
Hari ini terpaksa Hanari tidak masuk sekolah karena telat.Ia bingung harus menghabiskan waktunya untuk apa sebelum jam kerjanya nanti.Gadis manis itu berniat pulang saja
"ini waktunya tidur" kata Hanari.
Dia berjalan dengan begitu santai,dikejauhan sana terlihat taman indah nan sejuk.Terlihat bunga bunga sedang bermekaran tanda sudah bergantinya musim.Tak terasa Hanari dan Baram hidup berjauhan sudah lama.
Hanari duduk ditengah tengah taman ia melihat banyak kupu kupu menghinggapi berbagai bunga yang berwarna cantik.Hari ini ia serasa melepas semua beban dipundaknya,senyumnya menawan.
"Baram a,kabarmu baik?"
"Aku,sangat baik"
"Disini,lebih baik"
"Apakah disana bunga sedang bermekaran?,disini bunga sangat cantik"
"Sungguh cantik"
"Apakah tidurmu nyenyak?"
"Hei,kamu tidak merindukanku Baram a ? aku ingin bertemu denganmu."
__ADS_1
"Apakah kamu tau mungkin sekarang aku lebih tinggi darimu emh"
Hanari berbicara sendiri,ia sangat merindukan Dae Baram.Ia melihat orang orang berlalu lalang bersama teman atau keluarga.Hanari sangat menikmati pemandangan itu,ia ingin suatu saat nanti akan mempunyai orang yang berjalan disampinya dan bahagia bersama.
Hanari melihat anak kecil bermain bersama ayahnya dan ibunya sedang menyuapi makan.Keluarga kecil itu penuh dengan canda tawa.
"woooaahhh sungguh sungguh cantik" kata Hanari.
DAE BARAM
Disisi lan Dae Baram sedang memandang keluar jendela.Seperti biasa ia duduk paling sudut belakang,namun kali ini dirinya memilih disamping jendela.Entah kenapa Baram sekarang suka memandang keluar.Kelasnya ada dilantai dua,tak salah jika Baram membuka jendela angin yang masuk cukup untuk membuka rambut yang menutupi wajah dingin Dae Baram.
Baram tidak berteman dengan siapapun juga saat ini ia menghabiskan waktunya sendirian saja.
Banyak siswi siswi yang suka dengan Baram namun Baram tak menanggapi.
Dan sebenarnya siswa siswa juga senang berteman dengan Baram karena kepribadianya yang tenang dan pintar bahkan olahraganya juga bagus.
Tapi lagi lagi Baram menutup dirinya,ia hanya bermain sekedarnya saja tapi ia tak mau terlalu dekat dengan siapapun.
Dengan mata tenang ia memandang keluar jendela seakan menanti kedatangan seseorang.Tak ada senyum dibibirnya wajah dingin yang ia tampakkan.Jari jemarinya bermain dengan bulpoin,seperti membuat jam waktu yang suatu saat nanti akan meledak.
__ADS_1
"hei,Hanari" Baram
HA JOON
Ha joon kecewa dengan pilihannya tak membangunkan Hanari,Ia tak bisa melihat wajah itu,wajah yang sangat ia sukai.
Ha joon sangat bosan dia berjalan kesana kemari tak tentu arah.Ini sudah yang keberapa kali Ha joon keluar kelas dan saat kembali ia berdiri didepan pintu memandang bangku kosong tak berpenghuni.Ha joon berharap yang memiliki Bangku itu datang sehingga ia tak bosan lagi disekolah.
"hei..kenapa kamu tidak datang..aku akan menghukummu besok" sambil tersenyum Ha joon.
Seperti ada yang sedang memanggil,Hanari mencari cari siapa yang memanggilnya.Ia menoleh kesana kemari tapi tak ada seorangpun yang dia kenal.
"hei..Hanari ada apa denganmu..Disini tidak ada yang mengenalmu" Dalam diri Hanari.
"mmmmmm,,,tapi aku memang mendengarnya..siapa..siapa yang memanggilku"
"tidak tidak tidak ini karena aku sering melamun jadi seperti ini"
"hanari sadarlah sadarlah" sambil memegang pipinya hanari.
Apa Dae Baram yang memanggilnya?Mungkin karena ikatan batin mereka berdualah yang begitu kuat hingga menghubungkan tali yang putus.
__ADS_1