Takdir Cinta

Takdir Cinta
Rindu


__ADS_3

Rafli tak melepaskan sedikitpun genggaman tangannya dari sang istri meski terkadang Ana sudah menariknya secara paksa namun di raihnya kembali tak peduli walaupun tangan itu berkeringat.


Ana dengan setia mendengar bagaimana cara mereka menyelamatkannya dan keyakinan suaminya atas kesembuhannya membuat Ana makin mencintai suaminya .


'' Mas , aku ingin bertanya sesuatu '' ucap Ana ingatan tentang penculikannya kini memenuhi isi kepalanya dan hanya ada Alexa wajah yang begitu ia ingat .


'' Bagaimana dengan Alexa '' lirih Ana saat para dokter dan yang lainnya memilih keluar.


'' Maaf . Kami gagal menyelamatkannya Ana '' ucap Rafli dan tangis Ana kembali membasahi wajah tirusnya yang memang sedikit mengurus .


'' Lalu , bagaimana dengan Devan serta Alex '' tanya Ana masih dalam pelukan sang suami .


'' Awalnya Devan menolak kenyataan itu dan Alex sangat rewel tanpa ibunya bahkan anak kita juga meraung saat itu '' ucap Rafli lirih mengingat kejadian yang paling Menyedihkan bagi Devan.


'' Ini semua salah ku mas . Mereka menginginkan ku tapi malah menembak mati Alexa '' Isak Ana .


'' Ssstttt... Ini bukan salah mu sayang . Ini semua kesalahan mas yang gagal mengirim orang terbaik untuk menjagamu dan Jo lah yang lebih bersalah karena kecemburuannya terhadap Alexa yang berhasil memenangkan hati seorang Devan . Tapi tenanglah , kini Alex ikut tinggal dirumah kita dan ia akan tetap mendapatkan kasih sayang seorang ibu dari mu. Mas pribadi juga menganggap Alex anak mas '' ucap Rafli dan berbicara panjang lebar mengenai semua yang terjadi kepada Ana kecuali tentang kematian anak mereka serta rahim Ana yang diangkat dan tentang Gunawan yang menyerah atas keyakinan Ana untuk sembuh .


'' Mas berterima kasih pada Tuhan telah mengembalikanmu di sisi mas serta anak-anak. Kau tau , mas begitu terpuruk jika kau pergi . Tetaplah bertahan disisi mas , apapun yang terjadi , Ana '' pinta Rafli menatap manik hitam milik Ana dengan begitu dalam .


'' Mas , aku berjanji akan bertahan disisimu '' ucap Ana mengecup sekilas pipi sang suami namun Rafli segera menyambar bibir sang istri. Ciuman itu baru terlepas saat Ana mendorongnya paksa.


'' Mas hampir khilaf '' ucap Rafli mengusap wajahnya kasar . Hasratnya selalu naik jika berdekatan dengan Ana meski hanya mendengar hembusan nafasnya saja .


'' Jangan aneh mas . Aku baru saja sembuh dan aku menunggu kedatangan keluarga kita '' ucap Ana cemberut.


'' Mas , aku ingin keluar mas , bosan sedari tadi disini '' ucap Ana dan dengan segera Rafli menggendong Ana ala bridal style , kini Ana harus menebalkan wajahnya melihat Rafli yang dipastikan akan menjaganya melebihi seorang bayi ataupun berlian yang berharga.


.


.


.


Sementara itu Bunga berhasil keluar dari mansion Rafli dengan wajah yang di tutupi masker serta toping . Pipinya cukup membengkak membuatnya terasa sakit hanya untuk sedikit bergerak saja .


Tanpa Bunga sadari seseorang yang menjadi biang masalah ini tersenyum melihat hal itu .


'' Aku yakin , jika Bunga tak diusir maka Rafli pasti membunuhnya '' ucap Viona tertawa senang dan segera ia mendekati Bunga , sekedar ingin tau apa caranya berhasil .


'' Kau '' umpat Bunga saat melihat pengendara mobil yang sengaja menyenggol tubuhnya yang begitu lemas karena Rafli menghajarnya semalaman dan paginya Rafli hampir membunuhnya .


'' Masuklah . Aku ingin menolongmu '' ucap Viona dan Bunga tau wanita itu berbohong pasti wanita itu senang karena rencananya berhasil .


'' Ternyata kau masih bernafas . Ku kira Rafli akan segera membunuhmu '' ucap Viona mengejek , cukup kesal ia menanti lama kehadiran Bunga yang ia kira Bunga dihabisi Rafli .


'' Dia monster dan kau iblis '' geram Bunga .


'' Kami pasangan yang cocok dan Rafli seorang monster tak cocok jika berpasangan dengan bidadari lemah tak berdaya itu '' ucap Viona percaya diri.


'' Mau jadi apa dunia ini jika kalian berpasangan . Dunia akan mengutuk kalian '' ucap Bunga .


'' Dimana anakku '' ucap Bunga.


'' Sangat aman dan kau tenang saja. Setelah misi ini selesai maka kau akan bertemu anakmu '' ucap Viona mendapat balasan senyum mengejek dari Bunga.


'' Kau tepati janjimu , jika tidak aku tak segan berprilaku kasar padamu '' ancam Bunga dan Viona hanya tersenyum penuh arti.


'' Lebih baik rencana kita sampai disini. Usaha kita di pastikan gagal '' ucap Bunga tersenyum kecut .


'' Kenapa '' tanya Viona tak suka .

__ADS_1


'' Karena aku di pastikan tak akan pernah mengandung benihnya '' ucap Bunga .


'' Kau kan dalam masa subur bukan dan juga Rafli pasti melakukannya berulang kali '' ucap Viona terlihat wajahnya memerah menahan amarah .


'' Yah . Rafli melakukannya dengan begitu bersemangat bahkan menembakkannya kedalam tak pernah sekali pun diluar . Staminanya sungguh luar biasa tangguh melebihi Willy . Pantas saja banyak wanita yang rela menjadi penghangat ranjangnya meski hanya semalam saja . Semua wanita tak buta melihat pesonanya . Kau tau , bahkan ia menggempurku selama empat jam karena mungkin melihat sosok Ana yang telah lemah saat itu mungkin jika aku masih kuat akan lebih lama lagi '' ucap Bunga bersemangat saat melihat raut tak suka dari Viona .


'' STOP '' teriak Viona , telinganya terasa sakit saat mendengar ucapan Bunga yang menikmatinya .


Ccckkttt Viona mengerem secara mendadak.


'' kenapa kau bercerita panjang lebar . Yang ku tanya . Kenapa Sampai kau bilang tak akan hamil '' Sarkas Viona.


'' Karena Rafli melakukan Vasektomi '' ucap Bunga penuh penekanan .


'' Sial semuanya gagal '' maki Viona .


'' Lalu apa yang kau dapat '' tanya Viona .


'' Cek 30 milyar untuk mengoperasi milikku agar kembali perawan '' ucap Bunga . Paling tidak ia untung . Selaput darah palsu yang hanya harga 50ribu rupiah di ganti dengan harga yang begitu fantastik bahkan Viona melongo mendengar nya seakan tak percaya. Bunga pun menunjukkan sekilas cek yang di berikan Rafli membuat wajah Viona semakin tak suka .


'' Tapi kau lihatlah . Wajahku hancur begini '' ucap Bunga memperlihatkan wajah lebamnya.


'' Ck , kenapa Rafli tak membunuhmu saja '' desis Viona kesal.


'' Dan ada kabar yang baik untukmu '' ucap Bunga membuat Viona bersemangat.


'' Ana telah sadar dan semakin cantik '' ucap Bunga dan mengubah sorot mata Viona memerah mendengar penuturan Bunga.


'' Kau mau membohongiku '' tanya Viona marah .


'' Terserah kau . Jika tak percaya cari tau saja sendiri '' ucap Bunga .


'' Tolong turunkan aku di depan sana '' ucap Bunga .


'' Kau tak tau malu . Aku yang lelah melayaninya dan kau memintanya . Kau ingin memeras keringatku '' sarkas Bunga .


'' Kembalikan anakku '' ucap Bunga .


'' Berfikirlah . Aku akan memberikan anakmu besok tapi kau harus membayarnya 30 milyar dan kau bisa kembali pada Willy. Berfikirlah , keputusan ada di tanganmu . Ku tunggu hingga besok '' ucap Viona segera mendorong Bunga dengan kasar lalu mengemudikan kendaraan roda empatnya . Entah apa yang ia rencanakan untuk Bunga besok.


.


.


.


Malam pun tiba , saat ini Ana mogok makan karena anak-anak nya belum juga datang menemuinya .


'' Kenapa lama sekali mereka mas '' keluh Ana dengan dada yang terasa sesak karena menahan rindu .


'' Mereka dalam perjalanan sayang '' ucap Rafli memeluk Ana .


'' Mas tidak berbohong lagi kan '' tanya Ana memastikan.


'' Mas tidak bohong , tadi mereka menjemput ibu dan Ayah serta adikmu yang bar-bar itu mau ikut '' ucap Rafli .


'' Aku rindu mereka semua mas '' lirih Ana.


'' Tapi kau tak merindukanku sayang '' gerutu Rafli .


'' Hei pria tua , sudah janganlah iri '' ucap Ana .

__ADS_1


'' Aku belum tua '' elak Rafli dan mereka kembali tertawa bersama.


'' Aku ingin melihat tawa dan senyum mu selama nya Ana . Tetaplah bahagia bersamaku " batin Rafli sejenak tentang Bunga terhempas jauh dari fikirannya . Rafli pun tak merasa bersalah sama sekali atas kejadian itu .


Hal yang di nanti Ana pun tiba , Ana dan Rafli yang tengah duduk menonton drama yang begitu Rafli benci pun harus terganggu dengan suara bel berbunyi . Ana beranjak dari duduknya tapi Rafli menghalanginya dan segera menggandeng tangannya.


Senyum Ana merekah bersamaan air mata yang menetes saat melihat sekelompok orang yang begitu membuatnya sesak menahan rindu sepanjang hari .


Teriakkan bunda dari anak-anaknya membuat Ana membentangkan tangannya lebar-lebar . Dewa dan adik-adiknya segera memeluk Ana dengan rindu yang begitu dahsyat.


'' Dewa rindu bunda '' Isak Dewa .


'' Bunda juga sayang " ucap Ana mengecup pucuk kepala Dewa.


'' Arjun juga rindu Bun '' ucap Arjuna tak mau kalah .


'' Bunda juga sayang " ucap Ana mengecup pucuk kepala Arjuna.


'' Jeje indu Unda '' ucap Jelita mencium pipi Ana .


'' Bunda juga rindu sama Jeje '' isak Ana begitu rindu dengan putri ciliknya ia mencium Jeje bertubi-tubi .


'' Ava juga lindu " Isak Rava menangis kencang .


'' Sssttt... Jangan menangis sayang , bunda begitu merindukanmu " ucap Ana .


'' Bunda jangan tidul lama lagi ya , ayah nangis telus ... " rengek Rava dan diangguki Ana cepat.


Semua orang tampak terharu melihat anak-anak yang begitu merindukan sang bunda mereka . Hingga seorang bocah cilik merasa iri dan sedikit tersisih.


'' Bu. Kenapa bunda melupakan ku " batin Alex . Alex menangis karena begitu merindukan kasih sayang seorang ibu , hanya sekejap ia merasakan kasih sayang seorang ibu saat Alexa masih hidup dan selama itu pun Alexa banyak menghabiskan waktunya menjaga Ana hingga akhir nafasnya .


'' Bunda " cicit Alex membuat Ana terperanjat kaget melupakan janji telah di buatnya...


'' Kemari Alex sayang " ucap Ana dan Alex segera berlari seraya menangis kencang. Alex menghamburkan dirinya memeluk Ana membuat bibir Jeje menekuk seketika .


'' Ayah liat Alex " ucap Jeje mengadu kepada pria yang menjadi super heronya kala para pria mulai menjahili nya .


'' Jeje gak boleh gitu . Bubu Alexa kan sudah tiada . Jeje tak apa berbagi bunda karena Alex juga saudara Jeje " ucap Rafli dan memberi pengertian kepada putri yang super manja tersebut , sama seperti dirinya Jeje mempunyai sifat yang ingin di utamakan .


'' Maafkan bunda sayang . Kenapa kau tak mendekat tadi . Bunda merindukanmu nak '' Isak Ana makin membuat Alex menangis .


'' Bunda akan menyayangi mu setulus hati. Anggap bunda ibu kandung mu , kau juga anak bunda sayang " ucap Ana dan di angguki semangat dari Alex.


Kini Ana menanyakan ada yang kurang dari jumlah anak-anaknya dan membuat Rafli membuat sebuah kebohongan yang cukup sulit untuk di ucapkan nya , Ana menangis menahan rindu kepada putri kembarnya.


'' Mas aku merindukan mereka , bilang kepada mbak Rina untuk membawa mereka kesini . Aku ibunya belum sekalipun melihatnya . Bahkan kau jahat hanya menyimpan foto mereka saat baru lahir " Isak Ana memandangi foto yang disodorkan oleh Lia . Laras dan Lia tak sanggup mengatakan yang sebenarnya memilih bungkam . Sementara Dewa memilih beranjak pergi saat mengingat mendiang kedua adiknya yang telah tiada , dewa menangis lirih saat mengenang semuanya.


'' Mas bahkan juga belum melihat putri kembar kita Ana sama sekali sama seperti mu " batin Rafli dengan segera menghapus air matanya yang begitu saja lolos . Dirinya harus kuat dan tegar untuk menjadi sandaran Ana saat kenyataan pahit ini harus di ketahui Ana , secepat nya ia harus mengatakan kenyataan nya pada Ana dan bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.


Para orang tua berusaha menenangkan Ana yang terlihat begitu rindu dengan putri kembarnya . Hingga tepukan di pundak Rafli menyadarkan pria itu dari lamunannya.


" Kita bicara disana Rafli " ucap Abdi dan diangguki Rafli beranjak dari duduknya.


Abdi menghela nafas panjang saat merutuki kebohongan Rafli yang mengatakan anak kembar mereka sedang bersama Rina di Indonesia . Sudah lama Abdi dan lainnya memberi saran kala itu untuk mengadopsi anak kembar namun Rafli menolaknya dengan tegas. Rafli mengatakan mampu berkata jujur kepada Ana kala itu mengenai anak mereka yang telah tiada namun nyatanya Rafli tak mampu setelah melihat manik mata istrinya ...


" Aku terpaksa berbohong pa , karena Ana baru sembuh . Aku tak ingin Ana drop lagi " lirih Rafli .


" Kita hadapi sama-sama Rafli . Kita akan melakukan yang terbaik untuk Ana. Jujur adalah pilihan yang bagus . Lebih cepat Ana tau , itu akan lebih bagus dari pada kita membohonginya " ucap Gunawan dan diangguki Rafli . Semua keluarga begitu mendukungnya atas masalah yang menimpa nya selama ini .


Jangan lupa like dan komentarnya ya

__ADS_1


Selamat membaca 😊


__ADS_2