Takdir Cinta

Takdir Cinta
Rafli Mabuk


__ADS_3

" Lebih baik ceraikan aku , setelah anak ini lahir , terasa percuma hubungan ini tanpa kepercayaan akan terus berjalan " ucap Ana ragu dan air matanya tanpa henti menetes. Jangan di tanya bagaimana reaksi Rafli.


" Berapa kali aku ucapkan Ana. Dalam perjalanan hidupku tak ada kata cerai , apalagi untuk menceraikanmu. Bermimpilah karena itu tak akan pernah terjadi " teriak Rafli kemudian berlalu pergi , ia tak ingin menyakiti wanitanya dengan emosi yang terpancing saat ini , membiarkan Ana berfikir , Rafli sangat membenci perceraian sesuai dengan agama yang ia anut , meski terkadang Rafli masih melanggar larangannya.


Rafli termenung di ruang kerjanya , namun segera memerintahkan anak buahnya untuk mencari pria dalam foto untuk bertemu dengannya dalam keadaan hidup. Tidak lama kemudian Jimmy menelponnya dengan memberitahu jika pimpinan CEO perusahaan lain itu ingin segera bertemu dengan Rafli esok hari dan Rafli menyanggupinya...


.


.


.


Sementara di tempat lain seorang gadis sedang tertawa senang karena berhasil melihat Rafli dalam keadaan kacau..


" Aku yakin malam ini Ana pasti mendapat hukumannya " kelakar Agnes. Ia merasa tertipu saat mengetahui kebenaran jika Ana menjadi istri Rafli pria yang ia idamkan. Ana yang selalu menjadi saingannya saat di kampus membuat Agnes merasa tersisih apalagi saat itu Ana menjadi kekasih Eric , pria pujaan hati para wanita di kampusnya.


" Apa kau yakin " ucap Luna dengan senyum smirknya , kini rasa bersalah menghantuinya namun percuma karena ia tak akan mampu memutar waktu.


" Berfikirlah Luna , siapapun akan merasa tersakiti jika orang yang di cintainya berkhianat padanya. Aku yakin , Rafli pasti murka saat melihat video itu " ucap Agnes dengan percaya diri.


" Apa maksudmu " tanya Luna tak mngerti.


" Buat apa aku hanya membayar mereka mahal untuk foto saja , tentu aku memerintah mereka untuk membuat video panas itu dan mereka mau saja karena membutuhkan uang. Karena aku ingin semuanya selesai termasuk hubungan mereka. Ana terlalu banyak di cintai para lelaki dan kini aku ingin ia dicampakkan dengan pria yang ia cintai. Suaminya " ucap Agnes penuh kebencian.


" Kau tidak memikirkan keadaan Ana yang sedang mengandung , dan betapa bodohnya mereka menjual video panas mereka " ucap Ana marah.


" Lalu apa beda level kebodohanmu dan mereka " tanya Agnes mengejek.


" Kita harus segera pergi dari negara ini besok , sebelum Rafli berhasil mengetahuinya " ucap Agnes serius , namun ia tak peduli pada Luna sekutu barunya ini yang dulunya sangat ia benci juga..


" Bagaimana dengan orang yang kau bayar itu" tanya Luna..


" Mereka telah pergi dari negara ini " jawab Agnes kesal karena kedua orang itu memeras dirinya dan suatu saat ia akan membunuhnya. Meski kenyaataannya kedua manusia itu berada di luar kota.


Luna berjalan pergi meninggalkan Agnes yang kini sedang mabuk dan bercumbu dengan seorang pria di hadapannya.


.


.


.


Italia


Kini terlihat perubahan dalam diri Laurent , kebiasaan jelek meninggalkan anaknya dan pergi tanpa izin kini sudah tidak ada lagi. Berusaha lebih dekat dengan keluarga Eric meski hanya mama Sasa yang mudah terambil hatinya , berbeda dengan Teguh dan Eric yang hatinya terasa dingin kepadanya apalagi Tasya yang terkesan mencari keributan dengannya. Sementara Jul merasa geram dengan Laurent yang masih mengemis cinta Eric , Eric sendiri kini terpaksa membantu sang papa mengurus perusahaan dan bekerja sama dengan Abdi Wijaya pilihan yang tepat karena perusahaannya mengalami penaikan yang segnifikan dan lebih terkenal di kalangan pembisnis.


" Hai anak papa " ucap Eric mencium pipi gembul sang anak yang bukan darah dagingnya namun tak melunturkan kasih sayang Eric kepada Exxel. Eric mengganti sebutannya menjadi papa karena Excel sendiri yang memanggilnya papa dan bukan daddy.


" Mau sarapan apa mas " tanya Laurent lembut meski Eric terkadang acuh padanya. Sementara Tasya yang baru pulang dari Indonesia menatapnya tak suka.


" Aku bisa sendiri " jawab Eric sementara Sasa hanya menggelengkan kepalanya dan menyentuh lengan Laurent untuk bersabar.


" Pa pa " ucap Excel menarik perhatiannya kemudian , Excel memakan cake yang menarik perhatiannya Eric dan sang anak tanpa di duga menyuapi Eric cake lebih tepatnya menyuapi tanpa sengaja.


" Enak " batin Eric melirik oleh-oleh yang di bawa Tasya yang di acuhkannya semalam.


Eric hanya meminun jus miliknya hingga tandas kemudian memutar meja makannya mengambil menu cake yang berwarna coklat menggoda itu .


" Brownies " gumam Eric menikmati kue yang di bawa Tasya , yang ia beli dari toko kue rindu.


Eric menikmatinya dan menikmati dengan dalam kue itu , cita rasa yang pernah ia cicipi yang telah lama hilang dan seakan ia dulu sering menikmatinya.


" Ric , papa berangkat dulu , cepatlah sedikit " ucap Teguh kemudian pamit kepada sang istri..


" Ya pa " gumam Eric.


" Kak , dimana beli kue ini " tanya Eric membuat Tasya merasa terkejut.


" Aduh , bagaimana ini. Papa dan mama sich yang bilang kangen dengan puding dan kue dari toko milik Ana " batin Tasya.


" Dari mana " tanya Eric membuyarkan lamunan Tasya.


" Kue dari Indonesia " ucap Tasya refleks.


" Oh " hanya itu yang keluar dari mulut Eric membuat Tasya bernafas lega.


.


.


.


Rafli mengatur emosinya namun terlihat sulit untuk ia tangani saat ini , ia memilih pergi keluar namun sebelumnya ia ingin melihat kondisi Ana saat ini. Rafli mendekati Ana dan tersenyum melihat Ana telah tertidur tapi hatinya mendadak ngilu melihat wajah Ana yang masih basah dan terlihat ujung matanya mengeluarkan air mata , terlihat juga bantal yang di pakai Ana nampak basah , Rafli yang melihatnya segera memberikan bantal yang terbaik untuk kepala Ana bersandar.


Cup


Rafli mencium kening Ana.


" Mas akan membersekan ini semua Ana. Mas pergi dulu , mas butuh ketenangan " gumam Rafli lalu beranjak pergi.

__ADS_1


.


.


.


Kini Rafli berada di sebuah club , lebih tepatnya masih berada di parkiran club , ia sebenarnya enggan kemari namun ia membutuhkan ketenangan.


Seorang wanita menghampiri Rafli yang baru saja menghempaskan bokongnya di sofa.


" Minumlah tuan , aku akan melayanimu " ucapnya manja dan ingin mendekat dengan Rafli..


" Pergilah , aku ingin sendiri " ucap Rafli lalu menenggak minuman manis itu.


" Tak apa tuan , tau aja kau membutuhkanku " ucapnya seraya memperlihatkan paha mulusnya dan membuka dua kancing baju bagian atasnya membuat bukit bulat miliknya menyembul malu-malu.


" Aku akan menuangkannya lagi " imbuhnya menuangkan alkohol kembali pada Rafli , Rafli sebenarnya seorang alkoholik namun ia membutuhkan ketenangan saat ini , ia merasa cobaannya kali ini berat..


" Pergilah " ucap Rafli dingin dan menatap wanita penghibur disampingnya dengan tajam membuat wanita yang berhasrat dengan Rafli itu takut seketika dan beranjak pergi.


" Kau menghianatiku sayang " ucap Rafli mabuk.


" Hikss....hikss.... kau jahat " imbuhnya


" Kenapa kau tega padaku " racaunya dan tanpa sengaja manager club tersebut melihat Rafli dan ia mengenalinya , dengan segera ia menghubungi seseorang dan berjalan mendekati Rafli , dimana tubuh Rafli kini kembali di sentuh para wanita bahkan di pipi Rafli pun ada lipstik wanita yang menempel.


" Kalian pergilah , jangan mengganggunya " ucap manager itu tegas membuat para wanita kecewa.


" Ada apa denganmu tuan " ucapnya lalu merebut botol minuman berakohol pesanan Rafli .


" Kembalikan botol itu " ucapnya dengan gaya mabuk namun kekeh sang manager menolaknya.


Rafli terus meracau tentang Ana namun sang manager tak mengetahui urusan pribadi Rafli.


" Ternyata tuan muda putus cinta " batinnya.


Tak lama kemudian Frans pun tiba di club miliknya saat beberapa menit yang lalu ia sedang bercinta dengan kekasihnya. Frans yang sedang dalam tanjakan itu terpaksa mengerem mendadak saat sang manager berkata " Tuan muda Rafli mabuk berat tuan " , mendengar itu membuatnya mencabut seketika dan meninggalkan kekasihnya yang merajuk.


" Kenapa dia dikasih minuman sebanyak ini " umpat Frans kepada managernya yang sibuk memperhatikan Rafli lalu berpaling kepada bos nya.


" Maaf tuan , saya baru saja keluar dari ruangan " jawab manager.


" Terlambat sedikit saja bisa-bisa dia di p*rkosa wanita disini " gumam Eric mengusap wajahnya kasar..


" Ada apa denganmu Rafli , kau sudah berjanji padanya tidak menyentuh minuman ini. Jika kau tadi tidur dengan wanita bagaimana nasibmu dan nasibku " geram Frans karena pasti Rafli akan berpisah dengan Ana lalu membunuh Frans karena tak menjaganya saat mabuk.


Frans ingin membawa Rafli pergi namun ia teringat jika di apartemennya sedang ada kekasihnya dan begitu juga dengan apartemen yang lain.


" Hallo " suara berat Jimmy yang baru saja terbangun.


" Ke club ku segera alamat xxxx , Rafli sedang mabuk berat " ucap Frans.


" Bawa dulu keapartemen terdekat atau milikmu " jawab Jimmy.


" Tidak bisa , aku tidak bisa menjaganya semalaman " ucap Frans.


" Rafli sedang patah hati " imbuhnya.


" Baiklah aku kesana , jaga dia dulu " ucap Jimmy lalu mengakhiri panggilannya dan segera menuju tempat dimana Rafli sedang mabuk.


" Semoga nona Ana baik-baik saja " gumam Jimmy berharap ucapan pelayan yang di mansion Rafli mengatakan yang sebenarnya bahwa Ana dalam kondisi baik.


Setiba Jimmy di club milik Frans , Jimmy sendiri sudah menarik perhatian para gadis sexy disana , dia hanya mencari dimana keberadaan Rafli.


" Bantu aku untuk membawanya " ucap Jimmy dingin , menatap Frans dengan mata elang miliknya.


" Kau jangan menatapku begitu " gerutu Frans..


Frans dan manager club membawa Rafli keluar menuju mobil Jimmy.


" Ayo masuk , kenapa kau di luar " sarkas Jimmy.


" Kenapa aku harus masuk " kesal Frans.


" Apa kau tak melihatnya , dia menciumiku dan menganggapku istrinya " kesal Jimmy.


Plakk tamparan didapatkan pipi Rafli , karena Jimmy merasa jiik.


" Eh setan , aku bukan istrimu " ucap Jimmy kesal..


" Ok baik lah " ucap Frans tertawa melihat ekspresi Rafli.


Suara gelak tawa Frans menggema di mobil Jimmy membuatnya melupakan kekasihnya yang menunggu , diam-diam ia menyiapkan kamera kecil di saku kemejanya guna merekam aksi Rafli yang sedang patah hati.


" Apa separah ini Rafli patah hati " ucap Frans kini serius kepada Jimmy.


" Mana ku tahu , aku mengenalnya saat dia kuliah di Harvard dan setahu ku hanya satu wanita ini yang sering membuatnya patah hati " ucap Jimmy


" Ana kan " sahut Frans.

__ADS_1


" Apa kau bisa mengikat tangannya " ucap Jimmy.


" Aku tak berani " jawab Frans cepat.


" Ana aku mencintaimu " suara Rafli seperti orang menangis.


" Rafli memangnya kenapa dengan Ana " tanya Frans ingin tahu inti masalahnya.


" Ana menduakan aku , dia berselingkuh , dia tidur dengan pria lain , tapi aku tak akan melepaskannya " ucap Rafli cekikikan.


" Mana mungkin Ana selingkuh " elak Frans.


" Hei pria bodoh ( menonyor kening Frans ) , aku mempunyai buktinya. Dasar bodoh " ucap Rafli .


" Kau yang bodoh , terlalu cinta dengan wanita. Dasar bodoh ( menonyor kening Rafli cukup keras ) " ucap Frans tergelak.


" Apa tanganmu tak terpakai lagi Frans " ucap Jimmy dingin membuat Frans nyalinya sedikit menciut.


" Kau seperti neneknya saja " gerutu Frans.


" Kita membawanya kemana " imbuhnya.


" Ke mansionnya saja " jawab Jimmy.


" Apa tak berbahaya bila Ana melihatnya " ucap Frans..


" Mansionnya banyak , tidak mungkin aku mengantarnya ke mansion utamanya " ucap Jimmy kesal.


" Apa buktinya Ana berselingkuh " pancing Frans kembali.


" Aku mendapatkan paket dan berisi foto Ana dan pria sialan itu " jawab Rafli tanpa sadar.


" Aku mau lihat " ucap Frans.


" Tidak , Ana itu hanya milikku termasuk fotonya dan kau ( kembali menonyor kepala Frans ) kau siapa " ucap Rafli..


" Sudahlah , aku malas bicara denganmu " ucap Frans kesal sendiri.


.


Mansion B.


Para pengawal yang berjaga tengah malam dengan sigap membuka gerbang membiarkan mobil Jimmy memasuki halaman mansion.


" Tuan muda kenapa bisa begini " tanya pengawal heran karena tuan muda mereka sedang mabuk dan pulang ke mansion ini.


" Siapkan kamarnya " titah Jimmy tanpa ingin menjabawab.


" Frans bantu aku memapahnya ke atas " pinta Jimmy..


" Ana kau hanya milikku " ucap Rafli sebuah kecupan mendarat kembali di pipi Jimmy , karena dengan cepat Jimmy menghindar jika tidak bibirnya telah di lecehkan oleh Rafli.


" Ku bunuh kau lama-lama " umpat Jimmy.


" Kau cocok menjadi selingkuhannya " ucap Frans tergelak..


" Berisik " ucap Rafli menampar pipi Frans.


" Gila , mabuk aja modelnya begini. Sial " umpat Frans yang selalu mendapat kekerasan.


Ceklek kamar Rafli terbuka , terlihat sangat Rapi dan bersih..


" Mansionnya banyak begini , apa cukup hidupnya punya istri hanya satu dan Rafli begitu bucinnya sama Ana . Punya besan sepertimu pasti hidupku wow " kelakar Frans.


" Rafli bukan seperti dirimu mempunyai hati yang bisa singgah kemanapun " jawab Frans.


" Kau bisa diam tidak " umpat Jimmy karena Rafli menarik tangannya.


" Kau " tunjuk Rafli lalu beberpa saat memejamkan matanya.


" Apa yang kau lakukan " tanya Frans.


" Memberinya obat tidur " jawab Jimmy.


" Kan bisa kita membawanya ke kamar mandi " tegur Frans.


" Aku harus segera menyelesaikan pokok masalahnya , secepatnya " ucap Jimmy datar.


" Kau pulanglah " imbuhnya pada Frans.


" Aku tidak bawa mobil " ucap Frans.


" Mobil di garansi mansion ini ada 3 " jawab Jimmy lalu membuka laci dan mengambil kunci mobil.


" Gunakan mobil yang paling jelek mansion ini " imbuhnya.


" Memangnya ada Rafli punya mobil jelek " tanya Frans.


" Ada , mobil seribu umat disana " jawab Jim , menunjuk mobil berwarna hitam yang ditaksir bernilai 300 juta rupiah.

__ADS_1


" Aku pergi " ucap Frans.


Jangan lupa like dan komentarnya ya


__ADS_2