Takdir Cinta

Takdir Cinta
Sebelas


__ADS_3

Terdengar percikan air, beraroma terapi banyak busa disana. Terlihat seorang suami istri itu sedang berendam di dalam bath up.


"Berhentilah bermain, Al. Kau membuatku geli, berhenti juga mengendus tubuhku!" perintah Zee yang sedang menggosok tubuhnya.


"Sampai kapan pun, aku tak akan berhenti Zee. Kau itu sudah menjadi candu tukku, jika kau tak ada aku akan seperti pengguna obat yang tak bisa sadarkan diri," balas Wil.


Zee hanya tersenyum tipis, Alex benar-benar tak melihat ini jam berapa, dimana, sedang apa, jika dirinya sudah dalam mode bergairah. Tanpa permisi, Zee tak akan bisa lepas darinya.


"Kapan kau berhenti me jadi mesum? Kau lihat bukan di luar itu sedang banyak orang," ucap Zee sewot.


"Kau itu nyonya muda dirumah ini, jadi tuk apa kau melakukan semua itu?" tanya Alex.


"Astaga, coba lihat siapa ini? Tuan Alexander yang terhormat ini sedang merajuk," ucap Zee meledek sang suami.


"Terserah kau saja, aku akan menjadi diriku yang sebenarnya jika sedang bersamamu. Dan, ya kau harus tahu itu, aku sangat ingin selalu berdekatan denganmu seperti ini," balas Alex.


Alex memeluk tubuh polos Zee dengan begitu erat, Zee bisa merasakan detak jantung itu dengan pelan. Ya, jantung sang kekasih yang telah memberikan kehidupan kedua tuk suaminya. Zee membalikkan tubuhnya menatap wajah Alex terlihat juga wajah Alfa disana. Zee membelai wajah sang suami terlihat senyuman manis dari wajah cantiknya.


Zee mencium kilas bibir Alex, turun ke arah dadanya. Zee mengecup tato itu begitu lama, air matanya mengalir begitu saja. Ya, Zee merindukan sang kekasih Alfa.


"Teruslah berdetak, dengan begitu aku bisa merasakan keberadaanmu disana. Aku sangat merindukan dirimu, Al," batin Zee.


Alex mengetahui apa yang sekarang sang istri rasakan, Alex hanya bisa menahan perasaannya tuk memberikan Zee waktu melepas rindunya.


"Kau tahu, Zee. Sampai sekarang, aku masih merasa cemburu jika kau berlama dekat dengan dadaku. Aku tahu, ada kekasihmu didalam sana. Tapi, aku tak ingin egois karena kekasihmu aku bisa hidup dan juga mendapatkan dirimu," batin Alex.


Alex mencium kening Zee, merengkuh tubuh sang istri pada dekapannya. Zee membalas pelukan Alex yang dia anggap itu adalah Alfa. Mungkin ini terdengar gila dan begitu jahat, akan tetapi ada saatnya, Zee merasakan bahwa dirinya bukan bersama dengan Alex akan tetapi dengan Alfa. Walaupun kenyataannya, memang Zee sedang berada dengan Alex, Alex lah yang ada di depan Zee bukanlah Alfa.


"Apakah kau ingin terus disini?" tanya Alex.


Zee membuka matanya, lalu mencium kilas bibir Alex. Setelah itu berdiri keluar dari bath up membersihkan tubuhnya di bawah siraman shower. Alex melihat tubuh polos sang istri yang begitu menggoda.


"Jangan tersenyum seperti itu. Aku tak mau melayani dirimu lagi," ucap Zee.


"Huh,," Alex tersenyum sembari menyenderkan tubuh kekarnya di bath up. Setelah puas melihat sang istri, barulah Alex membersihkan tubuhnya juga.


Zee sudah berganti pakaian, membereskan ranjang yang berantakan. Alex memakai baju yang sudah disiapkan oleh Zee.


"Ahh, hari ini aku begitu berstamina. Aku begitu segar," ucap Alex sembari menatap Zee.


"Cih,,, baiklah tuan mesum kau bisa keluar dari kamar dan pergi temui saudaramu itu!" pinta Zee dengan cemberut.

__ADS_1


"Maaf telah membuatmu lelah pagi hari ini dan terimakasih sudah membuatku senang," ucap Alex seraya mencium kening Zee.


"Terimakasih kembali, sayang," balas Zee.


Tok... Tok... Tok...


"Keluar kalian! Jangan membuat anak saat rumah sedang sangat ramai!!" teriak Wil dari luar kamar.


"Shit,,,! Akan ku bunuh anak itu!!" seru Alex berjalan cepat dan membuka pintu.


Mendengar suara pintu yang akan di buka, dengan cepat Wil berlari menjauh. Karena, dia tahu Alex akan marah dengan ulahnya.


Ceklek,,,


Alex membuka pintu itu dan tak terlihat siapa pun disana. Tak terlihat Wiliem disana, tapi para pelayan tersenyum melihat tuan mudanya sedang mencari sang adik.


Alex berjalan tuk mencari Wil, ternyata Wil sedang akan turun ke lantai bawah.


"Wiliem,,!!!" teriak Alex, memanggil sang adik.


Membuat Wiliem terkejut mendengar suara Alex dan melihat sang kakak berlari akan mengejarnya.


"Wowowo,,, lelaki gagah itu mengejarku!" seru Wil dmefan cepat menuruni anak tangga.


"Haish, kalian membuatku jantungan saja!" umpat Zee menatap Alex dan Wil yang berada di lantai bawah.


Alex dan Wil hanya bisa diam, jika melihat Zee. sudah marah. Mereka begitu menyayangi, Zee. Tuk mereka, Zee itu segalanya. Sungguh, Zee membuat keluarga mereka menjadi lebih harmonis dan penuh dengan kasih sayang kembali. Oleh karena itu, Alex dan Wil begitu menyayanginya.


"Maafkan, aku sayang. Aku tak bermaksud membuatmu khawatir," ucap Alex.


"Sorry, aku yang salah," seru Wil dari bawah.


Sofia yang baru saja keluar dari kamarnya, menatap sang membantu yang terlihat kesana pun memanggil kedua putranya. Dan itu membuat, Zee tak enak hati. Sofia pasti akan memarahi Alex dan Wil.


"Mommy, bisakah aku melihat perhiasan yang akan kau bawa tuk Vanya?" tanya Zee tiba-tiba.


"Ya, sayang. Kemarilah, kau bisa ikut masuk kedalam ruangan ku!" perintah Sofia.


Tanpa mengatakan apapun pada Alex, Zee berjalan begitu saja melewatinya. Membuat, Alex tertunduk lesu, begitu pula dengan Wil yang sudah menunjukkan senyumannya, tak Zee hiraukan dan berlalu masuk keruangan Sofia.


"Astaga, dia begitu seram jika sudah marah," gumam Wil.

__ADS_1


"Aku dengar itu, Wil," ucap Zee.


"Ahh, maafkan aku!" pinta Wil.


Zee duduk di dekat Sofia yang sedang menunjukkan sebuah kotak yang berisi satu set perhiasan yang begitu cantik dan elegan. Terlihat, Alex dan Wil masuk bersamaan. Sofia menatap kedua putranya, menghampiri keduanya lalu menarik telinga mereka.


"Aahh,, Momy, lepaskan!" pinta mereka berdua.


Sofia begitu kesal dengan tingkah keduanya yang selalu membuat sang menantu kesayangannya selalu khawatir.


"Itu balasnya, jika kalian terus membuat menantuku khawatir dengan candaan kalian. Kalian ini hanya membuatnya cemas saja, mau sampai kapan Zee menghawatirkan kalian, huh?" hardik Sofia.


Alex dan Wil begitu terkejut melihat sang Mommy yang begitu marah pada mereka. Dan memihak pada Zee.


"Sebenarnya, yang anak Mommy itu kita atau Zee, istrimu?" bisik Wil.


Alex hanya melotot kepada sang adik, membuat Wil tersenyum tipis lalu menunduk.


"Hah, bagaimana aku cepat mendapat cucu dari Zee. Jika kalian selalu membuat dirinya cemas dan jantungan, kalian itu harus tahu! Harus peka pada kesehatannya dan membuatnya rileks," ucap Sofia.


Alex terkejut karena ucapan dari Sofia, dengan cepat Alex menggenggam tangan Sofia lalu memeinta maaf pada Mommy. Wil juga merasa bersalah pada Zee.


"Maafkan kami, kami tidak tahu jika itu membuat Zee selalu stres," ucap Wil.


Zee tersenyum melihat Wil dan Alex yang terlihat ketakutan. Sungguh, Zee merasa lucu karena mereka begitu polos karena telah di tipu oleh sang Mommy.


"Sayang, maafkan aku!" pinta Alex yang berjongkok di depan Zee, seraya menggenggam tangan sang istri.


Wil juga tak kalah dengan sang kakak, berjongkok disebelah Zee sambil menatap Zee dengan tatapan sedih.


"Mau apa kalian, berjongkok di depanku?" tanya Zee.


"Maafkan kami, sungguh kau jangan marah pada kami, Zee!" jawab Wil.


"Baiklah, jangan ulangi lagi! Aku memang selalu khawatir jika mendengar kalian berteriak. Bagaimana, nanti Vanya bisa rileks jika kalian terus seperti itu?" tanya Zee.


"Aahh,, itu urusannya Wil. Itu kan istrinya, tanggung jawab dari Wil, sayang," jawab Alex.


"Ahh, kau benar juga. Vanya sedang hamil anakku. Aku harus ekstra menjaganya," ucap Wil memikirkan sang calon istri.


Sofia dan Zee tertawa mendengar Wil yang baru sadar jika dia akan mempunyai anak. Alex dan Wil memeluk Zee bersamaan, Sofia begitu bahagia kedua anaknya menjadi akur kembali dan saling menyayangi lagi. Ya, semua itu karena kehadiran dari sosok Zee.

__ADS_1


BERSAMBUNG 🍂🍂🍂


__ADS_2