Takdir Cinta

Takdir Cinta
Target


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.


Terlihat Rahma sedang berjuang melahirkan disalah satu ruangan rumah sakit di Italia , rumah sakit cabang milik keluarga Wijaya , tidak begitu besar seperti di Amerika dan Indonesia.


Ana juga berada di sana menanti kelahiran keponakan kecilnya yang akan lahir , diperkirakan bayi itu laki-laki padahal Rahma membeli perlengkapan bayi perempuan..


Terlihat Jimmy begitu cemas kali ini , kecemasan begitu ketara yang baru Ana lihat saat ini.


" Kau lihat Jimmy begitu lebay cemasnya " bisik Rafli.


" Aduhh " ucap Rafli saat kepalanya di pukul Lia oleh tas.


" Kau pintar mengatai orang saja . Kau lupa , waktu Ana melahirkan tapi kau yang pingsan " ucap Lia membuat Rafli memberengut kesal.


" Ntah kau ini anak siapa " imbuhnya membuat Rafli terbelalak kesal sedangakan Ana mengulum senyum . Terkadang bersama ibu dan anak itu menyenangkan jika ribut konyol begini , itulah pemikiran Ana yang membuatnya sering tersenyum dan tertawa meski Lia ujungnya membuat pipinya bersemu merah .


" Pa , dulu kenapa sih mau sama mama " tanya Rafli membuat Abdi Wijaya memijit pelipisnya .


" Tanyakan Ana " ucapnya membuat Lia , Rafli terlebih Ana terlihat begitu bingung.


" Kenapa tanya Ana pa. Istriku masih muda bukan tua seusia kalian pasti tak tau apa-apa " protes Rafli.


" Iya ini , papa ada-ada aja " protes Lia .


" Jika papa tidak menikahi mamamu , maka kau tak akan lahir. Kau dulu pernah bilang , bila kau harus lahir karena agar Ana lahir di dunia ini berjodoh denganmu " ucap Abdi .


" Bukankah kau bilang , kau ada karena Ana ada. Ana tercipta dari tulang rusukmu .Padahal sudah jelas Ana ada karena berkat pak Gunawan dan Bu Laras " ucap Abdi dan seketika tersenyum kikuk karena melihat tatapan sulit di artikan dari besan perempuannya tersebut .


" Sudah , jangan bahas yang tak penting " imbuhnya memutus obrolan mereka .


Oeekkk...oek...oekkk....


Suara tangisan bayi laki-laki terdengar cukup lantang membuat seluruh orang mengucapkan syukur. Dan Jimmy segera menerobos masuk kedalam ruang bersalin. Sungguh bahagia dirinya menjadi seorang ayah .


Setelah Rahma di pindahkan keruang rawat terlihat rombongan orang tuanya dan kakaknya memasuki ruang rawat itu guna menoel pipi tembem sang bayi.


'' Kenapa Hmmm " tanya Jimmy .


'' ku kira perempuan mas " lirih Rahma.


'' Laki atau perempuan tak masalah bagi mas. Bukankah di USG sudah jelas laki-laki " ucap Jimmy membelai lembut surai indah istrinya.


'' Tapi kan USG bisa saja salah , meski satu persen tak menutup kesalahan " ucap Rahma.


'' Kita buat yang perempuan nanti ya '' ujar Rahma membuat pipi Jimmy bersemu merah saat Ana kaget mendengar ucapan sang adik.


'' Kau ini , jangan tau enak buatnya. Apa kau lupa beberapa jam lalu kau seperti orang kesurupan saat mau melahirkan. Jahitan belum kering mau ngajakin suamimu buat anak perempuan " ucap Ana tak habis pikir dengan pola pikir adiknya.


'' Kenapa , mbak iri ya nanti anakku lebih cantik dari Jelita '' ucap Rahma kesal.


'' Terserah kau sajalah . Ni makan sendiri " ujar Ana meletakkan mangkuk yang berisi sup kesukaan Rahma yang dengan susah payah Ana memasaknya.


'' Kenapa cemberut hmmmm " ucap Rafli mencium perut Ana yang membuncit itu di perkirakan 10 minggu lagi melahirkan jika tak meleset.


'' Rahma mengajak Jimmy membuat anak perempuan karena anaknya laki-laki yang lahir. Dasar wanita tak bersyukur , mending masih di berikan anak . Apa ia tak merasa sakitnya saat melahirkan , tadi aja kau lihat kan mas bagaimana hebohnya dia .Jahitan belum kering tapi sudah meminta nambah anak lagi , iya kalau yang di lahirkannya perempuan nantinya jika laki-laki lagi gimana. Gembor tu.... " ucapan Ana terhenti saat Rafli mengapit bibir Ana dengan jarinya.


'' Kok kamu hari ini cerewet betul " ucap Rafli , akhir-akhir ini Ana begitu cerewet mengenai hal apapun di sekitarnya meski cerewetnya untuk kebaikan.


'' Dari dulu kok mas , aku seperti ini " ucap Ana.


Rafli menatap manik mata Ana dalam , seolah enggan untuk berpaling . Makin hari Ana selalu membuatnya makin jatuh cinta , makin bahagia meski pertengkaran kecil di antara mereka sering terjadi...


.


.


.


Seminggu mereka berada di Italia , kini telah kembali ke kota J. Rafli pun kembali bekerja dan ibu hamil itu juga rajin ke kantor suaminya guna mengajak makan siang bersama , Rafli tak dapat melarang jika Ana akan bersedih karena larangannya. Membiarkan ibu hamil tak jenuh itu akan lebih baik .

__ADS_1


'' Mas , nanti aku ke kantor ya " ucap Ana saat baru saja mencium telapak punggung tangan suaminya..


'' Mas ada meeting sayang dan sekaligus makan siang " ucap Rafli dan Ana kini tengah terlihat kecewa.


'' Padahal aku ingin makan siang denganmu mas " ucap Ana hilang sudah semangat memasaknya .


'' Hari ini saja sayang . Sesekali istirahatlah dulu dirumah " ucap Rafli memberi alasan agar sang istri mengerti.


'' Baiklah " ucap Ana lalu memeluk sang suami dan Rafli tersenyum terlihat jelas satu minggu ini Ana begitu manja dengannya.


'' Sebentar saja mas " ucap Ana enggan melepas pelukannya dan Rafli membiarkan Ana mencium aromanya hingga puas meski harus seharian berdiri.


'' Aku suka wangi ini mas . Aku suka. Bahkan dari wanginya saja aku tau ini dirimu '' gumam Ana dan Rafli tersenyum simpul.


'' Tetaplah seperti ini mas dan jangan pernah berubah " ucap Ana masih mendekap tubuh suaminya.


'' Mas tidak akan berubah meski dunia ini terbalik sekalipun . Cinta dan raga mas hanya untuk mu. Untuk Ana Gunawan yang kini biasa di panggil Nyonya Ana Rafli Wijaya " ucap Rafli membuat Ana mendongak lalu Rafli segera mencium bibir istrinya dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang , lima menit berlalu mereka hanya melepas sejenak tautan bibirnya lalu melanjutkan kembali .


'' Aku mencintaimu mas " ucap Ana.


'' Mas lebih mencintai mu sayang " ucap Rafli mencium kening istrinya begitu dalam..


'' Cepatlah pulang . Aku dan anak-anak menunggu mu dirumah mas " ucap Ana dan di angguki Rafli . Mendarat satu kecupan di perut buncit Ana dan Rafli banyak menyebutkan pesan di setiap ucapannya .


'' Mas pergi ya sayang. Dirumah baik-baik , jika ada apa-apa telepon mas atau Devan langsung " ucap Rafli dan di angguki Ana seraya melambaikan tangannya.


Ana tersentak kaget saat melihat Jo ada di belakang nya , ntah sejak kapan Jo berada dan Ana tersenyum hangat padanya meski terlihat wajah Jo sedikit murung saat ini.


'' Ada apa dengan mu Jo " tanya Ana .


'' Tidak ada nona , lebih baik anda istrirahatlah " ucap Jo .


'' Jika ada apa-apa pada mu ceritalah padaku , mungkin aku tidak bisa membantu tapi paling tidak untuk membagi keluh kesahmu dapat meringankan beban di hati " ucap Ana dan hanya di jawab senyum oleh Jo , dan Ana pun melangkah kakinya kedapur guna memasak makanan kesukaan anak-anak nya terutama untuk Dewa yang hanya akan menambah porsi makannannya bila memakan makanan yang di masak sang bunda.


.


.


.


'' Mas aku ingin makan siang di kantor bersama mu " pesan Ana terkirim ke suaminya membuat Rafli memijat pelipisnya , pusing. .


'' Dev , apa meeting itu tak bisa nanti sore saja " tanya Rafli .


'' Tidak bisa tuan . Ini meeting penting dengan perusahaan tuan Sanfador " ucap Devan membuat Rafli membuang nafasnya gusar.


'' Baiklah , kapan meetingnya '' tanya Rafli .


'' Tiga puluh menit lagi " ucap Devan dan mereka segera mempersiapkan semuanya dan bergegas menuju ruang rapat di salah satu hotel mewah milik kolega mereka .


'' Sayang , besok saja makan siangnya. Mas janji besok pasti kita makan siang bersama. Jangan marah ya. Meeting kali ini tak dapat di hindari sayang. Aku mencintaimu , jangan ngambek , ok " pesan Rafli dan menyimpan ponselnya di saku celananya.


Sementara Ana dan Alexa tengah bersiap ke kantor RA group .


" Arjuna dirumah saja ya sayang temani Alex main " bujuk Ana terlihat jika Arjuna enggan berpisah dengan bundanya.


'' Arjun mau ikut aja kan bisa ajak dedek Alex mommy Alexa " Rajuk Arjuna meminta pada Alexa . Sebenarnya bisa saja Ana dan Alexa mengajak mereka namun mereka akan kerumah sakit setelah dari perusahaan RA group dan di pastikan Arjuna tak kan betah disana .


'' Arjuna mau minta apa , nanti bunda belikan " bujuk Ana kesekian kalinya sedangakan Alexa sedang sibuk membujuk Alex yang tak mau di tinggal , tak seperti biasanya di tinggal berapa lama pun mereka akan diam .


Arjuna membisikkan sesuatu ke telinga Ana dan Ana tersenyum hangat.


'' Baiklah ,bunda akan belikan . Dirumah saja ya " ucap Ana mengecup pipi Arjuna dan juga Alex yang sudah ia anggap anak sendiri begitu juga Alex yang sangat dekat dengan Ana .


'' Tapi bunda " ucap Arjuna .


'' Ingat Juna , bunda harus segera pergi kasian ayah belum makan siang. Kalau ayah sakit nanti saat ulang tahun Juna dua Minggu lagi kita gak jadi Lo ke Paris dan Italia . Gak kangen apa ma dedek Julian " bujuk Ana.


'' Baiklah bunda. Jangan lupa pesanan Arjun , belikan untuk Devano( anak Alexa dan Devan yang di bernama Alex namun Arjuna tak menyukai nama Alex ) ya '' ucap Arjuna lirih.

__ADS_1


'' Iya sayang " ucap Ana.


'' Nyonya hati-hati di jalan ya nyonya " ucap Bi Jum sedang menggendong Jelita yang di kenal begitu manja .


'' Iya bi " ucap Ana tersenyum ...


'' Da anak- anak bunda " ucap Ana setelah mengecup pipi gembul Jelita serta Rava yang baru saja muncul dari area persembunyian nya.


Didalam mobil pribadi anti peluru terisi oleh Alexa di kursi kemudi , Ana berada tepat di samping Alexa sedangkan Jo berada di kursi belakang . Terlihat Ana hanya membawa dua bodyguard nya membuat Baim membuntuti Ana dari belakang bersama anak buahnya demi menjaga keselamatan nyonya rumah mereka atas pesan dari Rafli , semenjak kejadian banyak percobaan pembunuhan terhadap Rahma membuat Rafli lebih waspada , apalagi dalang nya belum di tangkap hingga kini . Tim Jimmy masih terus mencari tahunya , semua rival bisnis Wijaya telah dimata-matai namun tak mendapat titik terang .


Mobil yang di kendarai Alexa berpapasan dengan mobil yang dikendarai bodyguard Darwin dimana ada Darwin dan Ines di kursi belakang.


'' Itu mobil yang biasa di pakai Ana " ucap Darwin.


'' Iya padahal aku ingin kerumah nya " rutuk Ines saat melihat Ana tak membaca pesan darinya.


'' Aku ikut ke kantormu saja '' putus Ines , ia menatap jalan yang saat itu di lintasi mobil yang biasa membawa Ana.


Saat di perjalanan Darwin dan Ines terlihat syok saat melihat rombongan Baim dan tim nya sedang berkelahi dengan beberapa pria yang cukup tangguh membuat Darwin segera menelpon anak buahnya yang mengikutinya dari belakang untuk membantu Baim mengatasi hama pengganggu tersebut.


'' Ana '' pekik Ines .


'' Putar balik '' titah Darwin dan seketika mobil yang di kemudian bodyguardnya Darwin tersebut segera memutar balik.


Darwin mencoba menghubungi nomor ponsel Rafli ketiga nomor namun tak ada yang diangkat oleh sang empunya . Menelepon nomor Devan pun terasa sama saja.


'' Dimana para manusia ini '' rutuknya.


Sedangkan Ines tangannya gemetaran saat menggunakan benda pipihnya , pikiran buruk berterbangan di sekitar otaknya.


........


Sementara Rafli menahan kekesalannya di ruangan meeting itu di lakukan.


'' Jika kau bukan putri angkat tuan Sanfador pasti aku telah membunuhmu '' ucap Rafli menatap tajam wanita yang sedari tadi tak gentar menggodanya . Meski suasana ruangan itu hancur membahana tak membuat nyali wanita di depannya itu menciut.


''Sumpah demi apapun . Jika bukan karena Ana hamil aku pasti telah menghancurkan wanita keparat sialan ini " batin Rafli.


Seumur hidupnya Rafli baru merasa tertipu oleh rapat kali ini. Bahkan tuan Sanfador yang berada di kantornya begitu murka terhadap putri angkatnya yang banyak merusak nama baiknya , seharusnya tuan Sanfador percaya pada putri kandungnya yang mengatakan bahwa saudara angkatnya itu mempunyai niat buruk.


" Kenapa . Apa kau tak tergoda . Ayolah , aku lebih sexy , istrimu yang sedang hamil tua itu tak ada apa-apanya " ucap Atlata , Rafli begitu kaget saat wanita yang mencoba menggodanya sedari tadi mengetahui jika sang istri tengah hamil , bagaimana bisa .


" Dari mana kau tau " ucap Rafli dingin membuat nyali Atlata menciut.


" Kak. Ana dan Alexa sedang dalam perjalanan ke kantor bersama Jo " ucap Devan setelah mendapat kabar dari Baim usai lolos dari serangan brutal yang tiba-tiba itu , beruntung tim bodyguard milik Darwin datang dan menolong tim nya saat ini Baim sedang berada di rumah sakit karena beberapa anak buahnya luka parah. Baim menceritakan semuanya dan Devan telah mengirim beberapa anak buahnya melacak keberadaan istrinya


" Ini jebakan " lirih Rafli dan seketika ruangan itu tertutup bahkan sinyal di ponsel Rafli serta Devan pun tak ada .


" **** " umpat Rafli muncul beberapa pria berbadan kekar keluar dari ruangan tersebut membawa senjata mereka masing-masing , sedangakan Rafli dan Devan hanya membawa pistol di masing-masing bilik jas nya. Atlata , wanita itu berhasil kabur saat Rafli lengah .


" Kita hadapi mereka kak . Jika ada celah kakak segera pergilah . Anak buah ku sedang menuju kemari " ucap Devan serius , ia tak menceritakan target musuh mereka adalah Ana namun Rafli tahu jika musuhnya menargetkan Ana kali ini , berharap pengawal bayangan miliknya bisa melindungi nyawa pemilik setengah jiwanya itu.


Saat pertarungan sengit terjadi di salah satu ruang meeting hotel mewah itu terjadi , hal serupa pun terjadi saat bodyguard milik Eric melakukan blokade jalan terhadap para pria yang mereka tau itu gerombolan pembunuh bayaran asal Mexico , ketua bodyguard yang di tugaskan Eric melindungi Ana dari jarak jauh pun segera menelepon tuannya dan membuat Eric mengakhiri meeting tersebut secara mendadak .


'' Siapkan Heli saat ini Angga , kita terbang ke kota J "perintah Eric dengan raut wajah cemas tak terkendali.


'' Ada apa memangnya '' tanya Angga seraya menempelkan benda pipihnya di sisi kanan telinganya.


'' Orang ku yang selalu menjaga Ana dari jarak jauh bilang bahwa nyawa Ana terancam saat ini '' ujar Eric lirih .


'' Yakinlah Ana baik-baik saja '' ucap Angga , ia tak menyangka selama ini Eric menjaga Ana dari jauh , tapi Eric tak menjaga keselamatan Lolita yang dikenal sebagai menantu Permana alias istri Eric sendiri.


Eric dan Angga menaiki Helikopter yang telah standby dan segera menuju bandarara di kota J dimana supir pribadi Eric menunggu disana.


'' Ku mohon kau baik-baik saja Ana. Jangan membuat ku menyesal melepasmu untuk Rafli " gumam Eric.


'' Jangan lupa like dan komentarnya ya....


next up hari Selasa ya 🤗🤗..

__ADS_1


__ADS_2