Takdir Cinta

Takdir Cinta
245


__ADS_3

Wiliem melihat Zee yang baru saja datang, dengan senyuman terbaiknya, Zee duduk.di dekat Wili.


"Kau darimana saja? Apa kau baik-baik saja?" tanya Wiliem dengan nada cemas.


"Aku baik-baik saja. Tadi ada sedikit kendala saja. Tapi, semuanya sudah beres," jawab Zee.


"Syukurlah, aku kira kau kenapa-napa," ujar Wiliem seraya tersenyum.


"Maaf, membuatmu khawatir," ucap Zee tak enak hati.


"Mommy, kemana baju yang tadi?" tanya Alya.


"Ah, itu, bajunya kotor sayang," jawab Zee dengan gugup.


"Kotor, kenapa?"tanya Wiliem.


"Tadi saat aku sedang memilih baju, aku di tabrak seseorang dia membawa jus. Dan sepertinya orang itu agak gila, karena nodanya sulit di hilangkan aku terpaksa membuangnya," jelas Zee dengan nada menyindir.


"Orang gila? Di keramaian, astaga itu sangat menakutkan!" seru Wiliem.


Zee sekilas menatap Alex, terlihat Alex tak suka di katakan orang gila. Tapi Zee dengan cueknya hanya bersantai dan mencoba terus tersenyum.


"Dia mengatakan aku orang gila? Ya, aku memang gila karena mencintai wanita egois sepertinya," batin Alex.


"Oa, Zee. Perkenalkan dia wanita Alex, kalian sempat bertemu tadi," ucap Wiliem.


Zee dan Margaret pun berjabat tangan dan memperkenalkan diri. Zee terus sibuk dengan Alya agar dirinya bisa menahan ke canggungan itu. Sedangkan Margaret terus memperhatikan Alex dan Zee yang sangat aneh menurutnya.


"Sepertinya, ada sesuatu antara Alex dan Zee. Dari sifatnya, dia sangat tak terpengaruh oleh pesona Alex," batin Margaret.


Setelah acara makan itu selesai, ternyata Alya kelelahan sampai tidur di pangkuan Zee. Wiliem sedang membayar makanan mereka, tinggallah Alex, Margaret dan Zee disana.


"Kenapa anak itu sangat suka tidur di pangkuan?" tanya Alex tiba-tiba.


Zee hanya menatapnya sekilas, lalu berkata. " Dulu saat aku pertama kali datang ke Filanfia, aku hanya sendirian. Maka dari itu, Alya akan ku bawa kemana-mana, melakukan apapun harus mengendongnya. Mungkin, dari situ Alya terbiasa tidur dengan di pangku atau di gendong," jelas Zee, tanpa menatap Alex.


Margaret merasa sangat simpati dengan sosok Zee,wanita itu begitu memperhatikan semua yangg ada pada diri Zee. Margaret merasa sangat beruntung karena masih mempunyai orangtua dan segalanya dengan utuh.


"Ehem, nona Zee. Memang kemana suamimu?" tanya Margaret.


Alex yang mendengar itu langsung terkejut, takut akan dirinya menyinggung Zee.


"Kekasihku, sudah meninggal," jawab Zee sangat dingin.


Margaret merasa tak enak hati, dia sungguh tak tahu akan kenyataan tersebut.


"So sorry, Nona Zee. Saya tak bermaksud, sungguh aku tak tahu," ucap Margaret menyesal.


"Is Ok, aku sudah terbiasa akan semua itu," balas Zee seraya tersenyum.


Terlihat Wiliem datang, dan duduk kembali di dekat Zee. Terlihat Margaret dengan wajah yang bingung.


"Ada apa? Semuanya baik-baik saja?" tanya Wiliem.


"Ya, semuanya baik. Memang ada apa?" tanya Zee balik.


Wiliem hanya menggeleng, melihat Alya yang tertidur pun Wiliem berinisiatip mengambil Alya dari pangkuan Zee.


"Anak Daddy, tidurnya sangat lelap. Sepertinya dia kelelahan," ucap Wiliem seraya menangkat tubuh Alya ke gendongannya.

__ADS_1


Zee tersenyum dan membiarkan Wiliem mengambil alih menggendong Alya. Alex memalingkan wajahmu, sedangkan Margaret semakin bingung dengan situasi tersebut.


"Daddy, bukannya dia bilang tadi kekasihnya sudah tiada? Lalu anak siapa itu, apa dia anak Wiliem?" batin Margaret.


"Baiklah, kami pergi dulu. Kasian, Alya dia sangat kelelahan," ucap Wiliem.


"Ya, hati-hati dijalan," balas Margaret sambil tersenyum.


Setelah melihat Wiliem dan Zee pergi, barulah Margaret heboh menanyakan apa yang sebenarnya tadi dia lihat.


"Jelaskan padaku! Adikmu itu ayah dari anak wanita tadi?" tanya Margaret.


"Seperti apa yang kau dengar. Dia mengatakan dirinya Daddy bukan," jawab Alex.


"Hey, aku ini tak tuli dan tak hilang ingatan. Zee, ya nama wanita itu Zee. Bukannya tadi dia mengatakan jika kekasihnya sudah tiada, lalu kenapa bisa Daddynya itu Wili?" tanya Margaret.


Alex memutar malas matanya, namun dia juga harus menjelaskan pada Margaret. Jika tidak, temannya itu kan terus cerewet menanyakan hal yang sama.


Akhirnya dengan malas, Alex menceritakan semuanya dan membuat Margaret kadang merasa sedih, terkejut, simpati dan juga seakan mengagumi Zee.


"Astaga, di usianya yang masih cukup muda, Zee itu sudah banyak mengalami banyak pergulatan batin yah, aku sungguh kasihan padanya," ucap Margaret.


"Oleh karena, jangan sekali-kali menanyakan apapun tentang suaminya itu," balas Alex.


"Ok, aku mengerti. Dia wanita hebat, tangguh. Jika, aku menjadi dia mungkin aku memilih mati saja," ucap Margaret.


"Itulah bedanya kau dengan dia. Dia itu lebih berwawasan luas mempunyai pemikiran yang begitu matang, tidak seperti kau yang hanya tau bergantung saja pada orang lain," sindir Alex.


"Aish, kenapa aku terlihat begitu jelek dimatamu? Sungguh lidah yang sangat tajam," sewot Margaret.


Alex beranjak berdiri meninggalkan Margaret yang masih mengomel disana. Tapi tak lama beberapa menit, Margaret sudah kembali menggandeng lengan Alex.


Alex dengan sabar terus menemani temanmu itu, karena sudah berjanji pada kekasihnya tuk menemani dia selama sang kekasih sedang meneyelidiki sesuatu.


"No, di Amerika aku sudah terbiasa menggunakannya. Jadi, kakiku sudah sangat terbiasa dengan semua sepatu tinggi ku!" seru Margaret.


Alex hanya bisa menggelengkan kepalanya. Mengetahui kebiasaan baru dari Margaret, wanita ini adalah wanita dari temannya, dahulu mereka satu kampus. Margaret adalah anak dari pengusaha properti di negara Amerika. Satu-satunya ahli waris dari keluarga Fransis, dan bodohnya Margaret malah jatuh cinta dengan lelaki biasa. Namun jangan salah dengan kemampuannya, dia memiliki IQ yang sia atas rata-rata.


Oleh karena itu orangtua Margaret menyetujui anaknya yang kaya raya berpacaran dengan lelaki biasa tersebut. Karena mereka menyakini, dengan kepintaran sang calon menantu, tidak akan membuat anaknya menderita.


******************************


Di dalam mobil, Zee masih terdiam sambil terus menepuk-nepuk punggung Alya. Wiliem hanya bisa meliriknya saja. Wiliem yakin pasti ada sesuatu tadi.


"Apa yang terjadi pada Alex dan Zee? Pasangan ini kenapa begitu saling egois sih, menutupi perasaan masing-masing?" batin Wiliem.


Zee masih teringat apa yang tadi Alex lakukan, dia begitu kesal, marah, terhina. Tapi kenapa hatinya tak bisa membenci dirinya.


"Astaga, Zee sepertinya kau sudah gila! Menyukai lelaki seperti Alex," batin Zee.


Dalam mobil itu tak ada pembicaraan sama sekali, keduanya larut pada pikiran masing-masing. Sampai akhirnya mobil itu berhenti tepat di depan rumah Zee.


"Terimakasih, sudah mengantar kami," ucap Zee.


"Is ok, masuklah! Aku akan segera puoang," perintah Wiliem.


Zee pun beranjak pergi dan langsung masuk kedalam rumah. Menidurkan Alya, setelah itu kembali ke kamarnya, Zee membuka bajunya. Terlihat ruam merah di dadanya, ada juga di lehernya.


"Astaga, dia benar-benar meninggalkan jejak di tubuhku," ucap Zee seraya membersihkan ruam itu dengan pembersih.

__ADS_1


Zee mengganti bajunya dengan pakaian tidur yang nyaman dia pakai. Merebahkan tubuhnya di ranjang, setiap malam Zee akan berbicara sendiri dengan menyentuh, mengusap, kadang mencium foto Alfa.


"Al, kau tahu. Setelah sepuluh tahun kau pergi, sekarang aku menjadi wanita kotor, wanita murahan yang selalu di permainkan oleh kedua kakak beradik itu. Aku seperti barang yang di lempar sana sini," ucap Zee lirih, sudut matanya sudah basah oleh buliran bening.


"Kau tahu, bagaimana susahnya aku bergerak satu langkah dari semua bayangan mu? Itu sangat susah, aku harus menumpuk keberanian hingga puluhan tahun. Al, mungkin hanya kau yang menjadikan aku princess mu, menjadikan aku wanita tak boleh di sentuh oleh tangan lelaki mana pun, menjadikan aku wanita mu satu-satunya," imbuh Zee seraya memeluk foto Alfa.


Wahai sang putri ratu hati


Terjemahkan bimbang rasa ini


Di mana kau simpan jodohku?


Di manakah kutemukan waktu?


Di manakah nikmat dalam hasrat


Dalam dekap hangat pelukmu?


Kisah yang pernah kulalui


Hanya berujung dengan perih


Di mana kau simpan jodohku?


Di manakah kutemukan waktu?


Di manakah nikmat dalam hasrat


Dalam dekap hangat pelukmu?


Rindu, rindu, aku merindumu


Rindu, rindu, aku rindu


Pada getar rasa cinta


Pada hangat pelukannya


Pada setiap ungkapan rasa yang indah


Pertemukan kepadaku


Di mana tersimpan jodohku?


Akan kucintainya sepanjang hidupku


Kisah yang pernah kulalui


Hanya berujung dengan perih


Di mana kau simpan jodohku?


Di manakah kutemukan waktu?


Di manakah nikmat dalam hasrat


Dalam dekap hangat pelukmu?


Lirik by :Dorkas_Aku rindu

__ADS_1


Apakah Tuhan masih ingin lebih menguji Zee, menguji akan bagaimana perasaannya, menguji bagiamana dia bisa lepas dengan sesungguhnya dari bayang-bayang masa lalunya.


Selamat membaca semuanya...


__ADS_2