Takdir Cinta

Takdir Cinta
Berlalu


__ADS_3

Tangisan hari itu berlalu, tak pernah ada yang tahu akan seperti apa kedepannya. Sam membawa Abigail ke Villa. Disana ada Ken dan Ara yang sedang duduk, Ken merasakan sesuatu saat Abigail menginjakkan kakinya memasuki halaman Villa.


"Abigail," ucap Ken dengan lirih.


"Abigail? Ada apa dengannya, kau kenapa Ken?" tanya Ara penuh tanya.


"Aku merasakan Abi ada disini," jawab Ken sembari berdiri melihat sembarang arah.


"Ken, kau mencari siapa? Abigail ada di Korea," ucap Ara sembari menggoyangkan tangan Ken.


Hati Ken berkata kalau Abigail ada di dekatnya, hatinya tak bisa dibohongi, Ken begitu resah masih menatap semua arah.


"Abi, sayang. Kau ada dimana?" ucap Ken pada dirinya sendiri.


Sam dan Abigail melihat Ken yang begitu resah, dan sempat mendengar apa yang Ken ucapkan.


"Paman!" panggil Abigail sedikit berteriak.


Ara langsung berbalik, tak percaya jika memang benar Abigail ada disini. Ara sampai menutup mulutnya, sedangkan Ken masih mematung tar berkutik.


"Paman!" seru Abigail dengan suara yang tercekak menahan tangis.


Saat mendengar lagi suara dari Abigail, barulah Ken berbalik dan melihat siapa yang sedang berdiri disamping Sam.


Ken menangis, melihat gadis kecilnya itu. Seketika air matanya jatuh berlinangan. Melihat itu, Abigail berlari berhambur di pelukan sang paman, memeluk erat tubuh sang paman.


"Paman, aku kembali! Abi ada disini," ucap Abi diiringi isak tangis dari Ara yang begitu terharu.


"Gadis kecilku, kau ada disini sayang?" tanya Ken sembari mencium pipi dan kening Abigail.


Abi tak bisa berucap apapun, bibirnya begitu keluh. Yang bisa dia lakukan adalah menangis bahagia, karena bisa bersama dengan Ken paman yang sudah merawatnya.


"Aa-abi, rindu paman!" seru Abigail dengan ucapan yang terbata karena menangis.


"Paman juga rindu Abi, paman sangat rindu Abi. Gadis kecil paman," balas Ken kembali memeluk tubuh Abigail.


Ara menangis bahagia melihat sang suami bisa bertemu dengan setengah hatinya. Ya, Abigail sudah seperti anak untuk Ken, separuh hidupnya.


Abigail mengangguk sopan menyapa pada Ara, saat melihat Ara menatapnya.


"Hiks, selamat datang sayang," ucap Ara sembari membelai lembut rambut Abigail.


Abigail tanya bisa membalas dengan memejamkan mata, karena tubuhnya masih ada dalam dekapan sang paman.


"Abi!" teriak Zee heboh saat melihat siapa yang dia temui. Zee berlari cepat menghampiri Abigail.


Ken melepaskan pelukannya, dan tersenyum pada Zee, Zee langsung memeluk Abigail mereka melepas rindu, tubuh mereka berputar seperti gangsing.


"Jangan pergi lagi! Tetaplah disini bersama kami semua!" pinta Zee.


Alfa menghampiri Zee, dan menarik baju bagian belakang sang gadis. Karena melihat Abigail susah tuk bergerak.


"Kau boleh senang! Tapi jangan membuat anak orang mati juga!" hardik Alfa marah.


Zee yang mendengar itu cuman bisa mengerucutkan bibirnya. Karena kesal pada Alfa. Dan semuanya tertawa karena ulah Zee.

__ADS_1


"Kau ini kuranga ajar sekali, Alfa!" Tak punya mata apa? Aku sedang melepas rindu pada Abigail," protes Zee.


Alfa hanya memutar bola matanya dengan malas, meladeni sang gadisnya itu. Tapi tetap saja Alfa menarik tubuh Zee sedikit jauh dari Abigail.


"Dr. Zia apa kabar?" tanya Abi.


"Aku sangat baik sayang. Apalagi karena adanya hadirmu disini, membuat kami semakin baik. Terutama pamanmu yang begitu bahagia pastinya," jawab Ara.


"Panggil yang sopan, Abi!" perintah Ken dengan nada ketusnya.


"Baik paman! Hay bibi, maafkan aku! Tadi hanya bercanda saja," ucap Abigail dengan cengegesan.


"Sudah, tidak apa apa!" seru Ara tersenyum.


Alfa mendekati Sam, menyengolnya dan berbisik. "Kau membawanya pulang?" tanya Alfa.


"Tidak! Abi datang sendiri padaku, dan aku juga belum sempat menanyakan dengan siapa dia datang," jawab Sam.


Alfa dan Sam saling berpandangan, mengangguk penuh makna. Ken dan yang lain membawa Abgail tuk masuk kedalam rumah.


Zee terus menempel pada Abigail, karena begitu merindukan temennya itu.


"Zee, biarkan dia istirahat! Bawalah kedalam kamarmu!" perintah Ara.


"Baiklah! Aku akan membawanya tuk tidur," saut Zee sembari menarik Abigail tuk mengikutinya.


Ken dan Ara kembali kekamar mereka, Ken duduk di sofa malas kamarnya, menghela napas panjangnya. Bersyukur karena Abigail telah kembali, namun ada satu pertanyaan di benaknya.


"Dengan siapa dia kemari?" tanya Ara.


Tok,,, tok,,, tok,,


Terdengar suara ketukan dari luar, Ara segera membuka pintu tersebut. Dan terlihat Abigail disana.


"Bibi, aku ingin berbicara dengan paman. Apakah paman ada?" tanya Abigail.


"Masuklah! Dia ada di dalam," jawab Ara.


Abigail pun masuk, melihat Ken yang duduk sedang menutup matanya. Ara memanggil Ken, memeberitahu ada Abigail.


"Abi!" panggil Ken.


Ken tersenyum dan mementintahkan Abi tuk duduk disebelahnya. Sedangkan Ara memilih keluar kamar, memberikan ruang tuk mereka berbicara.


"Ada apa, hm?" tanya Ken.


"Paman, aku kembali bersama dengan ayah. Tapi aku baru sadar jika, dia sekarang tak tahu ada dimana," jelas Abigail.


"Apa maksudmu, berarti Tuan Kim yang membawami kemari?" tanya Ken.


"Ya paman," saut Abigail menunduk.


Ken bangun, segera menggapai ponselnya di atas nakas dan menghubungi Tuan Kim.


Tuttt,,,, tut,,,, tut,,,,

__ADS_1


"***Hallo tuan Kim, apa ada waktu? Saya ingin berbicara sebentar dengan anda!"


"Hallo Tuan Ken, tentu saya banyak waktu untukmu"


"Tuan, apakah kau ada di Indonesia? Dan membawa Abigail, ah maaf. Maksudku Ae Ri?"


"Ya, semalam saya dan Ae Ri melakukan penerbangan. Dan saya membawanya pulang padamu!"


"Maksud anda, bagaimana tuan Kim? Maaf saya tak mengerti"


Abi mengisyaratkan tuk men-loudspiker, Ken pun langsung melakukannya.


"Tuan Ken, saya kembalikan putriku padamu! Tolong jaga dia, dan maafkan aku yang tak bisa menjaga dia langsung"


"Apa maksud anda, Ae Ri di bolehkah tinggal di Indonesia?"


"Ya, kau benar. Aku yakin, dia begitu bahagia saat bertemu kau dan teman temannya disana. Tuan Ken, aku tak mau membuat Aeri menderita. Kau tahu Tuan? Selama di berada di sampingku, ternyata Aeri selalu memakai topengnya berpura pura bahagia dan selalu tersenyum. Dan itu membuatku merasa bersalah."


Ken dan Abi masih setia mendengar semua ucapan Kim Bum. Abi sudah menangis tanpa suara.


"Tuan Ken, maafkan aku yang tak tahu sopan santun ini. Aku meninggalkan Abi dengan kekasihnya, dan sekarang saya sudah berada di pesawat kembali ke Korea***,"


Mata Abigail melotot penuh, dia tak menyangka kalau sang ayah pergi meninggalkannya setelah membawanya kembali.


"***Appa, dangsin-i nal tteo naas-eoyo?" teriak Aeri.


"Ae ri, mianhae! Appa tahu, karena kebahagiaan ada disana. Bukan bersama Appa!" balas Kim Bum.


"Appa, kau membuangku? Kau tak sayang padaku?" tanya Ae Ri sembari menangis.


"Bukan seperti itu, aku tak mau kau menderita sayang. Appa ingin kau bahagia dengan kekasihnya dan juga pamanmu, kau harus tahu Appa sangat menyayangi mu, kau dunia ku Ae Ri," jawab Kim Bum.


"Jangan menangis! Kau harus bahagia nak, Appa akan selalu menunggumu kembali dan hidup bahagia dengan Appa"


"Appa, mianhae! Aku sudah menyakiti dirimu, aku membuatmu menangis," ucap Abigail.


"Tidak nak, aku bahagia karena bisa bertemu denganmu dan bisa bertemu denganmu. Baiklah, Appa harus segera menutup panggilan ini!"


"Appa, aku menyayangi mu"


"Appa sangat menyayangi mu juga Ae ri," balas Kim Bum***.


Panggilan itu pun terputus, Kim Bum menangis meraung di dalam pesawat pribadinya. Bodyguard nya sampai iba melihat sang majikan yang kembali kehilangan sang anak.


Sedangkan Abigail memeluk tubuh Ken dengan erat, menangis hebat dipelukan sang paman.


"Paman, ayah pergi! Dia begitu menyayangi ku, dan sekarang dia akan hidup sendirian lagi. Aku, aku sudah menjadi anak yang jahat pada ayah. Dan menyakiti dirinya," ucap Abigail.


"Tidak, Abi. Kau anak yang baik, dan kau begitu menghargai apapun keputusan dari Ayahmu dan diriku," balas Ken sembari pencium kening Abigail.


Haru biru, dengan semua ikatan yang terjadi pada mereka. Anak angkat dan sang paman yang mempunyai ikatan batin dengan kasih sayang yang begitu besar.


"Kau gadisku kecilku Abi, dan selamanya akan selalu seperti itu. Ara benar, kau separuh hidupku nak! Aku begitu menyayangi dirimu," ucap Ken dalam hati.


Bersambung💞💞💞

__ADS_1


__ADS_2