Takdir Cinta

Takdir Cinta
Pertolongan Lia


__ADS_3

" Zi " ucap Rafli seketika menghentikan langkah kaki Zizi.


'' Siapkan berkas meeting dengan PT . Sin saat ini juga " ucap Rafli , ini bukan waktu yang tepat membahas tentang Baco.


'' Baik tuan '' ucap nya sopan.


Rafli memejamkan matanya sesaat , tidak mungkin ia membiarkan orang-orang pentingnya terluka termasuk Zizi, apalagi berkat Zizi juga saat itu Ana terhindar dari jebakan Eliza atas perintah Eric.


" Eric " gumam Rafli terlihat rahangnya mengetat saat mengucapkan namanya saja .


Waktu yang di tunggu Rafli pun tiba , ia segera melajukan mobilnya dengan perasan bahagia , masalah Ziizi akan ia bicarakan besok bersama Jim di mansionnya . Seseorang tersenyum ketika melihat Rafli yang sudah kembali bekerja.


'' Seseorang tak ada yang sempurna Rafli termasuk dirimu " gumamnya lalu melakukan mobilnya ketempat tujuannya.


'' Sayang " senyum mengembang Rafli kala Ana menyambut kepulangannya , sebenarnya Ana hanya kebetulan mendengar suara bel saja tak mengira jika Rafli pulang secepat itu.


'' Kenapa , kau tak suka " tanya Rafli ...


'' Suka kok " ucap Ana mengecup pipi Rafli .


'' Kau ingin memulainya sekarang " tanya Rafli serius merangkul pinggang Ana posesif.


'' Jangan dong , kan butuh stamina dulu '' tolak Ana.


'' Tapi kita bisa foreplay dulu " ucap nya membayangkan . Ana tak menyangka jika di balik kesuksesan ya dan ke kejamannya terselip jiwa mesum Rafli tingkat Dewa.


" Aku lagi hamil mas dan gak boleh lelah " alasan Ana.


'' Ck , aku akan pelan " ucap Rafli mendudukkan bokongnya bersamaan dengan Ana.


'' Masih ada anak-anak mas " ucap Ana mencari alasan.


'' Jadi mama belum menjemput cucu-cucu nya " ucap Rafli terkejut dan diangguki Ana.


'' Dasar mama " gerutu Rafli mengambil benda pipihnya guna menelepon sang mama meminta pertolongan.


'' Hallo ma " ucap Rafli saat panggilan teleponnya di terima oleh Lia.


'' Iya-iya sabar . Ini mama di jalan . Masih siang bolong juga '' seloroh Lia ia kan harus membeli sesuatu dulu untuk menantu kesayanganya itu .


'' Siang bolong . Ini sudah jam dua ma " elak Rafli.


'' Hais , seperti baru pertama nyoba aja. Nanti malam kau bisa puas-puas " ucap Lia kesal dan Rafli segera memutuskan panggilan itu sepihak.


'' Dasar anak itu , kalau ada maunya aja " umpat Lia diseberang sana.


'' Kamu kenapa sih mas , marah sama mama gitu " ucap Ana tak suka.


'' Gak marah kok , hanya sebel aja " jawab Rafli .


'' Ayo temani mas mandi " ucap Rafli dengan sekali gerakan ia mampu membuat Ana dalam gendongannya. Bibir Rafli segera membungkam bibir Ana saat wanita itu ingin berteriak dan protes , ia tidak mau anak-anak nya datang mengacaukan semua. Para pelayan tidak heran jika melihat kelakuan tuan mudanya yang akan memiliki anak empat teresebut.


Malam itu Rafli benar-benar meluapkan seluruh hasrat yang ia pendam selama ini . Lama tak menyentuh Ana membuatnya mendapatkan kenikmatan yang luar biasa saat ini. Setiap gerakan ia lakukan dengan pelan agar tak melukai anak dalam kandungan Ana , sementara Ana yang merindukan sentuhan Rafli pun terlihat begitu menikmati apa yang di ciptakan suaminya.


'' Ahkk pelan-pelan mas " ucap Ana disaat Rafli mulai lepas kendali...


'' Iya " jawabnya tertahan.


'' Aku mencintaimu mu Ana " ucap Rafli dengan nafas yang masih memburu.


'' Aku juga mas '' ucap Ana.


'' Mas hanya milik mu " ucap Rafli di setiap hentakannya dan diangguki Ana.


Ciuman yang Rafli berikan mampu membuat Ana kian melayang dan terjadilah hal yang seharusnya terjadi malam itu


Berapa ronde pun gak tau ya , soalnya dilarang mengintip .


'' Terima kasih sayang " ucap Rafli mengecup kening Ana , Jika dulu ia membiarkan miliknya keluar dengan sendirinya namun kini ia segera membaringkan tubuhnya kesamping . Rafli tidak ingin menindih anak dalam kandungan sang istri.


'' Tidurlah " ucap Rafli dan diangguki Ana...


Tengah malam itu Rafli meraih ponselnya dan segera mengirim pesan pada dokter Neti untuk pemeriksaan kandungan istrinya besok pagi karena tadi ia tak mampu menahan hasrat yang membara dalam dirinya saat mendapat kenikmatan yang begitu sempurna dari Ana.


'' Jangan goyang kuat-kuat kasihan mantu dan cucuku. Ingat jam dan juga waktu , masih ada hari esok " pesan Lia.


Rafli tertawa geli membaca pesan dari Lia yang terkirim sebelum aktivitas menggairahkan itu di mulai.


" Mama yang terbaik " balas Rafli , ia yakini jika saat ini mamanya tengah terlelap memeluk Dewa atau Arjuna dan membuat papa nya menjadi anak tiri saat ini.


Dua hari sudah Rafli mengambil cuti seenaknya dan membuat Jimmy harus bolak-balik meminta tanda tangan Rafli . Mendengar kabar jika kandungan istrinya sudah lebih kuat membuatnya lebih leluasa berolahraga panas bersama Ana meski harus bermain agak pelan.

__ADS_1


'' Bunda , Ayah " senyum merekah terbit di bibir Ana mendengar suara yang begitu ia rindukan.


'' Sini kesayangannya bunda , peluk bunda " ucap Ana dan tentu saja Dewa dan Arjuna memeluk wonder woman mereka.


'' Kalian gak kangen bunda , Ehmmm.... Sampai gak ingat pulang " ujar Ana.


'' Kangen kok Bun " sahut Dewa .


'' Ma " ucap Ana cupika cupiki dengan sang mama mertua.


Baim pun datang membawa kardus besar berisi banyak mainan untuk Dewa dan juga Arjuna , itu semua Lia yang membelikannya.


'' Ma , jangan terlalu memanjakan mereka " ucap Ana setelah Dewa dan Arjuna pergi untuk bermain...


'' Ingatlah Ana , kau dan Rafli memang orang tuanya tapi mama juga neneknya " ucap Lia tak terima karena dilarang memanjakan cucunya...


'' Maaf ma " ucap Ana mengalah.


'' Ma " sapa Rafli dengan wajah yang begitu cerah.


'' Gimana . Menang banyak " tanya Lia sedangkan Ana asyik dengan cemilan yang dibawakan Lia.


'' Mama memang yang terhebat. Sering-sering ya ma '' ucap nya , Ana acuh karena ia belum tau pembahasan anak dan ibu yang terkadang mempunyai tingkat konyol yang sama.


'' Ana , kamu gak capek . Anak mu baik-baik aja kan " tanya Lia.


'' Gak kok ma , aku dan kandunganku baik-baik aja " jawab Ana polos ..


'' Syukurlah " ucap Lia lega.


'' Berapa ronde sehari '' tanya Lia , membuat dahi Ana menyerit .


'' Jadi lah ma . Empat ronde sehari . Pagi , siang , malam dua kali " jawab Rafli tanpa malu dan tentu kini Ana menyambung akan pembahasan ibu dan anak di hadapannya namun ia pura-pura cuek dengan pipi yang memerah.


'' Asyik dong empat kali. Tapi kamu mengempur menantuku pelan-pelan kan " ucap Lia , ia belum puas menggoda Ana...


'' Pelan-pelan kok ma " ucap Rafli mendapat tatapan tajam dari Ana..


'' Gimana Ana . Apa kamu menikmatinya . Gak encok kan " tanya Lia makin jadi.


''Dih amit-amit dah " batin Ana.


" Tentu Ana menikmatinya ma . Sayang lagi hamil klo gak pasti minta kuat-kuat goyangnya " ucap Rafli frontal .


" Uhuk....uhuk... " Ana sendiri kesedak buah yang ia kunyah , baru saja ingin membalas kata-kata absurd yang suaminya ucapkan namun Dewa menyelanya.


'' Gini sayang . Ayah dan bunda main kuda-kudaan " ucap Lia membuat Rafli menatap mamanya tajam jangan ada Rahma kedua batinnya.


'' Lalu , apa yang di goyang nek " tanya nya karena neneknya menggantung ceritanya .


'' Ayahmu yang menjadi kudanya lalu otomatis bunda mu yang naik. Karena bunda mu hamil dedek kembar jadi agak berat dikit ( tamatlah sudah batin Rafli ) , jadi ayah jalannya lambat dan jadinya ayah mu cuma goyang aja gak bisa jalan gitu maksudnya " ucap Lia berharap Dewa bisa mengerti dan untung saja Dewa mangut-mangut.


'' Berarti bunda gemuk dong nek , ayah aja gak kuat jadi kudanya bunda " polos Dewa membuat Rafli menelan susah saliva nya.


'' Mas , aku gemuk ya. Lihatlah mama dan Dewa bilang aku gemuk " cecar Ana mode marah....


'' Dewa . Ayo kita main kesana " ucap Lia segera membawa Dewa kabur , ia lupa jika menantunya itu selalu menjaga berat badan bahkan saat hamilnya Dewa wanita itu pernah diet dan untung ketahuan.


" Mama , Dewa mau kemana " teriak Rafli meminta pertolongan namun mereka tak peduli.


" Giliran gini , aku yang kena " batin Rafli.


" Aku benci padamu mas " ucap Ana menatap tajam Rafli.


" Sayang , wanita hamil itu wajar jika gendut . Apalagi kamu hamil anaknya dua lagi " ucap Rafli hati-hati.


" Jadi aku gendut ,ihhh " ucap Ana kesal.


" Dengarkan mas , mau kamu seperti apa , bahkan sebesar gajah sekalipun gak masalah bagi mas. Yang penting cinta mas untukmu " ucap Rafli sekenanya.


" Lagian gak mungkin juga Ana Segede gajah " batinnya.


" Secara gak langsung kamu nyumpain aku biar sebesar gajah. Oke , setelah melahirkan aku diet terus cari papa baru yang lebih darimu untuk anak kita. Puas " ucap Ana emosi dan Rafli terpancing akan hal mencari papa baru..


" Dasar suami laknat " umpat Ana saat mulut Rafli baru saja mau mangap dan Ana segera beranjak pergi.


" Maaf nona , tuan " sapa Jimmy karena ada hal penting yang ingin ia sampaikan. Ana melihat Jimmy penuh arti sementara Jimmy melengos begitu saja.


" Nanti dulu Jim " ucap Rafli hendak menyusul Ana.


" Pergilah , aku benci denganmu . Awas kamu ya mas dan kamu juga Jim " ucap Ana segera masuk kedalam lift.

__ADS_1


" Ini semua karena mu Jim " ucap Rafli .


" Astaga . Kenapa mesti aku yang kena. Giliran enak- enak gak ngajakin . Tapi giliran ada masalah , aku yang kena " batin Jim.


'' Ini semua karena mu . Ana melihat mu saja sudah marah " ucap Rafli segera berjalan keruang kerja , nanti akan ia pikirkan membujuk Ana karena hal itu begitu berat baginya..


" Anda gak tau aja , nona marah terhadap ku karena alasan apa " batin Jimmy karena selama ke rumah Rafli ia berusaha sebaik mungkin menghindari Ana yang menagih bantuannya berharap jika wanita itu tak serius untuk memfitnahnya .


Diruang kerja Rafli , Jimmy menjelaskan tentang pekerjaan dan disusul membahas tentang Zizi. Rafli meminta Zizi segera bertemu dengannya di mansion ini untuk menjelaskan semua permasalahan Baco , bertemu Ana juga tak masalah karena istrinya itu tahu semuanya jadi tidak ada yang perlu di khawarirkan.


'' Zizi . ini kau " ucap Ana sumringah dan di balas senyum oleh Zizi.


'' Nona " sapanya.


'' Aku merindukanmu tau " ucap Ana memeluk Zizi dan di balas oleh Zizi .


'' Apa kabarmu " ucap Ana mengajak Zizi duduk di sofa , ia tak tau kedatangan Zizi atas perintah Rafli.


'' Baik nona " ucap Zizi.


'' Nona apa kabar " tanya Zizi.


'' Sangat baik sekali " ucap Ana.


'' Unda " panggil Arjuna .


'' Sayang kenalin ini aunty Zizi " ucap Ana mengenalkan Arjuna pada Zizi.


'' Hay boy " sapa Zizi tersenyum namun Arjuna malah menangis dan susah di tenangkan.


'' Maaf ya Zi aku tinggal dulu " ucap Ana membawa Dewa pergi.


Baru saja Zizi ingin melangkahkan kakinya menuju ruang kerja Rafli langkahnya terhenti ketika ada yang memanggilnya.


'' Alexa " gumam Zizi saat Alexa mendekatinya .


'' Aku turut bersedih atas kematian Baco " ucap Alexa .


'' Alexa...hiks... Aku kehilangannya untuk selamanya " isak Zizi memeluk Alexa .


'' Besabarlah , pasti kita akan membalasnya . Jika aku menyeretnya tebaslah kepala Jerry seperti yang ia lakukan pada Baco. Pasti Dev membantu kita " ucap Alexa . Tanpa sepengetahuan Rafli , Devan membalas kematian anak buahnya. Devan mulai menyerang titik kelemahan mafia yang di ketuai oleh Jerry bahkan Devan sendiri yang masuk kedalam sarang iblis tersebut karena ingin menangkap Jerry dan membawanya pulang untuk dipersembahkan pada Zizi karena Zizi yang pantas menghukumnya dan Devan yang mengeksekusinya.


'' Kau beruntung memilikinya Alexa " ucap Zizi.


'' Kita semuanya beruntung " ucap Alexa.


'' Temuilah tuan , dan hapus air mata mu . Jangan sampai nona melihat dan meledekmu " ucap Alexa tersenyum dan di angguki Zizi.


'Tok....tok...


ceklek


'' Tuan " sapa Zizi sopan kepada Rafli dan juga Jimmy.


'' Kau tau , kenapa aku memanggilmu " ucap Rafli.


'' Ya tuan " jawab Zizi .


'' Apa keputusanmu " tanya Rafli . Zizi menghela nafas berat dan ia akan menunggu Devan memberinya Jery.


'' Saya tidak akan bertindak gegabah. Saya ikut dengan rencana anda " jawab Zizi.


'' Aku tidak mau kau mati konyol Zi , siapapun itu. aku tidak mau kalian berkorban nyawa dengan urusan aku dan Eric . Cukup kalian jaga istri dan anakku jika terjadi sesuatu hal yang buruk dengan ku. Aku akan menghadapinya sendiri " ucap Rafli menatap Jimmy dan Zizi.


'' nyawa anda , nyawa kami tuan " batin Zizi dan Jimmy.


" Zizi , aku memberikanmu cuti untuk liburan kemanapun kau mau " ucap Rafli mengeluarkan tiket liburan ke Eropa yang mana saja Zizi mau.


" Maaf tuan , saya sudah baik-baik saja " tolak Zizi.


" Baiklah . Jika ada hal sekecil apapun mengganggumu . Hubungi aku ataupun Jimmy " titah Rafli dan diangguki Zizi.


" Pergilah . Lanjutkan apa yang kau mau " ucap Rafli..


" Baiklah tuan . Saya permisi " ucap Zizi sopan . Sementara Jimmy dan Rafli terlibat kembali pembicaraan penting dan Jimmy mengirim mata-mata untuk mengawasi Zizi.


'' Aku menunggu jawabanmu Jim " ucap Ana saat melihat Jim baru saja keluar dari ruang kerja suaminya .


'' Ikut aku , jika kau tidak ingin mati di tembak suamiku " ucap Ana .


" Jadi seperti apa karakter bayi yang di kandung nona Ana ini "batin Jim menerka. Ia mengikuti langkah kaki Ana.

__ADS_1


Jangan lupa 👍👍 dan komentar kalian...


Selamat membaca dan semoga kita sehat selalu.


__ADS_2