
Ana dan Rafli harus segera berangkat ke Berlin untuk melakukan operasi pada pipi Ana bukan seluruh wajahnya . Sebenarnya tak masalah bagi Rafli karena dirinya tulus mencintai Ana namun masalah seperti itu sungguh mempengaruhi hari-hari Ana.
'' Bunda hati-hati , Arjun pasti merindukan bunda " ucap Arjuna dengan mata berkaca-kaca .
'' Iya , Arjuna nikmati liburan disini dan jangan nakal . Bunda juga pasti akan merindukan Juna dan kalian semua " ucap Ana mengecup surai indah sang anak . Lalu kini giliran Dewa sebagai anak pertama namun melepas kepergian bundanya ia memilih menjadi orang terakhir.
'' Bunda " tangis Dewa pecah saat memeluk tubuh bundanya . Dirinya sangat marah apa yang terjadi pada wanita kesayangannya di muka bumi bahkan diakhirat ini nanti.
'' Kenapa jagoan bunda menangis " ucap Ana menahan air matanya menangkap wajah sang anak yang di kenal tak cengeng itu.
'' Bunda pasti sembuh , bagaimanapun bunda wanita paling cantik di dunia ini khususnya di dunia Dewa '' ucap Dewa yang baru pertama kali berkata manis pada seorang wanita , Dewa yang terkesan dingin dan irit bicara itu menangis terisak saat mengucapkan kata-kata untuk bunda nya . Sementara Jelita mencebikkan bibirnya tak suka jika cantiknya di kalahkan sang bunda , apalagi sang kakak terhebat nya memuji bundanya sedangkan ia tak pernah di puji tentang kecantikan nya. Hanya sang Ayah yang dan Arjun yang memujinya , itupun jika tak ada sang bunda . Jika ada sang bunda maka ayahnya akan memilih keduanya cantik .
'' Bunda , kecantikan itu dari hati bunda. Dewa sangat menyayangi bunda. Jika Dewa telah dewasa maka tak ada seorangpun yang akan bisa menyakiti bunda " ucap Dewa , Ana tak mampu membendung tangisannya . Anak pertamanya begitu pengertian dengan Ana , mulai saat Ana mengandung bahkan Dewa tak merepotkan dirinya , malahan Rafli yang begitu merasakan ngidam yang menyiksa dan kini hati Rafli terasa begitu tertampar oleh perkataan Dewa barusan.
'' Ayah , tolong jaga bunda. Jangan sampai terjadi apapun lagi apalagi hingga bunda terluka " ucap Dewa dan diangguki mantap oleh Rafli.
'' Bunda pergi dulu ya sayang " ucap Ana memeluk kembali Dewa dan mengecup surai hitam milik anaknya.
'' Bunda sayang Dewa " ucap Ana.
'' Dewa juga sayang bunda " ucap Dewa menghapus air mata Ana dengan jari jempol tangannya.
'' Maaf tuan dan nona , pesawat kita telah siap untuk berangkat " ucap Licia tak enak hati..
Ana dan Rafli dengan langkah kaki yang terasa begitu berat meninggalkan anak-anaknya untuk sementara waktu . Jelita dan Rava tengah terisak melihat kepergian kedua orang tuanya , dua bocah manja itu merengek ingin ikut namun tak diperbolehkan oleh Rafli , Rafli ingin fokus mengurus Ana hingga operasi itu berjalan lancar dan juga memperoleh masa pemulihan yang singkat .
'' Kau lihat sayang , keponakanku Dewa begitu hebat " ucap Rahma tersenyum bangga dan di angguki Jimmy .
'' Tapi kau tak sadar kata-kata Dewa membuat Rafli merasa begitu salah atas segala kejadian yang menimpa Ana . Apa bocah itu punya insting dendam terhadap ayah kandungnya , mengingat kekejaman Rafli karena cemburu buta nya kepada Ana hingga Dewa di lahirkan sebelum waktunya " batin Jimmy .
.........
Jika Ana dan Rafli berangkat ke Berlin maka Eric telah diperoleh kan pulang oleh dokter dan kini ia berada di mansion Teguh. Vini menyambutnya dengan senyuman yang begitu cerah namun senyum itu sedikit luntur lalu memudar seketika saat Eric mengatakan bahwa Rafli akan mengambil Ericana bahkan Ericana akan tinggal bersama Rafli dan Ana.
Vini merasa begitu berat melepaskan Ericana yang ia rawat sedari bayi hingga membuatnya berjodoh dengan Eric , banyak kesabaran dan kasih sayang yang Vini curahkan hingga ia mendapat kebahagiaan yang hakiki sebelum ia mendengar kabar dan mendengar keputusan Eric tentang Ericana .
'' Kita tak boleh egois Vin. Kita masih beruntung jika Rafli tidak menuntut kita terutama diriku dan meneruskan nya ke jalur hukum . Dia cukup punya bukti yang kuat " ucap Eric , karena ia tau jika Vini tak akan membiarkan Eric mendekam di penjara .
" Tapi aku takut mereka tak mengizinkan kita untuk bertemu Ericana selanjutnya " Isak Vini , ini hal yang begitu berat untuknya .
" Tenanglah , pasti kita punya seribu cara untuk tetap bertemu Ericana " ucap Eric menenangkan , Vini tak boleh stres karena bisa berdampak buruk untuk kehamilannya. Eric sendiri tak bisa memastikan untuk bisa bertemu Ericana di kemudian hari karena ia tau betul sifat pelit Rafli terhadap orang yang ia sayangi termasuk over protektif nya terhadap Ericana nanti .
" Kini saatnya kita memberitahu Ericana secara perlahan ya " pinta Eric lembut dan diangguki lemah Vini.
Awal yang di mulai oleh Vini dan Eric adalah membuat kesan yang baik tentang Ana dan juga Rafli pastinya .
.
.
.
Kedatangan Ana dan Rafli di sambut mama Lia dengan senyuman namun terlihat wajah wanita paruh baya itu menatap menantunya dengan sendu .
'' Semua pasti akan baik-baik saja nak " ucap Lia memeluk menantunya dengan sayang .
'' Iya ma " ucap Ana tersenyum getir .
'' Ma , biarkan istri ku istirahat dikamar ma " ucap Rafli dan diangguki oleh Lia.
'' Ma. Maaf ya , Ana mau istirahat dulu " pamit Ana dan diangguki Lia .
'' Jaga Ana jangan sampai stres biar hasilnya maksimal . Ini butuh kesiapan mental nak " bisik Lia pada Rafli.
Rafli segera turun kebawah setelah memastikan Ana terlelap dalam tidurnya...
__ADS_1
'' Nak mau kemana " tanya Lia saat berkutat di dapur , tanpa melihat jika itu Rafli namun sang mama mampu menebaknya.
'' Aku ingin bertemu dengan dokter spesialis yang menangani Ana nanti ma " jawab Rafli .
'' Nak , Bunga ingin bertemu denganmu dan Ana nanti malam. Apa bisa " Tanya Lia , kini pandangannya fokus pada sang anak.
'' Untuk apalagi ia ingin bertemu dengan kami. Uang sudah ku berikan , dia juga sudah ketemu dengan anaknya " sarkas Rafli .
'' Bilang padanya ma . Aku dan Ana menolak untuk bertemu dengannya . Lagian Ana ingin operasi , dan Bunga itu bagaikan debu di rumah tangga kami dan mama jangan coba-coba untuk berdekatan dengan Bunga . Kita tidak tau isi hati orang lain ma dan aku tak ingin ada duri dirumah tangga ku dan Ana '' ucap Rafli tegas dan berlalu pergi . Lia hanya bungkam seribu bahasa , ia akan mengikuti keinginan anaknya.
Klinik XXX
Kedatangan Rafli telah di tunggu langsung oleh dokter senior yang tak perlu di ragukan keahliannya dalam melakukan operasi plastik , Rafli menjelaskan dengan teliti tentang luka di pipi wanitanya itu , terlihat dokter itu tersenyum melihat seorang Rafli begitu mencintai dan mencemaskan istrinya . .
" Apa benar pria ini mempunyai tiga istri seperti yang santer terdengar saat itu. Kurasa mustahil melihat gestur dan bicaranya saja cukup jelas jika pria ini begitu mencintai istrinya " batin dokter tersebut.
Dokter pun menjelaskan secara terperinci tentang hal yang harus di patuhi Ana , Rafli sendiri merasa meragu apa Ana sanggup atau tidak. Setelah selesai menjelaskan dokter tersebut menyerahkan beberapa kotak obat untuk di konsumsi Ana lebih dahulu dan besok ia harus segera memeriksa wajah Ana untuk mengecek kesiapan melakukan operasi saat lusa tiba.
.
.
.
Di mansion Rafli tepatnya di dapur terlihat beberapa pelayan berbaris di sana dan Rafli menjelaskan apa saja pantangan yang tidak boleh di makan Ana dan apa yang baik untuk di makan istrinya ... Sedangkan Lia sedang istirahat di kamar tamu.
'' Saya tidak mau tau , simpan semua yang mempunyai rasa pedas , jika kalian mau memakan makanan pedas kalian bisa memasak di paviliun belakang " ucap Rafli melangkah pergi menemui istrinya yang ternyata baru selesai mandi . Harum tubuh Ana menyeruak di indera penciumannya .
'' Sayang , kau suka sekali menggodaku hmmmm " ucap Rafli , tangan nakalnya menarik kimono yang tengah melilit tubuh polos Ana.
'' Mas.... " ucapan Ana terhenti saat Rafli membungkam bibir merah muda tersebut dengan bibir sexy nya . Ana tak bisa menolak karena Rafli berhasil membuainya dan membawa nya keatas ranjang , hanya suara erangan dan ******* saja yang kini terjadi , seketika Rafli terlupa apa saja pesan dokter yang harus ia sampaikan pada istrinya.
Nafas Ana masih terengah-engah karena Rafli melakukannya sungguh keterlaluan .
'' Ya ampun mas lupa karena candu dari tubuh ini '' goda Rafli membuat Ana mengerucutkan bibirnya .
'' Dasar tua '' ucap Ana .
'' Mas belum tua sayang , bahkan mas bisa melakukannya seperti pertama kali merasakan surga ini '' ucap Rafli tak terima .
'' Ayo apa kata dokter mas '' tanya Ana serius , tubuhnya masih tergulung oleh selimut .
'' Pantangannya cukup berat sayang '' ucap Rafli mendesah pasrah , disini pun ia cukup merasa dirugikan.
'' Jangan membuatku takut dan ragu dong mas '' ucap Ana seketika nyalinya menciut.
'' Ini tidak cukup sulit sayang , hanya masalah selera mu saja '' ucap Rafli .
'' Selera '' tanya Ana dan diangguki Rafli .
'' Katakan '' imbuhnya tidak sabaran.
'' Selama tiga Minggu dirimu harus menghindari dari sinar matahari meski itu sinar matahari pagi sekalipun " ucap Rafli membuat Ana mengulum senyumnya.
'' Itu mah gampang mas " ucap Ana dengan tingkah sombongnya yang nampak menggemaskan di mata Rafli.
'' Itu yang paling mudah sayang dan inilah yang sangat sulit '' ucap Rafli dan seketika tubuh Ana begitu serius memastikan ucapan Rafli selanjutnya.
'' Pantangan salah satunya adalah tidak boleh makan pedas sama sekali selama tiga Minggu '' ucap Rafli membuat Ana membelalakkan matanya .
'' Hindari yang namanya bersantan , lebih baik mengganti nasi dengan bubur agar pemulihannya cepat '' ucap Rafli membuat Ana tertunduk lesu , bukan karena santan tapi Ana tidak bisa namanya memakan bubur dan ia hobi makan yang mempunyai citarasa pedas .
'' Dan yang buat mas tidak tega , kau harus tidur pada posisi duduk sayang selama satu Minggu '' ucap Rafli mendesah pasrah .
'' Lalu apalagi '' tanya Ana .
__ADS_1
'' Dilarang namanya keramas selama dua Minggu dan dilarang olahraga selama tiga atau dua Minggu '' ucap Rafli .
Plakk Ana memukul lengan berotot suaminya .
'' Bagaimana bisa mas , manusia tidak keramas selama dua Minggu . Nanti bisa jadi sapu ijuk rambutku mas , kalau ada kutunya bagaimana '' ucap Ana yang kini tak bisa membayangkannya .
'' Itu memang syaratnya sayang . Agar cepat masa pemulihannya . Bukan dirimu saja yang tersiksa , diri mas juga '' ucap Rafli ...
'' Mas memang tersiksa apa , sudah jelas semua yang mas katakan tadi itu sungguh menyiksaku '' ucap Ana tak terima.
'' Jelas dong menyiksa mas , kan dirimu gak boleh keramas sayang '' ucap Rafli terpotong karena Ana memotong ucapannya lebih dulu.
'' Yang gak boleh keramas diriku mas , bukan dirimu '' bantah Ana.
Cup satu kecupan di iringi gigitan kecil menyentuh bibir Ana.
'' Dengarkan dulu '' ucap Rafli dan diangguki Ana
'' Karena dirimu tidak boleh keramas maka mandi junub mu gak sah sayang. Tau kan mandi junub itu setelah kita melakukan kegiatan yang baru saja kita lakukan '' ucap Rafli menaik turunkan alisnya .
'' Berarti bukan mas harus puasa dong selama dua Minggu . Gitu aja repot mas '' ucap Ana tanpa beban membuat Rafli langsung menindih tubuhnya .
'' Mas .... '' decak Ana kesal .
'' Berikan mas multivitaminnya berlipat-lipat sayang '' ucap Rafli dengan tatapan berkabutnya , sungguh gila jika hanya melihat istrinya saja tanpa menyentuhnya lebih dalam .
'' Tapi kan ... '' ucapan Ana tertahan melihat tatapan suaminya yang begitu menginginkannya , jika tidak di kasih kasihan suaminya tapi jika dikasih dirinya yang harus di kasihani . Dilema kini Ana rasakan.
'' Ayolah ya sayang , kan hanya hari ini saja waktunya '' ucap Rafli memelas , sungguh lucu jika ia harus memperk*sa istrinya sendiri.
'' Tapi janji ya mas , jangan buat aku sampai susah berjalan '' ucap Ana dan diangguki Rafli.
'' Mas tidak akan membuatmu susah berjalan namun akan membuatmu tergeletak di ranjang kita " batin Rafli , ia harus mengisi vitaminnya sepenuh mungkin .
Pergumulan Ana dan Rafli pun kini terjadi , rintihan dan ******* Ana membuat n*fsu Rafli begitu bergelora saat ini .
'' Astaga , apa mereka tak punya malu hingga tak menutup pintunya dengan rapat dan Rafli sungguh keterlaluan menggempur Ana hingga seperti itu , dari tadiiiii .... " gumam Lia kesal , saat tadi ia melihat Rafli dan Ana masih melakukannya satu jam yang lalu dan kini ia berniat memanggil mereka kembali namun kembali di sajikan adegan berbahaya tersebut .
.
.
.
'' Yakin gak perlu mas gendong " tanya Rafli saat melihat Ana berjalan begitu pelan bahkan meringis kesakitan membuat Ana malah ingin menerkam suaminya saat ini .
'' Ini semua karena mas , jadi membuatku susah untuk berjalan berjalan " ucap Ana terasa tubuhnya remuk semua .
'' Iya maaf dech , mas khilaf " ucap. Rafli merasa bersalah dan takut sekaligus namun kegiatan itu begitu ia sukai .
'' Apa perlu pakai kursi roda " tanya Rafli ,
'' Apa kita undur saja untuk menemui dokternya '' imbuhnya.
'' Tidak , aku ingin cepat bertemu Ericana dan anak kita yang lainnya " ucap Ana .
'' Mas gendong saja ya hingga menunju mobil " ucap Rafli dan langsung menggendong Ana ala bridal style. Ana yang kaget pun tak bisa berbuat banyak .
'' Sekalian saja menggendongku hingga ke klinik " batin Ana. Ia hanya berkata dalam hatinya , tak ingin Rafli mendengarnya dan melakukan hal gila itu .
Jangan lupa like dan komentarnya .
Selamat membaca 😊 .
Sorry up nya gak bisa setiap dua hari sekali , karena ada kesibukan di bulan ini . Semoga kita selalu sehat semua ya 🤗🤗🤗
__ADS_1