
Waktu akan terus
berputar, menjadikan hari ini
menjadi sebuah kenangan
Siang akan berganti malam, sinar mentari akan
berganti dengan sinarnya rembulan
Salju yang turun akan mencair dan melihatkan
indahnya bunga bulan semi
Wanginya tercium begitu harum, mengantikan suasana
dingin dari melelehnya salju
Begitu pula dengan sebuah perasaan yang tidak akan
tahu ujungnya seperti apa dan akan berakhir seperti apa?
Cinta, Kasih Sayang, pertemuan dan perpisahan
adalah sebuah bumbu dalam kehidupan
Tangis dan Tawa adalah pelengkap dalam hitungan
waktu.
Hanya, Dia_Lah yang berkuasa akan semua takdir
dari semua insan manusia.
~Fiki. Sukanto~
------------------------------------------------------Back
to story----------------------------------------------------
Terdengar tangisan dari seorang wanita yang berada di kamar mandi, terlihat seluruh tubuhnya terdapat banyak ruam merah. Tatapannya tertuju pada bagian leher dan dadanya, hatinya begitu sakit dengan apa yang sudah dia perbuat.
“Air mata apa ini, kenapa dadaku bergitu merasa sesak yang teramat sakit? Bukannya, ini bukanlah yang pertama bagimu. Lalu kenapa malam ini, air mata ini mengalir begitu deras?” gumamnya menatap pantulan dirinya di cermin.
Tubuhnya bergetar hebat di bawah guyuran shower, setelah menghabiskan beberapa menit akhirnya, wanita itu berjalan keluar dan segera memakai bajunya yang berserakan di atas lantai. Entah kenapa dia tidak ingin melihat wajah lelaki tampan yang tertidur pulas di atas ranjang tersebut.
Lelaki yang telah menggaulinya semalam, air matanya terus mengalir tanpa henti. Jika mengingat apa yang dia lakukan dengan lelaki itu, sungguh baru kali ini wanita itu merasakan sangatah berdosa.
“Ini yang terakhir kalinya aku dan dirimu bertemu, selamat tinggal.” Wanita itu berjalan keluar dengan cara diam-diam agar tidak membangunkannya, memilih menghindar dan jika bisa pergi menjauh tuk selamanya.
Di sebuah rumah sakit, terlihat wanita muda yang tertidur lelap setelah menangis semalaman. Lelaki gagah itu menjadi walinya sekaligus menjadi Dokter pribadinya. Tidak dia ijinkan Dokter lain menyentuh wanita tersebut.
__ADS_1
Wajahnya yang terlihat lelah itu masih terus terjaga dan memandang lembut pada sang wanita.
“Menangislah, jika dadamu merasa begitu sesak! Ada aku yang menemanimu, akan ku berikan pundakku tuk menahanmu,” ucapnya dengan menggenggam tangan itu.
Tokk,, tokk,, tok,,
Terlihat seseorang masuk, wajahnya merah padam seakan sedang menahan sesuatu. Lelaki itu pun akhirnya berdiri dan duduk di sofa dengan cara berhadapan.
“Apa yang kau temui dan dapatkan?” tanya Wildan penasaran.
“Wiliem, dia ada di sana saat kita menemui Vanya. Elina mengatakan jika Vanya sengaja menemui Roy, ponakan dari Zidan yang memang teman lamanya.” Messi memberikan sebuah foto pada Wildan.
Wildan mengerutkan keningnya karena melihat foto tersebut, di dalam foto itu terlihat Vanya sedang berpelukan dengan Roy dan juga tertawa bersamanya.
“Siapa yang memotret ini, apakah ini ulah dari Roy?” tanya Wildan.
“Tidak, Tuan. Roy memang menemui Vanya dan mereka hanya makan malam saja, setelah itu datanglah Wiliem dan terjadilah pertengakaran tersebut,” jawab Messi.
“Wiliem, kemana lelaki itu?” tanya Wildan bertambah penasaran.
Messi tak menjawab dan hanya menyerahkan sebuah foto yang menjelaskan kemana Wiliem pergi dan menghabiskan malamnya. Sedangkan, istrinya terbaring di rumah sakit. Wildan meremmas kuat foto-foto tersebut dengan raut wajah yang snaagt marah.
“Kurang ajar! Apa yang dia lakukan bermalam dengan Laudya. Bukannya mencari istrnya, dia malah memilih bersenang-senang,” ucap Wildan geram.
Terdengar suara langkah kaki dari luar dan tak lama terlihat Ken, Zee dan Alex masuk. Wildan mencoba menenagkan dirinya begitu juga dnegan Messi yang mencoba biasa saja.
“Anya,” panggil Zee lirih dengan mendekati sang adik.
Ken kembali berjalan keluar, Wildan dan Messi pun mengikutinya. Alex yang meliahat itu pun merasa heran bercampur penasaran ada apa sebenarnya.
“Ada apa denganbVanya, kenapa dia bisa terluka?” tanya Ken.
Messi memilih menceritakannya semuanya, Ken masih terlihat santai tanpa bicara. Wildan menyerahkan foto yang sudah dia remmas tersebut, Ken terlihat menahan amarah.
“Kenapa, Vanya bisa sampai betemu dengan Roy?” tanya Ken.
“Kau ingat saat aku dan lainnya keluar bersama-sama. Elina dan Vanya telah pulang terlebih dahulu, bertemu denganmu dan Tuan Wildan di depan lobi hotel?” tanya Messi.
Ken menatap Messibdengan seksama dan baru ingat akan itu. Wildan pun angkat bicara dan menceritakn semua itu, Alex yang bersembunyi pun menguping apa yang mereka bicarakan. Sungguh dia meras kecewa pada Wiliem yang tega melakukan itu pada Vanya, bahkan ucapannya sungguh sangat di benci oleh Alex.
“Sebelum keluarganya yang membunuhmu,aku yang akan menemui dirimu Wil dan akan meyiksamu!” seru Alex dengan mengepalkan tinjunya dengan erat.
Alex kembali ke dalam ruangan Vanya, terlihat sang istri yang sedang mengusap rambut Vanya dengan lembut. Alex melewatkan obrolan antara Ken dan yang lainnya di saat Wiliem dan Laudya bermalam bersama.
“Lex, kau dari mana?” tanya Zee lirih takut membangunkan Vanya.
“Aa-aku baru saja dari toilet. Memangnya, ada apa?” tanya Alex balik.
Zee membuka selimut yang menutupi Vanya, Alex begitu terkejut melihat kaki Vanya yang berbalut perban. Tanya Alex menyentuhnya dengan perlahan, rasanya lelaki itu sangat sedih dan juga marah dalam waktu yang bersamaan.
“Anh, sayang. Maafkan aku,” lirih Alex yang mencium kening sang adik.
__ADS_1
Zee tersenyum tipis, entah kenapa setelah kejadian Sam yang koma. Alex begitu menyayangi Vanya seperti adik kandung sendiri, mungkin juga memang karena sifat manja Vanya pada Alex.
“Apa yang terjadi pada Vanya, apa kau tahu sesuatu?” tanya Zee pada suaminya.
“Entah, Wildan belum memberitahukan padaku atau Kak Ken,” jawab Alex berbohong.
“Lalu, dimana adikmu? Vanya sedang berada di rumah sakit, tapi aku tidak melihatnya dimana pun,” ucap Zee semakin merasa heran dan terjadi sesuatu.
“Setelah aku dan Kak Ken pulang, kami berpisah karena Wl mengatakan ada urusan. Dan aku pun tak
tahu dimana dia,” balas Alex memalingkan wajahnya dari Zee.
Zee merasa aneh dengan apa yang di lakukan Alex, wanita iu pun seakan menerka-nerka jika sudah terjadi sesuatu pada sang adik dan Wil.
Ken, Wildan pun masuk tanpa Messi yang ternyata di tugaskan kembali tuk mengawasi Laudya dan
Wiliem.
“Kak, ada apa dengan Anya? Kakinya, apa keadaanya sangat parah?” tanya Zee menatap Ken dan Wildan.
“Zee, jangan khawatir! Wildan sudah melakukan yang terbaik tuk Vanya, jadi sebaiknya kau dan Alex pulang saja. Biarkan, Kakak saja yang menunggunya!” seru Ken.
“Aku tidak mau! Aku masih belum melihat Vanya sadar dan membuka matanya, jadi jangan perintah aku tuk pergi!” pinta Zee.
Ken manatap Alex dan mendapati sang adik yang mengagguk tuk membiarkan Zee tetap di sana menemani Vanya.
“Baiklah, kau bisa menemani Vanya disini.” Ken berjalan menghampiri Zee mengusap kepalanya, lalu mencium kening Vanya dengan lembut.
“Aku akan melakukan apa pun demi keluagaku. Dia tidak bisa melakukan ini padamu, Anh,” gumam Ken sembari mengusap wajah Vanya.
Wildan merasa kesal melihat Alex karena wajahnya sama persis dengan Wiliem yang telah melukai
Vanya. Namun di sisi lain, Wildan juga sadar kalau Alex bukanlah Wiliem. Mereka serupa tapi kepribadian mereka sangatlah berbeda.
Dua dini hari, Laudya masih berjalan tanpa arah setelah pergi dari hotel. Kakinya terus melangkah jauh tanpa dia sadari, Laudya masih memeluk tubuhnya dengan kedua tangannya.
“Apa yang akan terjadi, bagaimana kalau terjadi sesuatu padaku? Lalu bagaimana dengan wanita
mua itu. Vanya sangat baik padaku, bahkan mau menjadi temanku. Tapi, apa yangnsudah aku lakukan di belakangnya?” gumam Laudya dengan deraian air mata.
HUPH
Tubuh wanita itu di seret dengan mulut yang di bekap dengan tangan. Laudya di bawa paksa dengan sebuah mobil entah kemana, kesadarannnya mulai kabur.
“Sudah sangat lama kita tidak bertemu dengan wanita simpanan Bos. Wanita ini masih saja cantik.”
“Jangan macam-macam, kali ini kita tidak akan membawanya pada Bos. Tapi, Tuan Muda.”
Mobil itu terus melaju dengan kecepatan tinggi, membawa Laudya ke tempat yang tidak dia ketahui.
Bersambung...🍂🍂🍂🍂
__ADS_1