Takdir Cinta

Takdir Cinta
Pertemuan Eric dan Rafli


__ADS_3

Pagi sekali Rafli kini tengah rapi dengan pakaian kantornya dan berdiri wanita cantik disampingnya , siapalagi ini jika bukan istrinya.


Pagi ini mereka berencana melepas kepulangan Dewa dan Arjuna untuk kembali ke Berlin karena diharuskan untuk hadir di sekolah . Awalnya Rafli menolak , niatnya ingin jalan-jalan dengan keluarga kecilnya namun masalah selalu datang silih berganti dan tidak selesai-selesai membuat Rafli berencana mengganti jadwal kebersamaan mereka. Dewa yang tetap kekeh pada pendiriannya membuat Rafli menghela nafas panjang dan mengikuti kemauan anaknya , sedangakan Arjun dia oke-oke saja.


.


.


.


Vini yang mengetahui Eric akan bertemu kembali dengan Rafli direstaurant nanti siang , bersikeras ingin tetap ikut . Ia ingin melindungi suaminya jika suatu saat Rafli melakukan hal buruk , awalnya Eric menolak namun Vini mengancamnya dengan alasan jika anaknya yang menginginkannya sebenarnya itu hanya alibi saja......


'' Rafli papa ingin bicara dengan mu " ucap Abdi yang tiba-tiba mengahampiri sepasang suami istri tersebut yang terlibat pembicaraan serius .


'' Baiklah pa . Ana permisi dulu " ucap Ana hendak berlalu .


'' Tidak nak . Tetaplah disini " ucap Abdi membuat Ana kembali duduk , terlihat Abdi ingin membicarakan hal cukup serius .


'' Apa keputusanmu nak " tanya Abdi kepada Rafli .


'' Jimmy menceritakan semuanya " imbuhnya membuat Rafli sedikit terkejut dan mengumpat Jimmy dalam hati karena mulut Jimmy mendadak lemes , sejak kapan pria itu ikut mengadukan masalahnya kepada sang papa . Ana sendiri bingung apa yang dimaksud ayah mertuanya.


'' Aku dan Ana berencana menolak perjodohan itu " ucap Rafli dan Ana mengerti topik pembicaraan saat ini.


'' Tidak ada salahnya kalian menerimanya " ucap Abdi membuat Rafli tersenyum kecut.


'' Tapi aku menolak pa , bagaimana bisa aku menerimanya " ucap Rafli .


'' Aku juga menolaknya pa . Aku ingin , anakku memilih masa depannya sendiri " sahut Ana.


'' Tidak ada salahnya menerima , papa hanya ingin kedua keluarga tidak ada masalah lagi . Berdamailah , hentikan permusuhan yang tak berkesudahan ini. Kau juga sudah jadi pemenangnya untuk mendapatkan Ana " ucap Abdi menasehati dan sedikit melirik Ana.


'' Aku tetap tidak bisa , bisa saja Eric memanfaatkan putranya suatu saat nanti untuk menyakiti putriku . Dia ingin membalas dendam padaku melalui putriku " ucap Rafli , untuk yang bernama Eric ia selalu berfikir buruk seburuk-buruk nya .


'' Kau tak pernah melihat Eric dalam hal positif " ucap Abdi .


'' Kenyataanya begitu kok pa . Apa papa lupa , dia yang telah menyembunyikan Rayana bertahun - tahun . Hidup kita penuh kesedihan saat itu , apalagi istriku . Mungkin jika tidak ketahuan mereka akan menyembunyikan anakku seumur hidup dari keluarga kita " ucap Rafli berusaha menahan emosinya , Ana menggenggam erat tangan suaminya saat dirasa Rafli mulai terpancing emosi .


'' Tapi ada benarnya juga Eric membawa Rayana saat itu , karena saat itu kami terlalu fokus pada kalian dan anak-anak kalian yang lainnya . Kondisi papa juga sempat drop , Jimmy sedang mengurus bisnis mu , Devan tengah kehilangan istrinya dan berusaha menata hatinya serta memberi pengertian pada Alex yang terus menanyakan ibunya . Dan satu hal , kau terlalu suka mencari musuh , Rafli " ucap Abdi tegas karena permasalahan yang menimpa keluarga mereka bukan karena rival bisnis.


'' Aku tak akan mengusik , jika diriku tak di usik pa " bantah Rafli lalu berdiri.


'' Mas " ucap Ana meminta Rafli duduk namun pria itu enggan mendengarnya apalagi untuk mengikutinya.


'' Baiklah terserah kau saja . Kalian berfikir lah untuk yang terbaik ke depannya " ucap Abdi berlalu pergi .


'' Mas tenangkan dirimu " ucap Ana.


'' Bagaimana aku bisa tenang Ana , semuanya seolah menyalahkan ku bahkan papa begitu membelanya " ucap Rafli dengan nada cukup meninggi..


'' Tapi aku tidak menyalahkanmu mas " ucap Ana.


" Kau memang tidak menyalahkanku , tapi mas merasa bersalah saat melihatmu menangis " batin Rafli .


" Mas jika bertemu dengan Eric , aku ikut saja ya " ucap Ana membuat Rafli menatapnya tajam.


" Mau apa , mau kembali CLBK lagi " ucap Rafli ketus .


" Bukan begitu , aku hanya tidak mau kau ribut lagi. Lihatlah luka di wajahmu membuat anak-anak dan yang lainnya bertanya " ucap Ana .


" Biar semua menjadi urusan mas , mas akan menyelesaikannya " ucap Rafli menyentuh bahu istrinya . Ana mengarahkan telapak tangan kanan suaminya diatas surai indahnya membuat Rafli menyerit heran.


" Berjanjilah dan bersumpahlah , untuk jangan melakukan kekerasan jika kalian bertemu , demi nyawaku. Jika kau melanggar maka nyawaku taruhannya " ucap Ana tegas dengan mata berkaca-kaca , Rafli sontak menarik tangannya .


" Mas aku mohon " ucap Ana .


" Tapi mas tidak bisa bersumpah dan mempertaruhkan nyawamu Ana " bentak Rafli .


" Kenapa mas membentak mbak Ana " ucap Rizki , ia begitu kesal melihat kakak perempuan tersayangnya dibentak siapapun.

__ADS_1


" Tanyakan pada mbak kesayangan mu " ucap Rafli berlalu pergi.


Sementara Abdi menggelengkan kepalanya pada Jimmy . " Temani Rafli kemanapun ia pergi nanti " pinta Abdi dan diangguki Jimmy .


Setelah kepergian Rafli , Ana menceritakan semua yang ia ketahui kepada Rizki karena adiknya itu terus memaksa.


" Aku akan mengikuti mas Rafli nanti siang mbak " ucap Rizki , ia juga tak setuju dengan namanya perjodohan. Ia juga sependapat dengan Ana dan Rafli , sosok kagumnya kepada Eric lenyap seketika saat mengetahui jika Eric menyembunyikan keponakannya selama ini .


" Ingat , jaga mas mu jika ia emosi nantinya , mbak gak mau lagi berpesan dengan Jimmy karena ia pasti berpihak pada mas mu . " pinta Ana dan diangguki Rizki .


" Oh ya mbak , Chantika minta di ajarkan buat sebelak sama gado-gado " ucap Rizki teringat niat awalnya .


" Baiklah , dimana Chantika sekarang " tanya Ana.


" Di dapur , astaga aku kelupaan mbak " ucap Rizki segera menemui istrinya yang kini memungkin tengah merajuk karena kesal sementara Ana hanya tersenyum melihat tingkah adiknya itu yang begitu tegas namun cukup takut pada istrinya . Tidak ada yang meniru kharisma Gunawan dan mengalahkan Gunawan , semua pria yang disekitar Ana terkenal tegas namun takut pada istrinya termasuk suaminya sendiri ( Rafli ) meski terkadang Ana juga harus mengalah kepada kehendak Rafli demi tak ingin membuat masalah.


Apa yang di fikirkan Rizki benar terjadi , ternyata Chantika memberengut kesal saat melihat kehadirannya . Semua yang di belanjakan Chantika tersebar dimana - mana dan tengah dibereskan para pelayan. Hingga kehadiran Ana membuat senyum Chantika mengembang dan dipastikan detik berikutnya setelah memeluk Ana , Chantika bakal melepas uneg-uneg nya dan mengadu yang aneh-aneh pada Ana. Ana hanya mengelus kepala Chantika memberinya ketenangan dan kasih sayang. Ana juga menjelaskan jika ia dan Rizki tadi tengah mengobrol , tapi meski begitu Chantika tetap saja masih jengkel dengan suaminya karena begitu lama . Ana mengajak Chantika untuk membuat sebelak dan juga gado - gado dan seketika binar bahagia terlihat di manik indah seorang Chantika.


" Mbak , masaknya jangan terlalu pedas untuk Chantika " ucap Rizki .


" Diamlah , kau jangan berisik " sahut Chantika membuat Rizki memilih diam dan meninggalkan dapur .


.


.


.


Sementara sepasang suami istri tengah menunggu kedatangan pria yang begitu menyebalkan yang telah membuat janji pertemuan dengan mereka .


Vini merasa kesal karena begitu membosankan baginya , sedangakan Eric mengutuk calon besannya tersebut .


'' Mas lama sekali . Aku lapar " ucap Vini merajuk , padahal baru tiga puluh menit yang lalu ia menikmati ice cream.


'' Kau mau pesan apa sayang , pesan saja " ucap Eric fokus dengan benda pipihnya .


'' Ya gimana nanti jika Rafli dan Ana mengajak mas makan siang tapi mas menolaknya karena telah kenyang , kan tidak enak " ucap Eric percaya diri.


'' Ck , kau terlalu percaya diri sekali . Jika mbak Ana masih ada basa basinya namun jangan lupa Hanoman obong disamping nya " ucap Vini menyadarkan suaminya . Eric sontak tertawa mendengar julukan istrinya untuk Rafli .


'' Ingat Vin , kau sedang mengandung anakku " ucap Eric serius dan Vini segera mengusap perutnya .


Satu jam kemudian Rafli datang bersama Jimmy membuat senyum di bibir Vini lenyap , ternyata bukan Ana yang ikut namun pria Hulk di depannya . Rafli dan Jimmy duduk tanpa rasa bersalah .


'' Kau membawa istrimu " tanya Rafli terlihat ia kesal dengan sosok Vini , apalagi pria disamping Vini yang adalah Eric.


'' Vini ingin ikut " jawab Eric berusaha tersenyum.


'' Langsung pada intinya saja . Apa keputusanmu " tanya Eric .


'' Aku menolaknya " ucap Rafli membuat tangan Eric terkepal di bawah meja.


'' Baiklah , tidak butuh satu menit seluruh keluargamu akan mengetahui apa yang telah kau perbuat bahkan aku tak segan memberi tahu tentang kasus mu dan Bunga " ucap Eric .


Brakk


'' Apa maksudmu " ucap Rafli dengan suara menggelegar membuat Vini begitu syok. Sementara di sekitarnya tak mendengar teriakan Rafli karena mereka berada di ruang khusus saat ini .


'' Kau sudah mengerti maksud ku ! Jadi aku tak perlu menjelaskan " ucap Eric yang kini rahangnya mengetat.


'' Raf , tenangkan dirimu " ucap Jimmy meski ia ingin mematahkan tulang leher manusia di hadapannya ini siapa lagi jika bukan Eric , yang selalu saja mencari masalah .


'' Aku tak bisa menolak ataupun menerima nya " ucap Rafli ambigu .


'' Apa maksud anda tuan Rafli " tanya Vini. .


'' Karena bukan hanya aku yang menolak namun Ana secara pribadi pun menolak tentang perjodohan ini " ujar Rafli membuat Vini dan Eric saling pandang , hati Eric begitu bersedih saat mengetahui jika Ana menolak rencananya . Eric menyadari jika Ana begitu marah dan kecewa padanya bahkan seluruh keluarga nya. Beribu cara telah Eric lakukan untuk menjelaskan semuanya namun wanita itu seakan menutup telinganya .


'' Begini saja " ucap Jimmy mengambil alih pembicaraan karena ia tak ingin buang waktu begitu lama.

__ADS_1


'' Rafli tidak mengiyakan ataupun menolaknya saat ini . Biarkan Rayana mencari jodohnya untuk masa depannya sendiri . Jika hatinya dan hidupnya telah terpaut pada putra kalian , maka Rafli dan Ana sendiri otomatis tak menghalanginya " ucap Jimmy dan ia menjelaskan alasan Ana kenapa menolak dengan masalah perjodohan anak mereka.


'' Ya itu keputusanku " ucap Rafli lirih sementara Eric tampak berfikir .


" Baiklah tak ada salahnya , akan ku coba " batin Eric .


" Kenapa kalian begitu yakin menjodohkan anak kalian , bagaimana jika keturuanan kalian perempuan semuanya " ujar Jimmy membuat Vini mengeluarkan hasil USG nya . Jimmy menyerit heran namun mata Rafli cukup cermat.


" Ini lihat milik anakku " seloroh Eric mempertegas membuat Jimmy tersenyum masam.


" Tapi jika anak kalian itu mirip dirimu ( menunjuk wajah Eric ) awas saja , aku tak ingin mempunyai menantu mirip dengan dirimu yang menyebalkan juga wajahnya " ucap Rafli , membuat Eric mendelik kesal .


" Kau ini aneh , yang Vini kandung itu anakku . Tidak mungkin mirip tetangga . Istriku juga ngidamnya tak aneh seperti Ana yang begitu mengidolai satu artis Korea itu " ucap Eric tak terima.


" Iya benar itu . Kau jangan mencari ribut " ucap Vini seketika menutup mulutnya , entah keberanian dari mana ia berkata seperti itu kepada Rafli . Dalam hati Jimmy pun mengutuk kebohohan Rafli yang di nilainya begitu konyol.


" Aku setuju dengan keputusanmu . Aku tak akan memaksa perjodohan ini jika Ericana.... " ucapan Eric terhenti.


" Rayana bukan Ericana " ucap Rafli tak terima .


" Ya baiklah terserah kau saja " ucap Eric enggan mencari ribut.


" Aku setuju dengan keputusanmu . Aku tak akan memaksa perjodohan ini jika Rayana sendiri menolaknya namun aku akan membuat mereka dekat dimulai sedari kecil " ucap Eric sungguh-sungguh , membuat Rafli mendengus kesal .


'' Izinkan aku dan keluargaku untuk menemui Ericana , maksud ku Rayana " ucap Eric.


'' Kenapa kau begitu serakah , menuntut ini dan itu " bentak Rafli .


'' Hei , kau sendiri jawaban tentang perjodohan ini begitu menggantung. Dan tidak ada salahnya jika keluargaku dekat dengan calon mantuku " ucap Eric sedikit membentak .


'' Aku punya permintaan yang ini harus di pastikan '' imbuhnya ..


'' Baiklah , tapi tak sepuasnya dan sekehendak hati kalian untuk bisa menemui Rayana ku " ucap Rafli memperingati .


'' Ya itu tentu , aku tak akan setiap hari bertemu dengan mantuku " ucap Eric.


'' Masih calon mantu , itupun jika Rayana mau " ucap Rafli kesal .


'' Kalian bisa menemuinya dan di bawah pengawasan ku " ucap Rafli.


'' Aku setuju " ucap Eric mengulurkan tangannya dan hanya di tatap sinis oleh Rafli .


'' Dan kau tutup mulut lah tentang yang kau ketahui . Jangan sampai Ana dan keluarga ku mengetahuinya " ucap Rafli tegas.


'' Kau bisa pegang ucapanku dan aku berjanji tapi jika kau sendiri yang ingkar , aku tak segan membocorkannya " ucap Eric serius .


''Deal " ucap Eric dan di sambut Rafli dengan begitu malas.


'' Kan jika kalian akur akan lebih baik " seloroh Vini saat sedang menikmati ice cream untuk kedua kalinya .


'' Apa kau ingin makan siang bersama denganku , calon besan " tanya Eric basa-basi namun bahasa tubuh Rafli dan Jimmy lah yang menjawabnya. Kedua manusia itu pergi begitu saja dan itu membuat Eric melongo sekaligus kesal , namun senyumnya mengembang karena ia berhasil menekan Rafli .Tapi Rafli tetap mengirimkan orang suruhannya untuk mengawasi keluarga Permana.


'' Kau lihat , dia begitu senang selangkah di atasku " ucap Rafli melampiaskan amarahnya dengan jok mobil milik Jimmy .


'' Jika kau tak mengancamku yang tidak-tidak … Pasti sudah ku habisi dia . Kau juga , begitu pengadu sekarang " ucao Rafli kesal .


'' Jadi mau kemana tujuan kita sekarang " tanya Jimmy tak ingin meladeni emosi Rafli .


'' Pulang " jawab Rafli ketus.


Sementara pria yang mengenakan topi yang sedari tadi mengawasi interaksi mereka tersenyum lega , karena baku hantam tak kembali terjadi . Namun ia cukup penasaran , bagaimana mungkin sosok kedua kakak iparnya cukup mudah di taklukkan oleh Eric.


" Apa alasan sebenarnya " batin Rizki penasaran...


" Jangan lupa like dan komentarnya "


Maaf sering lama up nya , di karenakan sedikit sibuk ada pekerjaan .


Selamat membaca 😊 .

__ADS_1


__ADS_2