
Setelah melalui malam yang panjang, membuat Sam dan Alfa tertidur lelap. Sedangkan Zee dan Abigail sudah terbangun.
"Astaga, semalam aku tidur di pelukannya? Dan sekarang pun, kita tidur dalam ranjang yang sama?" ucap Abi pada dirinya sendiri.
Mukanya sudah seperti kepiting rebus, sangat merah. Abi, menutup wajahnya. Tapi, Abi tak memungkiri kalau dia begitu bahagia bisa sedekat ini dengan Sam, menatap wajah tampannya, bisa merasakan pelukan hangatnya dan tentunya bisa melihat tubuh kekar Sam. Karena, Sam tidur tanpa memakai bajunya.
Disisi lain, Zee masih menikmati pelukan hangat dari Alfa. Bukannya bangun, Zee semakin mengeratkan pelukannya dan menyusupkan wajahnya di dada bidang Alfa.
Mata Zee terbuka karena ada sinar matahari yang masuk dari jendela kamarnya. Zee pun, mengerjapkan matanya, saat matanya terbuka penuh. Betapa dia terkejut karena wajahnya begitu dekat dengan wajah Alfa.
"Dasar, nakal! Semalam kau benar-benar tak melepaskan aku!" gerutu Zee.
Tanpa dia sadar, tangannya sudah menyusuri tubuh sixpack Alfa, menyentuh dengan perlahan. Membelai wajah Alfa yang tertidur lelap.
"Kenapa pangeran es seperti mu, begitu tampan?" tanya Zee.
Zee tak bosan menatap wajah sang kekasih, di lihat mata, hidung, dan bibir Alfa, semuanya begitu mempesona. Dengan sangat pelan, Zee mencium bibir Alfa sekilas.
"Aahh,,, astaga, ini membuatku gila!" umpat Zee. Seraya menyingkirkan tangan Alfa yang masih melingkar di perutnya.
Dan saat Zee ingin beranjak, ternyata Alfa menahannya dan membuat dirinya kembali terbaring disana dengan posisi terkekang oleh tubuh sixpack Alfa.
"Ka-kau sudah bangun?" tanya Zee terkejut.
"Ya, aku bangun lebih awal dari pada dirimu," jawab Alfa yang semakin mempesona karena wajahnya yang tetap fresh saat bangun tidur.
Deg,,, deg,, deg,,,
"Kalau sudah bangun, kenapa kau tidak membuka matamu? Dan tetap diam saja?"tanya Zee cemberut.
"Hemmm,, aku baru tahu jika seorang, Zee Levina Putri itu bisa mesum juga," goda Alfa sambil tersenyum nakal.
"Alfa!" teriak Zee dengan memukul dadanya.
Alfa hanya diam dan tertawa melihat tingkah Zee yang terlihat malu, wajahnya merah merona.
Happhhh,,, Alfa menangkap tangan Zee, dan menguncinya di atas kepala gadis itu. Alfa mendekatkan wajahnya, membuat Zee semakin salah tingkah.
"Al.." ucapan Zee terpontong karena bibirnya sudah di kecup lembut oleh Alfa.
Alfa melakukan keahlinya dengan begitu lihai, membuat Zee merasa berada di atas awan, aktifitas pagi itu menjadi panas di kamar Zee.
Setelah puas menggoda sang kekasih hati, Alfa memilih memakai bajunya dan berjalan keluar. Sedangkan Zee masih termenung dengan segala kesadarannya yang tergoyahkan oleh Alfa.
"Dasar, pangeran es gila! Dia sudah membuat diriku membeku sejak semalam. Dan sekarang, dia tak merasa bersalah sedikit pun padaku?" umpat Zee sembari menghentakkan kakinya karena kesal.
Siang harinya, mereka telah kembali ke ibu kota. Di dalam mobil Zee dan Abigail sama sama bungkam, entah apa yang para gadis pikirkan? Dan entah apa yang di pikirkan para lelaki itu, karena sejak dari tadi mereka tak pernah melepas senyuman dari wajah tampan mereka.
"Aku sungguh malu, pada Abigail. Apa yang dia pikirkan tentang ku, nanti?" ucap Zee dalam benaknya.
__ADS_1
Perasaan yang sama pun terlintas dalam benak Abigail, pemikiran mereka sama. Dan begitu canggung tuk saling bertutur kata.
******************************
Setelah menempuh tiga jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di rumah keluarga Putra. Ternyata di sana semua orang sedang berkumpul, terlihat rona wajah bahagia dari mereka semua.
"Ada apakah?" tanya Alfa begitu heran.
Sam dan Abigail sudah berjalan beriringan, Sam menggandeng Abi dengan kuat. Sedangkan Zee memilih mendahului masuk kedalam.
"Zee, princess. Darimana, saja kau?" tanya Zyan.
Dengan manjanya Zee memeluk tubuh Zyan, menyusupkan wajahnya pada dada bidang Zyan. Kiara menatap heran adik iparnya tersebut.
"Ada apa sayang?" tanya Kiara.
Zee hanya menengok dan kembali menutupi wajanya, Zyan dengan begitu perhatian, mengusap pelan punggung Zee. Dan menatap ke arah Alfa.
Alfa hanya tersenyum kuda saat Zyan menatapanya dengan penuh selidik, Zyan pun menatap Ken yang sedang duduk di depannya dan mengisyaratkan tuk menghampiri Abigail.
"Abi, kau juga pergi bersama Zee?" tanya Ken.
Abi tak menjawab, dia hanya bisa mengangguk ia. Ara pun menurutmu tuk duduk di sampingnya.
"Bibi," panggil Abi manja.
Ara hanya tersenyum, sambil menganggukkan kepalanya mengerti.
Dengan cepat Zee melepas pelukan Zyan dan pergi tanpa berbalik menatap siapapun di sana.
"Baiklah, aku juga harus pulang! Sepertinya, tubuhku juga begitu pegal," ucap Alfa sembari berjalan pergi.
Belum juga Alfa melangkah, Zyan sudah dengan cepat menarik baju Alfa dan menariknya ke arah kolam renang.
"Wowowo,, santai bro! Jangan seret diriku!" pinta Alfa.
Zyan tak mendengarkan Alfa, dan terus menariknya. Sedangkan Ken berdiri di depan Sam, dan berbisik padanya.
"Kau juga mau aku tarik seperti Alfa, Sam?" tanya Ken.
Dengan cepat, Sam berlari menjauh mengikuti Zyan dan Alfa.
Ken tertawa melihat Sam begitu takut padanya, Liar dan Ara tersenyum melihat Alfa dan Sam yang teraniaya oleh Zyan dan Ken.
Byurrrr,,,,
Zyan dengan mudah melempar tubuh Alfa kedalam kolam renang itu, tanpa Zyan tahu ternyata Sam dengan suka rela melemparkan dirinya kedalam kolam.
"What!" pekik Zyan saat melihat Sam lompat.
__ADS_1
"Hahahah,,calon ponakan yang baik dan penurut," ucap Ken sambil tertawa.
Zyan menatap tak mengerti Ken. Alfa dan Sam terlihat santai dengan hukuman itu, mereka berdua bahkan membuka bajunya. Lantas melemparkannya pada Zyan bersamaan.
"Shit!" pekik Zyan kesal.
Sam dan Alfa tertawa senang melihat Zyan pun sama-sama basahnya seperti mereka.
"Dasar, tiga anak lelaki yang aneh," ucap Ken sembari kembali masuk.
Zee dan Abigail melihat kekonyolan mereka pun ikut tersenyum dari balik jendela kamarnya.
"Konyol sekali mereka?" tanya Zee.
"Zee," panggil Abi lirih.
"Eh, ya ada apa?" tanya Zee.
"Maaf, semalam aku tak bisa menolongmu!" serunya penuh penyesalan.
"Kenapa kau yang meminta maaf? Yang salah itu, Alfa. Dia benar benar membuatku kesal," balas Zee sembari cemberut.
"Apa kau tidur dengan nyenyak, semalam?" tanya Abigail.
"Tentu, aku tidur dengan nyenyak. Setelah aku memohon pada Alfa tuk melepaskan aku," ucap Zee.
Abigail begitu ambigu dengan kata-kata Zee, tentang melepaskannya. Seketika wajah Abi memerah merona, menahan malu.
Zee yang melihat perubahan wajah, Abi pun langsung menariknya tuk duduk.
"Jangan berfikir yang tidak- tidak padaku!" hardik Zee.
Abigail langsung menyadarinya kalau, Zee sedang marah padanya.
"Maaf, bukan maksudku seperti itu!" seru Abigail menatap sesal.
"Lalu, apa?" tanya Zee.
"Apa, Alfa juga melakukan apa yang Sam, lakukan padaku?" tanya Abigail.
"Baiklah, kita jawab dengan bersamaan!" perintah Zee.
Abigail pun menghitung bersama dengan Zee.
"1, 2, 3, dia menciumku dan memelukku saat tidur," ucap Zee dan Abigail bersamaan.
Saat selesai mengucapkan itu, mereka tertawa bersama karena menurutnya itu sangat lucu. Akhirnya Zee dan Abigail saling bercerita, melupakan waktu di dalam kamar.
Alfa dan Sam kembali kerumah masing-masing, setelah bercerita pada Zyan dan Ken kemana dia pergi kemarin. Tapi, point penting saat tidur bersama tak mereka jabarkan, karena itu akan sangat bahaya tuk diri mereka sendiri.
__ADS_1
Aku kasih satu bab lagi nih,, silakan baca!!