Takdir Cinta

Takdir Cinta
Berjalannya rencana Viona


__ADS_3

'' Kenapa " tanya Ana kini memperhatikan mimik wajah suaminya yang begitu mendung .


'' Kenapa mas " tanya Ana kembali.


'' Karena.... " ucap Rafli menggantung membuat Ana makin penasaran.


'' Mas melakukan vasektomi '' ucap Rafli lirih namun Ana begitu kaget mendengar nya.


'' Vasektomi ... " ulang Ana.


'' Tapi kenapa mas . Kenapa kau lakukan itu mas " ucap Ana menatap lekat wajah suaminya .


'' Karena mas merasa empat anak saja ada di sisi kita cukup . Mas tidak ingin kau hamil lagi , melihatmu hamil mas terkadang tidak tega " ucap Rafli mencoba mencairkan suasana.


'' Jika kau tak tega , kenapa kau membuatku selalu hamil mas " seloroh Ana menatap sengit suaminya membuat Rafli tergelak .


'' Itu karena banyak pria yang mencoba mendekatimu makanya mas ingin kau hamil lagi , lagi pula mas menginginkan anak perempuan agar biasa menyaingi kecerewatanmu " ucap Rafli.


'' Dan pria yang menyukaimu menderitalah sudah "batin Rafli ..


" Ya kau benar mas. Saat ini hanya Jeje anak perempuan kita satu-satunya. Andai saja Zilva dan Kanya masih ada pasti rasanya sangat senang mendadani mereka dan memasak bersama " lirih Ana dan kini wajahnya begitu mendung.


" Ssstttt... Jangan menangis. Agar anak kita tak bersedih disana " ucap Rafli memeluk Ana dalam dekapannya .


" Aku rindu mereka mas " Isak Ana.


" Dengarkan mas . Suatu saat pasti kita akan berkumpul dengan mereka " ucap Rafli .


" Tapi sebelum itu , biarkan mas pergi lebih dahulu "batin Rafli , ia tak sanggup jika Ana pergi lebih dulu meninggalkannya .


.


.


.


Disaat Ana kini mengingat anaknya yang telah tiada , di belahan dunia lain terdapat seorang anak kecil yang bermimpi diculik dari orang tuanya.


" Daddy , mama tolong " Isak Ericana dalam tangisnya .


" Dad .. Tolong Ica gak mau ikut orang itu " ucap Ica membuat Eric yang mendengar segera mendekat ke arah ranjang Ericana sementara Vini terlelap karena lelah .


" Sayang bangun nak , ini Daddy " ucap Eric panik .


" Ericana bangun sayang " imbuhnya menepuk pipi Ericana .


" Daddy " sadar Ericana dari mimpi buruknya tangis bocah itu pecah karena mimpi yang begitu mengerikan baginya .


" Ericana mimpi apa sayang " tanya Eric saat Ericana dalam pelukannya.


" Ta.... tadi Ericana mimpi di culik dad , lalu Ericana di tolong dengan tante cantik tapi tante cantik itu jatuh kejurang dad " Isak Ericana hatinya begitu terluka saat melihat wanita yang menolongnya jatuh ke jurang.


" Itu hanya mimpi sayang . Jangan terlalu di fikirkan . Disini ada Daddy dan mama yang akan jagain Ericana " ucap Eric menjelaskan semua orang yang begitu menyayanginya dan akan melindunginya .


" Tapi dad " ucap Ericana.


" Tidurlah . Ini sudah malam . Daddy akan menemani mu " ujar Eric membuat Ericana menurut . Terlihat mimpi Ericana kini cukup menggangu ketenangan Eric hingga Eric berencana menambahkan pengawal khusus untuk Ericana dan Vini saat akan bepergian.


.


.


.


Rafli memakirkan mobilnya dengan apik saat ini , wajah lelah terukir diparas tampan nya.


'' Tuan. Maaf ini ada paket untuk nona Ana "ucap salah satu satpam yang bertugas dirumahnya. Rafli mencari nama pengirimnya namun bukan dari keluarga sang istri ataupun para sahabat istrinya.


'' Sejak kapan '' tanya Rafli dingin ...


'' Kemarin dan hari ini , tuan '' jawab satpam .


'' Baiklah . Lanjutkan tugas kalian '' ucap Rafli lalu berjalan pergi . Rafli memasukkan paket untuk Ana ke dalam tas kerjanya , ia tak akan memberikan Ana paket itu jika bukan para sahabat ataupun keluarganya yang mengirimkan .

__ADS_1


'' Mas akhirnya kau pulang '' sambut Ana terlihat berpenampilan cantik malam ini membuat wajah lelah Rafli lenyap seketika..


'' Mas tak akan lupa , kita akan makan malam romantis kan '' ucap Rafli ingin mencium istrinya namun Ana menahannya.


'' Mandi dulu mas '' ucap Ana dan diangguki Rafli dengan pasrah .


Cup Rafli mengecup gemas pipi istrinya kemudian segera berlari ke kamar mandi . sedangkan Ana memberengut kesal beruntung make up mahalnya tak luntur sedikitpun .


Sementara Dewa dan adik-adiknya sedang bersiap di posisi masing-masing . Dewa dengan wajah dinginnya menatap tajam Juna yang tanpa dosa. Sementara terlihat Jeje yang seperti seorang peri kecil dengan di temani Alex di sampingnya . Sedangkan Rava tengah menikmati kue buatan sang bunda , beruntung pelayan memberikannya kue potongan biasa bukan kue anniversary orang tuanya .


Kini Ana memakaikan Rafli sebuah tuxedo berwarna Putih pada suaminya sesuai dengan warna gaunnya . Ana tersenyum menatap sang suami yang begitu tampan malah semakin tegas kian hari ...


'' Ayo sayang '' ucap Rafli kali ini ia yang begitu bersemangat . Rafli telah menyiapkan kado untuk istrinya Meksi tau istrinya punya banyak akan hal itu namun Rafli tetap menjadikan kado itu sepesial dari beberapa kado yang telah ia siapkan.


Rafli tersenyum lebar saat melihat acara makan malam yang disiapkan oleh istrinya . Terlihat beberapa pelayan berdiri disana , wangi bunga yang menyejukkan fikiran serta ada lilin putih yang tak terhitung jumlahnya , mungkin Ana membelinya dari pabrik langsung saat memproduksi lilin dalam sekali produksi


" Selamat ulang tahun anniversary ayah dan bunda " ucap anak-anak serentak ...


'' Terimakasih anak-anak bunda " ucap Ana tersenyum ....


'' Oh Tuhan , anak-anak ayah begitu cerdas pintar sekali membuat ayah bangga " ucap Rafli dengan mata berkaca-kaca .


'' Jeje sayang sama ayah " ucap Jeje manja .


'' Iya . Ayah juga sayang sama Jeje dan semuanya " ucap Rafli .


Dewa membisikkan sesuatu kepada Jeje membuat Jeje menurut begitu saja.


'' Terimakasih sayang . Kau telah menyiapkan semuanya " ucap Rafli mengusap punggung tangan Ana kemudian mengecupnya. Acara lamaran mereka pun tak seromantis ini dulunya , penuh paksaan dan ancaman agar Ana menerimanya.


'' Berarti tidak hanya pria saja yang bisa menciptakan momen romantis tapi wanita juga " ucap Ana tersenyum simpul.


'' Selain cantik kau juga cerdas Ana " ucap Rafli tersenyum menatap wajah cantik sang istri.


Ana menjentikkan jarinya dan seketika mata Rafli terpusat kan pada layar proyektor berukuran 100 inci. Terlihat foto mereka waktu masih memakai seragam sekolah dan hingga mereka menikah sampai tibalah di hari ini terekam jelas disana . Ana mengambil foto yang menurutnya menarik dan mempunyai momen tertentu.


'' Aku merasa diriku kalah romantis " ujar Rafli membuat Ana tersenyum .


Tak hanya itu jentikkan jari Ana kedua membuat Rafli menganga tak percaya. Terlihat Dewa dan Arjuna menyiapkan menu makan malam romantis mereka secara teratur dan hati-hati. Dewa dengan khas wajah datarnya dan Arjuna dengan wajah senyum tebar pesonanya . Terlihat steak dan juga menu lainnya yang menggugah selera . Rafli menyuapi Ana dengan penuh kasih sayang dan Ana melakukan yang sama sementara anak-anak dibawa pergi dulu dari kawasan orang dewasa itu . Ingin sekali Rafli mengecup gemas bibir istrinya yang sedari tadi tersenyum memikat itu . Hingga tiba di mana puncak terakhirnya acara pemotongan kue pernikahan yang trolinya di dorong rebutan oleh Jeje dan Rava yang memang sedari dulu bagai tom & Jerry. Rafli tergelitik melihat reaksi Rava dan Jeje yang saling menyikut hingga kue itu sampai di hadapan Ana dan Rafli . Kue ulang tahun annivversay pernikahan mereka yang menginjak usia 14 tahun bersama , tak terasa sudah selama itu mereka berumah tangga dengan segala badai mampu mereka lalui .


Rafli tersenyum simpul saat sang istri memberikan jam tangan mewah yang melingkar di tangannya serta dasi yang menurutnya begitu menggelitik saat di pakai nanti , demi wanita yang di cintainya Rafli akan melakukan apapun meski itu memalukan .


.


.


.


Satu minggu sudah , Viona kehabisan cara untuk membuat rumah tangga Rafli dan Ana hancur namun hasilnya nihil . Ana dan Rafli terlihat semakin begitu romantis , bahkan Ana hampir setiap hari mengunjungi sang suami ke kantor dengan alasan mengantar makan siang . Bunga yang di jadikan pion olehnya kini menantangnya dan itu membuat Viona bertindak lebih jauh agar Bunga mampu menurutinya dan ternyata rencana Viona berhasil saat mengetahui Bunga menelepon Willy untuk menolongnya.


'' Aku tak perlu bersusah payah mengajak Willy bertemu karena pria itu datang untuk menolong kekasihnya . Setelah ini akulah dalang yang akan memainkan pion ku . Dan kali ini Willy harus di korbankan maka Bunga akan menurut apapun perintahku " ucap Viona dengan seringai yang menakutkan .


'' Jaga wanita itu baik-baik . Ini bayaran yang ku janjikan " ujar Viona kepada wanita tua yang mengurus Bunga selama ini .


Viona pergi menuju mansion Wijaya yang begitu luas setelah melakukan penyamarannya , kali ini target sasarannya adalah Lia . Viona berniat mengirimkan paket kerumah sang ibu dari pria yang ia cintai .


'' Aku yakin , jika foto yang ku kirim kepada Ana terjatuh di tangan Rafli namun jika ku kirim khusus untuk Lia maka suaminya tak begitu menyebalkan seperti Rafli yang selalu ikut campur urusan istrinya " gumam Viona lalu beranjak turun dari mobil.


.


.


.


'' Sayang hari ini jadi ke kantor mas " tanya Rafli merangkul pinggang ramping sang istri.


'' Aku dirumah aja mas. Ada Janji sama anak-anak " ucap Ana tersenyum .


'' Baiklah . Tapi jangan lupa perintahkan supir untuk mengirimkan makanan siang ku " ucap Rafli .


'' Itu pasti mas " ucap Ana semangat .


'' Sayang " ucap Rafli meragu .

__ADS_1


'' Ada apa mas " ucap Ana seraya mengantar Rafli menuju mobil yang telah stand by sedari tadi .


'' Bisa tolong buatkan mas manisan mangga " ucap Rafli ragu namun ia begitu menginginkannya.


'' Tumben mas. Kau suka yang masam-masam " ucap Ana heran karena Rafli selalu menghindar dari jenis makanan masam bahkan sang suami merasa ngilu jika melihat Ana mengunyah buah mangga muda begitu lahap di hadapannya .


'' Mas gak tau kenapa mas begitu ingin saja " ucap Rafli memelas .


'' Mas , tapi buah mangga yang muda aku gak stok " ucap Ana.


'' Karena seminggu yang lalu aku buat manisan dan aku bagikan ke mama dan yang lainnya " imbuhnya Ana . . .


'' Baiklah . Mas pergi dulu " ucap Rafli hendak masuk kedalam mobil .


'' Mas marah padaku " tanya Ana lirih .


'' Mas marah kenapa sayang " ucap Rafli bingung , ia hanya kecewa tak mendapatkan mangga itu bukan marah pada istrinya .


'' Aku bahkan belum mencium tangan mu " ujar Ana seraya mengambil tangan kanan Rafli lalu mencium punggung tangan Rafli .


'' Maaf , maafkan mas . Mas lupa sayang " ucap Rafli mengusap wajahnya kasar lalu sedetik kemudian mencium kening sang istri dengan begitu menghayati .


'' Ya sudah . Mas hati-hati ya " ucap Ana .


'' Iya sayang " ucap Rafli lalu masuk kedalam mobil. Sang supir pun membungkuk hormat pada Ana untuk segera beranjak.


Selama perjalanan Rafli selalu memperhatikan kanan dan kirinya hingga matanya melihat toko manisan namun senyumnya meredup saat toko itu belum di buka .


.


.


.


Lia yang teringat akan paket yang kemarin ia terima pun segera membukanya karena begitu penasaran dengan kotak yang cukup besar tersebut .


Tak ada nama pengirim namun di khususkan untuknya membuat Lia begitu penasaran...


Dada Lia terasa ingin lepas dari sarangnya saat melihat isi dari paket untuknya. Matanya berkaca-kaca melihat lembar demi lembar yang kini ada di tangannya. Tangannya bergetar hebat saat menyentuhnya .


'' Apa yang telah anakku lakukan . Tidak mungkin Rafli mengkhianati Ana . Ini pasti rekayasa tapi gambar ini terlihat begitu asli " ucap Lia .


'' Tidak . Tidak mungkin . Aku harus menemui Rafli " ucap Lia lalu beranjak menyambar kunci mobilnya , langkahnya begitu tergesa hingga Lia tak menghiraukan pertanyaan dari salah satu pelayannya . Pikirannya kini tertuju kepada anak yang paling ia sayangi.


Lia melangkah memasuki Perusahaan milik suaminya dengan wajah datarnya tak ada senyum yang terbingkai di wajah awet mudanya saat pegawai kantor menyapanya ...


'' Pagi Nyonya Lia " sapa Bianca ramah .


'' Apa anakku ada didalam " tanya Lia dengan nada menahan emosi yang meluap .


'' Ada bar... " ucap Bianca terhenti secara spontan saat Lia menerobos masuk ke dalam ruangan dimana Rafli berada .


'' Barusan aja selesai meeting " gumam Bianca , ia merasa heran melihat Lia yang datang secara mendadak tak seperti biasa dan terlihat raut wajah Lia tak seramah biasanya namun itu bukan urusannya.


Sementara Rafli terlonjak kaget melihat sang mama yang menutup pintu ruangannya begitu keras.


'' Mama " ucap Rafli kaget .


'' Tutuplah pintu nya dengan pelan " protes Rafli namun seketika matanya memicing melihat raut berbeda dari sang mama yang terlihat ingin menelannya hidup-hidup.


Plakk.... Tamparan kencang mendarat di pipi anak bungsunya itu.


'' Apa yang telah kau lalukan Rafli " teriak Lia bersamaan dengan air mata yang menetes.


'' Apa maksud mama . Aku tak mengerti apapun '' ucap Rafli heran . Ia ingin marah namun tak jadi melihat Lia yang malah menangis di hadapannya.


'' Ma kita bicara disana dulu ya " ucap Rafli membimbing Lia menuju sofa.


'' Jelaskan padaku ma " ucap Rafli , merasa heran dengan kedatangan Lia lalu menamparnya dengan begitu kuat bahkan dipastikan terasa perih di tangan Lia saat ini.


'' Apa ini " ucap Rafli saat Lia melempar amplop yang mengenai wajah bingungnya .


Jangan lupa like dan komen...

__ADS_1


Ini akan jadi konflik terkahir dan akan menuju episode menjelang tamat ya . Disini juga asal mula rahasia semua akan terbongkar , termasuk penyebab penculikan Ana waktu itu. Eric juga lambat laun akan mencintai Vini . Kita mulai dengan bagaimana cara Rafli menutupinya dari Ana hingga Ana di pertemukan dengan Ericana.


Selamat membaca 😊


__ADS_2