Takdir Cinta

Takdir Cinta
Anisa Menghilang


__ADS_3

Dering ponsel Alina berbunyi.


Panggilan dari bi Arsi.


~Panggilan terhubung


"Iya bi, ada apa?"


"Non anisa..." Suara Bi Arsi terdengar panik.


"Anisa? Ada apa dengan Anisa, bi?"


"Non Anisa pergi dari rumah."


"Apa?????"


"Iya non. Bibi hanya membaca surat yang di tinggalkan di kamar non Anisa."


"Alina segera ke sana bi."


tut..tut..tut


~Panggilan terputus.


"Ada apa?" Tanya Raka.


"Anisa pergi dari rumah. Kita harus ke rumah sekarang."


--


"Bi.. bibi !!!" Teriak Alina karena rumah terlihat seperti tidak ada penghuni.


Bi Arsi keluar dari kamar Anisa sambil memegang secarik kertas.


"Ini non.." Ucap Bi Arsi menyerahkan kertas tersebut pada Alina.


Dengan cepat pun Alina langsung meraih kertas itu.


*Kak, Nisa tahu bi Arsi pasti akan memberitahu kakak saat bibi sadar Nisa tidak berada di rumah.


Sebelum nya Anisa minta maaf karena harus pergi dengan cara diam-diam seperti ini.


Tapi kakak tidak perlu khawatir, Nisa akan baik-baik saja di luar sana. Nisa hanya ingin belajar hidup mandiri.

__ADS_1


Nisa pasti akan memberi kabar, jika Nisa sudah siap. Dan suatu hari, Nisa pasti akan pulang.


Salam sayang,


Anisa*


"Apalagi ini?" Alina jatuh terduduk di sofa yang berada di samping nya.


Alina merasa sangat-sangat gagal menjaga amanah dari orang tua nya untuk menjaga Anisa.


"Ma, pa.. Maafkan Alina. Alina sudah sangat melukai Anisa. Mungkin sekarang Anisa pergi dari rumah juga karena Alina yang tidak merestui hubungan nya dengan Adam. Tapi mama dan papa pasti tahu alasan Alina. Sekarang Alina harus bagaimana? Kemana Alina harus mencari Anisa? Tolong Alina Ma, pa..."


"Alina, ayo..." Ajak Raka tiba-tiba.


"Kemana?"


"Mencari Anisa. Kemana lagi?"


"Tapi kita harus mencari nya kemana?" Alina seakan putus asa.


"Adam! Kita cari Adam dulu."


"Adam? Ya, kamu benar mas."


***


"Katakan di mana Anisa!" Ucap Alina langsung pada inti nya saat menemui Adam di rumah nya.


"Apa maksudmu menanyakan Anisa?"


"Adam, aku tahu kamu kecewa dengan keputusan ku yang tidak merestui hubungan kalian. Tapi bukan begini cara nya. Dengan mengajak Anisa pergi dari rumah, kamu pikir itu adalah jalan keluar nya?"


"Tunggu dulu. Alina, aku tidak mengerti ada apa ini? Kamu tiba-tiba datang dan bicara hal yang tidak aku mengerti."


"Anisa pergi dari rumah!" Selah Raka.


"Apa????"


"Sudahlah Adam, jangan berpura-pura kaget seperti itu. Kamu pasti tahu Anisa ada di mana sekarang. Cepat beritahu kami. Apa kamu tidak kasihan melihat Alina yang begitu mengkhawatirkan keadaan Anisa?" Kali ini Raka yang bicara.


"Tapi aku benar-benar tidak tahu Anisa ada di mana. Dia sama sekali tidak menghubungi ku atau memberitahu apa pun."


"Pacar macam apa kamu ini? Anisa pergi dari rumah saja kamu tidak tahu. Harusnya kamu selalu tahu keadaan nya." Ucap Raka sinis.

__ADS_1


"Jangan pernah menghakimi aku seperti itu, kalau kamu tidak tahu keadaan yang sebenarnya bagaimana. Dan satu lagi, coba lihat dulu diri kamu sendiri sebelum kamu menyalahkan orang lain."


"Stop!!! Berhenti kalian berdua!!!" Teriak Alina.


"Adam, please... beritahu aku Anisa ada di mana sekarang?" Alina memohon.


"Aku benar-benar tidak tahu Alina."


Akhirnya Raka mengajak Alina untuk pergi dan mencari Anisa di tempat lain.


"Alina, tunggu!!!" Teriak Adam menahan langkah Alina.


Alina menoleh dengan penuh semangat dan harapan.


"Akan ku beritahu kalau aku menemukan keberadaan Anisa."


Harapan nya runtuh.


Seperti nya Adam memang tidak tahu keberadaan Anisa.


Tiba-tiba tubuh Alina terhuyung. Raka dengan sigap langsung menopang tubuh Alina.


"Kamu tidak apa-apa?"


"Ya.."


"Oh, tidak Alina. Wajah kamu pucat. Tangan kamu dingin."


"Aku tidak apa-apa."


"Tidak Alina. Kamu harus istirahat. Kita lanjutkan nanti mencari Anisa. Kondisi kamu sangat tidak memungkinkan. Jangan memaksakan diri. Aku tidak ingin terjadi hal yang tidak di inginkan."


"Lalu bagaimana dengan Anisa?"


"Kita lanjutkan mencari Anisa nanti, setelah kondisi kamu membaik."


"Tapi aku tidak akan tenang mas."


"Baiklah. Aku akan menyuruh Niko untuk mencari Anisa. Kamu bisa tenang sekarang kan?"


"Ya, terima kasih."


...*****...

__ADS_1


__ADS_2