Takdir Cinta

Takdir Cinta
Episode 331


__ADS_3

Korea


Sebaiknya kau terus lihat perkembangan perusahaan itu. Aku ingin secepatnya mereka hancur, seperti apa yang telah mereka ingin lakukan padanya. Tidak ada yang boleh mendekati satu pun keluargaku dengan niatan jahat," ucapnya penuh penekanan dengan memandang lurus ke luar jendela kantornya.


"Baik, Tuan. Saya akan melakukan yang terbaik, masalah keluargamu mereka sepertinya snavat kebingungan karena perusahaan dari Zidan telah diamvang ke bangkrutan," balasnya melapor ke pada atasannya.


"Biarkan saja, mereka mencari tahu. Yang terpenting adik-adikku tidak dalam bahaya," ucapnya sembari memutar kursinya.


"Lalu mau kau apakan, wanita itu? Kau sudah mendapat laporannya kan, apakah kau ingin diam saja? Melihat itu?" tanya suara wanita yang masuk ke dalam ruangannya.


"Kau juga tahu itu? Ya, bukan hanya kau saja yang melakukan pengintaian. Aku juga selalu mengawasi wanita itu," jawabnya begitu santai.


Sekretaris dan tangan kanannya pun memilih keluar mengundurkan diri. Karena sudah menyelesaikan laporannya.


"Kau meninggalkan anak-anak? Fokuslah, pada mereka! Masalah di Milan, biarkan aku yang menyelesaikannya," ujarnya.


"Oppa! Kau selalu meremahkanku," balasnya dengan kesal.


Lelaki itu akan tersenyum tampan jika melihat sang istri merajuk dengan memanggil kata Oppa, padanya.


"Kau jangan membuatku hilang kesadaranku dengan berperilaku seperti itu!" ucap lelaki itu berjalan memeluk tubuh sang istri dari belakang.


Sedangkan, wanita itu memang sengaja membuat sang suami tergoda dengan sikapnya. Sudah hampir sebulan dia dan suami tak melakun hal menyenangkan apapun. Karena, suaminya terus bekerja siang malam dan menjaga keluarganya yang jauh di belahan dunia lainnya.


"Kia, kau mau menggodaku?" tanya Zyan seraya mencium ceruk leher sang istri.


Kiara yang merasakan hembusan napas dari Zyan, membuat bulu kuduknya berdiri.


Ya, selama ini Zyan dan Kiara lah yang telah membantu Ken dan yang lainnya menyelesaikan masalah kontrak itu dengan Zidan. Zyan sungguh kesal dengan Alex dan Wiliem yang sangat terkena pintar itu bisa di bodohi dan termasuk oleh Zidan.


Begitu juga dengan Ken yang terang-terangan melihatkan identitasnya. Zyan yang di kabari Ara, soal Zee dan Vanya pun semakin geram karena tak ingin kedua adiknya dalam masalah.


"Kau tidak memperhatikan anak-anak. Kau tahu, Jiso dan Al sepertinya merasa bosan terus berada di rumah. Sedangkan kau selalu berada di kantor mengurusi orang tuanya," jawab Kiara.

__ADS_1


Zyan melepas pelukan Kiara, menatap sang istri dengan tatapan bersalah. Zyan lalu menarik tangan Kiara keluar dari ruangannya.


"Ah yong, kau terus pantau sedang apa mereka, aku akan pulang menemui anak-anak," ucap Zyan pada tangan kanannya.


"Baik, Tuan."


Kiara terlihat senang dan tersenyum pada Ah yong. Sedangkan lelaki muda itu hanya membungkuk tuk memberi hormat pada majikan wanitanya.


"Ah yong, kau bisa mengandalkannya bukan? Ada In Joo juga yang akan menemani dia bekerja," ucap Kiara.


"Kenapa? Kau mau menjodohkan mereka?" tanya Zyan menatap sang istri.


Kiara hanya tersenyum sembari memeluk lengan kokoh Zyan dan terus keluar kantor. Setelah itu segera masuk ke dalam mobil tuk menemui kedua putri mereka.


Milan


Di sebuah restoran, Ken melihat berita tentang perusahaan Zidan dan siapa yang telah membeli semua saham itu. Ken membelalakan matanya saat mengingat akan inisial tersebut.


Ada rasa lega ada juga rasa kesal akan semua kenyataan yang dia dapati. Senyum dari Ken membuat Alex dan Wiliem merasa aneh, bahkan sangat heran apa yang membuat Ken senang.


"Masalahnya sudah selesai, Lex. Kita tinggal mengurus sisanya saja dan bisa segera kembali ke Finlandia," jawab Ken.


"Maksudmu apa? Aku tidak mengerti akan semua ucapanmu," balas Wiliem.


"Zyan, dia yang sudah membeli semua saham perusahaan dari Zidan. Bahkan sekarang dia adalah pemegang saham terbanyak di perusahaan Zidan," ucap Ken setengah berbisik pada kedua adiknya.


Alex dan Wilim membulatkan matanya karena tak percaya dengan apa yang mereka dengar. Sungguh luar biasa, Zyan bisa melakukan dengan cepat tuk membuat perusahaan Zidan bangkrut dengan cepat.


"Zyan, apakah dia melakukan ini karena Zee?" tanya Alex.


"Kau kira dia melakukannya karena kalian? Tentu karena Zee, setengah hidupnya," jawab Ken serah memukul kepala Alex dengan pulpen.


"Sepertinya, Zyan melihat Zee saat berada di kantor bersama dengan Zidan. Kalian harus tahu, apa pun akan Zyan lakukan demi Zee, apalagi Vanya juga sekarang menjadi tanggung jawabnya karena Sam masih koma," sambung Ken mengingat seperti apa adik iparnya itu.

__ADS_1


"Ya, aku tahu itu. Zee adalah harta paling berharga di dalam keluarga Putra. Sedangkan, Vanya gadis kecil itu adalah bintang di antara semua kakak-kakaknya," balas Alex.


Wiliem terdiam mendengar akan kehebatan Zyan yang tidak dia sangka. Zyan lelaki yang tak banyak bicara, tak terlihat dia menyukai masalah kantor. Ternyata di balik sikap diamnya, Zyan begitu hebat dan sangat ahli membuat lawannya tak berkutik dengan hitungan hari.


"Jadi, perusahaan Zyan beras di Korea?" tanya Wiliem.


"Ya, dulu saat dia menikahi Kiara. Orang tua Kiara memberikan perusahaan itu padanya, hanya dengan setahun Zyan bisa membuat perusahaanya sendiri dan tetap mengembangkan perusahaan dari ayah Kiara," jawab Ken.


"Zyan, selalu memakai nama Lexion Liu. Karena saat itu aku yang menjadi walinya. Liu adalah margaku, oleh karena itu Zyan pun bisa menyentuh semua perusahaan ku tanpa harus melapor padaku terlebih dahulu," sambung Ken.


Alex dan Wiliem semakin terpwzona dengan kehidupan Zyan yang mereka tak tahu itu. Mereka sangat malu karena selalu membanggakan diri sendiri dengan perusahaan mereka yang terkenal di Finlandia.


"Sejak kapan, Zyan menekuni tentang perusahaan?" tanya Alex.


"Sejak kuliah, Zyan sudah menekuni itu. Karena Ara dan Zee tidak mau masuk dalam perusahaan Ayah Bumi. Ara memilih fokus sebagai Dokter," jawab Ken.


Tak terasa hari sudah larut, akhirnya mereka pun memilih tuk kembali pulang ke hotel. Di perjalanan, Wiliem melihat satu gaun indah di manekin dan membuatnya teringat akan Vanya.


"Kak, Lex. Kalian pulanglah terlebih dahulu! Aku akan sedikit terlambat pulang," ucap Wiliem.


Ken dan Alex pun mengangguk dan memilih pulang terlebih dahulu. Wiliem langsung berjalan masuk ke dalam butik tersebut.


Melihat gaun indah bermotif bunga dan daun itu dengan seksama, lalu meminta penjaga butik tuk membungkusnya.


"Kau akan semakin cantik, Anh dengan memakai gaun ini," ucap Wiliem dengan senyumannya.


Setelah mendapat gaun tersebut, Wiliem pun bergegas pulang. Karena sudah tak sabar ingin menemui sang istri dan melihatnya gaun tersebut.


Klik


Terdengar suara pesan masuk di ponselnya. Mata Wiliem membulat dengan sempurna melihat foto siapa itu, paper bag yang berada di tangannya terjatuh di atas lantai.


Tanpa sadar, Wiliem malah menginjak gaun tersebut karena merasa sangat marah. Lelaki itu berlari mencari sebuah taxi tuk menuju alamat yang di kirimkan oleh seseorang tersebut.

__ADS_1


Bersambung🍂🍂🍂


__ADS_2