Takdir Cinta

Takdir Cinta
TANPA ARAH


__ADS_3

 


Pintu itu sudah terlihat oleh Baram,ia menambah kecepatan larinya.


 


"hana a..?panggil baram matanya melihat keatas pintu gerbang berharap ia menemukan sosok yang ia cari.


"hanari dimana kamu"


masih tak terdengar jawaban yang ia nanti Baram meninggikan suaranya


"Hana a hanari aku Baram jawab aku"


Baram terlalu kawatir dengan keadaan sahabatnya itu ia teringat kondisi Hanari terakhir kalinya.


Ia berpikir mengetok pintu dan ia baru sadar ternyata pintunya terkunci.


"pergi kemana"celetuk Baram


"apa bekerja"


"hana a sebenarnya dimana kamu" pikiran Baram.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang Baram berlari menuju ketempat Hanari bekerja.


Sebenarnya diusia saat ini Hanari dilarang bekerja paruh waktu tetapi lingkungan tempat tinggalnya merasa kasihan pada Hanari ya karena latar belakang keluarganya yang kurang baik,tapi Hanari adalah seorang tekun dan bekerja keras apalagi ia sangat jujur dengan sifat semua itu membuatnya dipekerjakan.


Baram sudah mencari cari Hanari disemua tempat kerjanya,bahkan ia sudah berkeliling komplek dan Baram sudah bertanya kepada siapapun tapi tak ada seorangpun yang melihat Hanari.


"dimana"teriak Baram.


Ia sangat lelah,jika hari ini adalah musim panas dengan kondisinya yang sekarang ini pasti tubuhnya sudah bercucuran keringat.Wajah dan telapak tangannya memerah karena dingin ia begitu putus asa.


Hari ini matahari enggan membantu Dae Baram seakan menantang Baram matahari menenggelamkan dirinya begitu cepat.


Disudut mata Dae Baram terlihat bulatan orange yang sedikit bersembunyi dibalik awan biru kegelapan.Ia terus memandanginya seakan menerima tantangan sang surya."Ini belum berakhir"tekat Baram semakin kuat ia akan melawan sebuah takdir yang akan merenggut sesuatu miliknya .


Selang dirumah nenek sudah menunggu kedatangan Baram.Dijalanan yang sudah gelap lampu mulai menyala Dae Baram melangkah tanpa arah pikirannya masih kalut.Mimik wajahnya tidak bisa berbohong ia sedang kalut,walaupun tanpa otaknya kaki Baram melangkah kearah yang benar seakan ia sudah terbiasa dengan jalanan itu.


"nenek aku pulang"Baram sambil membuka pintu gerbang


"ohh dari mana saja apakah sesuatu tidak berjalan lancar"tanya nenek


"bukan...semuanya berjalan lancar"Baram berjalan menuju kamarnya.


Dae Baram menjatuhkan tas dan jasnya ia berpikir akan memejamkan mata sebentar dan akan melanjutkan mencari Hanari.

__ADS_1


Hanya sebentar matanya tertutup ia sudah terlelap mungkin hari ini begitu lelah.


"baram a" panggil nenek


" kesinilah makan malam sudah siap"teriak nenek.


Memang setiap hari yang memasak untuk Baram adalah nenek walaupun sudah tua nenek cukup kuat dan mahir memasak.Tak mendengar jawaban cucunya lantas ia menuju kamar Baram.


"kkkrrrreeeekkkk"suara pintu


"tidur..coba lihatlah dia ..ch ch ch ch"


nenek sambil menggelengkan kepala.


Ia melihat cucunya tidur dilantai dan masih mengenakan seragam bahkan ia belum melepas kaos kakinya.Nenek merasa kasihan padanya karena ia tahu Baram tidak ikut keluarganya karenanya,Baram tak tega melihat neneknya hidup sendirian.Nenek kembali menutup pintu kamar Dae Baram.


Dalam mimpi Baram ia juga masih mencari cari hanari,dahinya berkeringat seperti seseorang sedang bermimpi buruk sampai saatnya ia terbangun dari tidurnya.Dae Baram melihat jam ditangannya


"ssiiit" celetuk Baram.


Sudah pukul 12.37 malam ia masih berpikir tentang Hanari tetapi perutnya tidak mendukungkunya ia lapar karena Baram lupa makan malam.Sebenarnya bukan lupa tapi ketiduran hehehe.Apakah hari esok Dae Baram akan bertemu dengan Hanari atau Baram masih berjalan tanpa arah???


Jawab aku ya teman teman....

__ADS_1


__ADS_2