
Kelima orang tersebut menatap kepergian raka dan bella dalam hening
"Mereka itu sebenernya apa sih?" ucap Ilham heran
"Raka khawatir banget ya" gumam bunga
"Hem gue melihat ada keanehan" ucapan Angga membuat yang lain melihat kearahnya
"Balik balik" ucap aldi
"Duluan yaa cantik" goda Angga pada rara dan bunga
Di dalam mobil terasa begitu tenang namun seakan tidak ada atmosfer didalamnya, biasanya tidak setenang itu karna bella yang selalu berbicara, tapi sekarang? Ada apa dengan bella? Raka sangat khawatir
Mereka sudah sampai di depan rumah bella
"Bell" panggil nya lirih
"Hem? Kenapa?" tanya bella lembut
"Lo" raka menggantung kalimatnya "Lo serius gapapa? Gaada yang sakit?" tanyanya
Bella tersenyum dan menggeleng. Namun dimata raka senyuman itu sedikit aneh, terlihat seperti.. Tidak tulus.
Raka mengangkat tangan menempelkannya pada pipi kiri bella yang memerah karna bekas tamparan, lalu mengusapnya lembut
"Lo itu terlalu baik" ucapnya
"gimana kalo ada yang nyakitin lo lagi? " tanyanya khawatir
"Kan ada lo" ucap bella tenang "Lo gaakan ngebiarin orang lain buat nyakitin gue kan?" bella tersenyum kecil
"Gue bisa gila kalo ada yng nyakitin lo lagi. Tolong jangan buat apapun yang bisa buat lo sakit, jangan hilang dari pandang gue lagi" raka menarik tangannya dari pipi bella
Nada bicaranya sangat lembut dan sedikit lemah, bella tau betapa khawatir nya raka saat ini tapi dia tidak ingin melihat raka sedih
"Ka" bella menggenggam tangan raka "selama ada lo disisi gue, gue gaakan kenapa kenapa" bella tersenyum manis
"Jangan terlalu khawatir sama gue ya, gue udah bukan anak kecil lagi yang ngumpet di belakang lo" lanjutnya
"Gue balik yaa" ucap bella seraya membuka pintu mobil "thanks baby" lanjutnya seraya memasuki rumah
Keesokan paginya tepat saat libur sekolah raka dan ibunda mengunjungi rumah bella
Klek pintu rumah bella terbuka. Terlihat seorang wanita berambut pendek manggunakan celemek berdiri dibalik pintu
"Loh andin? Ngapain? Masuk masuk. Maaf yaa belum bisa mampir" ucap anggun
"Apasih gapapa kok, aku juga maaf yaa baru bisa mampir banyak kerjaan numpuk" balas andin
Raka berdiam bisu dibelakang tubuh sang ibunda
"Bella masih tidur sayang"ucapnya pada raka saat melihat raka "anak gadis malu maluin bangun nya siang" lanjutnya smbil tertawa kecil
"Tante bangunin dulu ya" ucap anggun
"Biar raka aja Tan yang bangunin" tawar raka
"Gapapa? Bella masih susah loh di bangunin" balas anggun
"Udah biasa Tan dari dulu" ucap raka sambil menaiki tangga menuju kamar bella
Anggun tersenyum lalu menatap andin "anak anak udah gede yaa" ucapnya "ayo sini" ajak anggun
Raka memasuki kamar bella yang bernuansa serba pink dan putih, melihat Bella - nya yang masih nyaman berada di tempat tidur
"Bel bangun" raka berusaha membangunkan bella
Bella hanya menggeliat lalu berpindah posisi mencari posisi yang nyaman
"Bel kalo ga bangun gue siram pake air" raka memperingati
Bella membuka matanya sedikit terlihat jelas seorang lelaki tinggi mengenakan hoodie, topi dan jins serba hitam berdiri di ujung tempat tidurnya
"Kok disini?" tanyanya yang masih setengah sadar tapi tahu betul kalo itu adalah raka
"Bangun bella" raka menarik selimut bella agar bangun
"Apasih ka! Ganggu aja. Gue ngantuk, tolong biarin gue tidur. Lu tau ga semalem gue begadang nonton drakor, gue cape habis nangis garagara ada adegan yang sedih" omel bella dengan suara khas orang bangun tidur lalu menaikkan selimutnya menutupi wajah
"Salah lo sendiri. Cepetan bangun" raka menggoyangkan badan bella dan membuka selimut yang membalut tubuh bella, terlihat tubuh putih bella yang terbalut piyama pink pendek
"Bel lo gamau jalan jalan? Kalo lo bangun, hari ini juga kita pergi" bujuk raka
Bella membuka matanya, dengan cepat langsung duduk menatap raka, terlihat rambut hitam panjangnya berantakan
"Beneran?" mata bella seketika berbinar segar, bella tidak bisa menolak jika diajak jalan jalan karna menurutnya itu adalah refreshing terbaik untuk otak
"Iya" raka tersenyum sambil membelai dan merapihkan rambut bella lembut "sana mandi" suruh nya
"Siap kapten " bella turun dari tempat tidurnya lalu berlari kecil menuju kamar mandi dengan semangat
Setelah bella memasuki kamar mandi raka turun menghampiri ibunya
"Bun" panggilnya
__ADS_1
"Kenapa ka? Bella udah bangun?" tanyanya
"Udah bun. Kita mau keluar sebentar gapapa?" tanyanya
"bunda sama tante anggun mau keluar juga kok, mau belanja" ucapnya
Setelah beberapa menit bella mandi dan bersiap akhirnya dia turun, bella bukan tipe wanita yang lama saat bersiap siap karna dia tidak pernah ber make up. Bella mengenakan hoodie warna pink kesukaannya dan rok pendek diatas lutut berwarna putih membuat bella tampak sangat cantik dengan setelan bebasnya
Bella turun menghampiri raka yang duduk diruang tamu dengan tenang, memeluk kepalanya dari belakang tiba tiba
Raka sedikit terkejut lalu kembali tenang saat melihat bella di belakangnya tersenyum yang membuatnya ikut tersenyum
"Hayo peluk peluk" tegur andin
"Eh tante" ucap bella gelagapan
"Jangan keseringan peluk peluk, nanti orang banyak yang salah paham" ucap anggun
"Mama" rengek bella
"Gppa kok tante, dia kan suka di salah pahamin" ledek raka
"Apaan sih lo" ketus bella
Anggun dan andin hanya tersenyum melihat tingkah anak mereka
"Nanti kita makan malem, kalian jangan kemaleman pulangnya" ucap andin
"Kita brangkat dulu ya ma, tante andin, jagain mama anggun yaa takut diculik om om" bella tertawa seraya menarik raka untuk berjalan
"Kamu itu yaa" teriak anggun lembut sambil tertawa kecil "jangan ngerepotin raka" lanjutnya
Raka membawa bella menuju sebuah mall, raka biasa mengajak bella berbelanja dan ke gramedia adalah kesukaan Bella namun kadang bella tidak suka jika raka terus membayar belanjaannya
Katanya uang itu harus dipake sebaik baiknya selagi gue masih bisa bayar lo gausah bayarin.
Bella tengah memilih buku novel yang ingin dia beli, raka ikut tersenyum melihat bella yang tiada hentinya tersenyum
"Gue udah lama ga jalan gini" gumamnya
"Ka gue laper" ucap bella saat sudah membayar belanjaannya
"Ayo makan" ajak raka, lalu bella menggandeng tangan raka mesra
"Ka" panggil bella saat sedang makan, raka menetap bella menunggu kelanjutan ucapannya
"Gajadi deh" bella terseyum dan makan kembali dengan tenang
Raka hanya menggeleng melihat sikap sahabatnya itu
"Raka" suara wanita memanggil raka dari arah belakang bella, bella membalikan badan melihat wanita itu, ternyata sandra
Bella hanya tersenyum
"Gue boleh gabung?" tanyanya
"Ya boleh dong" ucapan bella membuat raka menatapnya tajam
"Duduk duduk" bella tidak meladeni
"Lagi ngapain?" tanya sandra
"Lo ga liat kita lagi jalan" ketus raka
Bella menatap raka heran, Kok bisa raka sangat ketus dengan pacarnya sendiri
"Eh raka nganter gue beli ini" bella mengangkat kantung belanjaannya "sandra ngapain disini?" tanyanya
"Bosen dirumah jadi jalan aja sendiri" ucapnya. Wah orang kaya memang beda saat bosan perginya berbelanja
"Kok ga minta temenin ke raka?" tanya bella
Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut sandra membuat bella merasa tidak enak belum lagi raka yang sedari tadi hanya diam
Bella merasa menjadi perebut pacar orang pasalnya raka bisa jalan dengannya sedangkan pacarnya tidak.
Sialan, kok gue ngerasa jadi pelakor ucapnya dalam hati
"Balik" ajak raka langsung menarik tangan bella kasar meninggalkan sandra sendiri yang sedang menatap kepergian mereka
"Sandra duluan yaa, raka gabisa lama soalnya, maaf yaa" ucapnya teriak kecil agar terdengar oleh sandra
Bella memasuki mobil mewah raka dongkol merasa tidak enak kepada sandra
"Lo apa apaan sih ka?" bella kesal "disana ada cewek lo, dan lo ga ngehargain dia? Lo jalan sama gue, dan dia? Jalan sendiri. Lo tau ga sih, gue ngerasa kaya udah ngerampas hak orang lain. Gue Malu liat dia yang jalan sendiri sedangkan gue jalan sama pacarnya" omel bella sambil tersenyum miris
"Gue ngerasa jadi penghalang dalam hubungan kalian. Ternyata bener kata orang itu" bella merasa sesak lalu melihat ke jendela tidak ingin menatap raka
"Jangan mikir gitu" ucap raka singkat
Bella tersenyum sinis melihat raka yang sama sekali tidak mengerti
"Apa yang orang itu bilang ke lo?" tanyanya datar
"Gausah tau" ketus bella
__ADS_1
"Gue mau tau" kekeh raka
"Ga penting, bukan urusan lo" ketus bella
"Itu urusan gue juga" bentak raka membuat bella menatap raka "Itu penting buat gue. Kasih tau gue Apa yang mereka bilang ke lo? Lanjutnya
"Kenapa lo merlakuin dia kaya gini? Dia cewek lo kan?" bella mengalihkan pembicaraan
Raka diam tidak bisa menjawab membuat bella tersenyum sinis
Bella memutuskan untuk turun dari mobil. Saking kesalnya dengan raka, rasanya refreshing bukan lagi seperti refreshing
Raka mengejar bella dan menahannya
"Gue mau pulang sendiri ka" ucap bella sambil menyingkirkan tangan raka dengan kasar dan berjalan menjauh
Bella duduk disebuah taman depan perumahan nya saat taxi mengantarkan nya kesana, dia tidak ingin Buru Buru pulang karna masih merasa kesal
"Si raka kampret" hujat nya
Tiba tiba hujan turun membasahi tubuhnya, segera mungkin bella mencari tempat berteduh
"Sialan! Raka kampret sialan" kesalnya
"Cantik cantik kok kasar" suara pria terdengar dari arah belakang tubuh bella
bella membalikkan badan lalu melihat pria yang memakainya kemeja putih serta celana bahan hitam seperti orang yang ingin melamar kerja
"Urusannya apa ya?" ucapnya tak terima dikatai
"Udah cantik, sayang kalo bahasanya jelek" sahutnya seperti menasehati
"Makasih kakak" katanya sambil tersenyum sinis pada sosok itu
Ponsel bella berdering menampilkan nama raka disana, dia malas untuk menjawab tapi kalo seperti ini dia bisa mati kedinginan karna pakaiannya yang pendek
"Apaan" bella menjawab dengan ketus
"Gue dia...tut tut " sambungan telpon terputus, ternyata bella kehabisan baterai
"Sialan! Raka kampret. Gara gara dia gue jadi kek gini" bella kesal hingga menghentak hentakan kakinya ketanah
"Kenapa?" tanya pria itu
"Bukan urusan kakak" jawab bella sinis
Cowok itu tersenyum kecil melihat wanita cantik yang galak didepannya
"Lo mau bareng gue?" ajaknya "gue bawa mobil disana" tunjuknya pada mobil avanza berwarna putih
"Kata mama gaboleh ikut sama orang yang ga di kenal, ngomong sama orang yang ga dikenal aja udah pelanggaran" ucap bella
Pria itu tertawa kecil " lo harusnya bisa bedain mana yang baik dan buruk"
"Orang baik dijalan itu patut dicurigai" ucapnya "banyak orang yang mukanya polos dan baik diluar tapi dalemnya busuk" terang bella
Pria itu menatap bella dengan lekat hingga terpesona beberapa saat oleh kecantikannya
Bella yang menyadari sedang ditatap merasa risih lalu melihat kearah pria itu
"gue tau gue cantik" bella mengibaskan rambutnya yang sedikit basah "maknnya kata mama jangan ikut sama orang jelek" ledeknya
"Gue? " pria itu menunjuk dirinya sendiri yang dibilang jelek
Bella mengangguk dan menatap pria itu lekat, sebenarnya tidak jelek tapi jika dibandingkan dengan raka jelas raka yang menang. Namun pria ini punya wajah dan tatapan yang menyejukkan beda dengan raka dan juga punya suara yang lembut dan menenangkan walaupun tidak beda jauh dengan raka, tingginya mungkin 180 sama dengan raka dan matanya besar dan bersinar
"Gue lari aja dah" katanya pada diri sendiri
"Bye bye om om jelek" ledeknya lalu berlari menerobos hujan
Pria itu tertawa "gue Dibilang om om? Dibilang jelek juga?"
Bella memasuki rumahnya dengan keadaan badan yang sudah hampir basah kuyup
Terlihat anggun, dan raka sedang duduk diruang tamu menatapnya marah
"Kemana aja kamu?" bentak anggun "udah tau hujan bukannya pulang" ucapnya
"Kejebak hujan ma" ucap bella
"Kenapa ga pulang bareng raka? " tanya anggun kesal
"Hem, itu, tadi.. " bella gelagapan
"Tadi bella ketemu temennya, raka gamau ganggu jadi raka pulang duluan Tan" ucap raka berbohong
Bella menatap kearah raka lega karna raka tidak bilang bahwa dia yang bersikap kekanak kanakan, kalo tidak bisa kena omel habis habisan oleh sang mama.
Seketika itu juga bella lupa dengan rasa kesalnya terhadap raka
"Tante kalo gitu raka pulang dulu buat bebersih nanti kesini lagi bantu buat nyiapin makan malem" ucap raka pada anggun
"Sekalian yaa bilangin sama bunda mandinya cepetan gausha dandan lama lama" balas anggun
Raka terseyum "iya tante" lalu berjalan keluar rumah
__ADS_1
"Bella cepetan kekamar mandi, mandi air hangat nanti masuk angin" suruh anggun pada Putri bungsunya
"Iya ma" sahut bella lemas