
" Apa maksudmu " tanya Ana , cukup terkejut. Ia kira wanita yang berbusana kurang bahan ini telah pergi.
'' Jawab saja pertanyaan ku " ucap Monica .
'' Tanpa aku menjawab seharusnya kau tau , nona '' ucap Ana melangkah pergi namun lengannya di cekal oleh Monica cukup kuat .
" Apa susahnya kau menjawab. Rafli itu punya istri tiga dan kau istri ke berapa " tanya Monica ketus . Namun pertanyaan itu membuat Ana tersenyum mengejek . Gosip tentang suaminya mempunyai tiga istri sungguh membuatnya tertawa geli , tapi jika itu kenyataan sungguh Ana akan memberi racun pada suaminya.
'' Seharusnya gunakan otakmu , jika kau merasa pintar dan otakmu itu berguna " ucap Ana membuat tangan Monica mengepal karena berani sekali Ana menyindirnya.
'' Aku tak peduli berita di luar suamiku punya istri tiga bahkan sepuluh sekalipun . Yang terpenting suamiku selalu ada untukku dan selalu pulang dirumah ku . Jadi ku rasa kau bisa cukup cerdas untuk mencari jawabannya " imbuh Ana berbisik.
'' Kau terlalu sombong " ucap Monica jijik.
" Lebih baik sombong dari pada menaksir suami orang , itu sungguh membuat malu " ucap Ana lalu melirik Monica dari ujung rambut hingga ujung kaki .
" Cantik , tapi kepribadian mu buruk sesuai dengan baju yang kau pakai " ucap Ana dengan tatapan meremehkan .
'' Jaga ucapanmu " bentak Monica , ingin sekali ia merobek mulut wanita di hadapannya .
'' Kau jangan sombong , aku bisa mengambil Rafli dari genggamanmu dan jika itu terjadi kau wanita pertama yang akan aku hancurkan di muka bumi ini " ujar Monica penuh kebencian.
'' Kau coba saja . Bahkan untuk jadi wanita dewasa saja kau tidak bisa. Lihat cara berpakaianmu . Bagaimana bisa kau menjadi seorang istri yang membanggakan untuk pria lain , apalagi untuk menjadi istri suamiku " ucap Ana mulai kesal.
'' Ketahuilah , Rafli bukan tipe pria yang mudah tergoda apalagi oleh j*Lang seperti mu. Tugas seorang istri bukan hanya diatas ranjang . Dan aku bukanlah seperti istri pengusaha lainnya yang hanya pintar berfoya-foya dan diatas ranjang . Aku istri yang bisa diandalkan untuk suamiku " ucap Ana percaya diri . Monica tertawa sumbang mengejek kepercayaan diri Ana.
'' Kau terlalu percaya diri nyonya " ucap Monica.
" Ya aku percaya diri karena aku percaya cinta suamiku dan aku percaya kesetiannya " ucap Ana.
" Suamiku saat ini sedang berada di toilet . Kau mau tau dia sedang apa disana " tanya Ana .
'' Dia sedang bersolo karir untuk melakukan pelepasan . Kejarlah dan telanj*nglah di hadapannya . Aku yakin kau tak akan diliriknya secuilpun " ucap Ana membuat Monica melongo dan seroang pria wajahnya merah padam karena malu . Malu semalu-malunya.
" Jika suamiku tergoda , aku akan mundur dan mengakui kehebatan mu . Tapi jika kau gagal , bersiaplah lusa perusahaan keluarga mu akan hancur , sehancur-hancurnya " ucap Ana melenggang pergi membiarkan Monica dengan pemikirannya saat ini . Menyusul Rafli atau kembali ke meja meeting yang tersaji makanan saat ini .
Rafli berlalu melewati Monica yang baru saja ingin menghampirinya . Monica terkejut dengan wajah Rafli merah padam dan mulai mengikutinya seolah tak terjadi sesuatu .
Sementara Ana kembali kemeja restaurant dimana para sahabatnya cemas menunggu.
Ana melahap makanannya dengan begitu kesal , wanita itu berani sekali berkata terus terang jika menginginkan suaminya .
" Hei Ana , kau ke sambet apa " ucap Tiara belum sempat Ana menjawab sesosok tangan kekar tengah menarik tangan Ana.
'' Kita pulang " ucap Rafli yang terdengar dingin , semua sahabat Ana sontak terkejut dengan apa yang mereka lihat . Ana pun tak mengira jika suaminya menghampiri nya di hadapan umum seperti ini .
'' Aku tak ingin bermain bersolo karir lagi " ucap Rafli tanpa tedeng aling-aling.
'' Biarlah orang mengetahui bahwa kau istriku satu-satunya '' ucap Rafli serius ..
'' Dan kau " menunjuk Monica yang tercengang di belakangnya .
'' Kerja sama kita batal dan bersiaplah untuk kehancuran mu dan keluarga mu " ucap Rafli lalu menggendong tubuh Ana yang tanpa perlawanan itu , Ana cukup syok dengan apa yang terjadi barusan. Apa suaminya ini mendengar obrolannya dengan Monica dan sekarang sedang marah padanya. Ana juga merutuki mulutnya yang tak bisa menahan emosinya tadi . Para bodyguard membiarkan sang tuan untuk berjalan di ikuti oleh para sahabat Ana. Reuni mereka gagal dan tidak tau masalah sebenarnya seperti apa hingga Rafli datang di ikuti wanita sexy di belakangnya.
__ADS_1
Didalam mobil terlihat Rafli menggenggam stir kemudinya begitu erat .
'' Mas kau kenapa " tanya Ana .
'' Apa kau sekarang pelupa sayang " cibir Rafli.
'' Maaf mas , aku tadi tak bermaksud berkata seperti itu " ucap Ana menunduk , matanya kini berkaca-kaca.
'' Seharusnya gunakan otakmu untuk berfikir Ana. Kau menjatuhkan harga diri mas " ucap Rafli berbicara lembut namun cukup menusuk .
'' Mas , aku tidak bisa mengontrol emosiku . Wanita itu berterus terang ingin menjadi istrimu . Bahkan ia bertanya aku istri ke berapa. Dia seakan lebih unggul dari pada aku di matamu mas , kau lihat saja tadi ekspresi nya " jawab Ana.
'' Tapi tak seharusnya Ana , kau menjatuhkan harga diri mas . Dengan bicara mas bersolo karir kepada siapapun , cukup hanya dirimu yang tahu '' ucap Rafli kesal .
'' Wanita itu terlalu percaya diri ingin merebutmu . Bahkan ia tadi menyusul mu kan '' ucap Ana mulai terisak.
'' Oh tadi ia mulai menyusul mas . Kenapa mas tidak menunggunya saja untuk menyalurkan hasrat ini '' sarkas Rafli .
'' Lakukanlah jika kau berani '' ucap Ana kesal .
'' Kau akan menyesalinya Ana '' ujar Rafli .
'' Ana apa yang kau lakukan '' ucap Rafli saat Ana membuka pintu mobilnya , konsentrasi Rafli buyar tak ingin sesuatu hal buruk terjadi pada mereka membuat Rafli menepikan mobilnya . Setelah mengunci pintu mobil serta kaca baru ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
'' Kau tau , wanita itu ingin merebutmu dari ku mas . Bahkan dengan percaya dirinya ia bisa berhasil mendapatkanmu dan ia juga akan menghancurkan ku mas. hikss.... hikss.... Aku paling benci dengan pelakor seperti itu , pokoknya aku paling benci '' Isak Ana , air matanya kini tak terbendung lagi.
'' Tapi seharusnya kau tak mengatakan hal yang akan membuat semua lelaki malu Ana '' ucap Rafli mulai melunak .
'' Sudah jangan menangis '' imbuh Rafli membawa kepala Ana untuk bersandar di dada nya .
'' Hapus air matamu sayang nanti anak-anak melihat dan apa kata sahabatmu nanti '' pinta Rafli lembut dan diangguki Ana.
'' Jangan ragukan kesetiaan mas hanya untuk mu . Meski mereka menyodorkan tubuh telanjang mereka untuk mas , sedikitpun mas tak tertarik '' ucap Rafli .
'' Mas hanya menjadi pria normal saat di dekatmu . Jangan ragukan cinta mas , tak ada pelakor ataupun pebinor yang akan merusak rumah tangga kita . Tanpa kau minta , mas akan menyingkirkan mereka . Jadi jangan ucapakan sejenis hal yang memalukan seperti tadi . Paham '' ucap Rafli .
'' Iya mas , aku paham . Maafin aku ya '' ucap Ana dan diangguki Rafli . Jika Ana sudah menangis melebur sudah emosinya ntah kemana.
Rafli meraih benda pipihnya yang terus berdering membuat Ana kembali duduk dengan posisi semula '' Ya , tunggu perintah dariku '' ujar Rafli terlihat begitu serius .
'' Lihatlah '' ujar Rafli berniat memperlihatkan kehancuran perusahaan Monago milik keluarga besar Monica .
'' Mas lihat ini '' ucap Ana begitu syok saat foto dirinya dan Rafli menjadi trending topik sosial media saat ini .
Ponsel Rafli dan Ana ramai berdering , mulai dari orang tua mereka hingga kakak dan adik dan tak lupa para sahabat mereka yang menghubunginya . Serta keluarga besar Wijaya lainnya ikut panik .
'' Nanti kita bahas dirumah '' ucap Rafli , dengan pikiran yang berkecambuk saat ini .
'' Ibu terus menelpon '' lirih Ana.
Sementara di mansion Jimmy telah terjadi kehebohan dengan karena keributan yang terjadi . Laras begitu cemas akan nasib anak dan cucunya saat ini , Rahma berusaha menenangkan sang ibu namun terlihat begitu sulit . Joe , Abdi serta Jimmy mengambil langkah cepat namun sayang , berita yang terjadi saat ini susah untuk di cegah bahkan semakin ramai .
'' Apa yang ada di pikiran Rafli , hingga tidak tahu tempat dan keadaan. Lihatlah hingga kecolongan seperti ini " sarkas Abdi Wijaya , wajah nya terlihat memerah menahan amarah atas apa yang terjadi . Pria yang biasanya bersahaja kini mulai menunjukkan sisi lainnya.
__ADS_1
Kehebohan dan kecemasan bukan hanya terjadi di mansion Jimmy saja namun mansion Permana juga tak kalah hebohnya .
Jika saja cara bisnis yang di jalankan Rafli seperti pada umumnya dan tak begitu kejam , mungkin mereka tak mencemaskannya . Bagaimana jika keluarga dari rival Rafli ingin membalas dendam terhadap keluarga kecil Rafli. Membuka siapa Ana bukanlah hal yang terbaik saat ini
'' Pak , ibu tak ingin anak dan cucu ku Kenapa-kenapa . Ibu sungguh menyesal menerima lamaran dari Rafli ..." Isak Bu Laras , ia tak mementingkan posisi besannya saat ini . Wajah Lia merah padam saat mendengar ucapan Laras namun ia berusaha menahan sebisa mungkin amarah yang mungkin akan membeludak .
'' Ibu jangan berkata seperti itu. Jodoh itu di tangan Allah bu. Musibah yang selama ini terjadi sudah kehendaknya " ucap Gunawan .
" Ibu harus tenang , karena bapak percaya menantu kita akan melakukan yang terbaik untuk putri kita . Ibu jangan menangis , ingat kondisi kesehatan ibu " imbuh Gunawan .
.
.
.
Ana dan Rafli serta beberapa sahabat Ana segera memasuki mansion Rafli , terlihat tatapan cemas dari para sahabat Ana.
Ayu segera memeluk sahabatnya itu dan di ikuti yang lainnya , sementara Rafli sedang menerima telepon dari sang ayah , dan Ines serta suaminya menghampiri Rafli ...
'' Aku akan baik-baik saja . Kenapa kalian begitu takut " ucap Ana menenangkan sahabatnya .
'' Dasar bodoh , berapa nyawa yang kau punya huh. . Kami tak ingin kejadian buruk menimpa mu lagi " ucap Tiara yang terlihat emosional saat ini .
'' Tiara kecilkan suaramu . Anak-anak bisa mendengar '' ucap Intan .
'' Aku bahagia memiliki kalian semua di sekelilingku . Orang yang begitu menyayangiku dan aku juga tak akan kenapa-napa . Aku yakin , Rafli pasti mempunyai persiapan dengan matang " ujar Ana , karena sang suami memang sudah berencana sejak lama ingin mengenalkan Ana ke publik namun terjadi pertentangan dalam keluarga Wijaya .
'' Kau harus berjanji pada kami " ucap Ayu.
'' Iya aku berjanji , tapi jika Tuhan menghendaki " ucap Ana tersenyum .
Sementara Rafli yang baru saja diceramahi bahkan di marahi habis-habisan oleh orang tuanya dan ibu mertuanya membuat dirinya begitu pusing , di tambah melihat tatapan menyebalkan sepasang suami istri di hadapannya .
'' Pergilah , kalian tak perlu cemas . Sudah lama aku mempersiapkan ini semua " ucap Rafli hendak melangkah pergi .
'' Awas , jika nyawa Ana terancam. Jika itu terjadi , aku bersumpah akan membunuhmu " ucap Inez begitu emosi.
'' Sudah lah sayang . Ayo kita pulang , Rafli perlu menenangkan pikirannya " ucap Darwin tak bisa berkomentar banyak , baginya tak masalah jika status Ana di ketahui publik karena ia yakin Rafli kali ini tak akan gegabah. Mudah saja jika memang rival Rafli dari dulu mengetahui tentang Ana , namun nyatanya rival Rafli tak dapat mendekati keluarga kecil Rafli karena orang kepercayaan Rafli begitu hebat dalam mengawasi rival bisnisnya . Bukankah semua masalah yang melanda keluarga ini karena dendam dimasa lalu yang jauh dari urusan bisnis , namun lebih mengenai urusan cinta.
Semua sahabat Ana telah pulang bersama anaknya masing-masing. Ana segera melangkah menuju ruang kerja suaminya dimana Rafli berada , setelah Ana memastikan jika anaknya telah terurus dengan benar .
'' Mas " ucap Ana mendekati Rafli , ia langsung masuk karena pintu ruang kerja terbuka dengan lebar .
'' Kemarilah sayang '' ujar Rafli .
'' Apa rencana mas setelah ini " tanya Ana .
Jangan lupa like dan komentarnya ya .
Sory up nya sering banget telat .
Paling hanya lima eps lagi bakal happy ending.
__ADS_1
Selamat membaca 😊