
Setelah cuti dua minggu lamanya , kini Rafli di pusingkan karena sang sekretaris kantor Dewi mengajukan resign karena ingin segera menikah....
'' Apa kau tidak bisa tetap bekerja setelah menikah nanti " tanya Rafli , ia enggan mengganti orang penting perusahaan.
'' Maaf tuan , tapi saya berniat ingin menjadi ibu rumah tangga seutuhnya " jawab Dewi hati-hati karena melihat wajah atasannya yang begitu kecewa.
'' Siapa calon suami mu " tanya Rafli .
'' Ferdy tuan " jawab Dewi gugup.
Rafli tersenyum ketika berita tentang Dewi menjalin hubungan dengan Ferdy benar adanya , Pria yang sempat masuk dalam daftar rival Rafli kala itu.
Rafli mengambil benda pipihnya dan pada panggilan kedua Ferdy menerima teleponnya , Dewi sendiri diliputi rasa was-was akan kelakuan atasannya yang bisa bersikap diatas normal.
Dalam percakapan itu Rafli terlibat pembicaraan serius tentang perkerjaan dan juga tentang pernikahan Ferdy dan Dewi. Rafli mengizinkan orang pentingnya untuk menikah namun ia membutuhkan orang pengganti Dewi dan ia meminta Zizi selaku sekretaris Ferdy untuk kembali ke Indonesia bertukar posisi dengan Dewi , hal itu tentu di izinkan langsung oleh Ferdy dan Dewi karena tidak hanya karir saja yang berjalan , hadiah dari sang Sultan pun bukan main - main mulai dari acara pernikahan hingga mobil serta properti lainnya Rafli persembahkan sebagai hadiah. Rafli sangat royal terhadap orang yang setia dengannya serta orang-orang yang bersabar menjadi pelampiasan emosinya , seperti halnya Dewi dan Jimmy . Apalagi Jimmy yang nanti akan menikah ntah apa yang diberikan Rafli kepada orang nomor satu yang begitu setia , hingga permintaan di luar batasan manusia Jimmy penuhi .
'' Terimakasih banyak tuan " ucap Dewi setelah Rafli menjelaskan syarat untuk pernikahan Dewi dan Ferdy ... Hal ini sebelumnya sudah di duga oleh Dewi dan Ferdy beruntung dugaan mereka tak meleset.
'' Ada dua hal yang harus kau ingat Dewi " ucap Rafli serius.
'' Jika ada masalah dalam hubungan kalian tetaplah profesional dalam bekerja. Aku tidak segan memecat kalian dan bisa di pastikan , tidak ada perusahaan yang menerima kalian . Meski kalian orang terhebat di perusahaan ini aku tak peduli " ucap Rafli tegas dan Dewi menelan ludahnya susah payah , wejangan dari Rafli tentang berumah tangga lebih menakutkan dari pada dari keluarganya.
'' Dan jika kau hamil . Jangan sekalipun kau mengidam nasi goreng dan roti bakar .... Apa kau ingat itu " imbuhnya menatap tajam Dewi.
" Astaga ternyata masih di ingatnya " batin Dewi.
" Iya tuan " jawab Dewi gugup.
" Kerjakan dulu pekerjaan mu hingga selesai agar Zizi tinggal melanjutkan saja " ucap Rafli .
" Baik tuan , terimakasih " ucap Dewi lalu pamit menuju ruang kerjanya.
" Ku kira kau tak akan menikah hingga menua wi " batin Rafli .
Ceklek....
" Kapan kau akan menikah " tanya Rafli membuat Jimmy mengerutkan dahinya heran.
" Kau , kapan menikahi adik iparku " imbuhnya memperjelas.
" Aku akan menunggu Tuhan menggaris takdirkannya kapan " ucap Jimmy tegas , sesungguhnya ia ingin mengikat wanita bar-bar itu dengan ikatan suci namun tugasnya belum selesai dengan batas ini.
"Cih , diambil orang baru nangis " ucap Rafli.
" Menikah lah Jim , Dewi akan menikah bulan depan . Aku akan bahagia jika orang terbaikku hidup bahagia juga. Kau dan Dewi merupakan orang terpenting di perusahaan ini termasuk hidupku " ucap Rafli . ia mengetahui jika Jimmy menunda menikah karena khawatir akan keluarganya..
" Aku telah bahagia dengan Ana , Jim. Meski diluar sana banyak yang menghancurkan ku melalui anak dan istriku . Kita punya orang terbaik untuk menjaga mereka agar tetap aman " ucap Rafli.
" Baiklah tuan , tapi saya dan Rahma telah punya target tersendiri " ucap Jimmy tegas dan Rafli menghela nafasnya panjang lalu mereka membahas soal pekerjaan . Ada proyek di luar kota bahkan luar negeri yang harus Rafli kunjungi secara langsung .
Saat ini Rafli sedang sibuk mengantri martabak telur yang ada di pinggir jalan dekat kantornya demi memenuhi mengidam bumil kesayangannya . Awalnya sempat terjadi perdebatan antara ia dan Ana karena masalah tempat jualan , Rafli selalu ingin yang terbaik untuk istrinya hingga akhirnya ibu hamil yang keras kepala itu lah yang memenangkannya.
'' Hai Rafli " sapa seorang wanita cantik dan putra kecilnya .
'' Eh Viona " ucap Rafli , sungguh ia merasa hatinya meminta untuk menghindari wanita ini..
'' Wah kau suka beli martabak disini juga " tanya Viona basa-basi.
'' Iya , untuk Ana .... Ia mengidam saat ini " terbit senyum mengembang menghiasi wajah Rafli ketika mengingat belahan jiwanya. Sementara Viona membelalakkan matanya .
" Kenapa wanita itu selalu hamil , aku sungguh iri dengan kehidupan mereka " batin Viona karena kehidupannya tak seindah Rafli dan Ana...
" Aku harus pulang " ucap Rafli ...
" Baiklah hati-hati. Salamkan dariku untuk istrimu " ucap Viona dan Rafli hanya mengangguk saja tanpa berniat menyampaikan nya.
.......
Viona telah tiba bersama sang anak dari acara jalan-jalannya di luar meski hanya mengelilingi kota J , itu sudah cukup membuat anaknya bahagia. Viona menjalankan tugasnya sebagai istri yang baik meski kehidupan pasangan suami istri ini tak saling mencintai.
Viona menunggu lelah suaminya di meja makan namun yang ia dapat adalah kepulangan suaminya dalam keadaan mabuk berat bahkan tercium aroma alkohol dan parfum wanita. Viona sudah berulang kali. berbicara ini dengan suaminya namun hanya pukulan yang ia terima membuat Viona memendamnya sendiri tanpa bercerita pada siapapun .Sikap hangat suaminya berubah kasar karena ia menemukan foto pria lain dalam lemari baju Viona , terlihat dari kata-katanya jika Viona masih mencintai pria itu .
" Aku tak sanggup bila terus mengahadapi diri mu yang selalu begini mas " ucap Viona tanpa terasa air matanya menetes.
Keributan rumah tangga Viona kembali terjadi di pagi hari saat seseorang wanita mengaku hamil anak suaminya ... Viona menangis histeris saat mendapatkan pengakuan suaminya , harga dirinya sebagai seorang istri sah kini tak berarti saat suaminya meminta izin untuk menikah lagi. Viona tak ingin dimadu .
" Sudahlah Viona , cukup bagiku dan bagimu. Kau menikah tidak mencintai ku bukan " ucap Veri keras.
" Pikirkan anak kita . Kenapa kau tega kepadaku . Kau menghancurkan kepercayaan orang tuaku dialam sana ... Kau ambil semuanya dariku " balas Viona.
" Hentikan omong kosong mu Viona , kakak lelakimu yang enggan menjalankan bisnis keluargamu membuat ayahmu mempercayakannya padaku. Aku belajar mencintaimu Viona saat awal kita menikah namun kau selalu menuntut ku menjadi dia dan itu membuatku memilih mundur dan Tia ia menerimaku apa adanya " ucap Veri mengeluarkan semua unek-unek hatinya.
" Aku akan tetap menikahinya. Setuju atau tidaknya dirimu. Untuk anak , jika kau enggan mengurusnya biar aku saja. Lebih baik kau berubah Viona , dosa besar jika kau mencintai suami orang apalagi berusaha merebutnya " ucap Veri.
" Kau bicara tentang dosa . Sementara kau lebih berdosa mas " ucap Viona , ia merasa geram karena Veri berlalu pergi dari hadapannya ....
" Aaarrgggggh kalian semua brengsek " ucap Viona frustasi ...
" Aku akan membalas kalian semua dan terutama kau mas Veri , aku akan membalas hal yang menyakitkan untuk wanita jalangmu dan lalu lanjut padamu Ana " batinnya tersenyum jahat , ia kembali pada niat dulunya .
Dirumah Rafli kini sedang merebahkan kepalanya dipangkuan Ana , ia mulai bermanja pada istrinya setelah hampir seharian Arjuna dan Dewa menguasainya... Ana mengusap surai hitam suaminya.... membuat baby besar itu mendongak.
'' Mas ingin anak ini kembar perempuan " ucap nya penuh harap ....
'' Semoga saja ya mas . Yang terpenting sehat dan tidak kekurangan satu apapun " jawab Ana lembut.
'' Mas ingin . Mereka secantik dirimu dan sebaik dirimu . Yang peduli terhadap keluarganya " ucap Rafli , ia lalu mengecup perut Ana yang sedikit membuncit itu ....
__ADS_1
'' Jika bukan kembar perempuan , mas akan membuatnya lagi " imbuhnya tanpa dosa. Membuat jemari lentik Ana menarik paksa rambut Rafli.
'' Aaadduuhhh sakit sayang " ucap Rafli kesakitan , begitu terasa sakit , hingga merasa rambutnya terpisah dari kepalanya.
'' Enak saja kau bicara mas " ucap Ana bangkit . Rafli tanpa sadar merusak sendiri momen romantis mereka.
" Pergilah , aku ingin tidur " ucap Ana berbaring pada ranjang empuknya..
'' Iya , iya.... Mas minta maaf ya. Mas gak akan bahas nambah anak dulu " ucap Rafli dan Ana hanya mencebikkan bibirnya.
Rafli mengerjapkan matanya , mencari Ana yang tidak ada disampingnya..... Hari ini , hari pertama Dewa untuk bersekolah di sekolah milik keluarga Wijaya meski umurnya belum mencapai 5 tahun namun bocah itu memilki kecerdasan di atas rata-rata dan sekolah itu milik keluarganya .
'' Wah . Anak ayah ganteng sekali '' ucap Rafli dengan wajah bantalnya dan rambut berantakan membuat Dewa menahan senyum .
'' Iya dong Dewa ganteng , siapa dulu anak bunda " ucap Dewa ia mencium pipi Ana .
'' Mas mandi gih sana , katanya mau ikut mengantar Dewa " ucap Ana yang kini tengah rapi seraya memangku Arjuna yang kini sedang memegang kertas origami .
'' Bunda " panggil Rafli manja mengedipkan matanya membuat Ana menahan urat malunya mengerti maksud suaminya ....
'' Biar Arjuna sama bibi aja nyonya " tawar bi Jum yang juga geli melihat Rafli...
'' Ayah cepat dong , nanti Dewa telat " rajuk Dewa karena sang ayah masih mematung di tangga.
'' Iya " ucap Rafli menaiki tangga dengan cepat dan harus terpaksa mandi sendiri.
Kini keluarga bahagia itu sedang bersenda gurau dalam perjalanan menuju sekolah Dewa . Rafli tergelak saat cita-cita Dewa menjadi polisi tidur dan mereka menahan kesabarannya karena lagi-lagi Rahma wanita bar-bar itu yang mengajarinya. Ana pun menjelaskan polisi tidur itu seperti apa dan Dewa mengubah cita-citanya...
Gerbang sekolah terbuka saat penjaga sekolah mengenali Rafli... Para orang tua siswa lainnya merasa heran karena mobil Rafli melaju bebas sedangkan kendaraan mereka terhenti di tempatnya.
Rafli segera keluar dari dalam mobil nya beserta Dewa dan di ikuti Ana bersama Arjuna , Ana sendiri tetap mengenakan masker meski Arjuna sering kali menarik masker sang bunda.
Rafli berbicara serius kepada kepala sekolah dan wali kelas Dewa mengenai Dewa dan mereka semua mengerti akan maksud Rafli ...
'' Dewa , belajarlah yang benar ya... Jangan nakal , oke " ucap Rafli tegas dan bocah itu mengangguk mantap.
'' Jangan nakal ya sayang , jika ada apa-apa kasih tau Bu guru " ucap Ana menunjuk wali kelas Dewa ....
'' Iya bunda " ucap Dewa.
'' Bu , saya titip Dewa ya... " ucap Ana lembut.
'' Pasti Nyonya... Tenang saja " jawab wali kelas Dewa dengan ramah.
'' Terimakasih Bu ... kalau begitu kami permisi " ucap Ana.
'' Baik-baik disekolah sayang " ucap Ana mencium pipi Dewa.
Rafli dan Ana serta Arjuna segera kekantor karena Rafli ada meeting penting saat ini.
'' Sayang , ayah meeting dulu ya nak " ucap Rafli kepada Arjuna saat Ana tengah merapikan dasi suaminya .
'' Iya mas , semangat ya '' seru Ana.
'' Pasti sayang " jawab Rafli.
'' Anak ayah , jangan nakal " ucap Rafli mencium perut Ana.
Ana asyik bermain bersama Arjuna dan sekaligus berbalas pesan dengan para sahabatnya , kini waktu pertemuan mereka tidak sebanyak dulu karena mereka kini telah mempunyai keluarga masing-masing kecuali Intan yang kini masih betah menyendiri menunggu pangeran berkuuda putihnya.
Sementara di sekolah , Dewa menjadi pencuri perhatian para guru serta murid lainnya ... Banyak bocah yang ingin bergaul dengannya dan itu membuat Dewa begitu bahagia ...
'' Hai " ucap Excel teman sekelas Dewa.
'' Oh Hai... kau mau " Dewa menawari Excel kue buatan sang bunda.
'' Terimakasih " jawab Excel .
'' Aku merasa pernah bertemu denganmu " gumam Dewa.
'' Aku rasa juga begitu , tapi dimana " ucap Excel mencoba mengingat begitu juga Dewa .
'' Aku ingat " seru mereka bersama.
'' Tapi kenapa ya ibu mu membenci mommyku " sendu Excel , anak itu sedih saat melihat ibunya memohon untuk berbicara dengan Ana.
'' Aku juga tidak tau , mungkin itu masalah orang dewasa " ucap Dewa , ia tahu jika bundanya tidak mungkin marah jika tanpa sebab.
'' Ayo kita main kesana " ucap Dewa mengajak Excel untuk bermain.
Dikantor Ana tengah terlelap , rencana menidurkan Arjuna saja malah membuat dirinya tertidur. Rafli menggelengkan kepalanya saat mendapati Ana dan Arjuna terlelap bersamanya.
'' Untungnya kau anakku dan versi kecilnya . Jika bukan ntah apa yang terjadi " molonog Rafli saat melihat Arjuna memeluk Ana posesif.
Ana terbangun dari tidur sesaatnya saat merasa tubuhnya sedikit melayang karena gendongan suaminya yang membenarkan posisi tidurnya.
'' Mas . Aku ketiduran " ucap Ana sedikit menguap .
'' Istirahatlah sayang , atau mau pulang " tanya Rafli , ia tidak ingin Ana kelelahan .
'' Aku istirahat saja mas, tapi aku laper '' ucap Ana begitu menggemaskan .
'' Mau makan apa sayang " tanya Rafli .
'' Aku mau mie ayam mas " ucap Ana berbinar ...
'' Baiklah , mas akan meminta Dewi membelinya " ucap Rafli dan diangguki Ana . Rafli segera keluar meninggalkan Ana di dalam ruang pribadinya.
__ADS_1
Tok...tok...
'' Masuk " ucap Rafli .
'' Viona " ucap Rafli kaget.
'' Ada apa , urusan meetingnya dengan Jimmy... Dua hari di lagi Jimmy kembali " ucap Rafli , ia kira pesanan Ana tadi yang datang .
'' Rafli ku mohon , cabut kerja samamu dengan perusahaan Veri " ucap Viona dengan mata berkaca-kaca.
'' Bukankah kau yang mengajukan kerja sama saat itu " ucap Rafli dingin .
'' Iya . Tapi Veri menikah lagi dan kau tau , perusahaan itu milik orang tuaku namun di kuasainya " adu Viona.
'' Vio . Aku tidak peduli apapun masalahmu , selagi perusahaan itu baik-baik saja dan tidak bermain curang denganku " ucap Rafli kejam.
'' Kau lihat , bahkan ia memukulku " ucap Viona melihatkan lengan dan pelipisnya yang nampak membiru . Ada rasa kasihan di hati Rafli.
'' Kau salah jika melapor padaku . Kau lapor pada polisi ... Vio itu masalah rumah tanggamu " ucap Rafli.
'' Pak " ucap Dewi dengan semangkok mie ayam plus pentol bakso diatasnya .
'' Letakkan disana Wi " ucap Rafli lalu ia bangkit memanggil Ana.
'' Sayang , pesanan mu telah datang " ucap Rafli tersenyum dan Ana beranjak dari ranjang empuknya.
'' Ana " gumam Viona.
Ana tersenyum sekilas kepada Viona.
'' Mari makan " ucap Ana menawari Viona sekedar basa-basi .
'' Tidak nona . Terimakasih " ucap Viona dan Ana segera makan dengan cueknya .
Rafli dan Viona terlibat pembicaraan penting dan Ana mendengar nama wanita itu adalah Viona dan ia ingat dengan masalah hilangnya Dewa ke kandang benggala saat itu ... Ana segera mengakhiri makannya.
'' Viona , kau Viona " tanya Ana dan Viona mengangguk.
'' Mas , kau ingat masalah Lestari. Apa Viona ini yang kau maksud " tanya Ana membuat Rafli teringat masalah Lestari yang tak begitu penting baginya namun semua jawaban ia butuhkan dari Viona.
'' Oh ya Viona , kau ingat Lestari ... Wanita yang aku titipkan padamu " tanya Rafli membuat wajah Viona pias. Viona berpura-pura mengingatnya cukup lama ...
'' Iya kenapa dengan wanita itu " tanya Viona mencoba tenang.
'' Dia hamil dan akhirnya bunuh diri ... Ayahnya mengira aku yang memperawaninya dan anakku saat itu hampir saja di makan macan peliharaan mama ku " ucap Rafli dan Viona menutup mulutnya tak percaya.
'' Rafli wanita itu sebenarnya nya melakukannya dengan kakak lelakiku ... Awalnya kakakku menolaknya tapi wanita jalang itu terus merayu kakakku " ucap Viona menunduk , ia memfitnah Lestari.
'' Berati kakakmu yang melakukannya " ucap Rafli lirih.
'' Kau tau kakakmu yang melakukannya " tanya Ana dan diangguki Viona.
'' Kenapa kau tak bilang pada Rafli atau minta kakakmu untuk bertanggung jawab " ucap Ana ketus membuat Viona menahan geramnya..
'' Kakak ku ingin bertanggung jawab saat itu namun wanita itu menghilang begitu saja dan aku ingin bilang pada Rafli namun aku takut " ucap Viona meninggikan nada bicaranya.
'' Cukup Viona . Jaga nada bicaramu terhadap istriku " bentak Rafli , ia tak terima ada yang bicara nada tinggi terhadap Ana.
'' Sial wanita ini " batin Viona karena terpancing emosinya.
" Sudah mas . Tenangkan dirimu .... Yang penting kita tahu pelakunya bukan kamu dan itu telah lama terjadi " ucap Ana menenangkan Rafli .
'' Maaf jika aku terkesan menyudutkanmu , aku tidak bermaksud apapun Viona. .. Hanya sangat disayangkan sekali jika kakakmu melepaskan tanggung jawabnya '' ucap Ana tak enak hati dan diangguki Viona.
'' Mas kalian lanjutkan aja bicaranya " ucap Ana.
'' Tidak ada nona , pembicaraan kami telah selesai " ucap Viona .
'' Permisi " imbuhnya sopan
'' Sayang " ucap Rafli segera mendudukkan Ana di pangkuannya .
'' Mas rindu " imbuhnya sudah satu Minggu ia tak menyentuh Ana .
'' Mas ini kantor " ucap Ana.
'' Nanti malam dirumah ya " ucap Rafli dan diangguki Ana.
'' Janji " ucap Rafli menyodorkan jari kelingkingnya..
'' Iya janji "di jawab Ana seraya mengaitkan jari kelingking mereka.
Ana pun bertanya tentang Viona lebih detail kepada Rafli , ntah mengapa ia merasa ada yang disembunyikan oleh Viona tentang apa yang terjadi dengan Lestari . Namun Ana enggan memikirkannya karena Lestari pun kini telah tiada dan ia hanya bisa mendoakan agar Lestari tenang disana.
Sementara Viona meluapkan emosinya di dalam mobil.
'' Brengsek kau Ana. Kau membahas tentang Lestari di hadapan Rafli . Kau tak pantas bersanding dengan Rafli " ucap nya emosi .
'' Kau akan hancur , tunggu saja waktunya tiba. Tidak hanya kehilangan Rafli saja , tapi kau akan kehilangan seluruh orang yang kau sayangi serta martabatmu sebagai seorang istri dan wanita terhormat. Kita akan mulai permainan ini Ana " ucap Viona tersenyum jahat .
'' Aku harus mencari kakak " imbuhnya segera mencari keberadaan kakaknya yang selalu haus bermain wanita .
'' Akan ku buat nasibmu seperti lesrari berikut nya bahkan ini lebih sakit , apalagi Rafli menolak pembatalan kerja sama itu ... Aku tak ingin menderita sendiri. Aku akan menyingkirkan akar permasalahan ini. Yaitu kau Ana. Kau sumber hancurnya hidupku '' ucapnya penuh kebencian terhadap Ana atau lebih tepatnya wanita yang mencintai dan di cintai Rafli.
Lestari sebenarnya bukan menyerahkan dirinya kepada kakak lelakinya namun Viona sengaja mengunci Lestari dikamar kakak lelakinya dan pemerkosaan itu terjadi saat pria itu dalam keadaan mabuk dan mendapati tubuh polos Lestari yang membangkitkan gairahnya dan semua itu perbuatan Viona karena Lestari berani mencintai Rafli namun Viona tak bisa menyentuh Ana untuk di rusaknya . Tatapan lapar kakaknya membuat Lestari di perk*sa berulang kali , apalagi milik Lestari masih bersegel tak seperti wanita malam yang sering ia nikmati di club membuat birahi lelaki itu bangkit dan menyekap lestari tiga hari melayani nafsu bejatnya hingga benih tak di inginkan itu hadir .
Jangan lupa like dan komentarnya ya ...
__ADS_1
Terimakasih .