Takdir Cinta

Takdir Cinta
Kehamilan Ana


__ADS_3

Tanpa Rafli sadari bahwa ada seseorang yang mendengar pembicaraan mereka dan segera memberitahu kepada seseorang...


Kini mereka berada di lantai paling tertinggi hotel untuk menikmati makan malam yang sengaja di siapkan oleh pihak hotel atas perintah Rafli.


'' Tuan , seharusnya anda tidak perlu repot begini " ucap Smith tak enak hati .


'' Tidak apa-apa hanya sekali saja dan ini rasa terima kasihku pada Ayu karena berkat ia , Ana mampu menghilangkan traumanya " ujar Rafli.


" Dan terimalah hadiah dari papa dan dariku minggu depan " ucap Rafli .


" Tapi ini terlalu berlebihan Rafli " ujar Ayu.


" Jika kau menolak , bicaralah pada Ana " jawab Rafli membuat Ayu bungkam , karena mama muda itu sekarang begitu cerewet dan keras kepala sekali.


'' Mbak , aku melihat kak Rafli merencanakan sesuatu terhadap kak Ines " pesan Rahma , karena ia membuntuti Jimmy dan mendengar percakapan Jimmy dengan pelayan hotel untuk memberi minuman bergelas khusus untuk Ines dan juga Darwin namun Rahma sengaja tak menyembutkan minuman apa yang di berikan khusus itu .


" Mas , kenapa kau begitu sibuk malam ini " tanya Ana menahan kesalnya.


" Mas hanya memberi hadiah kecil untuk mereka " ujar Rafli mencium pipi Ana , karena saat ini Dewa telah tertidur dan di bawa oleh nenek dan kakeknya.


Makan malam ringan pun tiba , terlihat juga wine tersaji di ujung meja jika ada yang ingin meminumnya.


Para pelayan hotel menghidangkan makanan dan menata gelas yang telah khsusu di persiapkan . Ana melirik suaminya yang tersenyum samar saat gelas yang berisi minuman Ines dan Darwin tepat pada sasarannya..


" Apa yang suamiku rencanakan " batin Ana .


"Ana apa yang kau lakukan " ucap Ines karena ,tanpa aba-aba Ana menenggak habis minuman yang hampir diminum Ines dan juga menyerobot minuman yang hendak di minum Darwin membuat Rafli membelalakkan matanya .


" Salah sasaran " batin Rafli.


" Ana ayo kita pergi " bisik Rafli .


" Apa yang terjadi Rafli " tanya Ines mulai curiga .


" Tidak ada , aku permisi dulu " ucap Rafli segera menarik Aja keluar dari acara makan malam tersebut.


Rafli langsung menggendong Ana ala bridal style memasuki lift menuju kamar pribadi mereka.


" Kau yang akan membayarnya mahal sayang " batin Rafli.


" Mas kenapa aku gerah sekali " ucap Ana berbisik sensual di telinga Rafli membuat Rafli menahan gejolaknya.


Rahma tersenyum senang saat melihat Ana dan Rafli sedang bercumbu mesra menuju kamar pribadi mereka.


" Ahirnya aku punya keponakan baru " batin Rahma .


" Apa yang kau lakukan " ucap Jimmy karena ia tahu rencananya gagal akibat ulah Rahma.


" Aku tidak suka caramu , Jika kalian ingin mempersatukan kak Ines dan kak Darwin , bukan begini caranya . Kak Ines sudah ku anggap sebagai kakakku juga.... " ucapan Rahma terhenti karena ponselnya berdering . Gunawan menelpon memintanya segera pulang .


" Aku mau pulang " ucap Rahma .


" Ayo aku antar " ucap Jimmy .


Sementara Ana yang berusaha mengontrol dirinya teringat jika saat ini ia dalam masa suburnya dan tersadar jika yang Rafli rencanakan adalah obat perangsang untuk Ines dan juga Darwin.


" Ana , kau mau kemana sayang " tanya Rafli melihat tubuh polos Ana menuju kamar mandi .


" Aku aku mandi mas " ujar Ana dan Rafli segera menahannya dengan cepat.


" Mas , menginginkanmu sayang " ucap Rafli segera memberi rangsangan terhadap Ana yang kini tak bisa menahan hasratnya .


Rafli menghempaskan pelan tubuh Ana di atas ranjang mereka , Rafli memang menyiapkannya layak seperti kamar sebelah milik Smith dan juga Ayu yang memang akan melakukan malam pertama membuat Rafli tak ingin kalah.


" Tidak masalah , minuman itu kau minum sayang. Kita akan buktikan dengan Ayu dan Smith siapa yang paling tangguh malam ini " batin Rafli lalu memulai pertempurannya .


Sedangkan Smith dan Ayu menyadari jika Rafli menjebak mereka dengan memberi obat p*rang**ng ,namun obat itu sudah terlanjur bereaksi pada diri mereka.


" Maafkan aku Yu " ucap Smith dan Ayu mengangguk , satu ke untungan bagi Smith karena ia tidak tau memulai dari mana awalnya untuk menyentuh istrinya...


.


.


.


Pagi pun tiba , kini mereka telah berkumpul menanti sepasang pengantin baru yang belum turun juga , siapa lagi kalau bukan Ana dan Rafli yang pagi ini masih menikmati tidur nyenyak nya . Membuat yang lainnya tertawa geli karena pengantin baru yang sesungguhnya saja telah turun dan terlihat rona bahagia terpancar diraut wajah mereka..

__ADS_1


" Wah gak jelas ni Rafli , siapa yang pengantin baru tapi kenapa dia yang lebih ganas " gumam Frans menatap sebal makananan di hadapannya.


" Ines , Lo panggil gih si Ana . Masih hidup gak tu orang . Jangan-jangan tu anak pingsan " ceplos Frans .


" Ngomong apaan sih Lo " jawab Ines cuek , menurutnya bodoh amat dengan apa yang di lakukan sepasang suami istri itu , Ines memilih mengisi perutnya yang lapar , apalagi melihat tatapan menyebalkan Darwin .


Sementara Rafli terbangun lebih dulu dan segera membersihkan tubuhnya mandi bak putri keraton.


" Aauuuw sakit " jerit Ana beecampur dengan kepala yang masih pusing , Rafli yang mendengar jeritan Ana segera keluar dari dalam bathup nya , ia keluar dengan tubuh yang di penuhi busa.


" Apa masih sakit " tanya Rafli . Ana mengerjapkan matanya , memastikan apa benar ini sosok suaminya.


"Ahhhhh mas Rafli , di bersihkan tubuhmu dulu " teriak Ana tak menyangka suaminya tak peduli akan tubuhnya yang hanya tertutup busa.


" Bukankah kamu kesakitan sayang " tanya Rafli khawatir.


" Aku baik-baik saja , mandilah " dusta Ana.


" Baiklah , mas akan mandi secepat mungkin . Tetaplah di atas ranjang , jangan berubah satu sentipun " ucap Rafli protektif.


'' Awas saja kau mas , aku tak menyangka menyelamatkan Ines dan Darwin malah aku yang jadi begini " gerutu Ana.


Ceklek.


" Ayo , mas bantu untuk membersihkan diri " ucap Rafli dengan hanya melilitkan handuk di pinggangnya untuk menutupi aset miliknya.


Cemberut , itu yang di perlihatkan Ana saat suaminya membantu membersihkan dirinya.


" Aku bisa pakai sendiri " tolak Ana saat Rafli hendak memakaikan pakaian untuk Ana.


" Aku ingin bicara denganmu mas " ujar Ana dingin , dan Rafli mengetahui pembahasan Ana saat ini.


" Kau tidak mau makan lebih dulu " tawar Rafli.


" Apa maksudmu mencampurkan obat laknat itu kedalam minuman Darwin dan Ines " tanya Ana menahan emosinya.


" Untuk menyatukan Darwin dan juga Ines " jawab Rafli menggenggam tangan Ana erat.


" Kau tau mas , apa kau pernah berfikir . Persahabatan ku dengan Ines bisa saja berakhir karena pemikiran bodohmu . Apa kau tak peduli kesehatan nenek Ines , nenek Rose pasti kecewa jika Ines dan Darwin melakukannya sebelum mereka menikah . Bisa saat itu jika nenek Rose jatuh sakit. Manusia macam apa kau ini mas , kau hanya mengambil jalur yang salah . Ingatlah , aku tidak suka cara seperti ini. Dan aku peringatkan ini untuk terakhir kalinya " jawab Ana lalu beranjak keluar dari kamar mereka. Rafli mengikuti Ana , bukan lift menuju lantai atas , melainkan lift menuju lantai bawah yang Ana gunakan. Niat ingin makan bersama sahabatnya ia tunda , Bu karena rasa kesal pada suaminya masih mendominasi.


" Lepas " sentak ana kuat .


" Tidak akan " ucap Rafli mempererat pelukannya .


" Aku mau pulang " bentak Ana.


" Iya kita pulang , tapi jangan marah pada mas " lirih Rafli.


" Aku tidak suka caramu mas " ucap Ana melemaskan tubuhnya..


" Ya mas minta maaf sayang " ucap Rafli dan diangguki Ana.


Sebulan telah berlalu , kehebohan terjadi saat Dewa menangis begitu kencang seraya mengguncang tubuh sang bunda yang tergeletak di lantai.


'' Unda ..... Hua..... angun Unda......." tangis Dewa membaut para asisten rumah tangga masuk kedalam kamar majikannya bersamaan Rafli yang keluar dari ruang gym nya.


" Ana " ucap Rafli menggendong tubuh Ana dan membaringkannya di ranjang sementara Alexa menggendong Dewa..


" Apa sudah telepon dokter " ucap Rafli panik ..


" Sudah tuan " jawab Susi.


" Ayah , Unda ayah '' Isak Dewa.


'' Kita berdoa agar bunda baik-baik saja ya '' ucap Rafli menenangkan sang putra yang begitu menyayangi Ana.


'' Segera periksa istriku '' perintah Rafli saat baru saja dokter Puspa menampakkan dirinya .


Dengan begitu teliti dokter Puspa memeriksa keadaan Ana. Senyum terbit di wajah dokter Puspa.


'' Nona Ana , hanya kelelahan tuan. Tolong di jaga kesehatannya agar tidak lelah , by karena nona Ana saat ini tengah mengandung '' ujar dokter Puspa membaut binar bahagia terpancar diwajah pria beda generasi itu .


'' Kau serius '' tanya Rafli memastikan .


'' Saya yakin 90% tuan , untuk memastikannya anda bisa memeriksanya ke dokter kandungan '' ucap Puspa.


'' Panggil dokter Neti untuk kesini '' ucap Rafli kemudian segera di laksanakan oleh Nur.

__ADS_1


Ketika dua dokter telah memeriksa keadaan Ana , Rafli dan Dewa tak lepas selalu menempel pada bidadari mereka tersebut..


'' Ayah apa benar bunda hamil ''tanya Ana memastikan tak salah mendengar pernyataan dokter Neti.


'' Iya sayang , di dalam rahimmu ada anak kita , adiknya Dewa '' ucap Rafli bahagia dan Dewa setuju dengan ucapan ayahnya.


'' Tapi apa iya yah , kan bunda rutin meminum pil itu '' ucap Ana bingung...


'' Apa karena ayah terlalu giat dan malam pesta pernikahan Ayu dan Smith itu kau melakukannya berlebihan '' imbuhnya masih bingung .


'' Apa benar aku kebobolan " batin Ana.


" Jelaslah hamil , orang mas susah menukar pil sialan itu dengan obat penyubur kandungan " batin Rafli.


" Yang penting bunda dan anak kita baik-baik saja " ucap Rafli mengelus perut rata Ana namun tangannya di sentak kasar oleh Dewa ...


" Unda , Dewa punya adik ya " tanyanya bahagia mengelus perut Ana membuat Rafli mendelik kesal..


" Iya nak , bunda sayang kan sama adiknya " tanya Ana dan diangguki Dewa.


" Ayah bunda ingin sesuatu " ucap Ana .


" Bunda mau apa " ujar Rafli tersenyum karena permintaan Ana.


" Bunda mau , makan semprong " ucap Ana dan terdengar asing di telinga Dewa ...


" Nonik , buatkan semprong " perintah Rafli.


" Tidak .Bunda mau ayah yang buatnya " pinta Ana membuat Rafli menganga tak percaya .


" Isi di toples besar itu ya ayah , rasa strawbery dan pandan " pinta Ana tanpa dosa..


" Dewa juga ya yah, rasa coklat " ujar Dewa tanpa dosa..


" Astaga " gumam Rafli...


" Baiklah " imbuhnya dan segera kedapur meminta nonik untuk membantu membuat semprong permintaan istrinya dan sang anak yang ikut-ikutan.


" Semangat Rafli . ini baru permintaan Ana . Bukankah dulu aku selalu berharap Ana mengidam saat kehamilan Dewa " batin Rafli penuh semangat.


Kehamilan Ana kini memasuki usia lima bulan dan selama itu juga Rafli selalu di repotkan oleh istrinya dan juga putranya yang selalu menginginkan hal yang sama seperti bundanya .


" Sudah ya , jangan minta mas mandi lagi " protes Rafli kerena jam sepuluh malam begini ia harus mandi setiap dengan wangi yang luar biasa agar bisa tidur seranjang dengan istrinya .


" Iya tidurlah " ucap Ana dengan entengnya dan ia terlelap begitu saja...


" Huftt ( Rafli menghela nafas berat ) ..


Bukan masalah mengidam Ana yang begitu aneh menurutnya namun sang istri juga menolak untuk bercinta dengannya..


'' Sudah tiga bulan kau puasa … ,sabar ya " ucap Rafli meminta juniornya untuk bersabar sesabar mungkin , Rafli beranjak mengerjakan pekerjaannya karena rasa kantuk belum menyerangnya. .


Tiga jam kemudian Ana terbangun ingin memakan sesuatu , melihat Rafli yang tertidur pulas ia tak tega membangunkannya namun sang bayi dalam kandungan menjadi prioritas utama Ana saat ini.


" Mas " ucap Ana mengguncang tubuh Rafli karena Rafli tak kunjung bangun karena baru sepuluh menit Rafli tertidur.


" Mas " ucap Ana hampir menangis...


'' Ada apa " tanya Rafli dengan wajah bantalnya.


" Aku ingin makan sushi mas " ucap Ana membuat Rafli segera terduduk .


" Ayo mas akan " ucapan Rafli terhenti karena Ana menggeleng..


" Mas yang akan buatkan sushi untukmu sayang . Ayo " ucap Rafli pasrah namun Ana tetap menggeleng..


" Mau akan di restaurant jepang '' tanya Rafli seraya melirik jam pukul dua malam.


" Mana ada yang buka " batin Rafli.


" Aku gak mau makan disana " ucap Ana .


" Lalu mau makan dimana , sayangku , cintaku "ucap Rafli gemas...


Jangan lupa like dan komentarnya ya....


Biar semangat .....

__ADS_1


__ADS_2