
Waktu berlalu begitu cepat, hari berganti minggu, dan minggu telah berganti bulan.
Seorang Pria tampak sedang mununggu dengan cemas di balik ruang Oprasi, separuh dari nyawa nya sedang berjuang di dalam sana.
Ya, Dia Randy. sudah lebih dari 45 menit Ia mondar-mandir di depan ruang Oprasi, usia kandungan Hanna memang baru 7 bulan, namun Ia mengalami kontraksi hebat hari ini. Dokter memutuskan untuk segera melakukan tindakan Oprasi demi menyelamatkan Ibu dan kedua Bayi nya.
Beberapa saat kemudian Dokter keluar dari ruangan itu.
"Bagaimana Dok, apa Oprasi nya berjalan lancar?" Randy langsung menanyakan krpada Dokter mengenai apa yang membuat nya cemas selama di depan ruang Oprasi.
"Selamat Pa! Bayi dan Ibu nya delamat, Istri Anda berhasil melahirkan bayi kembar berjenis kelamin Laki-laki."
"Alkhamdulillah.." kalimat syukur sepontan terucap saat kabar baik itu di dengar nya.
"Apa Saya boleh melihat nya?"
"Sebentar lagi Istri Anda akan di pindah ke Ruang rawat, Anda bisa melihat nya di sana." ucap Dokter itu dengan tersenyum kemudian pergi meninggalkan Randy.
Dua Orang Suster keluar dengan membawa kedua bayi mungil di gendongan nya.
"Sus apa Saya boleh mengazani nya?"
"Boleh Pak, silahkan. Tapi lebih baik di ruang Bayi saja."
"Baiklah, terimakasih Sus."
Puji Syukur tak henti-henti nya Randy ucap, ini kali kedua nya Randy mengazani seorang Bayi setelah kelahiran Cilla.
"Terimakasih Sayang.." ucap Randy dengan menciumi kening Hanna.
"Aku yang harus nya berterimakasih sama Kamu Mas, Kamu sudah memenuhi janjimu untuk selalu disampingku. Terimakasih"
"Hanna, Aku mencintaimu."
__ADS_1
"Aku lebih mencintaimu Mas."
Bundaa..!!
Cilla berlari menghampiri ranjang Hanna.
"Apa adek Cilla sudah lahir Bun?" tanya Cilla dengan senyum mengembang di bibir nya.
"Iya Sayang..Cilla sekarang sudah jadi Kakak."
"Hore.. Cilla jadi Kakak, Cilla janji akan jadi Kakak yang baik untuk adik Cilla, kapan kita bisa pulang Bun? Cilla gak sabar mau main sama Adek nya.."
"Sabar ya Sayang.. nunggu Dokter ngizinin kita untuk pulang dulu, Adek juga pasti uda gak sabar mau main sama Kakak Cilla."
"Cilla mau tunjukin mainan Cilla yang baru sama Adek boleh ya Bun?"
"Iya Sayang.. boleh." Hanna tersenyum, Alhamdulillah puji syukur atas kebahagiaan yang tak terhingga.
Satu bulan yang lalu Syarif datang menemui Hanna dan Randy di rumah nya.
Ia merasa kecewa karena Hanna memilih untuk menikah dengan Randy ketimbang dengan nya, Syarif lebih dulu mencintai Hanna, Syarif tidak bisa menerima jika Hanna lebih memilih Randy.
Syarif memberi obat tidur pada minuman Hanna, kemudian Syarif membawa Hanna ke rumah nya dan meminta seorang pembantu untuk membuka pakaian Hanna, mengenai noda merah di seluruh tubuh Hanna, itu bukan ulah nya. Bahkan ia Kaget saat melihat bekas noda merah itu, noya yang menandakan bahwa Hanna telah seutuh nya menjadi milik Randy.
Syarif meminta maaf, Hanna sempat kecewa namun tetap memaafkan Syarif, sedangkan Randy. Di lain sisi ia marah dan emosi, namun di sisi lain Ia juga lega mendengar pernyataan dari Syarif, kedua bayi kembar itu memang benar-benar milik nya dengan Hanna, mukan milik Syarif.
Satu minggu kemudian Syarif datang dengan membawa undangan pernikahan nya secara langsung, Syarif mengatakan akan segera menikah dengan seorang gadis yang telah mampu menyembuhkan luka hati nya, Seorang Gadis yang Ia temui di taman sore itu.
*****
Hari ini merupakan hari dimana acara Aqiqah kedua anak Randy dan Hanna di gelar, beberapa kerabat,saudara serta teman datang untuk memberikan ucapan selamat serta Doa untuk kedua jagoan kecil itu kelak di kemudian hari.
Syarif juga datang bersama seorang Gadis cantik yang mengenakan jilbab pasmina.
__ADS_1
"Selamat ya atas kelahiran putra nya." ucap Gadis yang datang bersama Syarif.
Hanna tersenyum,"Terimakasih atas doa baik nya.. Oh ya, namaku Hanna."
"Iya Hanna, Mas Syarif sudah banyak cerita tentang Kamu. Kenalin, namaku Vika"
"Bolehkah Aku menggendong bayimu? Aku sangat ingin menggendong nya." Gadis bernama Vika itu kembali berbicara.
"Tentu saja Vika.. Kamu boleh menggendong nya"
"Masyallah..lihatlah Hanna, Dia tersenyum padaku."
"Wahh.. iya, seperti nya Dia suka berada di gendonganmu Vik."
"Doain ya Han, semoga setelah menikah nanti Aku juga segera di kasih kepercayaan sama Allah untuk jadi Ibu."
"Aminn Insyyallah.."
"Lihatlah.! Mas Syarif sudah cocok sekali jadi Ayah."
Hanna mengikuti arah pandangan mata Vika, pandangan mata penuh rasa cinta yang begitu besar di dalam nya. Disana Syarif sedang tertawa bersama Cilla dan juga Randy, entah apa yang sedang mereka bahas, namun tampak jelas aura kebahagiaan di sana.
Cinta selalu tau kemana Ia akan pulang, terkadang merelakan Ia bahagia dengan Orang lain adalah cara terbaik mencintai seseorang.
Allah tidak mungkin salah menuliskan takdir setiap hamba nya, Allah tau kita mampu melalui segala ujian nya. Bahkan Allah jauh lebih tau mana yang terbaik untuk kita.
Sekuat apapun Kita berusaha mempertahankan seseorang yang tidak ditakdirkan bersama kita, sekuat apapun usaha yang kita jalani maka tetap tidak akan pernah bisa bersama.
Semua hanya soal waktu, Allah sudah mempersiapkan jodoh yang terbaik untuk kita.
Tinggal bagaimana kita berusaha, berdoa sertamemantaskan diri.
Orang baik akan berjodoh dengan Orang baik pula, sedangkan yang belum baik, semoga Allah pertemukan dengan seseorang yang bisa membawa nya dalam kebaikan.
__ADS_1
~TAMAT~