
Tiga bulan kemudian .
Rafli yang terus merengek meminta anak membuat Ana melakukan ide jahilnya.
Rafli menatap aneh Ana , ia mengira Ana memintanya bertelanjang dada karena ingin bermesraan dengannya namun kenapa ada buah semangka dan ada dua buah melon sedang seukuran dada Ana , itulah yang ada dalam benak Rafli.
'' Kemari mas " ucap Ana dan Rafli menurut saja mendekati Ana ...
'' Kau ingin punya anak kan " tanya Ana dan Rafli mengangguk ia selalu terhipnotis jika Ana menatap nya demikian.
'' Tapi kau harus merasakan mas , rasanya jadi wanita hamil " ucap Ana tersenyum menyebalkan .
'' Mas tidak punya rahim Ana " seloroh Rafli .
'' Meski kau tak punya rahim , kau akan merasakannya mas " ucap Ana seraya mengambil isolasi dan gunting.
'' Apa yang akan dilakukannya " batin Rafli melihat buah semangka di tangan Ana kini .
" Eh sayang , apa yang akan kau lakukan " protes Rafli saat Ana memulai dengan meletakkan semangka bulat nan utuh menyatukannya dengan perut sixpack nya lalu Ana merekatkannya dengan lakban bening...
Kini Rafli mengerti maksud Ana seperti apa dan alasan kenapa buah - buahan itu ada disana. Rafli tak akan menyerah meski Ana membuatnya seperti bumil yang usia kandungannya delapan bulan .... Ana tersenyum senang saat Rafli seperti ibu hamil tinggal mengenakannya daster dan memoles wajah Rafli plus wik maka siapapun tak akan menyangka jika Rafli pria yang tegas dan juga tampan...
Rafli bangun dengan begitu susah dari sofa yang ia duduki karena buah semangka bak perut ibu hamil dan melon sedang seperti buah dadanya sementara tawa Ana pecah melihat Rafli yang susah bangun dari duduknya ....
'' Bagaimana mas … rasanya " ucap Ana tersenyum menyebalkan....
'' Mas tak akan menyerah " ucap Rafli dan ia berhasil bangun lalu membungkam mulut Ana agar tertawanya terhenti , sedangkan Ana kini terbelalak karena kini posisinya di sudutkan oleh suaminya.
'' Kita belum mencobanya kan sayang , kita akan bercinta dengan posisi ibu hamil ini di atas dirimu " ucap Rafli menggoda Ana.
'' Kau gila mas , aku bisa mati penyet jika begitu " ucap Ana , tubuh Rafli yang tegap dan atletis cukup membuatnya kewalahan apalagi di tambah semangka dengan berat empat kilo dan kedua melon itu .
'' Kau bisa diatas ku sayang , sambil kau elus perut ini . Tau aja dedeknya bergerak " ucap Rafli menggoda sang istri..
'' Mas .... " ucap Ana terhenti karena Rafli kembali membungkam bibirnya , hal yang diucapkan Rafli pun terjadi hingga kini Ana terlihat cemberut dalam posisi apapun suaminya tak kan terkalahkan olehnya....
'' Semoga cepat hadir ya sayang " ucapnya mengecup perut langsing Ana yang kini tanpa sehelai benang pun.
Satu bulan kemudian....
Penghuni mansion Rafli mendadak di gemparkan saat Ana di temukan tak sadarkan diri oleh BI Jum.
Bi Jum , baby sister yang merawat anak Ana dan atas rokemendasi dari mama Lia yang tidak ingin Ana terlihat lelah. Mama Lia sendiri sadar jika Rafli begitu manja kepada Ana dan Rafli merupakan bayi besar Ana yang perlu di urus ekstra.
Awal pertemuan mama Lia dan bi Jum , kala itu mama Lia mengajak Arjuna dan Dewa berjalan-jalan namun naas saat mama Lia terlalu fokus dengan Arjuna hampir saja Dewa tertabrak mobil , beruntungnya ada bi Jum saat itu yang menolong Dewa hingga dirinya yang terluka meski tak begitu parah. Keluarga Abdi sangat bersyukur karena Dewa tidak terluka sedikitpun , hingga Lia meminta bi Jum mengurus anak-anak Rina dan Yul saat mereka di Indonesia dan bi Jum begitu menyukai anak-anak hingga akhirnya Yul dan Rina memutuskan kembali ke Korea membuat bi Jum merasa kesepian hingga ia di tugaskan Lia mengurus dua putra mahkota Wijaya yaitu Dewa dan Arjuna . Awalnya Ana dan Rafli menolak namun melihat Dewa dan Arjuna mudah dekat dengan bi Jum membuat Rafli menerimanya karena Abdi dan Rafli telah menyelidiki lantar belakang bi Jum tanpa ada terlewat. Bi Jum seorang janda dari desa yang hidup dengan anak gadisnya , kini anak gadis itupun di kuliahkan oleh keluarga Wijaya di luar negeri sebagai rasa berhutang nyawa Dewa saat itu , tidak bisa di bayangkan oleh keluarga Wijaya jika Dewa terluka saat itu .
" Ya Allah nyonya muda " ucap bi Jum saat ingin mengantarkan Arjuna pada sang bunda .
Bi Jum keluar dan memberitahu bi Susi yang segera menghubungi Rafli yang kini berada di kantor.. Rafli segera membatalkan meeting pentingnya mengingat sang istri yang begitu berharga tak sadarkan diri.
Rafli tiba di mansion bertepatan dengan dokter Puspa yang datang , dokter cantik itu pun kini telah memiliki seorang putra yang masih begitu kecil . Rafli melengos begitu saja segera menuju lantai atas menggunakan lift dan dokter Puspa ikut masuk kedalamnya.
" Ana " ucap Rafli begitu cemas dan ia segera meraih Arjuna yang menangis sedangkan Dewa menatap sedih sang bunda.
__ADS_1
" Maaf , beri saya ruang untuk memeriksa nona " ucap dokter Puspa membuat para pelayan yang mengkhawatirkan Ana menyingkir.
Dokter Puspa memeriksa dengan teliti , terlihat pancar kebahagian dokter Puspa karena ia yakin jika Ana kini tengah berbadan dua ...
'' Dokter , bagaimana keadaan bunda " tanya Dewa yang begitu mencemaskan keadaan bundanya...
'' Anak baik , bunda mu baik-baik saja " ucap Puspa tersenyum.
'' Bagiamana baik-baik saja , istriku pingsan begitu " seloroh Rafli tak terima ...
'' Temui lah dokter Neti agar mengerti kenapa Ana bisa pingsan akibat kelelahan ini " ucap dokter Puspa , ia pergi begitu saja .
'' Hei dasar dokter laknat " ucap Rafli , namun ia tak percaya dokter lain yang menangani sang istri dan keluarganya.
Arjuna yang telah diam ia kembali di urus oleh BI Jum , Rafli menitipkan sang anak kepada Bi Jum , namun Dewa tetap kekeh ingin ikut kemana sang bunda di bawa.
'' Mas , aku mau kau bawa kemana " tanya Ana mulai tersadar saat merasa tubuhnya melayang.
'' Kau sudah sadar sayang " ucap Rafli bahagia.
Hoek...Hoek... , Ana yang tak tahan menahan mual akhirnya memuntahkan isi perutnya di pakaian yang Rafli kenakan , ia tidak jijik . Rafli segera membuka bajunya dan membersihkan mulut Ana dengan tisu.
'' Kita harus segera kerumah sakit '' ucap Rafli tegas , ia bertambah cemas melihat kondisi Ana yang lemah .
Dirumah sakit tepatnya diruang dokter obgyn
Ana sedang berbaring atas intruksi dokter Neti... dokter Neti tersenyum saat melihat layar monitor begitu juga dengan Rafli , pengalaman mempunyai dua anak telah membuatnya mengerti dengan pandangan ke layar monitor tersebut .
'' Istri ku hamil dok " ucap Rafli yang malah memulai pertanyaan.
'' Namun kandungan nona Ana kali ini lemah tuan " ucap dokter Neti menghela nafas panjang.
'' Kok bisa dok " tanya Rafli terlihat bersedih.
'' Karena usia kandungan masih muda dan nona Ana kemungkinan mengandung bayi kembar " ucap dokter Neti , karena ia melihat rahim Ana yang sedikit lebih melebar .....
'' Untuk lebih memastikan Anda bisa membawa nona Ana tiga minggu lagi untuk pemeriksaan " ucap dokter Neti karena janin akan terlihat kembar saat memasuki usia kehamilan sekitar enam Minggu atau lebih sedangkan usia kandungan Ana baru saja tiga Minggu , dokter Neti menjelaskan secara detail kepada Rafli dan Ana yang menyimak semuanya dengan teliti , dokter Neti menyarankan Ana untuk menginap namun Ana begitu enggan menginap dirumah sakit tempat yang paling tak nyaman baginya .
Alexa sendiri segera menembus resep vitamin guna menjaga kandungan Ana.
Minggu berganti Minggu kini keluarga Wijaya dan Gunawan kembali berbahagia karena telah hadir dua anggota baru yang masih di kandung Ana . Rafli begitu protektif sama hal nya seperti Dewa , ia merasa dirinya lebih mengerti dari pada ayahnya . Seperti hal nya untuk membuat susu saja mereka berlomba memberikan yang terbaik untuk bidadari tak bersayap mereka ....
'' Bunda , minum susu buatan Dewa saja '' ucap sang anak memelas kepada bundanya....
'' Sayang , hargailah mas ... Oke " ucap Rafli tak mau mengalah .
'' Ayah . Cobalah sekali-kali mengalah denganku " ucap Dewa seolah selama ini ayah nya tak mengalah.
'' Baiklah , kini kita bagi tugas.... Bunda buatkan susu untuk bunda dan ayah yang mandikan bunda bagaimana " ucap Rafli sontak saja Ana menyemburkan susu hangat yang baru saja ia minum....
'' Untuk hal itu bunda bisa mandi sendiri , tidak boleh ada yang mengganggu " ucap Ana tegas.
'' Dan yang membuatkan susu untuk pagi hari Dewa sedangkan ayah membuatkan susu untuk bunda saat malam .... dan kalau bunda mengidam harus sama ayah " ucap Ana membuat Rafli menghela nafasnya dalam .... Semoga aja kedua anak kembar nya jika mengidam tidak seperti Arjuna hanya karena makanan atau sebuah barang Ana ingin membelinya dari negara asalnya. Ntah seperti apa Arjuna jika dewasa nanti.
__ADS_1
'' Mas kau tidak bekerja " tanya Ana kepada tukang pijat pribadinya .
'' Ini mas lagi bekerja " jawab Rafli sambil menggoda Ana..
'' Aku bertanya kerja di kantor mas , bukan memijat kakiku " ucap Ana mulai emosian.
'' Kau ini , tidak menyambung " imbuhnya seraya menarik kaki ya sedang di pijat.
'' Tidur di luar " ucap Ana seraya melempar guling pada Rafli , Rafli membelalakkan matanya. Bagaimana bisa Ana mengusirnya untuk pertama kali tidur di luar .
'' Mas gak bisa sayang jauh dari kamu " ucap Rafli membuka selimut Ana .
'' Aku bilang tidur di luar ya di luar " ucap Ana ....
'' Mas kan suami mu sayang , dosa loh ngusir suami " ucap Rafli memperingati...
''' Mas , ranjang ini terasa sempit mas " ucap Ana , bagaiman bisa ranjang yang dapat di muati sepuluh orang bagi Ana begitu sempit untuknya dan Rafli.
'' Haduh ada aja alasannya " batin Rafli , ia pun pasrah untuk tidur di luar , jika Ana terlelap ia akan masuk kedalam.
Rafli yang di usir keluar hanya bermodalkan sebuah guling dari kamarnya . Rafli melihat kamar anak pertamanya , terlihat Dewa sedang tertidur pulas , Rafli mencium kening sang anak. Anak yang ia anggap dulu bukan darah dagingnya , hingga kini rasa bersalah masih mendominasi hatinya jika mengingat akan hal itu hingga Tuhan menciptakan wajah Dewa serupa dengannya .
" Maafkan ayah jika dulu pernah meragukan mu sebagai anak kandung ayah dan ayah juga menyesal menyakiti fisik dan hati bundamu saat itu. Jika kau suatu saat mengetahui hal menyakitkan itu , ayah mohon padamu . Jangan membenci ayah " batin Rafli dan cairan bening itu menetes begitu saja tanpa izin darinya.
" Selamat malam anak ayah , mimpilah yang indah untuk menyambut hari esok yang lebih indah " gumam Rafli , lalu ia menutup perlahan kamar Dewa.
" Tuan muda " sapa bi Jum membawa satu teko air kedalam kamar Arjuna , ya Arjuna begitu dekat dengan sosok bi Jum karena bocah cilik itu memang mempunyai sifat yang begitu mudah bergaul berbeda dengan sang kakak.
'' Apa Arjuna sudah tidur bi " tanya Rafli tanpa sadar ia membawa guling di tangannya.
Bi Jum menatap Rafli heran namun ia enggan untuk bertanya karena merasa tidak sopan.
'' Sudah tuan " jawab Bi Jum.
'' Aku di usir Ana malam ini bi " ucap Rafli menahan malu nya sementara bi Jum cukup kaget , ia kasihan terhadap anak majikannya ini karena di saat Ana hamil kembar ini membuat Rafli cukup tersiksa menghadapi tingkah laku Ana yang mudah emosi
'' Apa tuan berniat ingin tidur dengan den Arjuna " tanya bi Jum.
'' Tidak bi , karena saat Ana terlelap aku akan masuk ke kamar " ucap nya dan di balas senyum oleh bi Jum.
Rafli melihat wajah putra keduanya begitu damai , ia menerima jika garis wajah anaknya jauh berbeda dengannya , dari segi sifat bocah cilik ini begitu murah senyum melebihi Ana sang bunda bahkan anak ini mempunyai sifat sedikit kocak seperti Frans .... Rafli juga benci sekali dengan Frans karena suka menggodanya .
'' Ah jangan , aku tak ingin Arjuna menjadi sepertinya , pacarnya dimana-mana bahkan suka main celup sana sini " batin Rafli , ia bergedik ngeri membayangkannya . Ia akan mengawasi anaknya kelak hingga ajal menjemputnya yang menandakan masa tugasnya telah habis sebagi seorang ayah .
Rafli mencium kening Arjuna lalu berpamitan kepada Bi Jum karena Rafli ingin menyusul tidur di samping istri tercintanya .
klek...
" Astaga , Ana menguncinya " ucap Rafli ... ia menggerutu karena lupa membawa cardlock dan kata sandi pun ternyata di ganti Ana.
" Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya " gumam Rafli panik ia segera menuju ruang kerjanya yang mempunyai sambungan cctv di kamarnya , terlihat jelas jika sang istri tengah tertidur nyenyak .. Rafli memilih mengerjakan tugas kantor nya malam ini seraya melihat Ana yang tengah tertidur dari layar laptopnya .
Jangan lupa like dan komentarnya ya...
__ADS_1
Selamat membaca... Saya sangat berterimakasih kepada yang sudah like dan komentar...
Next episode berikutnya bakal dipersingkat ceritanya karena rencana di cerita ini episodenya gak begitu panjang , nanti bakal ada konflik besar yang akan di hadapi oleh Rafli dan Ana ... Endingnya kita lihat aja nanti.... Terimakasih .