itu tahu apa yang di maksud dengan ucapan dari Jin. Hyun menatap lekat mata Jin yang terlihat penuh harap padanya.
"Dua tahun lamanya aku menemanimu, aku pergi ke mana pun kau pergi. Hyun, apa rasa di hatimu masih tetap sama seperti dua tahun lalu dan masih mencintainya?" tanya Jin.
Hyun Jo masih terdiam dan masih menatap lekat Jin Hae yang ada di depannya, terlihat senyum manis di wajah cantiknya yang membuat Jin terkejut.
"Aku rasa, semua perasaanmu padaku sudah sangat lama aku abaikan. Sebaiknya, kau lepaskan perasaanmu itu Jin!" pinta Hyun seraya menggenggam kedua tangan Jin.
Lelaki itu terlihat sedih mendengar jawaban dari Hyun yang menolaknya, Jin menunduk menahan air matanya dan semua sakit hatinya yang di tolak lagi oleh Hyun Jo.
Mendengar ucapan Hyun Jo membuat Jin Hae membulatkan matanya masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Hyun Jo yang melihat itu begitu gemas melihat ekspresi Jin yang terlihat terkejut.
CUP
Hyun Jo menarik syal yang di pakai Jin, lalu mencium bibir lelaki itu dengan sangat lembut. Jin membalas ciuman itu dengan rasa bahagia. Penyatuan cinta yang penuh dengan pengorbanan itu di saksikan oleh ribuan kelopak bunga sakura yang berguguran.
"Cintaku memang menyakitkan, cintaku memang selalu membawa air mata, tapi cintanya membawakan seribu kebahagian dan cintanya membawaku ke dalam sebuah lembar baru penuh warna. Lee Jin Hae, kau lelaki yang datang tanpa ku duga, lelaki yang mampu membuatku merasa begitu berharga. Kini kau menjadi kekasihku dan segala kehidupanku, terima kasih Jin Hae," ucap Hyun Jo seraya memeluk sang pujaan hati.
Tak ada jawaban dari Jin yang hanya mampu memeluk dengan terus menciumi pucuk kepala Hyun Jo.
Ada satu nama suatu masa dulu
Pernah bawa dan beri bahagia
Hingga saat ini
Masih ku abadikan di dalam hatiku
Dengan satu rasa dalam satu cinta
Sewaktu kita bersama dulu
Hanya kita yang tahu
Dalam mana telah cinta
Kita memutik
__ADS_1
Walau akhir ini seakan terpisah
Oleh masa dan suasana tak dipinta
Namun percayalah tidak sedikit pun
Kasihku kepadamu surut dan berubah
Pasti suatu masa kan bersama lagi
Engkau dan aku pasti jua nikmati
Cinta yang istimewa
Walau ku tak pasti bilakah masanya
Kau dan aku akan bertemu
Untuk kita kembalikan keindahan dulu
Walau akhir ini seakan terpisah
Oleh masa dan suasana tak dipinta
Namun percayalah tidak sedikit pun
Kasihku kepadamu surut dan berubah
Pasti suatu masa kan bersama lagi
Engkau dan aku pasti jua nikmati
Satu cinta yang indah
Walau ku tak pasti bilakah masanya
Kau dan aku akan bertemu
Untuk kita kembalikan keindahan dulu
Dengan satu rasa dalam satu cinta
Sewaktu kita bersama dulu
Kusemat di dalam hati
Hingga kita kan bertemu
Kemudian hari
**Sumber: LyricFind
Penulis lagu: Adinda Amiro / Kamal Halim
Lirik Satu Nama Tetap Dihati © Universal Music Publishing Group**
Terimakasih untuk para pembaca setiaku, maaf jika novel ini masih banyak kekurangan dan tidak bisa mengikuti bagaimana keinginan kalian.
Tanpa kalian aku bukanlah siapa-siapa, tanpa adanya dukungan dari kalian aku bukanlah siapa-siapa. Terima kasih bagi yang sudah selalu memberikan vote nya memberikan likenya dan tidak pernah ketinggalan memberikan komen di setiap bab-nya. Cinta season 3 ini telah berakhir semoga kalian menyukainya.
Salam hangat dari ku FIKI SUKANTO..
__ADS_1
sampai bertemu di novel ku yang lainnya bye-bye sayang sayangku
🙏🤗😁😘