Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab353. Perpisahan


__ADS_3

"Ayolah berhenti untuk bersikap misterius Zha," gerutu Han Xiao kesal oleh Ne Zha.


Ne Zha terkekeh melihat Han Xiao yang sangat kesal karena penasaran, "Aku berpikir bahwa Alam Nirwana APi adalah tempat teraman jika ingin membawa Su Lihwa, kau tahu kan? Alam yang diberikan oleh Harimau Suci dan Phoenix padaku terpisah dari dunia ini, itu akan sangat aman jika ditempati oleh Su Lihwa," ucap Ne Zha seraya tersenyum kecil.


Han Xiao segera terdiam, benar! Kenapa tidak terpikirkan olehnya? Dimensi itu sangatlah aman untuk menyimpan seseorang.


"Hehe, aku bisa membawanya jika begitu." Han Xiao tertawa senang.


"Kau ingin menempatkannya di Alam Kejahatan? Kau sudah kehilangan akal huh? Alam Kejahatan yang diberikan oleh Naga Hitam bukanlah alam biasa Han, itu tempat yang dipenuhi oleh energi negatif, akan buruk jika kau menyimpan dia disana," ujar Ne Zha dengan bersungut ketika mendengarkan ucapan Han Xiao.


"Kupikir aku segila itu? Aku akan menempatkannya di Alam dari Harimau Putih, ya walaupun sejauh mata memandang hanya ada awan, dan hanya ada pohon disana, tapi setidaknya tempat itu sangat indah seperti surga. Aku akan menempatkan sebuah Alat Roh rumah yang mewah untuknya disana," sanggah Han Xiao atas pemikiran Ne Zha.


"Kukira kau akan menaruhnya di Alam Kejahatan dan Pagoda Mimpi Buruk menjadi rumahnya," celetuk Ne Zha dengan santai lalu menegak tandas anggur pada cawannya.


Han Xiao mengalihkan pandangannya dari Ne Zha, mereka beruda memilih untuk benar-benar bersantai hari ini, sesuai dengan yang mereka katakan sebelumnya.


***


Hari sudah berganti malam, sang surya sudah tenggelam digantikan oleh sang rembulan, di ruang tamu Han Xiao dan Ne Zha terkumpul tim Penguasa Generasi, Yang Shui, dan Yang Qianfan.


Mereka semua menatap penuh tidak berdaya pada Han Xiao dan Ne Zha, malam ini Han Xiao, Ne Zha, Su Liha, Xiao Jiang, Xiao Wushuang dan Xian Xuenai akan berangkat menuju Benua Kayu Tengah.


"Kau sungguh tidak ingin ikut denganku?" Han Xiao menatap Bing Xing dengan sedikit tidak berdaya.


"Aku hanya akan menjadi bebang jika mengikuti kalian, lebih baik aku disini bersama yang lainnya untuk menjaga Benua Angin Selatan," jawab Bing Xing.

__ADS_1


Han Xiao tentu sudah menjelaskan sebelumnya bahwa dia bisa membawa Bing Xing ke Benua Kayu Tengah tanpa gadis itu merasa menjadi beban karena akan aman berada di Alam yang diberikan Harimau Suci.


"Xing," lirih Han Xiao dengan sendu.


"Boleh aku meminta waktu?" Bing Xing menatap yang lainnya.


Ne Zha, Su Lihwa, Yang Qianfan dan lainnya mengangguk paham, mereka segera bangkit dan pamit dari ruangan tersebut.


"Sudah kubilang bukan? Kau tidak akan menjadi beban, kau bahkan sudah kubawa ke alam tersebut kan? Disana sangat aman, kau tidak perlu memikirkan tentang bahaya," cerocos Han Xiao dengan nada yang enggan atas penolakan dari Bing Xing.


"Han, aku bukan hany tidak ingin menjadi bebanmu, aku juga tidak ingin terus berada di pikiranmu ketika berada di Alam tersebut, akan lebih berguna jika aku berada di Benua angin Selatan, biarpun disini terlihat tenang, siapa yang tahu ada musuh yang tidak bisa kau duga?" jelas Bing Xing.


Han Xiao mengeram, pemuda itu mengetatkan rahangnya ketika mendengar penjelasan dari Bing Xing, "Xing! Kau harus tahu, aku tidak ingin merasakan kehilangan untuk kedua kalinya. Dengan kau berada disisiku, kau sudah pasti aman. Dan apa pikiran anehmu yang mengatakan aku tidak kepikiran denganmu? Justru dengan kau yang berada di sinilah aku tidak akan tenang. Aku bisa menjamin keselamatanmu jika terus berada disisiku!" ujar Han Xiao dengan parau.


Bing Xing terdiam, dia juga tidak mengerti ada apa dengan dirinya, kenapa dia ingin menjauh dari Han Xiao? Hati kecilnya masih menginginkan berada di sisi Han Xiao, namun seolah kini raganya menolak.


Gadis itu bergerak untuk menghampiri Han Xiao, dia memberikan sebuah kecupan singkat pada dahi Han Xiao sebelum melenggang pergi.


Han Xiao diam mematung, tangannya bergerak untuk menyentuh dahinya yang dikecup oleh Bing Xing, "Ini rasanya ditolak?" Han Xiao bergumam lirih.


Sedangkan Bing Xing yang sudah keluar dari ruang tamu Han Xiao, dia bergegas menuju lantai teratas dari Akademi, gadis itu menatap sang rembulan yang menyinarinya dengan redup, setetes air matanya jatuh secara perlahan.


"Maafkan aku Han, aku juga tidak ingin melakukan ini. Aku ingin selalu berada di sampingmu, tapi aku akan terus terbayangi olehmu yang terus semakin kuat tiap harinya, hanya dengan cara ini aku bisa mendapatkanmu secara utuh dan tidak perlu merasakan terbayangi olehmu." Bing Xing dengan lirih mengucapkan satu persatu keresahan hatinya, mata gadis itu kini merubah pandangannya, dari bulan ke salah satu bintang yang terlihat sangat terang.


"Aku akan kembali, Han semoga kita bertemu lagi di masa depan, kuharap kau masih menyimpan rasa yang sedikit itu untukku." Setelah mengatakan hal tersebut, tubuh Bing Xing dilingkupi oleh cahaya biru muda yang sangat indah, gadis itu secara perlahan melayang dan menjadi transparan.

__ADS_1


"Xing! Kau mau kemana?!" teriakan nyaring terdengar oleh telinga Bing Xing, gadis itu melihat ke asal suara tersebut, sesosok pemuda berambut biru gelap dan mata dengan warna serupa seperti rambutnya menatap penuh khawatir padanya.


"Sampai jumpa Han, aku yakin kita akan bertemu lagi," ucap Bing Xing seraya tersenyum.


"Tidak! Kau tidak akan pergi kemanapun! Xing kau tidak boleh pergi!" pekik Han Xiao dengan gila, dia segera melompat terbang untuk menangkap Bing Xing, namun nihil. Tubuh Bing Xing tembus ketika hendak disentuhnya.


"Aku mencintaimu Han," ujar Bing Xing sebelum tubuhnya benar-benar menghilang seolah ditelan oleh ruang.


Han Xiao menatap kearah perginya Bing Xing, pemuda itu memiliki ekspresi yang sangat kacau, "Aku juga mencintaimu Xing, kau jangan pergi," lirih Han Xiao parau seraya menatap ke langit.


Sebuah tepukan pada bahu pemuda itu tidak membuat dia terhenyak, pemuda itu masih menatap nanar pada tempat Bing Xing menghilang tadi.


"Kau bisa bertemu dengannya nanti Han," suara itu sangat dikenal oleh Han Xiao, itu adalah suara Su Lihwa.


"Butuh berapa ribu tahun untuk bertemu dengannya lagi?" Han Xiao menjawab dengan sebuah pertanyaan.


"Aku tidak tahu itu, tapi kami yakin, saat kau bertemu dengannya. Saat itulah kebahagiaanmu didapatkan," ucap Su Lihwa dengan sangat lembut.


"Kami?" Han Xiao mengerutkan dahinya bingung.


"Ya kami," sahut Yang Qianfan, dia berjalan bersama yang lainnya, mereka khawatir dengan keadaan Han Xiao yang berlarian seperti orang gila, sehingga memutuskan untuk mengejarnya. Tapi siapa tahu saat mereka menemukan Han xiao, mereka harus menonton sebuah perpisahan yang sangat menyesakkan hati.


***


Update Mingguan : 12/14

__ADS_1


Update Merdeka : 13/75


__ADS_2