Takdir Cinta

Takdir Cinta
Pelajaran untuk Asuka


__ADS_3

Kini Rafli telah tiba di kediaman nenek Rose kembali. Nenek Rose yang mendengar kabar jika Ana hendak di celakai menjadi geram. Rafli telah memerintahkan anak buahnya beberapa jam yang lalu untuk melaporkan ke polisi atas perbuatan Asuka berhasil membuat Asuka dan dua sahabatnya di tangkap. Keadaan villa tempat mereka menginap waktu itu menjadi heboh. Eric melihat jika Asuka berontak saat di tangkap polisi dan mengucapkan beberapa sumpah serapahnya.


" Sepertinya wanita hamil itu bukan dari keluarga biasa. Tunggu , kenapa aku mendadak peduli padanya. Lelucon apaan ini , istri pria lain dan wanita itu lagi hamil namun berhasil menarik perhatianku. Dosa apa yang ku perbuat. Astaga , tidak ....tidak....Aku hanya kasian saja malam itu " batin Eric merutuki kepeduliaannya.


Rafli mendatangi kantor polisi dimana Asuka di tahan. Teman Asuka yang menarik rambut Ana hanya sedari tadi menangis. Dengan rekaman video dan hasil visum kepala Ana sudah cukup untuk menjerat Asuka mendekam di penjara tanpa harus mendatangkan Ana secara langsung sebagai korban , bukan hal susah bagi Rafli menjerat rivalnya apalagi seorang gadis seperti Asuka hanya debu baginya.. Asuka memohon kepada Rafli jika ia akan bersikap baik asalkan Rafli membebaskannya namun yang Rafli pedulikan adalah keselamatan istrinya dan Asuka tak akan pernah berubah.


Kabar tertangkapnya Asuka sebagai salah satu putri pengusaha kaya di Jepang menjadi viral terutama di Jepang. Takeda sangat kecewa dan malu dengan apa yang di lakukan Asuka.


Brrakk


" Jika masuk ketuk pintu lebih dulu " ucap Takeda datar.


" Kenapa kau hanya diam saat Asuka di tangkap di Belanda. Gunakan kekuasaanmu Takeda " ucap Ayura emosi.


" Anak itu memang harus di hukum Ayura , bukan sekali Asuka berbuat onar. Beberapa bulan lalu Asuka meracuni calon suaminya dan aku banyak mengeluarkan banyak uang untuk membebaskannya dan sekarang aku tak ingin lagi.... " ucapan Takeda terpotong.


" Apa kau takut dengan kelauarga Wijaya itu " geram Ayura membuat tangan Takeda melayang di udara.


" Mama cukup " ucap Aiko yang sedari tadi hanya diam.


" Asuka memang harus mendapat pelajaran ma , agar ia tak semena-mena. Jangan terus mendesak Daddy untuk melakukan kemauannya" ucap Aiko , ia tak mau penyakit jantung Takeda kumat.


" Jangan lupa Aiko , Asuka itu saudara kandungmu. Aku akan membebaskan Asuka. Bagaimanapun caranya " ucap Ayura melangkah pergi.


" Jika kau bertindak nekat , maka detik itu juga . Aku akan menceraikanmu Ayura " teriak Takeda dengan dada yang terasa nyeri.


" Daddy " teriak Aiko mendekati Takeda.


" Tenangkan dirimu Dad " imbuhnya cemas.


" Takeda kau kenapa " ucap Ayura cemas dan khawatir.


" Kita harus segera kerumah sakit daddy dan kali ini jangan menolak " ucap Aiko memaksa dan itu membuat Ayura bingung . Ayura segera membantu Aiko , ia memapah suaminya menuju rumah sakit.


.


.


.


Di Indonesia terutama kota J terjadi kehebohan saat Laras melihat berita yang melibatkan anak dan mantunya , terutama sang anak menjadi korban disitu membuat Laras seketika jatuh pingsan , sementara Abdi dan Lia segera menghubungi sang anak guna menanyakan keadaan Ana dan tindakan apa yang diambil Rafli selanjutnya . Abdi berbafas lega karena atas bantuan Rose , identitas Ana tetap menjadi rahasia. Lia dan Abdi segera menuju rumah sakit saat mendengar kabar jika keadaan Laras terus menangis dirumah sakit meminta anak dan menantunya itu segera pulang membuat Rafli memutuskan ia dan Ana segera kembali ke Indonesia dan membatalkan perjalanan mereka ke Paris.


.


.


.


Beberapa minggu telah berlalu , nasib Asuka tetap sama di balik jeruji besi namun Takeda mengutus orang kepercayaannya untuk meringankan hukuman sang anak karena istri tercintanya selalu mogok makan saat Takeda menolaknya.


Lia dan Laras terlihat sangat sibuk mempersiapkan acara tujuh bulanan Ana , mereka berniat mengundang anak yatim ke Mansion Rafli dan Rafli menyetujui itu. Rafli juga memperbolehkan mengundang sahabat Ana dan Rafli pastinya mengundang juga para sahabatnya.


Ines berkunjung kerumah Ana karena Ana mengundangnya secara pribadi tanpa sahabat lainnya. Ana sendiri tak di izinkan oleh Rafli keluar meski bersama bodyguardnya.


" Siapa " ucap Ana meraba jemari lentik yang menutupi matanya.


" Kenapa bau terasi " imbuhnya dan seketika jemari itu menjauh dari mata Ana.


" Sialan bumil ini " ucap Ines mencebikkan bibirnya karena jemarinya di bilang Ana bau terasi.

__ADS_1


" Kau diam saja saat di tanya " ucap Ana tertawa tanpa dosa.


" Habisnya gw datang lo diam aja , wah ternyata lee min ho ganteng juga ya " ucap Ines karena Ines kurang suka namanya drakor berbeda dengan Ana hingga membuat Rafli selalu saja cemburu.


" Nes kita ngomongnya jangan disini " ucap Ana .


" Sekalian bawain minuman kita " imbuhnya dan Ines hanya menurut..


Kini tibalah Ines dsn Ana di ruang santai terpajang TV yang sangat lebar seperti bioskop namun bukan ruang bioskop pribadi di mansion Rafli seperti di lantai atas.


" Ada apa " tanya Ines saat ia melonjorkan kakinya karena disana tanpa kursi atau sofa , hanya beralas karpet berbulu yang indah dan nyaman. Ana tak menjawab pertanyaan Ines tapi ia sibuk melirik sana dan sini memastikan tak ada orang atau CCTV yang melihat.


Ana segera membuka lemari yang ia kunci dan terbongkarlah semua harta karun Ana yang terdapat aneka chiki cemilan Ana.


" Wah banyak banget Ana , sepabrik ada disini " ucap Ines terbelalak kaget. Lemari ukuran 2×2 meter berisi aneka chiki dan cemilan lain.


Ana menimpuk Ines dengan cemilannya karena ucapan Ines cukup kencang menurutnya. Setelah di kira Ana cukup segera mengunci kembali lemari itu...


" Lo gak takut ketahuan Rafli " ucap Ines khawatir , karena makanan Ana selalu di pantau lewat ahli gizi.


" Gak akan ketahuan , selagi lo gak ngadu. Hanya lo yang tahu ya " ancam Ana membuka cemilan yang rasanya nano-nano. Ines juga turut membuka cemilan karena dirinya hobi ngemil bersama Ana.


" Lalu gimana barang sebanyak ini sampai dirumah " tanya Ines kepo.


" Kan ada Siti , gw bilang aja isinya berkas semua " ucap Ana lalu menceritakan bagaimana harta karunnya berada disini.


" Nes " ucap Ana serius dan Ines menjadi tegang.


" Kenapa " tanya Ines serius.


" Gw gagal bujuk nenek Rose membatalkan perjodohannya , gw ngajakin lo ketemuan dari kemarin susah banget " ucap Ana lirih dan Ines merubah raut wajahnya sedih.


" Apa-apaan Rafli , kenapa berhubungan dengannya membuat hidupku ribet. Apa jangan-jangan. Sial Rafli menjebakku dalam kerja sama " umpat Ines.


" Pantas saja " ucap Ines kesal membuat Ana tak mengerti.


" Rafli mengajak gw kerja sama dengan perusahaan lain. Gw setuju aja kan pilihan laki lo gak pernah salah soal bisnis. Dan lo tau ia mengajak perusahaan Darwin kerja sama dengan kami dan proyek itu memakan waktu cukup lama , pasti ada niat terselubung yang di rencanakannya " ucap Ines menjelaskan.


" Kenapa lo gak mundur aja jika gak suka " tanya Ana.


" Gw gak mau bayar denda 50 milyar , Rafli jebak gw , jika gw mundur , gw di wajibkan bayar denda dan inilah alasan laki lo kasih denda cukup besar " jawab Ines karena ia masuk jebakan Rafli kali ini.


" Dasar Rafli br*ngsek , sialan , kurang ajar " umpat Ines pelan namun Ana mendengarnya dan sangat kesal mendengarkan umpatan Ines.


Bukk.... remot Tv melayang di pipi Ines membuat Ines tersentak kaget.


" Cukup , kau mengumpat suamiku " ucap Ana tak terima.


" Astaga gw minta maaf Ana , gw gak sengaja " ucap Ines tak enak.


Ines terus merengek membujuk Ana yang merajuk. Susah payah Ines membujuknya namun tak berhasil. Ines baru merasakannya sendiri saat seorang Ana tengah mengambek apalagi di saat hamil . Benar-benar sensitif , banyak mau nya dan gengsinya gede.


" Ada apa ini " tanya Rafli yang baru tiba dan mencari Ana ternyata ada di ruang santai dengan selonjoran di karpet bulu-bulu kesayangan Ana. Sontak membuat Ines gugup dan membuat Ana gelisah bukan main.


" Kau kenapa sayang " imbuhnya menghampiri dan membawa Ana dalam dekapannya. Memucat sudah wajah Ana.


" Ya Allah tolong kami " batin Ana.


" Kau apakan istriku " teriak Rafli terpancar jelas kilatan marahnya.

__ADS_1


" Tadi kami hanya bercanda dan Ana tiba-tiba merajuk " Elak Ines tak fokus karena Ana melihatnya sambil mengedipkan mata seolah memberi kode sesuatu.


" Apaan si Ana , gw gak ngerti . Kenapa rasanya serem ya " batin Ines pertama kalinya takut kepada Rafli.


" Aduh mampus daahhh " batin Ana saat pandangan Rafli berahlih di bungkus-bungkus yang kosong.


" Katakan padaku , Siapa yang membawa makanan tak sehat ini masuk " ucap Rafli penuh penekanan.


" Gw minta maaf , gw yang bawa " sahut Ines karena ia tak ingin Ana terkena marah.


" Kau tahu , istriku tak boleh makan makanan seperti ini " ucap Rafli menahan emosinya.


" Gu...gw minta maaf , gw gak tau tapi Ana gak makan " ucap Ines setenang mungkin.


" Benarkah " ucap Rafli curiga.


" Iya " sahut Ines mantap.


" Ana " ucap Rafli merenggangkan pelukan dan menatap manik mata Ana.


Tanpa aba-aba Rafli mengecup bibir Ana untuk memastikan , tak peduli jiwa jomblonya Ines. Rafli mengigit kecil bibir Ana membuat sang empunya merintih.


" Beraninya kau membohongiku " ucap Rafli dingin kepada Ines.


" Kenapa kau tak menuruti kata mas , ini demi kesehatan kau dan bayi kita sayang " imbuhnya lirih kepada Ana.


" Mas jangan marah ya , aku kepingin dan aku yang meminta Ines membawa makanan ini tapi aku hanya memakannya satu bungkus sisanya Ines yang memakannya " jawab Ana melindungi Ines dan berbohong karena faktanya Ines dan Ana makan sama banyaknya. Ana tak ingin Ines terkena imbasnya karena ini ulah Ana dan ia takut jika Rafli memarahinya.


" Satu bungkus " tanya Rafli menahan amarahnya dan Ana mengangguk ragu.


" Ines pulanglah " seru Ana.


" Tapi Ana " ucapnya terpotong.


" Pulanglah " bentak Ana , Ana tak mau Rafli melewati batasannya. Ines terpaksa pulang karena perintah Ana.


Rafli menggendong Ana menuju kamar mereka , rasa ingin marah kepada Ana namun tidak bisa melihat wajah Ana yang terlihat begitu sedih. Padahal Rafli belum memarahinya. Ana sendiri merasa sedih hatinya , saat Rafli terlihat mendiamkannya. Ana membuka pintu kamar karena terlihat Rafli yang kesusahan untuk membukanya.


" Jangan di ulangi lagi ya sayang , mas sangat peduli kepada kesehatanmu , apalagi ada anak kita di dalam sini " ucap Rafli lembut.


" Mas gak marahkan " tanya Ana dan Rafli menggeleng.


" Maafkan aku ya mas " ucap Ana memeluk Rafli erat.


" Berjanjilah jangan di ulangi lagi " pinta Rafli mencium pucuk kepala Ana.


" Aku janji mas " ucap Ana , ia akan meminta pelayan mengosongkan kotak harta karunnya.


" Geli mas " ucap Ana saat suasana hening membuat Rafli mencium leher putih mulus Ana.


" Ayo kita mandi " ucap Rafli lalu menggendong tubuh Ana tak peduli meski Ana protes.


Rafli menanggalkan seluruh pakaian yang ia kenakan lalu beralih membuka pakaian Ana. Rafli menelan salivanya melihat tubuh Ana yang menurutnya semakin hari semakin sexy berbeda dengan Ana yang tak percaya diri.


" Sayang , ayah akan membesukmu " ucap Rafli mengecup perut Ana yang polos membuat darah Ana berdesir dan terdengarlah suara kenikmatan di dalam kamar mandi tersebut.


Jangan lupa like dan komentarnya ya.🤗🤗.


Sampai ketemu seminggu setelah lebaran ya.

__ADS_1


Selamat berpuasa dan semoga kita semua sehat. Aamiin 🙏🙏🙏


__ADS_2