Takdir Cinta

Takdir Cinta
Kedatangan Adam


__ADS_3

" Apa " tanya Lia menatap Rafli curiga .


Rafli membisikkan rencananya kepada Lia , Lia terkejut dengan rencana Rafli . Lia merasa ini takdirnya , dari mulai Rafli didalam kandungannya bahkan hingga detik ini permintaan Rafli selalu aneh-aneh dan Lia terpaksa harus menurutinya.


" Itu ma rencana ku , jika Ana tetap meminta cerai dariku. Tidak ada cara lain ma . Dan mama jangan sekalipun berkhianat denganku " ucap Rafli tegas , karena ia tau mama nya terkadang di rayu papa nya sedikit saja hatinya langsung goyah.


" Baiklah , kali ini mama akan mendukungmu " ucap Lia.


" Tapi dengan syarat " imbuhnya membuat Rafli menyeritkan dahinya.


" Buatkan mama satu cucu lagi , yang tampan " imbuhnya membuat Rafli melongo tak percaya.


" Ma , saat ini saja Ana masih membenciku dan mama meminta cucu lagi " ucap Rafli tersenyum getir.


" Ya tentu setelah hubungan kalian membaik " seru Lia.


" Aku mau nya anak perempuan ma , jangan laki-laki " ucap Rafli.


" Kan anakku dan Ana kini laki-laki , kenapa mama minta laki-laki lagi " protes Rafli.


" Mama tidak mau berebut dengan ibu mertua mu , mama kan mau cucu mama tinggal dengan mama " ucap Lia.


Rafli mengusap wajahnya kasar mendengar penjelasan Lia , yang membuatnya ia dan Ana , tapi mamanya terkesan ingin menguasainya.


" Ma , aku dan Ana orang tua nya , tentu anak kami akan tinggal bersama kami. Dan mama mengalah lah dengan bu Laras karena putra kami cucu pertamanya dan mama sudah ada Chantika , mama akan dengan bebas bermain dengan cucu mama , kami tidak akan melarang mama " ucap Rafli menjelaskan dengan wanita cantik yang telah melahirkannya ini.


" Tapi kan Chantika sudah besar , tidak bayi lagi " ucap Lia protes.


" Minta mbak Rani membuatnya lagi , bila perlu mbak Rina suruh menikah , apa ia betah menjadi peratu ( Perawan tua ) " saran Rafli.


" Ah kakak perempuanmu yang satu itu payah di atur " gerutu Lia karena faktanya Rina datang dan pergi sesuka hatinya , Rina pun telah menikah namun ia tak menceritakan kehidupan pribadinya kepada siapapun.


" Kalau gitu mama dan papa aja yang membuatnya " jawab Rafli asal , ia tak habis fikir dengan permintaan mama nya yang seenaknya saja.


" Apa katamu " ucap Lia tak terima. Jika berdebat dengan Rafli ia selalu saja kalah..


" Mama tetap berada di pihakku kan " tanya Rafli kembali.


" Iya iya " jawab Lia.


" Baiklah , kita tunggu jawaban Ana nanti malam " ucap Rafli.


" Semua keadaan tergantung dengan jawabanmu nanti malam sayang . Aku siap menghadapi siapapun meski semua isi bumi menentang kita " batin Rafli , ia tak akan mundur untuk memperjuangkan Ana.


.


.


.


Diruang rawat Ana ibu Laras sedang bercerita kepada anaknya melalui hati ke hati. Ibu Laras sangat kecewa dengan keputusan Ana yang kekeh ingin berpisah dari Rafli , tapi ibu Laras dapat melihat cinta dan ketakutan Ana terhadap Rafli


" Aku akan tetap ingin bercerai dengannya bu " ucap Ana dengan tubuh gemetar dan tangisnya.


" Apa kau tak fikirkan anakmu Ana , pikirkanlah nak. Buka pintu maafmu untuknya. Ibu tau , ibu tak mengelami penderitaan itu secara langsung , tapi aku ibumu , ibu merasakan kesedihan yang kau rasa lebih dari semua orang yang menyayangimu . Apa kau tak bisa merasakan kasihan kepada anakmu kedepannya , anak mu merasakannya nak dan kasihan perasaannya saat menghadapi masa depan. Anak mu akan merasa minder dan iri jika melihat anak lain di antar oleh ayahnya dan bermain dengan ayahnya. Anak laki-laki memang lebih dekat dengan ibunya tapi untuk bermain ia akan lebih memilih dengan ayahnya. Jangan egois Ana , jangan ambil keputusan saat kau emosi , ingat anakmu. Kau tau karakter Rafli seperti apa , dia tergolong nekat Ana dan ia mampu menyakiti dirinya sendiri , bukan hanya kau dan Rafli saja yang akan hancur , tapi anakmu akan bersedih Ana . Pikirkanlah nak , meski kau mampu menjadi sosok ibu dan ayah sekaligus tetap saja itu tak sempurna " ucap Laras lirih ia mencium kening Ana dan cucu tampannya yang asyik tertidur pulas.


" Ibu pulang dulu ya sayang , nanti ibu akan datang lagi " ucap Laras tapi ia berbohong karena dokter akan memeriksa keadaannya..


" Aku akan memikirkannya bu " jawab Ana lirih namun di sambut senyum kepada mereka yang mendengarkannya bahkan baby tampan itu pun ikut tersenyum tanpa semua sadari.


Ana teringat Rafli yang pantang menyerah untuk mendekatinya dan mendapatkannya , dari Rafli melawan preman yang ingin melecehkan Ana sewaktu dulu , Rafli yang rela kedinginan agar Ana tetap hangat , hingga Rafli yang rela mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan Ana saat mereka berada di Belanda. Bayangan Rafli yang selalu melakukan aksi bunuh diri melintas di pikiran Ana , namun Rafli ibarat kucing yang mempunyai nyawa cukup banyak saat itu. Saat Ana memikirkan itu , bayang-bayang kekerasan itu muncul kembali membuat Ana menangis dan ketakutan kembali. Ayu segera memeluk Ana dan menenangkannya.


Kini Gunawan tiba dirumah sakit di siang hari. Ia memilih membesuk istrinya lebih dulu. Ia membawa seikat bunga mawar untuk Laras. Ia menanyakan kabar Laras , rasa rindu mereka juga memuncak , tak bertemu semalam serasa tidak bertemu seratus tahun bagi Gunawan. Hingga perdebatan kembali terjadi saat membahas kelangsungan rumah tangga Ana dan Rafli.


" Suster tolong jaga istriku " pinta Gunawan mengakhir perdebatan mereka.


" Aku ikut " seru Laras.


" Aku pokoknya ikut " imbuhnya membuat Gunawan bungkam seketika.


Kini ruang rawat Ana tengah ramai dengan kehadiran para sahabat Ana , semua sahabat merasa heran karena Luna tidak menampakkan diri sama sekali bahkan nomornya tidak aktif.

__ADS_1


Bayi tampan Ana pun kini sedang bangun akibat ulah si kembar yang menciumnya terus menerus.


Ruangan Ana mendadak hening saat Gunawan memasuki ruang rawat Ana. Ana dan para sahabat Ana menyalami tangan Gunawan dan Laras dengan takzim.


Gunawan tersenyum menatap putri tersayangnya , Gunawan ingin membahas masalah rumah tangga anaknya ia urungkan melihat keadaan yang tidak pas membuatnya mengambil Rafli junior dari gendongan Intan membuat Intan merengut seketika. Tak terasa hari mulai sore dan Gunawan serta sahabat Ana berpamitan , kini tinggal Ines dan dokter Puspa yang menjaga Ana.


Disisi lain Adam yang mendengar Ana melahirkan segera menuju rumah sakit dimana Ana berada , kebetulan sekali ia sedang berada di Indonesia untuk urusan bisnisnya bersama Darwin dan beberapa koleganya tanpa sengaja saat itu Darwin berkata akan menjemput Ines yang menjenguk sahabatnya Ana dirumah sakit karena melahirkan , betapa senangnya hati Adam ketika mendengar kabar Ana melahirkan dan ia segera ikut bersama Darwin menuju rumah sakit.


" Kau sejak kapan mengenal Ana istrinya Rafli " tanya Darwin memecahkan keheningan.


" Cukup lama " jawab Adam singkat membuat suasana menjadi hening.


" Darwin stop " ucap Adam membuat Darwin mengerem mendadak. Adam yang melihat deretan toko bunga segera turun tanpa sepatah katapun kemudian ia menuju toko bunga dan membeli sebuket bunga mawar putih untuk Ana. Adam tersenyum memandang buket bunga di tangannya , semua perilaku Adam di perhatikan oleh Darwin.


" Apa yang sebenarnya terjadi , hingga Adam begitu antusias saat mendengar Ana melahirkan dan kini ia membeli bunga untuk membesuk Ana bukan buah atau keperluan bayi yang ia bawa " batin Darwin.


" Ya Tuhan , semoga aku tidak membuat kesalahan " gumam Darwin saat menerka apa yang terjadi antara Adam dan Ana.


" Kenapa kau begitu senang sekali mencium bunga itu " tanya Darwin saat Adam baru saja masuk ke dalam mobil.


" Karena ini untuk Ana , ia begitu menyukai bunga ini " jawab Adam.


" Apa kau menyukai Ana " tanya Darwin penasaran.


" Ya , bahkan aku masih mencintainya " jawab Adam tanpa ragu membuat Darwin menginjak rem mobilnya


" Apa kau gila , lihat-lihat kalau mengerem " ucap Adam kesal.


" Kau yang gila Adam , Ana itu telah memiliki suami dan suaminya pun bekerja sama dengan perusahaanmu dan kau sebentar lagi akan menikah Adam " ucap Darwin kesal.


" Aku tau , cinta ku tulus untuk Ana dan aku tidak memaksakan ke hendakku untuk memilikinya karena cinta yang tulus akan bahagia melihat orang yang kita cinta bahagia , meski bahagianya tak bersama ku. Aku yakin Rafli orang yang tepat untuk bersama Ana untuk membahagiakan Ana. Kau tak perlu khawatir aku tau batasanku " jawab Adam.


" Baiklah , jika kau buat ulah awas saja " ancam Darwin , ia merutuki kecerobohannya tadi saat mengatakan akan menjemput Ines. Ia tak mau terjadi adu jotos antara Adam dan juga Rafli , Darwin benci perkelahian dan ia juga bingung harus memihak siapa karena pada awalnya Adam selalu melindunginya saat sekolah dulu dan ia telah menganggap Adam kakaknya sendiri.


Kehadiran Darwin dan Adam mencuri perhatian pengunjung rumah sakit dengan ketampanan yang mereka miliki apalagi mereka berjalan tanpa membawa pasangan , apalagi sang casanova Adam yang memang pesonanya begitu kuat. Darwin dan Adam segera menaiki lift khusus yang di jaga bodyguard Wijaya , dengan menunjukkan kartu khususnya membuat Darwin dan Adam bebas masuk.


Ting suara pintu lift terbuka , Adam segera berjalan mengikuti langkah kaki Darwin . Adam meneliti setiap sudut ruang hanya terdiri empat ruang di lantai terasa rumah sakit yang terkesan sangat mewah bagian luarnya dan untuk bagian dalam jangan di tanyakan lagi seberapa mewahnya.


Ceklek


" Oh maafkan saya nyonya " jawab Adam dengan rasa malu yang begitu ketara , sementara Darwin mengulum senyum saat melihat reaksi Adam hingga membuat Darwin tak fokus berbicara dengan asistennya melalui telepon , Adam menatap Darwin kesal karena ia mengira Darwin berhenti tepat diruang rawat Ana ternyata Darwin menghentikan langkahnya karena menerima telepon.


" Anda mencari siapa " tanya Lia menedekati Adam karena Adam orang asing baginya dan itu membuatnya geram..


" Maaf tante , saya Adam sahabat Ana dan rekan bisnis Rafli , saya cucu nenek Rose dan saya sepupu Ines " jelas Adam panjang lebar.


" Oh " jawab Lia seraya mengangguk.


" Hai tante " ucap Darwin tersenyum kikuk.


" Ines ada di ruang rawat Ana " jawab Lia kemudian menutup pintu . Bagi Lia , Darwin sedang memperjuangkan cintanya kepada Ines.


" Beraninya kau mengerjaiku " umpat Adam.


" Aku tidak mengerjaimu , kau lihat sendiri kan jika aku tengah menerima telepon " jawab Darwin.


" Menggelikan jika sang casanova tengah jatuh cinta " batin Darwin meledak menertawakan kekonyolan Adam.


Adam kembali mengikuti langkah kaki Darwin dan kini Darwin terhenti.


" Ada apa " tanya Adam ketus saat Darwin menatapnya.


" Ketuklah " ucap Darwin.


" Kau saja " jawab Adam datar , ia tak mau malu kembali.


" Hehehe , oke " ucap Darwin.


Tok...tok....


Ceklek

__ADS_1


Ines membuka pintu ruang Ana membuat senyum memgembang sempurna menghiasi wajah tampan Darwin namun Ines malas melihatnya membuatnya melangkah masuk.


" Dasar sepupu kurang ajar " desis Adam membuat Ines menghentikan langkahnya.


" Suara itu ..... Oh tidak " batin Ines..


" Kau " ucap Ines terkejut membulatkan matanya lalu pandangan marahnya tertuju kepada Darwin.


" Maafkan aku " ucap Darwin merasa bersalah dan segera masuk dengan langkah seribunya menemui Ana , lebih tepatnya menghindar sementara dari amukan Ines.


" Kenapa kau kemari " tanya Ines kepada Adam , sementara yang lainnya bingung kenapa Ines berdiri di depan pintu.


" Kau , Ana melahirkan kenapa tak mengabariku " tanya Adam kesal.


" Hei , kau bukan suaminya ataupun bapak dari anaknya . Kenapa aku harus repot menghubungimu " jawab Ines kesal.


" Kan tidak ada salahnya " jawab Adam hendak masuk tapi di halangi Ines.


" Salah , hatimu yang salah hingga detik ini masih mencintai Ana " ucap Ines menahan emosinya.


" Cinta tidak salah Ines , hanya takdir tak memihak diriku untuk mendapatkan cintaku. Jangan halangi langkahku Ines , aku hanya ingin membesuknya . Tidak lebih " jawab Adam dingin membuat Ines mengalah.


" Jaga batasanmu Adam , aku tak ingin ada masalah kembali antara kalian " ucap Ines penuh peringatan.


Ana yang sedang menikmati makannya pun beralih kearah Ines dan Adam , betapa terkejutnya Ana ketika melihat Adam kini berada di dekatnnya.


" Mas... A..adam " sapa Ana gugup disambut senyum sumringah dari Adam.


Cup . Adam mengecup kening Ana tanpa aba-aba , ternyata rasa rindu dan cintanya mengalahkan logikanya , sedangkan Ana mematung beberapa detik.


" Maaf , aku khilaf " ucap Adam lirih , sedangkan Ines dan Darwin sudah kesal setengah mati melihat casanova di depannya Ini.


" Ini bunga khusus untukmu " ucap Adam.


" Terima kasih " jawab Ana seraya menerima bunga dari Adam.


" Wah anakmu sangat tampan Ana " puji Adam menatap baby Dewa.


" Kenapa wajahnya mirip sekali dengan Rafli " protes Adam , sementara ekspresi Ana berubah menjadi muram , sebisa mungkin ia menutupinya.


" Apa kau bodoh , ia suaminya " geram Ines dan ia khawtir dengan ekspresi wajah Ana , ia tak mau Adam menyadari wajah Ana yang tampak muram karena Adam pasti akan mendesaknya atau mencari tahu masalah apa yang terjadi , jika itu terjadi Adam akan berjuang untuk mendapatkan Ana agar bahagia bersamanya.


" Oh ya aku lupa , aku merasa ia anakku " ucap Adam seraya tersenyum geli akan ucapannya sediri.


" Kapan kau akan menikah Adam " tanya Darwin mengalihkan obrolan Adam yang bisa saja membuat ruangan itu kacau jika sewaktu-waktu Rafli mendengarkannya..


" Aku akan segera menikah , setelah memastikan cintaku bahagia " ucap Adam tersenyum hangat kepada wanita yang kini menyantap buah itu.


" Aku berdoa untuk kebahagianmu " jawab Ana , ia tahu maksud Adam.


" Dua bulan lagi aku menikah " ucap Adam sementara Ines hanya mendengus kesal , ia tak percaya dengan ucapan Adam yang tiba-tiba terkadang putus dengan tunangannya . Ines bahkan menyumpahi Adam agar suatu saat ada wanita yang mengaku hamil anaknya , agar Adam berhenti mencari wanita untuk menghangatkan ranjangnya.


Mereka asyik mengobrol dan bercerita tanpa terasa waktu hampir malam dan sesekali pula mata Adam melirik Ana dan ia tersenyum samar.


" Ternyata cinta ini masih sama , aku ingin bahagia sepertimu Ana " batin Adam....


Disisi lain Rafli sedang berada di lift rumah sakit , ia membawa makanan khusus untuk Ana , terbaik untuk istri dan bayinya....


" Ku harap kalian menyukainya sayang " gumam Rafli seraya mencium harum masakannya.


Ting , Pintu lift terbuka otomatis dan segera Rafli melangkah tanpa ragu ke ruang rawat dimana dua orang kini menjadi poros hidupnya.


Ceklek


Deg


Jangan lupa like dan komentar ya.


Selamat membaca


Maaf selama satu minggu gak bisa up dulu... sedang ada acara , aku gak bisa fokus apalagi untuk cerita lebih dari dua ribu kata... Maaf ya.... Kita ketemu satu minggu lagi....

__ADS_1


__ADS_2