Takdir Cinta

Takdir Cinta
Datang Kembali


__ADS_3

Hari ini Kenzio harus pulang ke Indonesia, untuk melihat rumah sakitnya, karena Wildan akan peegi ke Belanda. Dengan terpaksa Kenzio harus segera pulang. Namun, tetap tak membawa istri dan kedua anaknya.


"Aku harus pergi, kau harus tetap disini sampai aku kembali. Jika memang, kau ingin pulang bersamaku aku dengan senang hati" ucap Kenzio.


Kenzia hanya bisa diam sambil menyenpuk nepuk tubuh Rino yang berada di dekapannya.


Kenzio mencium kening Kenzia, mengusap lembut pipi sang istri.


"Aku tak akan memaksanya sayang, kapan pun itu" sambung Kenzio.


Kenzio berjalan ke arah box bayi, disana ada Rio yang sedang tertidur lelap, Kenzio mencium sang anak dengan pelan.


"Ken, aku ingin pulang secepatnya," ucap Kenzia lirih dengan mata berkaca kaca.


Kenzio berbalik dan kembali memeluk tubuh Kenzia.


"Baiklah, kita akan pulang secepatnya. Setelah urusanku selesai sayang," balas Kenzio tersenyum.


**************


Di dalam kamar Kiara, terlihat Xion masih tertidur dengan pulas. Kiara memandangi wajah sang suami yang menurutmu semakin dewasa. Terdapat jambang dan kumis disana. Kiara tersenyum mengingat bagaimana lucunya Xion yang terus mengejarnya tanpa menyerah.


Tangan nakalnya menyentuh mata, hidung dan bibir Xion, membuat Xion mengerutkan dahinya. Kiara langsung menutup matanya berpura pura masih tertidur.


Xion mengerjapkan matanya, membuka sedikit demi sedikit matanya. Dan mencari keberadaan sang istri, Xion tersenyum melihat Kiara yang masih tertidur di pelukannya.


"Ahh, manisnya istriku jika sedang tidur," ucap Xion seraya mencium bibir Kiara.


Xion melummat kecil bibir sang istri, tanganmu sudah bergerilya masuk kedalam selimut tebal itu. Membuat Kiara refleks menghentikan tangan Xion.


"Apa yang kau lakukan,hm?" tanya Kiara.


"Kau sudah bangun, sayang?" tanya Xion balik.


"Aku memang sudah bangun, Oppa" jawab Kiara.


Lexion menatap sang istri dengan tatapan memangsanya, membuat Kiara beringsut kebelakang sambil menarik selimut itu pada tubuhnya.


"Kau mau menggodaku sayang?" tanya Xion.


"Stop! Aku tidak menggodamu Oppa, sudah sana turun. Kau harus kerja," jawab Kiara.


Bukannya turun, Xion semakin maju dan menarik paksa selimut itu. Membuat tubuh molek sang istri terlihat jelas, tanpa aba aba Xion menyergap Kiara dalam kungkungannya.


"Oppa, kau sedang apa? Cepat turun dari tubuhku! Ini sudah pagi," pinta Kiara.

__ADS_1


"Kenapa jika sudah pagi? Ahh, aku tahu apa yang sekarang aku lakukan. Bagaimana jika kita olahraga pagi saja," ucap Xion dengan tatapan menggoda.


"Apa olahraga pagi? Ya sudah, ayo kita lakukan. Kita siap siap Oppa," ucap Kiara polos.


Lexion tersenyum melihat kepolosan sang istri, mencium kening, pipi dan bibi Kiara dengan gemas. Namun Kiara malah mendorongnya, membuat Xion menatapnya dengan tajam.


"Oppa, kau bilang ingin olahraga? Kenapa masih diam diatasku? Ayo kita keluar!" perintah Kiara.


"Aahh, jadi kau ingin sekali berolahraga denganku? Baiklah, ayo kita lakukan," balas Xion.


"Emmpphh," jawab Kiara.


Dengan cepat Xion mencumbu Kiara, mengabsen seluruh wajahnya tanpa terkecuali. Tangannya pun sudah berjalan jalan di tubuh sang istri.


"Oppa, jangan! Ahh, sudah hentikan!" pinta Kiara.


"Bukannya kau yang ingin berolahraga sayang? Ayo kita olahraga di atas ranjang pagi ini," ucap Xion dengan suara serak nya.


Kiara yang mendengar itu, begitu terkejut. Wajahnya berubah merah merona karena malu, dia begitu bodoh tak mengerti apa yang di ucapkan sang suami.


Xion kembali mencium bibir Kiara dengan sedikit berbisik.


"Olahraga macam ini, sangat di anjurkan untuk kita. Agar semakin awet dan menambah cinta kita," ucap Xion lirih.


Kiara hanya diam, merasakan sesuatu yang begitu tegang di bawah sana, dengan menutup matanya Kiara menikmati olahraga paginya dengan sang suami.


Kiara sedang merendam tubuhnya dalam bath up, tubuh putihnya kini berubah warna, banyak sekali bintang disana. Xion benar benar membuat tanda kepemilikannya.


"Bagaimana aku bisa keluar? Jika leherku merah seperti ini?" ucap Kiara.


Sedangkan Ken masih asyik di atas ranjang, tubuh kekarnya semakin mempesona karena keringat hasil olahraganya.


Selang berapa menit, Liar sudah keluar memakai handuk yang melilitnya. Mata Xion kembali menatap sang istri, sedangkan Liar menajamkan matanya pada Xion.


"Jangan terus melihatku! Pegilah mandi, setelah itu temani aku bli baju untuk Rio dan Rino" ucap Kiara.


"Baiklah, tunggu aku sebentar!" balas Xion.


Biar memakai bajunya, sedangkan Xion beranjak kekamar mandi dengan santainya, tanpa memakai apapun.


"Astaga, itu adalah kebiasaan buruknya. Mau sampai kapan dia seperti itu," gumam Kiara.


Diluar Rio dan Rino sudah berada di kereta bayi masing masing. Kenzio dan Kenzia sedang memakan sarapan mereka.


"Selamat pagi semuanya," sapa Kiara sembari mencium si kembar berganti.

__ADS_1


"Pagi, aunty" sapa Kenzia.


"Mana Xion? Apa belum bangun?" tanya Kenzio.


"Tidak, dia sedang mandi. Mungkin sebentar lagi akan keluar," jawab Kiara.


Setelah sarapan, Xion mengantar Kenzio ke bandara, didalam mobil mereka membicarakan tentang kepulangan mereka, dan akan tinggal dimana mereka.


"Mansion Kiara kosong, disana suasananya sejuk dan jauh dari jalan utama. Aku dan kakak bisa tinggal disana," jelas Xion.


"Baiklah, kalian bisa tinggal disana! Karena sebenernya aku harus mengurus Abigail. Anak itu entah kenapa kesehatannya semakin menurun saja" ucap Kenzio.


"Ada apa dengannya? Apa dia anak indigo, atau memang dia mempunyai indra keenam?" tanya Xion.


"Dia bisa melihat mahluk selain kita, dan bisa merasakan sesuatu yang akan terjadi, dan bisa mengetahui sesuatu yang terjadi pada orang di sekitarnya," jelas Kenzio.


"Dan, sebaiknya kau dan Kenzia secepatnya pulang! Abi merasakan sesuatu tentang Zee" sambung Kenzio.


"Apa maksudmu? Ada apa dengan princess, apakah dia dalam bahaya?" tanya Xion.


"Entahlah, aku pun tak tahu! Abigail, tak memberitahu semuanya," jawab Kenzio.


Hati Xion semakin khawatir dengan sang kembaran. Mimpi yang selama ini menganggunya ternyata ada kaitannya, dan itu tentang Zee.


"Aku ingin, kau pastikan lagi mansion Kiara. Agar aku dan kakak bisa langsung menempatinya jika sampai di Indonesia," ucap Xion.


"Baiklah, tolong kau jaga istri dan anakku. Selama aku tak ada, dan selesaikan masalah perusahaan disini sebelum kau pulang," ucap Kenzio.


Mobil itu pun sampai di bandara, Kenzio pamit kepada Xion. Xion kembali kerumah, melihat sang kakak dan sang istri sedang bermain dengan Rio dan Rino. Mereka begitu bahagia, senyum manis Kiara menghiasi wajah ayu nya. Istri yang sangat dia cintai, pandangan Xion turun kearea perut datar sang istri.


"Semoga kau cepat hadir nak, lihat Mommy mu akan sangat bahagia jika kau hadir di hidup kami," ucap Xion dalam hati.


Lexion ikut bergabung disana, dengan manjanya Xion tidur dipangkuan Kiara, sikecil Rio berada di dada Xion tersenyum manis. Kenzia begitu bahagia melihat sang adik begitu harmonis bersama dengan Kiara.


"Kak, seminggu lagi kita akan pulang kerumah. Tapi bukan ke mansion keluarga Putra. Tapi, ke mansion Kiara" ucap Xion.


"Ya, aku akan tinggal bersama kalian. Dan sepertinya, aku butuh waktu kembali sebelum bertemu dengan mereka," balas Kenzia.


Kiara menggenggam tangan Kenzia, dan tersenyum menenangkan sang kakak ipar.


"Kau pasti bisa, kita pasti bisa. Kita hadapi bersama sama," ucap Kiara.


Kenzia dan Xion pun tersenyum mendengar ucapan Kiara, wanita cantik nan baik itu. Benar benar malaikat yang di kirim Tuhan untuk Kenzia dan Xion.


**Bersambung💞💞💞

__ADS_1


JANGAN LUPAKAN LIKENYA, KOMEN BOLEH JIGA, RATE TENTU SAJA, VOTE ITU SANGAT DI BUTUHKAN...


TERIMAKASIH**.


__ADS_2