
Bella menempelkan kepalanya di atas meja saat bel istirahat berbunyi, dia benar benar tidak ingin keluar dari kelasnya tidak mood karna pandangan dan omongan orang tentang dirinya
"Beneran ga mau ke kantin?" tanya rara memastikan
"Hem" sahutnya
Citra dan bunga menghampiri bella
"Kenapa?" tanyanya pada rara
"Lagi ga mood kali dia" ucap bunga
"Yaudah kita ke kantin dulu ya bel, lo ga mau nitip apa apa?" tanya rara
Bella menggeleng lalu menutup wajahnya dengan kedua tangan
Ketiga orang itu menghela nafas lalu berlalu pergi menuju kantin
Bella berniat untuk tidur namun tidak bisa, beberapa menit kemudian rara dan yang lainnya datang namun bella tidak berniat untuk mengangkat kepalanya
"Bel makan dulu" ucap bunga
"Nanti keburu masuk" lanjut citra
"Gue ga laper" jawabnya
"Lo punya mag. Harus makan" suara bass khas milik raka terdengar jelas.
Rara, bunga san Citra terkejut mendengar suara dibelakangnya, kapan dia berada disana?
Bella mengangkat wajahnya menatap seseorang dibalik ketiga teman nya
"Kok disini?" tanyanya
"Gue liat temen lo tapi ga liat lo. Waktu gue tanya mereka bilang lo gamau ke kantin. Maknnya gue kesini" ucap raka panjang lebar
Teman teman yang mendengar nya dibuat kaget, karna tidak biasanya raka ingin berbicara panjang lebar serta seperhatian ini
"Nih makan" lanjutnya seraya menyodorkan roti dan susu
"Hem" bella menjawab malas
"Jangan cemberut" raka mengelus Puncak kepala bella dengan lembut
"Gue balik ke kelas. Pulang sekolah gue tunggu di gerbang" ucap raka seraya pergi disusul oleh keempat temannya
"Raka bisa seperhatian itu yaa?" ujar bunga masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat
"Kesayangan raka" ucap rara dan citra meledek bella gemas sambil tertawa
"Raka dari dulu selalu perhatian kok" jawab bella santai sambil memakan rotinya
"Gue sirik deh sama lo" citra berbicara dengan nada dibuat buat "pengen deh punya satu yang macam raka" lanjutnyaa
"Pengen jugaa" ucap rara dan bunga berbarengan lalu diiringi dengan tawa mereka
Orang orang mulai terbiasa dengan perlakuan raka yang tidak biasa itu sedikit demi sedikit, walaupun kadang mereka masih tidak bisa mempercayai apa yang mereka lihat.
Raka duduk di bangkunya lalu memasang headset mendengarkan lagu
"Lo tau ga waktu awal ngeliat bella yang nahan raka pas berantem, gue terpesona sama wajah cantiknya *****" ucap Angga
Raka menguping namun tak tertarik pada pembicaraan
"Gila parah. Gue gue juga sama. Gue kira ada bidadari turun dari langit" ujar diki melebih lebihkan
"Bella emng bidadari" ucap raka tanpa mengangkat wajahnya
Ketiga sahabatnya menatap raka tak percaya dengan apa yng baru keluar dari mulutnya
"Waktu bella bilang mereka cuma sahabatan, gue kira gue punya peluang. Tapi ternyata pawangnya si raka kampret, jadi gue mundur sebelum tempur dari pada ga panjang umur" kata aldi sembarangan
"***** ***** bener banget si kampret ngomongnya" jawab Angga heboh
"Gue juga mikir gitu *****" ucap diki di iringi tawa kedua temannya
"Kenapa ka?" tanya Ilham tiba tiba disela tawa temannya
Raka melepas headset nya lalu menatap Ilham tertarik dengan apa yang barusan dia tanyakan
"Kenapa lo nganter jemput bella?" lanjutnya
"Nah gue juga penasaran. Ga biasanya" ucap Angga
"Bella itu ceroboh, dia selalu kena masalah kalo gaada gue disampingnya" jawabnya singkat
"Gue kaget banget lo bisa seberubah ini gara gara cewe" ucap Ilham
"Gue ga berubah" jawab raka "dari dulu gue selalu kaya gini kalo sama bella" lanjutnya sambil tersenyum tipis "maknnya kalo bella lagi sama gue dan gue tinggal.. " raka memberi jeda, tatapan mata nya menjadi sayu
"banyak orang yang memperlakuin dia seenaknya. Gue gamau dia ngalamin hal kaya gitu lagi" jelasnya
"Lo sesayang itu sama bella?" tanya Aldi
Raka terseyum tipis "kalo dibilang sayang, ya bella itu udah kaya bagian dari hidup gue" ucapnya
Ilham, Diki, dan Angga terdiam sejenak lalu tersenyum saat tersadar dengan ucapan raka.
Raka bukan tipe orang yang bisa selalu jujur dengan apa yang dia rasakan dan pikirkan, tapi hari ini raka bisa terbuka kepada mereka membuat mereka senang, dan juga semenjak kedatangan bella raka jadi lebih sering tersenyum
Aldi tersenyum karna mengenali kalimat yang barusan raka ucapkan "akhirnya gue ketemu sama cewe yang ada di dompet lo"
"Hah?" Ilham, diki dan Angga kebingungan
"Emng cewe bisa masuk dompet? " ucap Angga bercanda
"Foto *****" jawab Aldi
"Kok gue gatau? " tanya diki pada dirinya sendiri
__ADS_1
"Lo emng pernah liat dompet si raka. Liat dia ngeluarin dompet aja kaga pernah" ucap Ilham "jadi gimna lo bisa liat dompet raka?" tanyanya
Aldi tertawa "Jadi waktu itu kita lagi ditempat biasa... "
flashback
"Woy mau kemana?" tanya Ilham
"Nyari makan. Gue laper, siapa tau dapet bonus cewek cantik" ucap Angga
"Malem malem gini yang ada tante kunti yang ngikut lo" ucap diki
"Dih gapapa, kan selera si Angga emng tante tante" ledek aldi
"Bacod semua lo pada. Mau ikut atau engga, kalo engga gue juga gamau" ucap Angga
"Ayo biar lo ga banyak bacot " ucap diki lalu Ilham juga pergi menemaninya
Raka sedang duduk sambil memainkan handphone nya. Tapi ada yang aneh, Raka terlihat sedang tersenyum karna raka bukan tipe orang yang mudah tersenyum
"Ngapain lo?" tanya aldi
"Apaan sih lo" ketusnya
"Siapa?"
"Apanya?"
"Cewek yang lagi chating sama lo?" tanya aldi penasaran
"Gajelas lo" jawabnya datar
Aldi tersenyum "raka memang orang yang tidak terbuka soal perasaannya" ucapnya dalam hati
Raka berdiri sambil memasukan dompetnya kedalam saku celana tapi ada secarik kertas terjatuh
Aldi mengambil kertas tersebut dan tidak sengaja melihatnya, ternyata itu foto. Foto raka yang tersenyum dengan seorang wanita cantik yang memeluknya
"Ka, nih. Jatoh" aldi menyodorkan fotonya "cewek lo?" tanyanya
Raka mengambil foto tersebut
"kalo dibilang cewek gue.." raka memberi jeda
"cewek ini udah kaya bagian dari hidup gue" lanjutnya lalu menatap foto ditangannya sebelum memasukkan kembali kedalam dompet sambil berjalan menuju toilet
Aldi terdiam mengolah kata yang diucapkan raka
"Cih, bisa gitu juga itu anak" ucapnya sambil tersenyum menatap raka dari belakang
flashback off
"Jadi gituu" aldi mengakhiri ceritanya
"Kok lo ga bilang ke gue raka punya cewek" ucap Angga
"Waktu itu belum pasti, lagian ga penting. Skrng kalian udh ketemu sama itu cewe" balas aldi
"Gue ga jadian sama bella" ucap raka
"Gue nanya nya, kenapa lo bisa jadian sama sandra kalo ada orang sepenting bella di hidup lo" jelas Ilham
Raka terdiam tidak menjawab tiba tiba suasana menjadi canggung
••••
Tak terasa sudah hampir 2 minggu bella bersekolah disana, orang orang mulai terbiasa dengan tingkah raka terhadap bella.
"Ka sebentar" ucap bella di tengah jalan saat mereka ingin menuju parkiran untuk pulang
"Kenapa?" tanyanya
"Hp gue ketinggalan dikelas. Gue pergi ambil dulu" ucapnya
"Gue anter?" tawar raka
"Engga usah. Gaakan lama kok" ujar bella seraya berlari kecil menuju kelasnya
"Loh kok belum balik bel?" tanya rara saat berpapasan dengan bella di koridor
"Ada yang ketinggalan" jawabnya
"Si bella kan? Buru Buru banget kenapa itu anak?" tanya bunga saat melihat bella yang berlari lalu menghampiri rara
"Ada yang ketinggalan katanya" ucap rara
"Dasar, ada ada aja" balasnya
Bella mencari handphone nya di kolong meja lalu memasukannya kedalam tas
Saat berbalik ingin pergi bella melihat dua orang lelaki dan satu wanita berdiri di depannya
"Bella ya?" tanya wanita itu dengan lembut
"I, iya" entah kenapa bella menjadi gelagapan saat menjawabnya
"Ikut gue dulu yu" ajaknya
"Sorry, tapi gue udh ditunggu" bella berjalan kearah lain
Wanita itu tertawa sinis "bawa dia" suruhnya kepada dua lelaki tadi
Disisi lain raka menunggunya tak sabaran pasalnya bella memakan waktu agak lama hanya untuk mengambil handphone nya yang tertinggal
"Loh ka, napa belum nganter bella lo?" tanya aldi seraya menghampiri raka dengan Ilham dan Angga
"Gamau lagi kan bella dianter sama lo, kegantengan lo makin berkurang ka" ucap Angga
"Sembarang lo kalo ngomong" balas Ilham
__ADS_1
"Loh, bella belum balik juga?" rara dan bunga menghampiri raka dan yang lainnya
"Loh ngapain lo curut kesini" ucap Angga
"Gue gaada urusan sama lo serangga" jawab rara sinis
"Rara tadi ketemu bella di koridor kelas, trs ke kantin dulu. Lah pas kesini liat lo, masa iya bella belum balik juga" jelas bunga
"Jangan jangan.." Ilham belum selesai berkata namun raka sudah berlari untuk mencari bella
"Jangan jangan dia boker di toilet. ***** padahal gue belum selesai ngomong" lanjutnya
Teman temannya menatap kearah Ilham serius lalu akhirnya mereka ikut menyusul raka mencari bella
"Angkat bel" raka menelpon bella khawatir namun tidak ada jawaban
"Sialan!" raka terus menerus mencari dan menelpon bella
"Brengsek!" raka mulai emosi
"Ka kalem dulu ka" aldi mencoba menenangkan raka
"Ka mungkin bella lagi di toilet" ucap Angga berusaha menenangkan
"Bella selalu bawa hp nya bahkan sampe toilet pun" jawab raka
"Mungkin batre nya lowbat ka" ucap rara
"Hp nya aktif, Tapi ga diangkat sama sekali. Sialan! Kalo sampe dia kenapa kenapa, arghhh" raka menonjok tembok emosi membuat rara dan bunga kaget sekaligus takut
Bella di tarik paksa hingga gudang belakang sekolah, dia terus berontak tapi tenaganya bukan apa apa dibandingkan dua lelaki ini
"Mau apa lo?!" tanyanya sambil teriak
Perempuan itu berdecak kesal
"Jangan berisik cantik. Lo mau wajah cantik lo gue rusak cuma karna mulut berisik lo itu" ucap wanita itu
"Kalian tunggu di luar" suruhnya, saat dua lelaki itu keluar masuk dua orang wanita
"Jadi ini?" tanya wanita berambut pendek kepada wanita yang membawanya sambil mendekati bella
"Karna raka kan? Lo semua ngelakuin ini karna raka kan?" tanya bella memberanikan diri
Bella takut, tidak dipungkiri lagi, dia tidak tau kemungkinan apa yang para wanita ini akan lakukan kepadanya. Tapi dia tidak bisa diam saja
"Pinter juga lo" ucap wanita yang membawanya
"Kenapa?" teriak bella
"Berisik amat sih" ucap salah satu wanita itu
"Karna ada lo kita semua gaada kesempatan buat dapetin raka. Sandra itu bukan apa apa, tapi lo? Lo itu kaya serangga, lo ga lebih dari sekedar benalu. Apa lo ga ngerasa? Lo itu cuma beban yang nempel di raka. Lo itu cuma ngerepotin dia doang, dan lagi apa lo ga ngerasa kalo lo udah ngusik hubungan orang dengan kedatangan lo?" ucap wanita berambut pendek panjang lebar
Bella terdiam mengolah kata yang diucapkan barusan, tidak semua salah karna bella pun merasa seperti itu
"Dari awal kalian emng gaada kesempatan buat dapetin raka" balas bella berusaha membuka pikiran dan mulutnya "tuhan aja tau betapa berharganya raka kalo cuma buat dikasih ke ****** kaya kalian"
"Kurang ajar" wanita yang membawa bella emosi.
Plak tamparan keras berhasil mendarat di pipi bella tanpa bella sangka
Bella merasakan sakit di pipi kiri nya lalu tersenyum sinis menatap ketiga wanita itu
"Kalian" bella memberi jeda " kalo sampe raka tau apa yang kalian lakuin ke gue, lo tau apa yang bakal raka lakuin?" bella memelankan suaranya hingga terdengar seperti berbisik "dia bisa matahin tangan kalian yang berhasil nyentuh gue, kalian tau kan raka gimana orangnya"
Ketiga wanita itu terlihat ketakutan
Bella tersenyum sinis
"Sialan!"
"Kurang ajar!"
"Berani beraninya!"
Ketiga wanita itu kesal, lalu bella ditampar nya lagi dan di janggut serta di dorong hingga terjatuh ke lantai
Bella berdiri lalu balas memukul ketiga wanita itu sekuat tenaga
"Lo!" ucap wanita berambut pendek
"Kenapa? Bahkan kalo gue mati disini, dia bakal bikin kalian semua menderita seumur hidup" ucap bella
Ketiga wanita itu ingin kembali menyerang bella tapi..
Bugh
seseorang baru saja terpental kedalam
"Itu bella" ucap rara dengan mata bercahaya lega
Aldi dan Ilham Menghampiri bella saat sudah berhasil melawan dua lelaki tadi
Raka memeluk bella sejenak "lo gapapa?" tanyanya sambil mengelus pipi bella lembut tapi bella meringis pelan
Raka yang menyadari langsung menatap ketiga wanita tersebut dengan tajam" dimana lagi dia nyentuh lo?" tanyanya pada bella
"Udh kok gapapa" jawab bella karna tidak ingin masalah menjadi besar
"Dimana lagi ****** kaya kalian nyentuh bella gue?" bentak raka
Ketiga wanita itu gemetar ketakutan
"Jawab!" teriaknya "kalian harus ngerasain sakit dua kali lipat dari apa yang udh kalian lakuin sama dia" lanjutnya sinis
"Ka gue gapapa kok" ucap bella meyakinkan raka "gue udah bales mukul mereka tadi. Gue itu kuat loh" lanjutnya sambil menahan tangan raka agar tidak menyakiti ketiga orang tersebut
Raka menatap bella intens
__ADS_1
"kesalahan mereka biar tuhan yang bales. Tuhan gaakan ngebiarin orang jahat tanpa menghukumnya" ucap bella sambil tersenyum manis seakan tidak ada apa apa
"Ayo kita pulang" ajak bella