
" Adam " panggil wanita yang cantik dan tersenyum padanya.
'' Ka ...kau " ucap Adam gugup.
" Maaf " imbuhnya seraya berdiri.
''' Aku kembali menyakiti hatimu "imbuhnya merasa bersalah.
'' Aku yang seharusnya minta maaf , karena sejak awal menikah aku yang melakukan kesalahan hingga kau terpaksa menikahiku '' jawab Jennifer masih tersenyum.
'' Dia wanita yang baik ya , hingga kau sulit melupakannya hingga kini '' ucap Jennifer menutupi luka perih di hatinya dengan senyum palsunya.
'' Bukan begitu , maksudku hanya '' ucapan Adam terpotong..
'' Itu hanya masa lalu mu Adam dan aku tidak peduli. Terimakasih jika kau sudah mencintaiku meski aku tahu posisi wanita itu masih menjadi rating tertinggi di hatimu tapi tak mengapa , aku cukup bahagia walaupun cintamu hanya secuil debu untukku '' ucap Jennifer tersenyum getir.
Adam mengusap wajahnya kasar ..
'' Apa kau mendengar semuanya '' tanya Adam.
'' Tentu , dari mulai lesung pipi hingga kau ingin menjodohkan putri kita dengan wanita yang kau cinta , sebagai pengobat rasa cintamu yang tak mungkin berbalas '' ucap Jennifer , ia pun menyindir sedikit Adam dengan perkataan terkahir yang ia tekan. Wanita mana yang tak sakit hati dan kecewa jika lelaki nya mempunyai rasa cinta kepada wanita lain bahkan lelakinya begitu memuja , apalagi Adam suaminya.
'' Sungguh aku minta maaf akan hal itu '' lirih Adam.
'' Aku memaafkanmu Adam '' ucap Jennifer tulus.
'' Kau bohong Jen '' ucap Adam tak percaya.
'' Buat apa aku berbohong , aku sungguh memaafkanmu '' ucap Jennifer meyakinkan.
'' Terimakasih '' ucap Adam memeluk Jennifer dan mengecup bibirnya sekilas.
'' Ayo kita duduk '' pinta Adam dan dituruti Jennifer.
'' Kau lihat putri kita menghancurkan bunga tulip milik nenek '' ucap Jennifer sedikit cemas....
'' Biarkan saja , jika nenek marah kita punya kartu as nya '' ucap Adam dan mendapat cubitan manja dari Jennifer.
'' Oh ya , kenapa kau berniat menjodohkan putri kita dengan putra Ana '' tanya Jennifer.
'' Kenapa bukan putra kita saja yang kita jodohkan dengan putri Ana '' imbuhnya , karena jika putri kecilnya nanti menikah otomatis Jeni akan ikut dengan suaminya , Jennifer belum sanggup melepaskannya Meksi persiapannya masih dua puluh tahunan.
'' Yang ku tahu , putra Ana keduanya laki-laki. Ana belum ada anak perempuan . Itu alasan pertamaku yang pasti saja '' ucap Adam.
'' Alasan yang kedua adalah karena ..... '' ucap Adam ragu.
'' Apa... '' tanya Jennifer.
'' Jika kita menjodohkan putra kita dengan putrinya , otomatis dari pihak calon besan kita menolak . Kau tau kan , sejarah kelam kehidupan bebas ku. Aku Casanova , mana mau mereka punya menantu laki-laki dari anakku. Mereka pasti takut putrinya tersakiti '' ucap Adam sendu , namu di jawab tawa menggelegar dari Jennifer.
'' Itu hanya masa lalu ... Tapi itu benar juga hahaha '' ucap Jennifer , ia tak mempermasalahkan masa lalu Adam , sejak ia bertekad menjadi istri yang terbaik untuk Adam.
'' Kau malah tertawa '' gerutu Adam.
'' Oh ya , apa kau tadi memberikan kode padaku '' tanya Adam dengan pemikiran mesumnya .
'' Kode apa '' tanya Jennifer polos.
'' Kau ingin menjodohkan putra kita dengan putrinya Ana . Dan kau tau kita baru mempunyai seorang putri, apa kau ingin sekarang kita membuat adik untuk Jenni '' goda Adam membuat rona merona di pipi Jennifer membuat Adam menatapnya gemas.
'' Ti....tidak '' ucap Jennifer mundur ...
'' Ayo Jenni kita kesana. Kita tinggalkan Daddymu yang tak waras ini '' imbuhnya berlari pergi meninggalkan Adam sendirian yang kini tertawa senang.
Sementara Darwin tersenyum senang saat Ines menerima permintaan nenek Rose dan kini Ines mau tidak mau segera melakukan akad nikah yang telah di persiapkan oleh kerabatnya yang lain.... Imanuel tak berada disana karena hanya keluarga Darwin dari pihak ibu nya saja yang berada disana...
Kini status Ines berubah dalam satu hari saja , ia menyandang status istri Darwin pria perhatian dan lemah lembut namu bukan lemah gemulai...
'' Ines , apa kau tidak merencanakan merayakan pernikahan mu '' tanya sang nenek Rose tetap memainkan drama nya.
'' Belum nek '' ucap Ines singkat.
'' Kenapa , apa kau malu karena statusmu menikah denganku '' tanya Darwin.
'' Bukan begitu , terus terang . Aku belum siap dengan pernikahan kita '' jawab Ines .
'' Maaf ya , jika permintaan nenek terkesan memaksamu '' lirih nenek Rose merasa bersalah .
'' Nenek hanya ingin kau ada yang menjaga . Meski kau pandai menjaga diri namun dengan ada suami dirimu lebih terjaga '' imbuhnya memberi pengertian . Obrolan mereka pun berlanjut hingga Ines memutuskan kapan acara resepsinya di gelar , sementara di hati nenek Rose dan Darwin mereka begitu bahagia karena rencana nya berhasil begitu saja.
.
.
__ADS_1
.
Wira pusing tujuh keliling saat ia sudah merasa lelah mencari investor yang mau menanamkan sahamnya , dengan penarikan saham besar-besaran dari para investor nya membuat ia merugi besar bahkan bahan yang sedang produksi pun di tengah jalan.
'' Mas , ada investor baru ingin bertemu '' ucap sang kekasihnya manja.
'' Jaga sikap mu Vita , ini di kantor '' geramnya membuat Vita memucat , tak pernah kekasihnya segalak ini.
'' Baiklah '' ucapnya lirih.
'' Mari Bu , silahkan masuk '' ucap Vita ramah .
Ceklek.
'' Kau '' pekik Wira saat melihat wanita berparas cantik yang tak lain adalah Rina . Rina dan Rafli telah menyusun rencana untuk membuat Vira berada digenggaman nya , Rafli akan mengakusisi perusahaan Wira menjadi milik Ana.
'' Apa kabar '' tanya Rina mengejek di dampingi dengan dua bodyguard super milik Ana , di kemejanya terselip kamera tersembunyi membaut Rafli ingin mengetahui cara kerja kakaknya menekan Wira seorang buaya darat cap ubur-ubur itu .
'' Apa mau mu '' bentak Wira.
'' Apa kau tuli dan juga bodoh . Tentu aku akan menjadi investor di perusahaanmu '' jawab Rina se angkuh mungkin.
'' Cih , kau hanya kakak dari seorang Ana yang sombong itu. Kalian punya apa '' ucap Wira.
'' Wuekk... kau sudah mau bangkrut tetap saja sombong minta ampun. Baik aku akan pergi , tapi besok kau jangan mengemis padaku untuk menjadi investor di perusahaan mu. Bahkan dalam tiga Minggu kau bersiap saja membusuk di penjara karena hutangmu yang sama besar seperti kesombongan mu '' caci Rina , ia termasuk tipikal orang yang mudah emosi meluap.
'' Tunggu '' cegah Wira saat Rina hendak melangkah keluar , ia akan menjalankan sesuai rencana.
'' Duduklah '' ucap Wira sopan...
'' Cih ... aku tak suka wajah munafikmu itu '' geram Rina.
'' Maaf , langsung saja '' ucap Wira.
'' Aku akan menanamkan sahamku disini sebesar 80% '' ucap Rina membuat Wira meragu , sekaya apa wanita di depannya.
'' Dengan syarat , jangan sekalipun usik semua yang bersangkutan dengan toko kue Rindu '' ucapnya tegas.
'' Ana , masih keturunan keluarga Abdi Wijaya '' ucap Rina membuat Wira tak percaya begitu saja.
'' Kau jangan membual nona '' ucap Wira kesal.
'' Lalu dari mana kami bisa menanamkan modal 80% kesini '' bentak Rina.
'' 20% sahamku sama dengan 400 milyar nona '' ucapnya .
'' Baik , kau baca dan tanda tangani lah '' ucap Rina menyodorkan surat perjanjiannya.
Wira merasa terjebak disini baik itu 80% atau 100% , ia dapat menyimpulkan bahwa perusahaan keluarganya akan di bawah kendali Ana , ia ingin Ana tunduk kepadanya dan menyerahkan diri namun malah ia di bawah kendali wanita itu.
'' Sial , bagaimana bisa ... apa benar mereka masih keluarga Wijaya namun tak diragukan jika melihat daya mereka mampu membeli seluruh saham di perusahaan ku. Apa aku terima saja 80% , meski Ana yang mengendalikan ku paling tidak aku bisa dekat dengannya " batin Wira.
" Baiklah " ucap Wira sepakat .
" Apanya yang baiklah " tanya Rina.
" Kau jangan bermimpi , karena Ana telah memiliki tunangan " ucap Rina menebak jalan pikiran Wira.
" Apa maksud mbak Rina Ana akan bertunangan , bilang sudah menikah apa susahnya " ucap Rafli hanya mampu marah di ujung sana .
" Baik , aku terima invetasi dari pihak kalian 80%. Aku tidak akan menjual sahamku keseluruhan... itu sama saja , menjadi pengangguran meski aku tetap bergelimang harta ... Aku siap berada dibawah kendali kalian " ucap Wira yakin.
" Masa bodoh dengan status Ana , baik punya tunangan atau suami. Aku akan tetap mendekati nya bahkan mejadikan ia wanitaku " batin Wira.
Masuklah seorang pengacara dari pihak keluarga Wijaya membuat Wira yakin akan ucapan Ana. Meski saham Wira 20% saja namun ke untungan perusahan begitu terjamin dan ia mendapatkan ke untungan cukup besar.
" Baiklah semua sudah jelas dan akan segera di urus pengacara keluarga Wijaya " ucap Rina.
" Dan perlu kau ketahui , Ana tidak akan pernah mengunjungi kantor ini Meksi ini perusahaan atas namanya . Rafli Abdi Wijaya lah yang akan mengurusnya . Semoga kau betah di bawah kepemimpinannya " ucap Rina tersenyum senang.
" Kenapa bukan Ana langsung atau kau saja " tawar Wira.
" Aku terlalu sibuk dan Ana ia juga sibuk karena mengurus lelakinya yang begitu posesif. Oh ya aku tak punya waktu... Permisi " ucap Rina membiarkan Wira membeku atas keputusannya.
'' Aduh , kenapa pria kejam dan dingin itu yang mengendalikan ku , bukan Ana tau kakak perempuannya saja '' gerutu Wira .
Rafli tertawa senang saat melihat kenestapaan kehidupan Wira .
'' Itu belum seberapa Wira , ini baru awal dari kehidupan burukmu. Beraninya kau mengancam ingin menghancurkan istriku " gumam Rafli dan ia pun segera melanjutkan pekerjaannya usai Rina menjalankan tugas dengan baik meski Rina sedikit menggodanya tadi.
Dewi memasuki ruangan Rafli dan ia memberitahu kepada Rafli secara langsung jika banyak perusahaan yang menginginkan kerja sama dengan RA group. Dewi menjelaskan secara terperinci tentang perusahaan yang ingin bekerja sama kepada bos nya itu. Selagi ia fokus membaca telinga Rafli juga fokus mendengarkan.
'' Bukankah ini perusahaan orang tuanya Viona tapi mengapa menjadi nama orang lain , bukan miliknya ataupun milik kakaknya itu " gumam Rafli . Dia teringat bahwa Viona pernah memohon kerja sama padanya.
__ADS_1
'' Kau kirim email kepada empat perusahaan ini bahwa permohonan kerja samanya di terima '' perintah Rafli karena empat perusahaan itu mempunyai citra yang baik dan tak cacat dalam hal apapun .
.
.
.
Hari telah berganti begitu juga Minggu namun Ines belum berani memberitahu tentang status terbarunya kepada sahabatnya dan Darwin pun dengan selalu pengertian mengerti Ines , bahkan Darwin tak mempermasalahkan jika ia harus tidur di sofa.
Saat ini Ana tengah membawa anak -anak tampannya menuju perusahaan dimana suaminya bekerja . Ya perusahaan RA group kini milik Ana , dengan saham 99 % dan ia tak mengetahui jika suaminya membeli perusahaan milik pria yang mengancam menghancurkan usahanya itu .. Ana sendiri tak pernah mengecek pundi-pundi di dalam ATM nya jika ia ingin memberi makan untuk penduduk dua negara padat pun ia tak akan jatuh miskin.
Enam bodyguard Ana dengan setia menemani nona bos mereka , dan kini hanya Alex yang bertugas menjaga keamanan nona mudanya mulai dari lobi hingga keruang CEO .
Dewa berjalan dengan cueknya menatap aneh dengan senyuman para karyawan perusahaan yang kelak akan menjadi miliknya itu ...
Sedangkan Arjuna menebar senyum sendiri saat menatap situasi yang begitu baru untuknya , berbeda dengan Dewa yang suka di bawa Abdi masuk kedalam perusahaan miliknya. Sepertinya Dewa dari kecil sudah mencium bau bisnis .
'' Cantik sekali istri bos kita , anaknya dua tapi body nya aduhai '' ucap karyawan laki - laki yang tadi di dahului Ana..
'' Iya . Gw penasaran hingga kini sama wajahnya '' sahut yang lainnya.
'' Wajar dong bodynya gitu . Duitnya aja banyak , mau minta apa tinggal tunjuk '' sahut karyawan wanita yang iri meski ia termasuk primadona di perusahaan itu .
'' Syirik aja Lo , dengan nona bos '' sahut karyawan wanita lain yang begitu kagum dengan diri Ana.
'' Ehm '' deheman Jimmy mampu membaut karyawan yang bergosip menjadi kelabakan dan Rahma hanya tertawa akan hal itu .
'' Ayo sayang '' ucap Jimmy yang kini berani terang - terangan menggandeng Rahma meski di hadapan publik sekalipun , ia juga menyiapkan bodyguard serta pengawal bayangan untuk menjaga Rahma . Jimmy sendiri dengan senang hati mengajari Rahma bela diri agar wanitanya juga mampu menjaga dirinya sendiri. Berbeda dengan Rafli , ia tak mau Ana kelelahan jika harus belajar bela diri , meski Ana belajar bela diri dan dasarnya secara diam - diam dengan Alexa dan ia juga belajar menembak , maka dari itu ia begitu dekat dengan Alexa . Ana berfikir jika tidak selamanya ia akan terus bergantung kepada para bodyguard nya jika suatu saat bodyguard berniat menikah , Ana sendiri pun tidak tau peraturan menjadi bodyguard Rafli begitu mempengaruhi hidup masa mereka .
Tok...tok....
Ceklek
Kehadiran Ana serta anak-anak di sambut bahagia oleh Rafli , beberapa hari ini ia memang begitu sibuk hingga saat pergi dan pulang kerja kedua jagoannya dalam keadaan tidur.
'' Nona '' sapa Dewi sopan dan di jawab senyum dari Ana.
Dewi mencolek pipi Dewa namun bocah kecil dengan pemikiran dewasanya dan gaya jual mahalnya itu menatap horor kepada tante-tante yang mencolek dirinya . Dewi tersentak kaget dengan reaksi Rafli junior ini..
'' Dia lebih galak dari pada bapaknya , padahal usianya belum empat tahun " batin Dewi .
" Hai Arjuna " sapa Dewi dengan wajah lucunya tentu Arjuna tertawa riang melihatnya .
" Sayang , kau bawa apa " tanya Rafli karena Ana bukan menegurnya malah asyik berbicara dengan Dewi.
" Apa ayah tidak melihat yang di bawa oleh bunda '' sahut Dewa yang tidak suka basa-basi.
Dewi menahan senyum akan hal itu karena tuan bingung ingin berkata apa .
'' Untung anakku , jika tidak ku karbit kau... masih kecil tapi mampu membuat ayahmu ini tak berdaya " umpat Rafli .
" Sudah - sudah ayo kita makan " ucap Ana menengahi agar Dewa tak bablas berbicara.
Rafli mendekat kearah Ana dan duduk di sampingnya namun tiba-tiba Dewa duduk di tengah -di tengah mereka membuat Rafli mengambil nafas dalam -dalam.
" Dewi kau mau kemana " tanya Ana saat Dewi hendak pamit keluar ruangan.
" Maaf nona , saya harus melanjutkan pekerjaan " ucapnya bohong.
" Ayolah kita makan bersama " tawar Ana .
" Maaf nona saya sudah makan " karena ia tidak enak jika harus menggantung kehangatan pasangan kebanggaannya itu.
" Tidak boleh menolak rezeki Wi. Ayolah makan " ucap Ana , ia pun dengan cekatan mengambil menu makan siang untuk Dewi membuat Dewi tak dapat berkutik.
" Terima kasih nona " ucap Dewi segan.
" Ah kau dengan siapa saja " ujar Ana.
Ana pun menyiapkan makanan untuk suami dan anak-anaknya sementara Dewa asyik menikmati biskuit untuk ia mengemil ...
Tok....tok...
Ceklek...
" Wah lagi makan enak nih " ucap Rahma , ia segera mencari piring untuknya dan Jimmy dan segera mengisi piring-piringnya dengan menu makan siang yang di bawa Ana dan Ana sengaja membawanya banyak karena ia berfikir Rahma berada disini dan dugaannya benar , wanita tukang banyak ini kini hadir dan sekarang mengisi piringnya dengan penuh .
Jimmy tersenyum kaku saat Rafli menatapnya tajam . Sedangkan Dewi melongo melihat porsi makan ramah yang menurutnya seperti Juli atau orang akan bersiap pergi perang sementara Ana cuek saja dengan sikap Rahma dan Dewa makan dengan tenang.
...Jangan lupa like dan komentarnya .......
Terimakasih
__ADS_1