
"Aku mau makan sushi di Jepang " ucap Ana tersenyum membayangkan menikmati sushi di negara asalnya. Sedangkan Rafli yang mendengar ambruk seketika di ranjang empuknya.
" Gak bisa di restaurant Jepang saja yang di kota J " tawar Rafli , jika Ana mau ia akan memaksa restaurant Jepang terbesar itu untuk membuka nya sekarang juga.
" Gak mau , aku mau makan sushi di Jepang bukan restaurant Jepang yang ada di Indonesia , aku ingin ke Jepangnya langsung " ujar Ana mengambek...
'' Ihhhhh '' ucap Rafli meremas rambutnya kali ini . Baru Lima hari yang Lalu Rafli harus ke Italia untuk membeli Pizza pesanan Ana namun Ana hanya memakannya sepotong saja.. Padahal Rafli harus berada di pesawat selama 27 jam lebih karena Ana menolak pizza dari Milan .
" Iya , kita ke Jepang . Jangan nangis ya " lirih Rafli , ia tak kuasa melihat istrinya menangis dan lagi pula waktu tempuh ke Jepang tidaklah lama hanya enam jam saja .
" Serius " tanya Ana bahagia.
" Iya , tapi makanlah sepuasnya apa yang kau inginkan di Jepang nanti , sekalian kita jalan -jalan " ucap Rafli dan di sambut bahagia Ana...
" Mas " ucap Ana manja.
" Apa " tanya Rafli ragu.
" Aku ingin bercinta denganmu " ucap Ana menahan malu luar biasa , karena sebelum ke Jepang ia ingin menikmati sentuhan suaminya. Sementara Rafli mematung mendengar permintaan Ana yang begitu ia ingin kan .
'' Baiklah , mas akan berbuka sekarang " ucap Rafli segera melancarkan aksinya sebelum Ana kembali menolaknya...
Ana mengerjapkan matanya , ia melihat disampingnya tak ada suaminya , namun bunyi air yang bergemerecik dikamar mandi menandakan bahwa seseorang sedang malakukan ritual mandi .
'' Aduh , lapar banget. Ingin es teler lagi " gumam Ana..
Ceklek.
Rafli baru saja usai dari mandi keratonnya melihat Ana yang menatapnya penuh arti.
" Mas kok gak bangunkan aku " gerutu Ana.
" Habisnya kamu nyenyak banget sayang , kita juga ke Jepangnya jam 10 '' ucap Rafli.
'' Berarti makan sushinya pas makan malam dong mas " protes Ana dan kemudian mengambek....
" Jangan ngambek ya , semua itu butuh proses sayang untuk kita bisa kesana " ucap Rafli karena ia memikirkan keselamatan Ana serta Dewa saat di Jepang nanti.
" Aku gak akan ngambek tapi ada satu syarat " ucap Ana membuat Rafli paham maksudnya.
" Aku mau es teler dekat kampusku dulu mas " pinta Ana .
'' Apa da buka jam segini , ini masih pagi sayang '' ucap Rafli.
" Aku gak mau tau " ucap Ana lalu menutupi tubuhnya dengan selimut menuju kamar mandi , meninggalkan Rafli yang sibuk dengan benda pipihnya...
.
.
.
Jepang
Kini Ana tengah mendelik sebal kepada Rafli , karena sang suami memesan 200 potong sushi untuk istri tercintanya.
'' Kau mau membuatku gendut mas " tanya Ana kesal.
" Kan dirimu mau sushi sayang , jadi mas pesankan yang banyak " jawab Rafli memberikan senyum terbaiknya..
" Sabar Rafli , sabar . Ingatlah istrimu sedang mengidam dan yang ingin anakmu " batin Rafli.
Satu suap Ana menikmati sushi yang di khususkan untuknya....
Dua suap , Ana begitu mikmatinya..
" Aku kenyang mas " ucap Ana tanpa rasa bersalahnya...
" Kau habiskan ya mas " imbuhnya membuat Rafli menganga tak percaya . Pergi ke Jepang dan harus menunda meeting penting hanya untuk makan sushi dua potong saja , itulah pemikiran Rafli saat ini.
" Apa anak itu akan begitu menyebalkan saat lahir nanti " gerutu Rafli mencoba bersabar dengan ngidam Ana kali ini .
" Kalian bantu aku untuk makan " imbuhnya kepada bodyguard yang menemani mereka . Sementara Ana tengah bersantai di mobil menemani Dewa yang terlelap.
Tak terasa seminggu mereka di Jepang , berbagai pernak pernik Ana beli untuk oleh-oleh keluarga dan juga sahabatnya.
__ADS_1
.
.
.
Mama Lia yang melihat anak serta mantu dan juga cucu nya datang segera menghampiri mereka..
" Bagaimana makan sushi dan jalan-jalannya , enak sayang '' tanya Lia dan dijawab oleh anggukan Ana , Dewa yang tidak mau kalah menceritakan semua yang ia alami dengan ucapan cadelnya namun cukup bisa di pahami.
" Rafli , ikut papa sebentar '' perintah Abdi .
'' Iya pa '' jawabnya....
Di halaman belakang disinilah Abdi dan putranya berada.
'' Apa mengidam Ana dalam kehamilan kedua ini merepotkanmu , apa kau merasa di repotkan " tanya Abdi menatap tajam putranya.
" Saat kehamilan Dewa kau protes karena Ana tak mengidam namun sekarang di kehamilan kedua Ana banyak mengidam namun kau juga protes. Apa mau mu , jangan buat mantu dan cucu ku bersedih " imbuhnya .
'' Pa , aku bukannya protes atau bagaimana . Tapi hanya untuk sebuah Pizza Ana memintaku langsung membelinya di Italia dan sushi Ana memintaku menemaninya makan sushi dan parahnya hanya dua potong dan sisanya kenyang. Aku tidak masalah pa jika ia minta yang aneh-aneh , tapi saat ke Jepang aku ada proyek besar pa " ucap Rafli.
'' Kau kini lebih mementingkan proyek dari pada perasaan istrimu " ucap Abdi terkejut..
'' Bukan begitu pa , Ana selalu menolak dekat denganku dan aku menyibukkan diri dengan bekerja '' kilah Rafli , ia merasa serba salah disini , Ana yang mengandung namun ia yang ikut sensitif dan terkadang emosinya mudah meluap bahkan marah tak jelas.
'' Wanita mengidam itu sensitif Rafli , dan keinginananya suka berubah dalam beberapa menit saja. Jika kau meminta Ana untuk hamil , kau harus siap akan konsekuensi istrimu mengidam , jangan membuatnya bersedih karena menolak keinginannya, itu yang ingin anakmu bukan dirinya '' ucap Lia tiba-tiba menghampirinya bersama Dewa di sampingnya.
'' Lagian bukan kau kan yang menyiapkan semua keberangkatanmu ke Italia dan Jepang , semua itu yang menyiapkannya Jimmy dan Dewi " cibir Lia.
'' Maaf " ucap Rafli menunduk.
'' Buatlah dirimu untuk bersabar , jangan hanya tau membuatnya saja " ucap Lia seraya melirik suaminya dan Abdi memutar bola matanya jengah.
'' Ma , dimana istriku ''tanya Rafli , berpisah sebentar saja ia rindu .
'' Unda lagi nonton orang anteng ayah " celoteh Dewa.
" Lee min ho " ucap Rafli memastikan.
'' Ya Lee min ho memang ia ganteng kok " jawab Lia memuji Lee min ho , ia tersenyum melihat ekspresi cemburu anaknya meski dengan seorang aktor yang di gilai oleh Ana.
.
.
.
Italia.
Saat di keluarga Wijaya sedang memarahi lalu menceramahi Rafli hal tidak jauh berbeda terjadi di keluarga Permana . Eric , kini tengah di marahi habis-habisan oleh sang mama karena ia menceraikan Laurent tanpa persetujuan keluarga dan lebih parahnya hal itu telah terjadi tiga bulan yang lalu .
'' Aku tak bisa mencintainya ma , jika di paksakan bukan aku yang menderita namun Laurent juga " ucap Eric menahan emosinya , ia tak mau mamanya mengalami penyakit jantung karenanya .
'' Laurent sudah berubah untukmu , bila kau tak mencintainya anggap ia ibu dari anakmu " lirih Sasa.
'' Cih . Ibu dari anakku. Apa jika mama tau Excel bukan darah daging ku , mama akan tetap membela Laurent dan terus memaki kebodohanku" batin Eric.
" Sekali tidak bisa , aku tetap tidak bisa ma . Tolong , mengertilah diriku kali ini " ucap Eric menghela nafas berat.
Ting..Tong....
" Mau cari siapa nona " tanya sopan pelayan keluarga Permana.
" Eric nya ada bi " ucap wanita berkewarganegaraan Perancis itu datang langsung dari negaranya demi menemui pujaan hatinya yang selalu menolaknya.
" Ada nona " jawab pelayan itu.
" Apa aku harus tetap disini dan tidak di bolehkan masuk " sindirnya dengan mengusap kaki jenjangnya .
" Oh maafkan saya nona . Silahkan " ucap Pelayan .
" Terima kasih " ucap Belle ramah.
Belle berjalan menuju ruang dimana terjadi antara perdebatan Eric dan juga mamanya.
__ADS_1
" Maaf permisi " ucap Belle mengalihkan perhatian mereka terhadapnya , wanita tinggi , putih , langsing serta body aduhai plus sexy sedang tersenyum manis pada mereka.
" Siapa wanita ini " batin Sasa.
" Aduh , kenapa penguntit ini berani datang kemari. Masalah dengan mama belum selesai , ditambah dia lagi. Cobaan apalagi ini Tuhan , perbuatan dosa apa yang ku lakukan dulu " batin Eric , ingin sekali ia menendang tamu yang tak di undang itu.
" Wah , mama mertuaku cantik sekali " batin Belle terkesima.
" Kamu siapa nak " tanya Sasa menahan emosinya terhadap Eric , karena bukan hanya Belle wanita yang mencari anaknya , namun Belle wanita yang ke empat untuk hari ini.
" Dia temanku ma " jawab Eric , ia tak mau Belle menjawab yang bukan-bukan.
" Iya Tante , aku temannya Eric . Namaku Belle " ucap Belle sekaligus memperkenalkan diri.
" Sabar Belle , menghadapi pangeran mu ini tidaklah muda . Dari teman bisa menjadi pacar dan kelamaan pasangan hidup . Pepet terus " batin Belle memberi semangat untuk dirinya.
Sementara Laurent saat ini kembali ke Indonesia menjalankan bisnis keluarganya yang pernah di bekukan Rafli sementara dengan paksa saat itu.
'' Kau harus bangkit Laurent , ini jalan terbaik untukmu. Ingatlah cara instan mendapatkan Eric tak membuat pernikahan kalian bertahan lama dan kini terbukti " ucap Laurent tersenyum getir .
Laurent membaca majalah bisnis yang tercetak jelas kharisma Rafli Abdi Wijaya menjadi cover majalah itu.
" Maafkan aku Ana " batin Laurent , kini ia sadar akan perbuatannya namun semuanya telah terlambat , dia hanya berdoa untuk kebahagian Ana serta suaminya , dirinya dan pastinya kebahagian untuk Eric.
Mulai hari ini Laurent fokus kepada perusahaan keluarganya ,yang harus ia kelola kembali . Ia akan menyibukkan dirinya agar mampu melupakan cintanya untuk Eric .
.
.
.
'' Sayang , kamu mau kemana " tanya Rafli melihat Ana beranjak dari tidurnya .
" Aku mau buatin kamu teh hijau " jawab Ana.
" Gak usah sayang , nanti kamu kecapean " ucap Rafli memperingati .
" Sekalian aku lapar mas " ucap Ana tersenyum.
" Ayo mas temani " ucap Rafli membiarkan pekerjaannya terhenti sejenak.
" Kamu gak ngidam lagi sayang " ucap Rafli memeluk Ana dari belakang seraya mengusap perut Ana.
" Aku ingin sesuatu namun bukan makanan " ucap Ana dan menyerahkan teh hijau kepada suaminya.
'' Apa " tanya Rafli ....
'' Ayo duduk sini " imbuhnya menepuk kursi di sebelahnya.
'' Aku ingin kamar kita pindah ke kamar atas apa boleh " ucap Ana.
Deg.
Jantung Rafli seakan terhenti mendengar permintaan Ana begitu ringan tapi membuat ngilu hatinya . Kamar itu .
'' Apa kau yakin sayang " tanya Rafli dengan mata berkaca-kaca.
'' Aku yakin mas , jangan ingat hal itu . Itu sudah terjadi lama , hampir 3 tahun yang lalu " ujar Ana.
'' Tapi jika mas izinkan , jika tidak gak apa " jawab Ana mencoba tersenyum.
" Baiklah , besok mas akan segera membereskan kamar itu agar kita bisa tempati dan sekalian Dewa tidur di sebelah " ucap Rafli mengalah .
" Tapi kan Dewa baru dua setengah tahun mas " protes Ana.
" Dewa sudah besar sayang , biarkan ia mandiri. Jika ia terbangun tinggal membuka pintu menuju kamar kita " ucap Rafli.
'' Jangan lupa . Dewa bilang telah dewasa dan siap melindungi mu serta adiknya . Kau akan punya tiga jagoan tiga bulan lagi " imbuhnya tak menyangka doa mama Lia terkabul ingin cucu laki-laki dan Rafli berharap kali ini anaknya mirip akan dirinya lagi .
'' Iya mas . Semoga kita selalu bahagia mas . Aku mencintaimu " ucap Ana memeluk erat Rafli.
" Mas juga sangat mencintaimu Ana , begitu sangat mencintaimu " ucap Rafli lalu mencium bibir Ana.
'' Sayang , jagoan ayah " ucap Rafli seraya mengelus perut buncit Ana dan gerakan bayi dalam kandungan Ana merespon ucapan sang ayah .
__ADS_1
'' Kita harus menjaga bidadari kita bersama -sama ,oke. Agar kebahagiaan selalu menyelimuti kita " ucap Rafli mencium pipi Ana dan sang bayi merespon kembali. Rafli dan Ana kini tengah asyik mengajak sang anak bicara meski masih dalam kandungan.
Jangan lupa like dan komentarnya .