
Suasana makan malam terasa hangat dengan adanya Bimo dan Rika yang ikut serta berada disana
Semua orang saling bercerita dan mengobrol satu sama lain
"Loh Rika bentar lagi mau kuliah kan ya?" tanya anggun
"Iya tante" balas Rika
"Bulan depan Rika berangkat ke Amerika buat lanjut kuliah, sekarang lagi nyiapin semuanya" lanjut Rika
"Wah hebat benget ka" puji Bella
"Biasa aja" timpal Rika
"Ka Riri sering sering kabarin kita kalo udah disana" ujar Bella
"Pasti doang. Bella bantu tante andin jagain Raka yaa, soalnya bisa bandel kalo ga diawasin" Rika menatap raka jahil
"Apaan si ka" balas raka tak terima
Bella dan Rika hanya saling tersenyum menatap raka
"Bang Bimo nanti ikut ya nganter riri" ajak Rika
Bimo yang sedang asik makan sendiri langsung menatap Rika sambil tersenyum
"Oh boleh boleh" katanya antusias
"Bella mau ikut juga" ucap bella
"Anak kecil gausah ikut. Sekolah aja yang bener" sewot Bimo
"Apaan sih bang sewot amat. Kan yang mau pergi ka riri kenapa abang yang ngatur" balas bella tak mau kalah
"Dih dih anak kecil sewot" ledek bimo
"Udah udah, nanti semuanya ikut aja buat nganter ka Rika" andin menengahi
"Yess" ujar bella kegirangan
"Habisnya ketemu ka riri belum lama tapi udah mau pergi aja" lanjut bella cemberut
"Nanti kakak sesekali pulang kok bel" ucap Rika
"Gausah alay" ujar raka dan bimo bersamaan
Rika dan bella spontan langsung menatap mereka bergantian tidak berniat untuk meladeni mereka
__ADS_1
sehabis makan malam mereka berkumpul sambil berbincang bincang
"Anton gimana din?" pertanyaan refleks anggun membuat anak anak mereka menatap mereka terkejut
Anggun benar-benar tidak berniat mengingatkan Raka dan Rika pada ayahnya
"Ayo ke taman belakang" bimo yang mengerti tentang percakapan orang tuanya segera menyuruh raka dan Rika untuk meninggalkan ibu mereka
Bella segera menarik tangan raka untuk meninggalkan tempat orang tuanya, dia benar benar tidak ingin melihat raka sedih karna kenangan buruknya bersama sang ayah
Bella dan raka duduk di bangku taman rumah bella sedangkan Rika memutuskan untuk berjalan jalan mencari angin ditemani oleh Bimo
"Ka, jangan dipikirkan" katanya sambil menatap raka khawatir
Raka menatap bella lekat lalu menarik tubuh mungil bella kedalam pelukannya
"Sekarang, engga ada yang lebih penting daripada kebahagiaan bunda" katanya lirih
"Gue tau, makannya lo jangan sedih. Tante andin pasti sedih kalo anaknya sedih, kalo gitu yang buat tante ga bahagia anak sendiri kan" ucap bella menepuk punggung raka menenangkan
Dia benar benar tidak tau harus bagaimana, kata kata saja mungkin tidak cukup untuk membantu tapi hanya itu yang bisa dia lakukan
Mungkin sudah 10 tahun sejak tante andin dan om anton berpisah karna kekerasan yang om anton lakukan. Sejak saat itu raka belajar bela diri untuk melindungi keluarganya dan juga raka menjadi sosok yang jarang mengekspresikan perasaannya sendiri, juga dia yang jauh lebih sensitif hingga sering bertengkar oleh orang lain
Setelah kejadian tadi raka dan tante andin pulang kerumahnya karna hari sudah mulai larut.
*_*_*_*
Dan benar saja, raka yang pergi ke tempat tongkrongan untuk bersantai dan mencari ketenangan tidak lagi bisa bersantai karna bella yang berbicara tiada henti, rasanya telinganya ingin pecah disana
"Bell bell" panggil raka
Bella menoleh melihat raka menunggu kelanjutan kata yang akan diucapkan oleh lelaki itu
"Bisa diem ga? Astaga gue pusing banget denger lo ngomong" lanjutnya tidak tahan
"Gue kan ga ngomong sama lo. temen temen lo juga biasa aja tuh" balas bella
"Kalian betah sama raka lama lama?" tanyanya kepada Aldi, Angga , Ilham dan Diki
Keempat nya menggeleng kompak
"Kalo berisik dikit bisa bisa kena hajar gue" ucap Angga asal yang mendapati tatapan tajam dari raka
"Untungnya ada lo disini bel" ujar diki
"Ternyata macan gaada apa apanya dihadapan singa" ucap Aldi tersenyum jahil bisa meledek raka
__ADS_1
"Si raka gabisa marah marah didepan si bella" kata Ilham sambil memainkan ponselnya
"Udah bucin tingkat internasional dia" ledek Aldi
Bella yang tidak tau ingin mengatakan apa memilih untuk menghampiri raka dan merebahkan tubuhnya disamping raka. Raka yang menyadari langsung menyuruh bella untuk meletakkan kepalanya di paha raka agar lehernya tidak sakit
Teman teman raka yang melihat hanya menggeleng, melihat tingkah laku sepasang sahabat di depannya
"Kalian sebenrnya ada hubungannya apa sih? " tanya Angga tak tahan
Bella duduk dan menatap Angga serius "kan gue udah pernah bilang kita itu cuma sahabatan" katanya
"Kata orang, cewek dan cowok itu enggak akan bisa sahabatan" ucap aldi kepada kedua temennya.
"Itu ga berlaku buat kita" balas Raka sambil membelai rambut bella dipinggiran nya dangan penuh kasih sayang.
"Tuhkan, mesra mesraan aja terus kalian. Bikin jiwa jomblo gue bergejolak " Ujar diki gemas melihat kelakuan mereka
"Pulang sana lo, kehadiran lo buat panas aja" usir ilham
"dih jomblo pada sewot gabisa liat orang mesra mesraan" ledek Aldi
"Lo juga jomblo " ucap ketiga temannya bersamaan
"Walaupun gue jomblo tapi iman gue kuat, cuma liat orang mesra mesraan ga bikin gue panas" jelasnya menyombongkan diri
"Serah lu" ucap Angga kesal
Raka memutuskan untuk mengantarkan bella pulang dulu karna bisa gawat kalo tante anggun mengomel nantinya
Raka menurunkan bella ditaman depan kompleknya karna bella ingin membeli sesuatu didekat sana,
lalu pergi lagi meninggalkan bella menuju tempat tongkrongan
Di taman kompleknya memang banyak tukang jualan makannya bella sering kesana
Bella memutuskan untuk membeli eskrim lalu duduk sambil mengamati anak anak kecil bermain bola
Betapa lucu dan bahagianya mereka saat menendang dan berteriak saat mencetak gol
Bella menghela nafas "waktu kecil gue pengen cepet banget gede, pas udah gede ternyata gini gini aja" katanya
Beberapa detik kemudian bella merasakan ada yang menyentuh pundaknya. Refleks dia langsung berdiri kaget sambil melihat orang tersebut
"Om om waktu kemarin? Ngapain dia? " ucapnya dalam hati
"Om ngapain sih! Kemarin ikut campur, sekarang mau jadi om om cabul ya" ujar bella asal
__ADS_1
Lelaki itu tertawa kecil, "Gue udah pake seragam sekolah gini masih dibilang om om" katanya
Bella yang belum menyadari langsung menatap lelaki itu lekat, ternyata lelaki didepan nya memakai seragam putih abu-abu sama dengannya.