Takdir Cinta

Takdir Cinta
Day 1


__ADS_3

Pagi hari itu mentari sudah sangat terik, udara yang panas, peluh sudah membasahi wajah tampan seseorang yang sedang mencatat sesuatu.


Tubuh kekarnya semakin terlihat karena baju yang dia pakai basah karena keringat, tapi tak menyurutkan tekadnya. Terlihat, sosok gadis cantik berjalan dengan tergesa-gesa menghampirinya dengan membawa sebotol air mineral.


"Ini, minumlah!" pintanya dengan menyodorkan air mineral tersebut.


Tanpa menjawab atau pun menengok, lelaki itu pun hanya diam meneruskan mencatat.


"Kau, tenang saja! Air mineral ini masih baru, aku baru saja dapat dari ketua tim," imbuhnya lagi.


"Aku tak butuh air itu! Karena, aku sudah membawanya, berikan saja pada yang lain!" perintahnya.


Dengan sangat kesal, gadis itu pun berbalik meninggalkan lelaki itu sendirian.


"Astaga, dia semakin dingin saja padaku! Sangat berbeda dengannya malam itu," ucapnya.


Hari pertama bisa di lalui dengan baik olehnya, tanpa ada gangguan apa pun. Semuanya tugas yang dia lakukan bisa beres dan sempurna, memang tak di pungkiri kalau dia memang sangat pintar.


"Laporan hari ini sangat baik, terimakasih untuk semuanya telah bekerja keras hari ini!" seru ketua tim.


Hari sudah terlihat malam, waktu pun sudah menunjukkan pukul 19.15 waktu sekitar. Semuanya sudah bersiap siap tuk kembali masuk kedalam mobil masing-masing.


"Akhirnya, aku bisa pulang. Tubuhku sangat lengket dan bau," ucapnya seraya mencium lengannya.


Sesegera mungkin, dia menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Hari ini, tak ada suara manja dari sang kekasih hati. Mungkin, karena sama-sama sibuk karena tugas ini.


"Apa dia masih belum pulang? Kenapa sudah malam seperti ini tak ada kabar darinya?" ucap Zee.


Sudah setengah jam lalu, Zee terus menunggu kabar dari Alfa. Zee, selalu mengotak atik ponselnya tersebut dengan cemas.


"Dia kemana sih? Buatku, khawatir saja!" gerutu Zee.


Zee merebahkan tubuh mungilnya, mengingat kegiatan yang tadi dia lalui. Disana, ada Sam dan Abi yang selalu bersama, bisa membatu satu sama lain. Sungguh Zee sangat iri pada mereka, karena tak bisa melakukannya dengan Alfa.


"Apa, Alfa juga dekat-dekat dengan gadis di lain disana? Apa, Alfa selalu bersama dengan Zyvia? Astaga, Zee! Kau bicara apa, jangan pernah meragukan Alfa, Zee!" serunya pada diri sendiri.


Zyan tanpa sengaja mendengar semua ucapan Zee, lelaki itu menjadi geram saat mendengar nama Zyvia. Entah kenapa gadis yang baik, lugu sepeti dia menjadi gadis yang jahat?


"Akan ku pastikan! Kalian selau bersama, dan akan ku lakukan segalanya tuk melindungi dirimu Zee," ucap Zyan lirih.


Zyan menatap Zee yang sudah tertidur dengan pulas, Zyan pun berjalan masuk karena melihat Zee tak tidur dengan benar di atas ranjang.

__ADS_1


"Kau akan jatuh, Princess jika tidurmu seperti ini!" seru Zyan sembari mengangkat tubuh Zee.


Zyan menyelimuti Zee, setelah itu mengecup kening Zee sebelum keluar kamar dan mematikkan lampunya.


"Selamat tidur Princess, mimpi indah sayang," ucap Zyan.


**********************


Didalam kamar, Alfa baru saja selesai berendam dan sedang memakai bajunya. Alfa begitu lupa jika dia belum mengabari Zee.


Ting,,,


Suara notifikasi terdengar dari ponselnya. Barulah, Alfa menyadari kalau dia melupakan dimana dia meletakan ponselnya.


"Suara ponsel ku? Dimana aku meletakkannya?" ucap Alfa bingung seraya mengacak acak ranjangnya.


"Aahhh, dimana ponselku? Astaga, Zee pasti marah padaku! Kenapa aku begitu lupa dengannya?" inmbuh Alfa meremmas rambutnya dengan kasar.


Drrttt, drrrtttt, drrttttt,


Getaran ponsel terdengar dari dalam laci nakas. Alfa dengan cepat membukannya dan dia terkejut karena Zyan yang menelponnya.


"Zyan? Ada apa dia menelponku, atau ada sesuatu dengan Zee?" tanya nya.


"Hallo, Zyan. Ada apa, Zee baik-baik saja bukan?" tanya Alfa begitu cemas.


Zyan hanya tersenyum senang mendengar Alfa yang begitu cemas pada sang adik.


"Hey, kau ini bisa tidak bicara dengan pelan? Zee tidak apa-apa, hanya saja-"


"Hanya saja apa? Zee kenapa?" tanya Alfa, memotong ucapan Zyan.


"Kau mau aku jawab atau tidak?" sewot Zyan karena kesal ucapannya di potong Alfa.


"Baiklah, baiklah, cepat katakan ada apa dengan Zee!" pinta Alfa.


"Zee, tidak apa-apa! Hanya saja, kau membuatnya menunggu sampai princess tertidur. Mungkin, juga karena kelelahan setelah riset langsung," jelas Zyan.


"Syukurlah! Sungguh, maafkan aku Zyan. Hari ini aku begitu sibuk dan fokus menyelesaikan tugasku. Dan, aku berminat akan menemui, Zee jika sudah selesai. Tapi, aku lupa karena terlalu asyik berendam," terang Alfa dengan sangat menyesal.


"Sudahlah, tak usah ucapkan maaf padaku! Aku, hanya mengingatkan kembali antara dirimu dan adikku. Kau, harus bisa selamanya dengan Zee! Dan masalah, Zyvia aku sudah tahu semuanya dari Kiara," ucap Zyan.

__ADS_1


Alfa dan Zyan berubah menjadi mode serius, Alfa mendengarkan dengan baik apa yang Zyan ucapkan.


"Bermanipulasilah, Al! Walau pun, itu sangatlah susah apalagi itu dirimu yang sudah terkenal dingin. Tapi, dengan cara seperti itu, kau bisa mengetahui apa rencana musuhmu," ucap Zyan.


"Bagaimana bisa? Kau tahu bukan, jika aku paling tak suka orang asing mendekat padaku!" seru Alfa.


"Lalu, kau mau seperti apa? Apa, kau akan terus mendiami dan cuek padanya? Itu, akan semakin membuat dirinya semakin mendekati dirimu Alfa!" balas Zyan.


"Setidaknya lakukan demi Zee, aku hanya ingin memberi saran. Dan mencoba melindungi, Zee dan hubungan kalian saja," imbuh Zyan seraya menutup sambungan ponselnya.


Alfa merenungkan semua ucapan dari, Zyan. Alfa memandang foto gadisnya yang dijadikan walpaper ponselnya.


"Aku tak bisa jika itu bukan dirimu! Aku tak akan rela jika dia mendekati diriku! Dan aku sungguh akan merasa kesana dan marah, jika dia terus-terus menyukai diriku!" ucap Alfa dengan nada kesal.


Alfa berharap jika esok itu berubah menjadi hari terakhir dirinya bertugas. Agar bisa, segera bersama dengan sang kekasih hatinya.


Malam, akan terasa sangat panjang bagi Zyvia. Biasanya dia begitu menyukai suasana malam hari dari balkon kamarnya, berbicara dengan bintang bulan. Tapi, entah kenapa malam ini dia begitu gelisah, begitu gundah gulana.


"Kenapa malam ini sangat lama berlalu? Bulan, Bintang, cepatlah kalian tidur! Dan biarkan mentari bangun, dan kembali menghindari dunia ini!" pinta Zyvia. Seraya berkaca pinggang menatap langit malam yang sebenarnya sangat indah.


Zyvia begitu tak sabar tuk bisa bertemu kembali dengan Alfa. Karena, mulai pagi tadi mereka akan terus bertemu. Dan, itu membuat dirinya sangat senang, walaupun Alfa tak memperdulikannya.


"Kau, harus tetap semangat! Karena masih ada waktu beberapa hari lagi bukan," ucap Zyvia sembari tersenyum.


"Alfa Reza, pangeran es yang akan segera aku taklukkan! Kau tunggu saja, Alfa. Aku akan terus mengejarmu sampai aku bisa mendapatkanmu! Bisa merasakan semua yang Zee rasakan darimu," ucap Zyvia dengan seringainya.


Rasa cinta, rasa benci, itu hanya terbatas tembok tipis. Rasa itu bisa saja berputar balik menjadi sebaliknya, dan akan membuat dua belah pihak merasakan kebahagiaan dan menderita.


Apa sih yang kau harapkan? Apa yang kau perjuangkan? Apa yang kau lakukan itu? Tak ada yang tahu, karena semua itu hanya kau dan hatimu saja yang tahu.


"Biarkan aku egois tuk sekali ini saja! Biarkan aku, mendapatkan apa yang aku inginkan dalam kehidupan ini! Karena aku tak akan tahu, apa di kehidupan selanjutnya bisa bertemu kembali denganmu?" ucap Zyvia seketika menangis.


Zyvia begitu labil, setelah tersenyum kini dia menangis, ada rasa sesal dalam hatinya, ada rasa sakit hati, dan kekecewaan dirinya entah pada siapa?.


"Aku tak suka kau keluar dari mataku! Kenapa kau mengalir deras, membasahi gaun tidurku? Aku juga ingin bahagia seperti yang lainnya," ucap Zyvia.


"Aku mohon, bekerja sama lah dengan diriku! Jangan kau salahkan diriku, karena hatiku yang menginginkan," imbuh Zee sembari berjalan masuk kedalam kamar.


Entah apa yang terjadi pada Zyvia setelah menangis, mengumpat, lalu mematikan lampu kamar itu. Tak ada suara, atau apapun. Hanya terdengar hembusan napas yang tersengal.


Apa yang terjadi pada Zyvia? Sedang apakah dia di. sana?

__ADS_1


**Terus tunggu kelanjutannya!! Jangan lupa terus tinggalkan jejak ya semuanya!!! Itu sangat penting, dan sangat berharga tuk ku !!


Terimakasih semuanya 😘 😘 😘**


__ADS_2