
Pagi sekali Rafli kini tengah rapi dengan pakaian kantornya dan berdiri wanita cantik disampingnya , siapalagi ini jika bukan istrinya.
Pagi ini mereka berencana melepas kepulangan Dewa dan Arjuna untuk kembali ke Berlin karena diharuskan untuk hadir di sekolah . Awalnya Rafli menolak , niatnya ingin jalan-jalan dengan keluarga kecilnya namun masalah selalu datang silih berganti dan tidak selesai-selesai membuat Rafli berencana mengganti jadwal kebersamaan mereka. Dewa yang tetap kekeh pada pendiriannya membuat Rafli menghela nafas panjang dan mengikuti kemauan anaknya , sedangakan Arjun dia oke-oke saja.
.
.
.
Vini yang mengetahui Eric akan bertemu kembali dengan Rafli direstaurant nanti siang , bersikeras ingin tetap ikut . Ia ingin melindungi suaminya jika suatu saat Rafli melakukan hal buruk , awalnya Eric menolak namun Vini mengancamnya dengan alasan jika anaknya yang menginginkannya sebenarnya itu hanya alibi saja......
'' Rafli papa ingin bicara dengan mu " ucap Abdi yang tiba-tiba mengahampiri sepasang suami istri tersebut yang terlibat pembicaraan serius .
'' Baiklah pa . Ana permisi dulu " ucap Ana hendak berlalu .
'' Tidak nak . Tetaplah disini " ucap Abdi membuat Ana kembali duduk , terlihat Abdi ingin membicarakan hal cukup serius .
'' Apa keputusanmu nak " tanya Abdi kepada Rafli .
'' Jimmy menceritakan semuanya " imbuhnya membuat Rafli sedikit terkejut dan mengumpat Jimmy dalam hati karena mulut Jimmy mendadak lemes , sejak kapan pria itu ikut mengadukan masalahnya kepada sang papa . Ana sendiri bingung apa yang dimaksud ayah mertuanya.
'' Aku dan Ana berencana menolak perjodohan itu " ucap Rafli dan Ana mengerti topik pembicaraan saat ini.
'' Tidak ada salahnya kalian menerimanya " ucap Abdi membuat Rafli tersenyum kecut.
'' Tapi aku menolak pa , bagaimana bisa aku menerimanya " ucap Rafli .
'' Aku juga menolaknya pa . Aku ingin , anakku memilih masa depannya sendiri " sahut Ana.
'' Tidak ada salahnya menerima , papa hanya ingin kedua keluarga tidak ada masalah lagi . Berdamailah , hentikan permusuhan yang tak berkesudahan ini. Kau juga sudah jadi pemenangnya untuk mendapatkan Ana " ucap Abdi menasehati dan sedikit melirik Ana.
'' Aku tetap tidak bisa , bisa saja Eric memanfaatkan putranya suatu saat nanti untuk menyakiti putriku . Dia ingin membalas dendam padaku melalui putriku " ucap Rafli , untuk yang bernama Eric ia selalu berfikir buruk seburuk-buruk nya .
'' Kau tak pernah melihat Eric dalam hal positif " ucap Abdi .
'' Kenyataanya begitu kok pa . Apa papa lupa , dia yang telah menyembunyikan Rayana bertahun - tahun . Hidup kita penuh kesedihan saat itu , apalagi istriku . Mungkin jika tidak ketahuan mereka akan menyembunyikan anakku seumur hidup dari keluarga kita " ucap Rafli berusaha menahan emosinya , Ana menggenggam erat tangan suaminya saat dirasa Rafli mulai terpancing emosi .
'' Tapi ada benarnya juga Eric membawa Rayana saat itu , karena saat itu kami terlalu fokus pada kalian dan anak-anak kalian yang lainnya . Kondisi papa juga sempat drop , Jimmy sedang mengurus bisnis mu , Devan tengah kehilangan istrinya dan berusaha menata hatinya serta memberi pengertian pada Alex yang terus menanyakan ibunya . Dan satu hal , kau terlalu suka mencari musuh , Rafli " ucap Abdi tegas karena permasalahan yang menimpa keluarga mereka bukan karena rival bisnis.
'' Aku tak akan mengusik , jika diriku tak di usik pa " bantah Rafli lalu berdiri.
'' Mas " ucap Ana meminta Rafli duduk namun pria itu enggan mendengarnya apalagi untuk mengikutinya.
'' Baiklah terserah kau saja . Kalian berfikir lah untuk yang terbaik ke depannya " ucap Abdi berlalu pergi .
'' Mas tenangkan dirimu " ucap Ana.
'' Bagaimana aku bisa tenang Ana , semuanya seolah menyalahkan ku bahkan papa begitu membelanya " ucap Rafli dengan nada cukup meninggi..
'' Tapi aku tidak menyalahkanmu mas " ucap Ana.
" Kau memang tidak menyalahkanku , tapi mas merasa bersalah saat melihatmu menangis " batin Rafli .
" Mas jika bertemu dengan Eric , aku ikut saja ya " ucap Ana membuat Rafli menatapnya tajam.
" Mau apa , mau kembali CLBK lagi " ucap Rafli ketus .
" Bukan begitu , aku hanya tidak mau kau ribut lagi. Lihatlah luka di wajahmu membuat anak-anak dan yang lainnya bertanya " ucap Ana .
" Biar semua menjadi urusan mas , mas akan menyelesaikannya " ucap Rafli menyentuh bahu istrinya . Ana mengarahkan telapak tangan kanan suaminya diatas surai indahnya membuat Rafli menyerit heran.
" Berjanjilah dan bersumpahlah , untuk jangan melakukan kekerasan jika kalian bertemu , demi nyawaku. Jika kau melanggar maka nyawaku taruhannya " ucap Ana tegas dengan mata berkaca-kaca , Rafli sontak menarik tangannya .
" Mas aku mohon " ucap Ana .
" Tapi mas tidak bisa bersumpah dan mempertaruhkan nyawamu Ana " bentak Rafli .
" Kenapa mas membentak mbak Ana " ucap Rizki , ia begitu kesal melihat kakak perempuan tersayangnya dibentak siapapun.
__ADS_1
" Tanyakan pada mbak kesayangan mu " ucap Rafli berlalu pergi.
Sementara Abdi menggelengkan kepalanya pada Jimmy . " Temani Rafli kemanapun ia pergi nanti " pinta Abdi dan diangguki Jimmy .
Setelah kepergian Rafli , Ana menceritakan semua yang ia ketahui kepada Rizki karena adiknya itu terus memaksa.
" Aku akan mengikuti mas Rafli nanti siang mbak " ucap Rizki , ia juga tak setuju dengan namanya perjodohan. Ia juga sependapat dengan Ana dan Rafli , sosok kagumnya kepada Eric lenyap seketika saat mengetahui jika Eric menyembunyikan keponakannya selama ini .
" Ingat , jaga mas mu jika ia emosi nantinya , mbak gak mau lagi berpesan dengan Jimmy karena ia pasti berpihak pada mas mu . " pinta Ana dan diangguki Rizki .
" Oh ya mbak , Chantika minta di ajarkan buat sebelak sama gado-gado " ucap Rizki teringat niat awalnya .
" Baiklah , dimana Chantika sekarang " tanya Ana.
" Di dapur , astaga aku kelupaan mbak " ucap Rizki segera menemui istrinya yang kini memungkin tengah merajuk karena kesal sementara Ana hanya tersenyum melihat tingkah adiknya itu yang begitu tegas namun cukup takut pada istrinya . Tidak ada yang meniru kharisma Gunawan dan mengalahkan Gunawan , semua pria yang disekitar Ana terkenal tegas namun takut pada istrinya termasuk suaminya sendiri ( Rafli ) meski terkadang Ana juga harus mengalah kepada kehendak Rafli demi tak ingin membuat masalah.
Apa yang di fikirkan Rizki benar terjadi , ternyata Chantika memberengut kesal saat melihat kehadirannya . Semua yang di belanjakan Chantika tersebar dimana - mana dan tengah dibereskan para pelayan. Hingga kehadiran Ana membuat senyum Chantika mengembang dan dipastikan detik berikutnya setelah memeluk Ana , Chantika bakal melepas uneg-uneg nya dan mengadu yang aneh-aneh pada Ana. Ana hanya mengelus kepala Chantika memberinya ketenangan dan kasih sayang. Ana juga menjelaskan jika ia dan Rizki tadi tengah mengobrol , tapi meski begitu Chantika tetap saja masih jengkel dengan suaminya karena begitu lama . Ana mengajak Chantika untuk membuat sebelak dan juga gado - gado dan seketika binar bahagia terlihat di manik indah seorang Chantika.
" Mbak , masaknya jangan terlalu pedas untuk Chantika " ucap Rizki .
" Diamlah , kau jangan berisik " sahut Chantika membuat Rizki memilih diam dan meninggalkan dapur .
.
.
.
Sementara sepasang suami istri tengah menunggu kedatangan pria yang begitu menyebalkan yang telah membuat janji pertemuan dengan mereka .
Vini merasa kesal karena begitu membosankan baginya , sedangakan Eric mengutuk calon besannya tersebut .
'' Mas lama sekali . Aku lapar " ucap Vini merajuk , padahal baru tiga puluh menit yang lalu ia menikmati ice cream.
'' Kau mau pesan apa sayang , pesan saja " ucap Eric fokus dengan benda pipihnya .
'' Ya gimana nanti jika Rafli dan Ana mengajak mas makan siang tapi mas menolaknya karena telah kenyang , kan tidak enak " ucap Eric percaya diri.
'' Ck , kau terlalu percaya diri sekali . Jika mbak Ana masih ada basa basinya namun jangan lupa Hanoman obong disamping nya " ucap Vini menyadarkan suaminya . Eric sontak tertawa mendengar julukan istrinya untuk Rafli .
'' Ingat Vin , kau sedang mengandung anakku " ucap Eric serius dan Vini segera mengusap perutnya .
Satu jam kemudian Rafli datang bersama Jimmy membuat senyum di bibir Vini lenyap , ternyata bukan Ana yang ikut namun pria Hulk di depannya . Rafli dan Jimmy duduk tanpa rasa bersalah .
'' Kau membawa istrimu " tanya Rafli terlihat ia kesal dengan sosok Vini , apalagi pria disamping Vini yang adalah Eric.
'' Vini ingin ikut " jawab Eric berusaha tersenyum.
'' Langsung pada intinya saja . Apa keputusanmu " tanya Eric .
'' Aku menolaknya " ucap Rafli membuat tangan Eric terkepal di bawah meja.
'' Baiklah , tidak butuh satu menit seluruh keluargamu akan mengetahui apa yang telah kau perbuat bahkan aku tak segan memberi tahu tentang kasus mu dan Bunga " ucap Eric .
Brakk
'' Apa maksudmu " ucap Rafli dengan suara menggelegar membuat Vini begitu syok. Sementara di sekitarnya tak mendengar teriakan Rafli karena mereka berada di ruang khusus saat ini .
'' Kau sudah mengerti maksud ku ! Jadi aku tak perlu menjelaskan " ucap Eric yang kini rahangnya mengetat.
'' Raf , tenangkan dirimu " ucap Jimmy meski ia ingin mematahkan tulang leher manusia di hadapannya ini siapa lagi jika bukan Eric , yang selalu saja mencari masalah .
'' Aku tak bisa menolak ataupun menerima nya " ucap Rafli ambigu .
'' Apa maksud anda tuan Rafli " tanya Vini. .
'' Karena bukan hanya aku yang menolak namun Ana secara pribadi pun menolak tentang perjodohan ini " ujar Rafli membuat Vini dan Eric saling pandang , hati Eric begitu bersedih saat mengetahui jika Ana menolak rencananya . Eric menyadari jika Ana begitu marah dan kecewa padanya bahkan seluruh keluarga nya. Beribu cara telah Eric lakukan untuk menjelaskan semuanya namun wanita itu seakan menutup telinganya .
'' Begini saja " ucap Jimmy mengambil alih pembicaraan karena ia tak ingin buang waktu begitu lama.
__ADS_1
'' Rafli tidak mengiyakan ataupun menolaknya saat ini . Biarkan Rayana mencari jodohnya untuk masa depannya sendiri . Jika hatinya dan hidupnya telah terpaut pada putra kalian , maka Rafli dan Ana sendiri otomatis tak menghalanginya " ucap Jimmy dan ia menjelaskan alasan Ana kenapa menolak dengan masalah perjodohan anak mereka.
'' Ya itu keputusanku " ucap Rafli lirih sementara Eric tampak berfikir .
" Baiklah tak ada salahnya , akan ku coba " batin Eric .
" Kenapa kalian begitu yakin menjodohkan anak kalian , bagaimana jika keturuanan kalian perempuan semuanya " ujar Jimmy membuat Vini mengeluarkan hasil USG nya . Jimmy menyerit heran namun mata Rafli cukup cermat.
" Ini lihat milik anakku " seloroh Eric mempertegas membuat Jimmy tersenyum masam.
" Tapi jika anak kalian itu mirip dirimu ( menunjuk wajah Eric ) awas saja , aku tak ingin mempunyai menantu mirip dengan dirimu yang menyebalkan juga wajahnya " ucap Rafli , membuat Eric mendelik kesal .
" Kau ini aneh , yang Vini kandung itu anakku . Tidak mungkin mirip tetangga . Istriku juga ngidamnya tak aneh seperti Ana yang begitu mengidolai satu artis Korea itu " ucap Eric tak terima.
" Iya benar itu . Kau jangan mencari ribut " ucap Vini seketika menutup mulutnya , entah keberanian dari mana ia berkata seperti itu kepada Rafli . Dalam hati Jimmy pun mengutuk kebohohan Rafli yang di nilainya begitu konyol.
" Aku setuju dengan keputusanmu . Aku tak akan memaksa perjodohan ini jika Ericana.... " ucapan Eric terhenti.
" Rayana bukan Ericana " ucap Rafli tak terima .
" Ya baiklah terserah kau saja " ucap Eric enggan mencari ribut.
" Aku setuju dengan keputusanmu . Aku tak akan memaksa perjodohan ini jika Rayana sendiri menolaknya namun aku akan membuat mereka dekat dimulai sedari kecil " ucap Eric sungguh-sungguh , membuat Rafli mendengus kesal .
'' Izinkan aku dan keluargaku untuk menemui Ericana , maksud ku Rayana " ucap Eric.
'' Kenapa kau begitu serakah , menuntut ini dan itu " bentak Rafli .
'' Hei , kau sendiri jawaban tentang perjodohan ini begitu menggantung. Dan tidak ada salahnya jika keluargaku dekat dengan calon mantuku " ucap Eric sedikit membentak .
'' Aku punya permintaan yang ini harus di pastikan '' imbuhnya ..
'' Baiklah , tapi tak sepuasnya dan sekehendak hati kalian untuk bisa menemui Rayana ku " ucap Rafli memperingati .
'' Ya itu tentu , aku tak akan setiap hari bertemu dengan mantuku " ucap Eric.
'' Masih calon mantu , itupun jika Rayana mau " ucap Rafli kesal .
'' Kalian bisa menemuinya dan di bawah pengawasan ku " ucap Rafli.
'' Aku setuju " ucap Eric mengulurkan tangannya dan hanya di tatap sinis oleh Rafli .
'' Dan kau tutup mulut lah tentang yang kau ketahui . Jangan sampai Ana dan keluarga ku mengetahuinya " ucap Rafli tegas.
'' Kau bisa pegang ucapanku dan aku berjanji tapi jika kau sendiri yang ingkar , aku tak segan membocorkannya " ucap Eric serius .
''Deal " ucap Eric dan di sambut Rafli dengan begitu malas.
'' Kan jika kalian akur akan lebih baik " seloroh Vini saat sedang menikmati ice cream untuk kedua kalinya .
'' Apa kau ingin makan siang bersama denganku , calon besan " tanya Eric basa-basi namun bahasa tubuh Rafli dan Jimmy lah yang menjawabnya. Kedua manusia itu pergi begitu saja dan itu membuat Eric melongo sekaligus kesal , namun senyumnya mengembang karena ia berhasil menekan Rafli .Tapi Rafli tetap mengirimkan orang suruhannya untuk mengawasi keluarga Permana.
'' Kau lihat , dia begitu senang selangkah di atasku " ucap Rafli melampiaskan amarahnya dengan jok mobil milik Jimmy .
'' Jika kau tak mengancamku yang tidak-tidak … Pasti sudah ku habisi dia . Kau juga , begitu pengadu sekarang " ucao Rafli kesal .
'' Jadi mau kemana tujuan kita sekarang " tanya Jimmy tak ingin meladeni emosi Rafli .
'' Pulang " jawab Rafli ketus.
Sementara pria yang mengenakan topi yang sedari tadi mengawasi interaksi mereka tersenyum lega , karena baku hantam tak kembali terjadi . Namun ia cukup penasaran , bagaimana mungkin sosok kedua kakak iparnya cukup mudah di taklukkan oleh Eric.
" Apa alasan sebenarnya " batin Rizki penasaran...
" Jangan lupa like dan komentarnya "
Maaf sering lama up nya , di karenakan sedikit sibuk ada pekerjaan .
Selamat membaca 😊 .
__ADS_1