Takdir Cinta

Takdir Cinta
Jodoh Ericana


__ADS_3

Rafli terpaksa harus pergi ke perusahaan pagi ini karena harus ada pertemuan penting yang di hadiri beberapa CEO dari perusahaan lain . Moodnya begitu buruk harus berpisah dari sang istri namun perusahaan keluarganya saat ini begitu membutuhkannya .


'' Sudah nak , jangan cemberut gitu. Biar mama yang menjaga istrimu " ucap Lia .


'' Iya mas . Aku gak apa-apa kok " ucap Ana menimpali .


'' Ayo sarapan dulu Rafli " ucap sang mama menarik paksa sang anak yang begitu tak bersemangat hari ini. Andai takdirnya bisa di ubah , Rafli ingin seperti orang biasa saja hidup damai bersama istrinya dan anaknya tapi dengan berkecukupan bukan repot mengurus perusahaan yang begitu banyak cabangnya bahkan perusahaan yang didirikan sendiri di urus orang kepercayaannya.


'' Mas mau makan apa " tanya Ana .


'' Samakan saja dengan punya mu sayang " ucap Rafli dan diangguki Ana . Sementara Lia hanya memaklumi saja apa kehendak anaknya itu , Lia sangat tau jika Rafli ingin merasakan apa yang istrinya rasakan baik itu buruk atau bahagia .


'' Beruntung mama tak menuruti ego mama untuk tetap memisahkan kalian waktu itu . Jika melihat anaknya begitu bahagia pasti orang tua akan lebih bahagia dan itu mama termasuk bagian dari orang tua itu " batin Lia bahagia .


Bak pengantin baru yang harus berpisah karena masa cutinya habis , itulah drama yang terjadi dimansion Rafli , Rafli begitu melakukan permintaan yang harus Ana turuti dan itu membuat wajah Ana malu bukan main namun beruntung dering ponsel dari nomor Bianca yang berkali-kali membuat Rafli segera menuju perusahaan.


.


.


.


Semua mata pegawai di perusahaan Wijaya group begitu terpana dengan kedatangan CEO yang selama ini mereka rindukan . Rafli harus menghadiri meeting dengan performa terbaiknya , karena selama ini ia tak pernah mengecewakan koleganya begitu juga sebaliknya.


Jika Rafli dan Bianca sibuk membahas meeting yang akan berlangsung satu jam lagi , berbeda halnya dengan Abdi dan Gunawan yang begitu gencar mengambil hati Ericana yang mulai menerima mereka secara perlahan dan saudara Ericana yang lain mulai perlahan mendekatkan diri , Jelita lah yang paling bahagia bisa memiliki saudara perempuan . Dan disisi lain pun hati Ana begitu bahagia bagai taman bunga yang di hiasi pelangi , saat Ericana mulai hari ini memanggilnya dengan sebutan bunda saat melakukan panggilan video call tadi . Senyum di wajah Ana tak memudar hingga Lia sempat berfikir macam-macam tentang menantunya itu namun fikiran buruk itu segera di tepisnya meski rasanya begitu penasaran..


'' Betapa senangnya hati ini nak " batin Ana merasa sangat bahagia.


.


.


.


'' Kenapa kamu melamun nak '' tanya Teguh saat meeting di kantor mereka baru saja usai .


'' Pa , aku berniat menjodohkan Ericana dengan putraku nanti '' ucap Eric menyampaikan niatnya .


'' Ericana '' gumam Teguh.


'' Perjodohan , dengan putramu '' imbuhnya .


'' Memang kau sudah tau yang di kandung Vini bayi laki-laki '' tanya Teguh memastikan .


'' Emmm belum sih pa '' elak Eric .


'' Kalau begitu jangan terlalu berharap apalagi kau tau sendiri nak , hati Rafli itu betapa kerasnya pada mu '' ucap Teguh menyarankan .


'' Maka dari itu pa . Papa kan dekat dengan om Abdi ..... '' ucapan Eric terpotong oleh sang papa yang mengerti jalan pikiran anaknya .


'' Kau ingin papa dan om Abdi membuat perjanjian menjodohkan cucunya yang berasal dari Ana dan Rafli dengan anak mu nanti '' ucap Teguh.


'' Tepatnya aku hanya mau menerima Ericana untuk menjadi mantuku nanti pa. Untuk yang lain aku tak tertarik '' ucap Eric .


'' Nanti berapa jarak antara anakmu yang cowok dengan Ericana . Kau saja belum yakin jika yang di kandung Vini laki-laki . Ada-ada saja '' tolak Teguh .


'' Ayolah pa. Sekali ini saja '' ucap Eric memelas membuat Teguh geli sendiri .


'' Baiklah , papa akan bicarakan dengan om Abdi. Tapi jika di tolak jangan memaksa '' ucap Teguh mengalah .


'' Ok pa . Ayo pa , kita pulang . Mama masak makanan kesukaan papa dan mbak Tasya juga ada dirumah '' ucap Eric dan diangguki Teguh .


.


.


.


Rafli terpaksa harus lembur saat ini , membuat dirinya merasa begitu merindukan istrinya . Meski sudah video call tak mampu menghapus rasa rindunya.

__ADS_1


'' Silahkan duduk tuan Rafli '' ucap asisten PT. BQ yang seorang pria dewasa dan disampingnya seorang gadis cantik yang sibuk dengan tablet di tangannya , sikap juteknya karena kesal menunggu CEO Wijaya Group yang berani bermain waktu dengannya.


'' Langsung saja Bia '' ucap Rafli menatap tajam wanita cantik tersebut , jika bukan karena orang tuanya pasti Rafli telah membatalkan kerja sama tersebut.


Saat Bianca mulai menjelaskan perencanaan kerja sama mereka barulah CEO muda nan cantik jelita itu pandangannya bersitatap pada Rafli namun Rafli membuang pandangannya seketika.


Namanya Qiandra ia begitu kesal dan kagum bersamaan pada CEO yang membuatnya menunggu lama itu.


''Sudah tidak tepat waktu , sombong sekali lelaki ini . Tapi tipe seperti ini begitu membuatku tertarik " batin Qiandra , ia begitu meyakini jika dengan sekali merayu akan mampu membuat Rafli jatuh dalam pelukannya. Wajahnya tak secantik hatinya , Qiandra gadis cantik yang banyak di idamkan oleh CEO muda dari perusahaan lain ini suka sekali menciptakan adu domba dan membuat perusahaan lain saling bermusuhan , dengan menjalin hubungan dengan banyak CEO mampu membuat perusahaan keluarganya cepat berkembang pesat .


Meeting pun selesai dengan beberapa kali Qiandra ikut memberikan pendapatnya , sementara Rafli begitu pelit bicara.


" Oh ya tuan Rafli dan nona Bianca , mari kita makan malam dahulu " ucap Qiandra ramah dengan percaya dirinya menebar pesonanya membuat Rafli semakin muak berada diruangan itu .


" Tadi saja sok cuek , sekarang tebar pesona. Beruntungnya nona Ana karena suami nya begitu setia . Dasar ****** " pekik Bianca dalam hatinya .


" Maaf nona Qiandra , tapi saya ada janji dengan istri saya untuk makan malam bersama " tolak Rafli dengan halus .


" Loh sayang sekali tuan , makanannya akan segera datang " ucap Qiandra masih menebar senyum .


" Maaf sekali lagi , tapi saya tak ingin mengecewakan istri saya " ucap Rafli menahan emosinya .


" Oh baiklah " ucap Qiandra kecewa , ia menerima jabatan tangan Rafli dan juga Bianca dengan hati penuh kemarahan .


" Beraninya pria itu menolak untuk makan malam bersama ku " gumam Qiandra


" Kau cari informasi pribadinya. Aku ingin laporannya besok " ucap Qiandra pada asistennya .


" Nona Qiandra , berdasarkan informasi yang saya dapat , tuan Rafli mempunyai tiga istri " ucap Asisten yang mengerti jalan pikiran CEO baru nya ini .


" Apa " reflek Qiandra terkejut namun seketika hatinya tersenyum senang . Membayangkan jika Rafli type pria yang tak pernah puas dengan satu wanita sama sepetinya yang tak pernah puas dengan satu laki-laki.


" Aku semakin yakin untuk mendapatkannya . Ku pastikan kau akan terpuaskan denganku dan kau pasti akan menceraikan para istrimu yang payah itu " batin Qiandra.


" Nona , sebaiknya anda jangan bermain-main dengan Rafli Wijaya .... " ucapannya terhenti karena bentakkan Diandra.


.


.


.


Wajah lelah Rafli memudar saat sang istri yang menyambutnya dengan senyuman begitu indahnya .


" Senang sekali sayang " ucap Rafli setelah kecupan lembut ia berikan di bibir istrinya .


" Ia mas , hari ini aku lagi senang banget " ucap Ana.


" Iya nak , istrimu begitu senang hari ini tapi mama tanya katanya rahasia " ucap Lia mengadu dengan senyum di bibirnya .


" Ada apa sayang " tanya Rafli .


" Nanti aku ceritakan mas " ucap Ana bisik Ana dan diangguki Rafli .


" Rafli , Ana ayo makan malam " ucap Lia .


" Kau belum makan malam sayang " tanya Rafli.


" Aku menunggumu mas . Aku tak berselera makan tanpamu " ucap Ana manja membuat Rafli gemas sendiri.


" Ayo , aku dan kau harus makan yang banyak sayang . Karena malam ini kita akan lembur " ucap Rafli dengan senyum nakal nya.


" Apaan sich mas " ucap Ana cemberut.


" Ingat janjimu tadi pagi sayang " ucap Rafli mengingatkan.


" Itu kan karena mau mas saja , aku juga terpaksa menyanggupinya agar mas pergi ke kantor " batin Ana , ia harus menepis rasa malunya untuk nanti malam merayu Rafli dan menari di depan suaminya dengan tubuh polos tanpa sehelai benang pun , seketika Ana menggelengkan kepalanya sendiri saat pikiran liar mulai meracuni otaknya.


.

__ADS_1


.


.


Abdi Wijaya datang ke mansion Permana atas undangan makan malam dari keluarga Permana , tak lupa Joe selalu setia menemani dimana saja Abdi berada . Eric sedikit enggan bersitatap dengan Joe yang mempunyai aura berbeda jika melihatnya .


Makan malam berjalan sebagaimana mestinya dan sesekali di selingi canda dan tawa tak seperti biasanya yang hanya suara sendok yang terdengar .


'' Kek Joe senyum dong " ucap Ericana tentu saja hasil dari bisikan Eric . Ucapan Ericana mampu membuat Joe tersenyum tipis .


'' Dad , besok Ericana mau menginap di lumah paman Jim ole " tanya Ericana pada Eric .


'' Boleh nak " ucap Eric saat berpikir sejenak membuat Ericana segera memberinya ciuman di pipi untuk Eric.


" Apa aku dan istriku akan sanggup berpisah darinya Tuhan " batin Eric , kurang dari dua Minggu ia harus menyiapkan hatinya. Menerima segala resiko terburuk jika Rafli melarangnya bertemu Ericana suatu saat nanti atau harus meminta bantuan pria baik hati di depannya ini .


" Tuan Abdi bisa kita bicara disana sebentar " tanya Teguh sopan. Lirikan mata Joe seketika menatap Teguh yang terlihat sedikit gugup.


" Joe jangan menakuti orang Joe " ucap Abdi terkekeh membuat Joe tersenyum kecut . Memang seperti itulah tatapan Joe dengan orang yang tak dekat dengannya .


'' Begini tuan Abdi , saya ingin menyampaikan niat saya dan putra saya " ucap Teguh memantapkan hatinya .


'' Tentang Ericana " tanya Abdi dan di jawab anggukan oleh Teguh serta Eric yang duduk disampingnya .


'' Katakan " ucap Abdi dengan tegas.


'' Om jika boleh , saya ingin menjodohkan putra saya nanti dengan Ericana " ucap Eric menjawab membuat senyum kecil muncul di bibir Abdi serta Joe.


'' Apa kau yakin , anak yang di kandung istrimu adalah seorang pria " tanya Abdi .


'' Belum tau juga sich om " ucap Eric membuat Abdi menggelengkan kepalanya .


'' Tapi jika ini bukan seorang pria , puteraku dan mantu ku bisa membuat cucu seorang pria kok pak Abdi " seloroh Sasa yang memberikan mereka secangkir kopi .


'' Ma " sergah Teguh membuat Sasa pamit undur diri .


'' Maaf nak Eric , meski anak mu yang di kandung Vini seorang pria bahkan keturuanan mu semuanya pria , Ericana bukanlah hak ku . Ericana hak orang tuanya , aku tidak bisa mengambil keputusan karena pada dasarnya biarkan Ericana yang menentukan jodohnya di masa depan nanti , berdoalah kepada yang maha kuasa untuk meminta Ericana menjadi mantu mu dan mintalah juga calon besan mu yang kau pilih itu untuk luluh hatinya untuk bersanding dengan keluarga kalian . Aku tak bisa memutuskan " ucap Abdi , ia tau bagaimana tanggapan puteranya jika mengetahui hal ini. Abdi sendiri tak ingin ikut campur oleh masa depan cucu-cucunya kelak .


'' Baiklah , aku mempunyai cara lain " batin Eric.


Untuk menghilangkan rasa canggung yang baru saja tercipta , membuat Teguh membahas permasalahan lain dan sedikit membahas tentang operasi Ana.


Jika Abdi dan Teguh tadi sedang membahas masalah perjodohan Ericana maka lain hal nya yang terjadi di mansion milik Rafli . Niat hati ingin menguping pembicaraan anak dan mantunya namun lagi-lagi mata Lia harus ternodai karena melihat tubuh polos Ana sedang melenggak-lenggokkan tubuhnya menggoda Rafli yang memang meminta Ana menggodanya malam ini . Lia yang melihatnya mematung tak percaya melihat sang menantu nya seperti itu. .


" Mama akan ke Milan besok subuh pa " isi pesan Lia kepada sang suami..


Brakkk


" Mas " ucap Ana tepekik terkejut.


" Kau belum mengunci pintunya " ucap Ana wajahnya merah padam menahan amarah dan malunya yang sudah menembus ubun-ubun.


" Sudah sayang , ini pasti kerjaan nyonya Abdi Wijaya yang kepo itu . Kamar anak sendiri di intip " gerutu Rafli melangkah menuju pintu untuk menguncinya sementara Ana yang masih marah dan malu segera mengambil pakaian tidurnya untuk segera ia kenakan.


Ana marah dan begitu kesal membuat Rafli harus kembali berpuasa , segala rayuan dan wajah memelas telah Rafli perlihatkan bahkan Rafli kini menampilkan tubuh polosnya untuk membangkitkan hasrat istrinya namun juga sia-sia membuat Rafli mau tidak mau harus bermain solo dulu di kamar mandinya .


" Ini semua gara-gara mama " batin Rafli kesal seraya menghayati apa yang ia lakukan di kamar mandi .


" Apa benar tadi mama mengintip , kok punya mertua gitu amat ya . Mau di letakkan dimana muka ku ini besok pagi jika ketemu mama. Ini semua karena ide gila mas Rafli " gumam Ana , ia memilih memejamkan matanya melupakan segala malunya dan cerita tentang Ericana tak tersampaikan malam ini .


Lia sendiri berada di dapur menenggak segelas air dingin yang baru saja ia ambil , sungguh ia tak menyangka jika Ana saat bersama Rafli begitu liar di dalam kamarnya , sungguh niat untuk menyusul suaminya begitu menggebu-gebu saat ini.


Lia segera ke kamar yang ia tempati dan memasukkan sebagian baju yang ia bawa kedalam mini kopernya serta beberapa keperluan penting lainnya .


" Besok subuh aku harus segera berangkat " ucap Lia lalu menggosok giginya sebelum tidur .


Jangan lupa like dan komentarnya .


Selamat membaca 😊

__ADS_1


__ADS_2