
Setelah baku hantam selesai dengan sebuah pelukan dan ciuman. Alex dan Wili mendapatkan tatapan tajam dan omelan, ya mereka mendapat omelan dari gadis kecil mereka Alyandra.
Zee sedang mengobati luka di wajah Alex, yang sama-sama parahnya dengan Wili.
"Daddy, seperti anak kecil saja. Kenapa berantem dengan Uncle, hm?" tanya Alya seraya memegang wajah Wiliem, yang sudah terlebih dulu Zee obati.
"Mmm, kau salah anak manis. Daddy tak berantem dengan Uncle, tadi itu kita sedang berlatih tinju," jawab Wiliem berbohong.
"Berlatih tinju jangan disini. Coba lihat, rumahnya berantakan!" seru Alya menunjuk pas bunga, meja kursi yang terbalik.
Wiliem hanya bisa menghela napas panjang. Entah bagaimana lagi membuat alasannya.
"Awww, sakit!" pekik Alex, saat tangan Zee menyentuh sudut bibirnya.
"Sakit? Yang benar saja, tadi saat baku hantam sepertinya biasa saja," sindir Zee, seraya semakin menekan kapas di luka tersebut.
"Aahhh, kau semakin melukai ku! Aish, kau tak berbakat menjadi suster apalagi Dokter. Kau terlalu kasar," omel Alex.
Zee menghentikan tangannya, lalu menatap Alex dengan memicingkan matanya. "Cih, lakukanlah sendiri!"
Zee pun meletakan kapas itu di tangan Alex, dan dia berlalu ke arah dapur.
"Hey, kenapa kau pergi? Aahh, bibirku sakit," ucap Alex sembari memegang bibirnya.
"Nah, itu yang dinamakan berantem. Mommy dan Uncle," ucap Wiliem menunjuk Alex.
"Haish, kau...-" ucap Alex terhenti karena Alya menatap dirinya.
Alex pun pergi ke dapur tuk melihat sedang apa yang di lakukan Zee. Terlihat sang wanita sedang membuatkkan minuman tuk Sofia, karena tadi dia menegeluh sedikit sakit kepala.
"Astaga, kenapa hanya dengan melihat punggungnya saja sudah bisa mengetarkan hati ini?" batin Alex, yang masih setia menatap Zee.
Alex berjalan perlahan mendekati Zee, saat sedang lengah barulah Alex memeluk tubuh Zee.
"Ada yang sedang marah?" tanya Alex.
"Siapa?" tanya Zee balik dengan nada cuek.
"Emm, kau tak terkejut atau berusaha melepaskan pelukanku?" tanya Alex yang sedikit bingung.
"Tidak, aku sudah tau kalau kau ini Alex bukan Wili. Karena, adikmu tak seperti dirimu," jawab Zee.
"Siapa tahu saja, nanti Wili yang melakukan ini bagaimana?" tanya Alex.
"Sepertinya, aku sudah sedikit tahu perbedaan kalian. Aroma tubuhmu dan Wili berbeda," ucap Zee lirih, wajahnya sudah merah karena malu.
"Hem," Alex tersenyum mendengar jawaban dari Zee. Lelaki itu semakin mengeratkan pelukannya pada Zee, sedangkan Zee hanya mengusap lengan kekar Alex yang melingkar di perutnya.
"Terimakasih, sudah mau menerima lelaki brengsek seperti ku," ucap Alex lirih.
"Terimakasih juga, sudah mau dengan wanita seperti diriku dan juga anakku," balas Zee.
__ADS_1
Alex membalik tubuh Zee, di tatapnya wajah sang wanitanya. Ditatapnya mata, hidung, bibir Zee, Alex tersenyum lalu mencium kening Zee begitu dalam.
"Aku berjanji akan merubah semua kebiasaanku, aku akan mencoba menjadi lelaki yang baik tuk dirimu dan Alya," ucap Alex penuh keyakinan.
"Aku harap kau bisa menjadi dirimu sendiri, dan bisa lebih mencintai dirimu sendiri," balas Zee.
"I know, aku akan mencoba melakukannya. Asalkan ada kau di samping ku," ucap Alex.
Zee mengangguk ia, Zee melihat keyakinan itu dimata Alex. Mata itu sangat biru seperti langit, membelai wajahnya lalu kembali memeluk Alex. Zee bisa merasakan detak jantung Alex yang berdegup kencang, aroma tubuhnya berbau maskulin membuatnya tenang.
Alex membalas pelukan sang kekasih, mencium kening Zee dengan penuh kasih.
"Kemana minumanku? Apa bahan-bahan minuman itu sudah habis?" teriak Sofia dari ruang tengah.
"Ahh,,, sepertinya Zee harus mencarinya di kebun dahulu," timpal Wiliem.
Zee dan Alex yang sedari tadi sedang berpelukan pun terkejut dan tertawa bersama. Sedangkan Sofia dan Wiliem hanya tersenyum sembari mengelengkan kepalanya.
"Mommy, ada di kebun? Al, mau ikut!" seru Alya seraya pergi ke arah dapur.
"Hah, Alya, kembali nak!" teriak Sofia.
"Hufhhh,,, sepertinya Alex harus terbiasa kencan dengan dua wanita, Mom. Jika tidak, kita yang harus membuat Alya sibuk dengan kita," ucap Wiliem.
"Wil, aku ingin Alex bisa berubah selamanya dan bisa menjadi lelaki baik. Semoga mereka bisa berbahagia, karena hanya Zee yang mampu meluluhkan hati Alex," balas Sofia.
Wiliem tersenyum sembari memegang tangan Sofia. "Mom, aku akan selalu menjaga mereka. Aku berhutang nyawa pada Alex, dan Alex mendapat nyawa ke dua dari kekasih Zee, Alfa."
Wiliem tahu, jika mengingat kejadian itu akan membuat sang ibu menjadi syok.
Zee dan Alex kembali dengan Alya yang berada di gendongan Alex. Alex yang melihat wajah pucat sang Ibu begitu terkejut.
"Mom, you Ok?" tanya Alex seraya jongkok di dekat Sofia.
Alya turun dan beralih ke Zee, melihat sang grandma yang terlihat lemas.
"Ada apa, perlu aku panggilkan Dokter?" tanya Alex cemas.
"No, berikan saja minuman itu! Aku akan segera istirahat, setelah itu biasanya akan segera membaik," jawab Sofia dengan lirih.
Alex menggendong Sofia menuju kamarnya, Wiliem dan Zee mengikuti dari belakang.
"Kenapa dengan Nyonya? Perlu aku panggilkan kakaku, dia seorang Dokter," ucap Zee.
"Siapa namanya?" tanya Wiliem.
"Dr. Zio dan Dr.Zia, mereka bekerja di rumah sakit X . Aku bisa memanggil mereka tuk kemari," jawab Zee.
"Baiklah, tolong kau panggilkan saja mereka!" pinta Wiliem.
"Ehem, baiklah. Aku akan menelpon mereka dulu," balas Zee.
__ADS_1
Wiliem pun masuk ke dalam kamar Sofia. Sedangkan, Zee menelpon Ara tuk kemari dan memintanya tuk memeriksa Sofia.
Wajah Sofia semakin pucat saja, matanya tertutup rapat. Alex begitu khawatir dengan sang Ibu, Wiliem pun merasakan hal yang sama. Di usia nya yang sudah hampir 70 tahun, membuat Sofia terkadang lemas, pusing dan juga sesak napas jika mengingat akan hal-hal yang berlebihan.
"Kakak ku akan segera kemari, tapi kak Ken tak bisa kemari karena dia sedang operasi pasien," ucap Zee.
"Ya sudah, tidak apa-apa. Setidaknya ada yang bisa kemari," balas Wiliem.
Selang 30 menit Ara pun tiba, Ara begitu terpukau dengan rumah bak istana tersebut. Zee sudah menunggu sang kakak di pintu depan.
"Kakak, syukurlah kau cepat datang," ucap Zee dengan nada cemas.
"Dimana Nyonya Sofia?" tanya Ara.
Zee pun mengajak sang kakak masuk ke dalam, terlihat Zee sudah begitu hapal seluk beluk rumah besar itu dengan baik. Mereka pun sampai di kamar Sofia.
Terlihat Alex yang terus menunggu dengan memegang tangan Sofia, sedangkan Wiliem sedang memangku Alya yang tertidur.
"Selamat malam, maaf saya sedikit telat," ucap Ara seraya masuk ke dalam.
"Tidak, tolong cepat kau lihat keadaan Mommy ku!" pinta Alex.
Wiliem menidurkan Alya di atas sofa besar disana, lalu menghampiri sang Mommy. Mereka begitu cemas melihat Sofia yang masih belum membuka matanya sejak tadi.
Dahi Ara mengerut, sambil terus memeriksa Sofia. Tatapan mata Ara tak lepas dari wajah Sofia, wanita yang sepertinya pernah dia temui. Tapi entah dimana.
"Wajahnya tak asing, siapa dia?" batin Ara.
"Bagaimana, Dok?" tanya Wiliem.
"Jantungnya sedikit lemah, sebaiknya beliau harus di rawat di rumah sakit. Agar bisa di tangani langsung oleh Dokter spesialis nya!" jawab Ara memberi saran.
"Apa penyakit Mommy begitu parah Dok?" tanya Alex.
"Ya, ini sedikit serius. Karena jantung dari Nyonya bermasalah, saya tak bisa menangani ini. Mungkin suami ku bisa," jawab Ara.
"Baiklah, terimakasih. Dok," balas Wiliem.
Ara pun mengabari Ken tuk segera menyiapkan ruangan tuk Nyonya Sofia. Ara menjelaskan hasil pemeriksaannya, dan Ken pun mengiayakan semuanya.
"Sebentar lagi, mobil ambulance akan datang. Kita bisa segera membawanya ke rumah sakit," seru Ara.
Alex dan Wili pun bersiap tuk membawa sang Mommy ke rumah sakit. Zee menggendong Alya yang tertidur.
Saat Ara melangkah dan tak sengaja menjatuhkan tasnya, dia melihat ada foto keluarga dari Sofia. Mata Ara membulat penuh saat melihat sosok lelaki yang gagah berani di samping Sofia dengan pose memeluknya.
"Lelaki ini? Kenapa ada fotonya disini, dan dua lelaki ini sepertinya aku pernah lihat," ucap Ara lirih seraya memegang pigura itu.
"Siapa lelaki parubaya itu, dan apakah ini Alex dan Wili saat sepuluh tahun lalu? Siapa diantara mereka adalah orangnya, paman bibi aku menemukan anakmu, menemukan jantung anakmu," batin Ara begitu bahagia bercampur kesedihan mengingat kejadian berdarah itu.
Lanjut besok yah,, thor nya lagi ada di jalan nih 😅😅 ngetik sambil dalam mobil 😭😭.
__ADS_1
jangan LUPA LIKE nya sama kasih BINTANG 5 di RATE dan juga VOTE nya 😁😁😁