
Kelompok demi kelompok Binatang Iblis dibantai oleh Ne Zha, rata-rata Binatang Iblis disini adalah tipe yang beracun.
Ne Zha berkali-kali bertemu dengan berbagai jenis serangga racun yang sebesar kambing, memang mereka tidak terlalu kuat namun karena jumlahnya yang sampai puluhan membuat Ne Zha kerepotan.
Baik Qin ataupun Ne Zha tidak mengeluarkan sepatah katapun untuk menemani perjalanan mereka, bagi Ne Zha dia menebak apapun yang dikatakannya pasti sudah berada dalam pandangan Mata Takdir. Begitu juga Qin, dia sudah tahu apa yang akan diproteskan Ne Zha jadi dia sudah mengantisipasinya dengan tindakan pencegahan.
“Memiliki Mata Takdir akan percuma jika dia harus bertarung dengan kemlompok Binatang Iblis didalam kabut beracun,” batin Ne Zha.
Hal yang membuat Ne Zha berpikir keras adalah kenapa Qin tidak melatih diri untuk berkultivasi? Memang dengan bantuan Mata Takdir gadis kecil itu akan memiliki beberapa keahlian tanpa harus berkultivasi. Namun tetap saja jika ingin menjadi kuat maka kultivasi adalah pilihan yang bagus.
Jika Mata Takdir ditemani oleh kekuatan yang besar sungguh mengerikan bukan?
“Aku tidak menyewa tentara bayaran karena tahu kau suatu hari akan kesini mengambil Pedang Lima Elemen.” Saat Ne Zha hendak bertanya soal kenapa Qin tidak menyewa tentara bayaran untuk mengawalnya, gadis itu sudah menjawab terlebih dahulu.
“Aku bahkan belum bertanya,” cetus Ne Zha, dia mengagumi kekuatan Mata Takdir, tapi jika seperti ini memang sangat mengerikan. Bisa melihat masa depan, kemungkinan hal buruk yang akan terjadi pada dirinya adalah satu banding sejuta.
Qin tertawa kecil melihat Ne Zha yang terlihat kesal karena kelakuannya yang menjawab sebelum Ne Zha bertanya, pada pandangannya sudah terlintas Ne Zha yang akan bertanya tentang hal tersebut. Jadi dia memilih untuk menjawab terlebih dahulu.
Perampok yang memberikan peta pada Ne Zha tidak mengetahui bahwa dia hanya berjalan sepertiga sebelum kembali kabur, juga pengetahuan perampok itu sangat minim sehingga dia tidak mengetahui bahwa tempat yang sempat dia kunjungi adalah salah satu dari lima tempat paling berbahaya di Benua Angin Selatan.
Jika perampok itu melanjutkan langkahnya ada kemungkinan dia akan mati mengenaskan dibawah serangan Binatang Iblis.
“Kita hampir sampai di ujung kabut.”
Sudah dua hari Ne Zha dan Qin berjalan didalam kabut beracun, tangan Ne Zha berketar ringan karena telah melebihi batasnya untuk berhadapan dengan Binatang Iblis.
Selama ini Ne Zha bertarung menggunakan tangan kosong, dia ingin menaikan batas kemampuannya dalam bertarung tangan kosong. Gelar Tangan Putih yang diberikan oleh para kultivator tidak terlihat disini.
Itu karena kini tangan Ne Zha dipenuhi oleh darah dari Binatang Iblis, ada yang berwarna hijau, merah bahkan hitam.
“Sepertinya aku memilih jasamu tidak salah.” Qin tersenyum tipis saat mereka melangkah keluar dari kabut beracun.
__ADS_1
Tatapan Ne Zha masih datar dan dingin, dia malas memberikan jawaban pada Qin.
***
Hari-hari Po Houzi menjaga mulut gua sungguh membosankan, monyet besar itu bermalas-malasan dengan memakan buah-buahan yang sempat dia ambil disekitarnya.
Keberadaan Po Houzi yang merupakan Binatang Roh tingkat 8 membuat Binatang Iblis lain di Hutan Kegelapan tidak berani mendekati Gua tersebut.
Bahkan beberapa kali ada sekelompok pemburu yang melewati Gua tersebut langsung lari terbirit-birit saat merasakan aura tingkat 8 dari Po Houzi.
Harus diakui bahwa Po Houzi sekarang adalah yang berkuasa di daerah sekitar Gua, tak jarang dia memerintahkan Binatang Iblis untuk mengambilkan makanan untuknya.
Tatapan Po Houzi kini tengah terfokus pada pemuda yang dalam meditasi.
Han Xiao yang kini tengah meditasi di atas batu perlahan melayang keatas, hal tersebut membuat Po Houzi terkejut bukan main.
Ingin dia membangunkan Han Xiao namun instingnya mengatakan bahwa Han Xiao masih dalam kondisi yang baik.
Mata Po Houzi membelalak saat melihat sesuatu yang muncul keluar dari dahi Han Xiao, lebih tepatnya keluar dari meridian Neigong Han Xiao.
Sangat sulit untuk membentuk tujuh Istana Takdir, tapi kini dihadapannya Han Xiao memiliki sembilan Istana Takdir!
“Apakah dia akan membuat sepulub Istana Takdie dan mendapatkan Istana Surga saat menembus Ekspansi Istana nanti?” batin Po Houzi merasa campur aduk antara senang, terkejut dan kagum.
Dari ribuan tahun dia hidup, hanya sedikit orang yang membangun Istana Surga, tidak sampai menggenapkan jari sebelah tangan.
“Sepertinya memilihnya tidak terlalu buruk,” pikir Po Houzi lalu kembali ke mulur Gua untuk memastikan keamanan yang lebih tinggi.
***
“Setelah ini adalah tempat Roh Kejahatan.” Qin menatap Ne Zha yang terdiam sejak sehari yang lalu mereka keluar dari kabut beracun.
__ADS_1
“Berapa panjang Jurang Kejahatan ini?” pikir Ne Zha setelah berhari-hati dia berjalan disana namun baru setengah perjalanan.
Tempat Roh Kejahatan adalah tempat dimana berkumpulnya Roh Jahat, itu jugalah sebabnya Jurang ini diberikan nama Jurang Kejahatan.
“Kali ini tidak perlu mengambil jalan memutar, aku ingin menghadapi mereka untuk meningkatkan kekuatanku,” pinta Ne Zha.
Qin mengangguk ringan, tidak masalah baginya untuk menuruti permintaan Ne Zha, itu karena saat dia melihat dengan Mata Takdir. Tidak akan ada hal buruk yang terjadi.
Thum...
Sebuah suara terdengar aneh ketika Ne Zha dan Qin menginjakan kaki mereka pada jalan.
“Mereka datang,” kata Qin seraya mundur ke belakang punggung Ne Zha.
Ne Zha segera melapisi tangannya dengan Qi, dia yakin bahwa Roh Kejahatan ini memiliki ketahanan terhadap serangan fisik. Bisa dibilang mereka kebal karena tidak bisa disentuh.
“Guuuaaaaaarghhh!!!” seruan nyaring bersahutan satu persatu.
Sesosok manusia bayangan yang hampir transparan menyerbu pada Ne Zha, jumlahnya sangat banyak hingga sulit untuk Ne Zha menghitung cepat mereka.
“Kalian tidak akan lolos,” gumam Ne Zha ringan.
Tangan Ne Zha yang sudah dilapisi oleh Qi segera menyerang satu persatu Roh Kejahatan.
“Tapak Kemarahan Dewa!”
Ne Zha mengeluarkan sebuah jurus tapak yang sangat mengerikan, dalam waktu singkat Ne Zha bisa membentuk lebih dari seratus serangan tapak yang menyerang pada kelompok Roh Kejahatan tersebut.
Roh Kejahatan yang terkena tapak tersebut segera menguap menjadi udara dan menghilang.
Tapi serangan itu tak membuat Ne Zha senang, dia mengeluarkan jurus-jurus lainnya yang bisa menyerang eksistensi seperti Roh Kejahatan ini.
__ADS_1
Bertarung dengan puluhan Roh Kejahatan bukanlah hal yang baik, lebih menguras Qi karena jika tidak menggunakan senjata yang di khususkan untuk menyerang eksistensi seperti hantu tersebut.
Ekspresi Ne Zha masihlah santai, walaupun lebih menguras Qi dari membantai Siluman tapi ini juga sebuah kebaikan karena dia bisa belajar lebih baik dalam mengontrol Qi.