
Sebuah senyum terlepas pada bibir Han Xiao ketika melihat pria itu dengan gamblang menentangnya, Bing Xing menggeleng pelan, dia sangat mengenal senyum itu, tatapannya menjadi nanar pada pria tersebut, mungkin pria itu merasa dia hebat karena memiliki kultivasi Alam Roh tingkat akhir, namun dihadapan Han Xiao yang sudah menginjak Alam Raja, dia yakin Han Xiao hanya perlu mengangkat kelingkingnya untuk membunuh pria tersebut.
Namun hal yang membuat Bing Xing menatap nanar adalah, Han Xiao tidak pernah memberikan kematian secara langsung, pemuda itu lebih suka menyiksa musuhnya terlebih dahulu sebelum membunuhnya. Masih hangat dikepalanya tentang 'Hukuman' yang Han Xiao berikan pada Mo Yanjing kala itu.
"Kau ingin merasakan sakit atau tidak?" ujar Han Xiao dengan santai.
"Pfft pfuahhahahahaha!" Pria itu tertawa dengan sangat terbahak, pun para pengikutnya yang berada dibelakang pria itu ikut tertawa dengan keras.
"Untuk membunuhmu, aku hanya membutuhkan satu tangan, kau sangat arogan nak untuk seumuranmu, tenanglah, aku tidak akan membunuhmu terlebih dahulu, aku akan membiarkanmu menontonku dengan gadismu berma..." Belum sempat pria itu melanjutkan perkataanya, kepala pria itu sudah terjatuh dari lehernya.
"Aku tidak perlu mengangkat satu jaripun untuk membunuhmu," desis Han Xiao dingin, "Maju yang tidak senang dengan perkataanku sebelumnya, aku akan menyambut kalian."
Mata Han Xiao menyisir satu demi satu orang yang tadi menatap Xian Xuenai penuh hasrat, orang-orang itu memiliki kultivasi yang rendah, sehingga mereka tidak berani menatap pandangan Han Xiao, mereka semua menundukan kepala mereka dan pura-pura tidak melihat.
Alis Han Xiao terangkat ketika melihat seorang pemuda yang masih menatap Xian Xuenai tanpa rasa takut sedikitpun padanya, Han Xiao memindai pemuda tersebut, sebuah senyum dingin terlepas pada bibirnya.
"Han Xiao," bisik Bing Xing rendah, dia tidak sering melihat senyum dingin itu, namun dia mengetahui bahwa senyum itu akan muncul ketika Han Xiao ingin melakukan pembantaian berdarah.
"Duduklah dengan baik disini, kita kedatangan tamu jauh," ujar Han Xiao.
Bing Xing menatap Xian Xuenai, dia berharap bahwa gadis itu bisa menghentikan Han Xiao, "Saudari Zi, apakah kau tidak bisa menghentikannya? Senyum itu, senyum yang melambangkan pembantaian dari Han Xiao," ucap Bing Xing setengah berbisik.
Xian Xuenai tersenyum pada Bing Xing, "Apa yang dilakukan Abang Han sudah yang terbaik, tonton dan duduklah disini," sahut Xian Xuenai dengan santai.
Bing Xing mengutuk dalam hati sepasang adik kakak ini, dia tidak paham dengan jalan pikir Xian Xuenai yang selalu membiarkan Han Xiao bertindak seenaknya.
__ADS_1
Han Xiao yang berjalan kini sudah sampai pada meja pemuda yang kini masih menatap pada Xian Xuenai, "Sudah cukup menatapnya?" ujar Han Xiao.
"Tidak, tidak cukup hanya menatapnya, aku ingin menyicipinya secara langsung," jawab pemuda itu seraya menatap nyalang pada Xian Xuenai.
BOOOOOOM!!!
Han Xiao melayangkan pukulan pada pemuda tersebut, tubuh pemuda itu terpental keluar dari penginapan setelah membuat lubang besar pada tembok bangunan penginapan, tidak berhenti disana, tubuh pemuda itu masih terbang dan melubangi satu demi satu bangunan yang dihantamnya.
Bing Xing terkejut ketika setelah menabrak tembok terakhir, pemuda itu tidaklah hancur, namun hanya mengalami luka ringat, pemuda itu juga masih bisa bangkit dan menatap penuh amarah pada Han Xiao.
"Apakah dia manusia?" ceplos Bing Xing, dia mengetahui biarpun Han Xiao tidak mengeluarkan kekuatan penuhnya, namun setidaknya itu sudah cukup untuk membunuh kultivator yang berada di Alam Inti Kosong dengan mudah.
"Dia Ras Iblis," sahut Xian Xuenai, gadis itu masih dengan santai memakan buah-buahan di tangannya seraya menonton kerusuhan yang dibuat oleh Han Xiao.
"Beraninya kau!" pekik pemuda itu lalu menyerang maju menuju Han Xiao.
BAAAAAAAM!!!
Ketika pemuda itu beradu pukulan dengan Han Xiao, ledakan dan gelombang kejut berdampak pada bangunan-bangunan sekitar.
BOOOOOOM!!!
Dengan mudah Han Xiao memukul mundur pemuda itu sekali lagi, kini pemuda itu memiliki penampilan yang mengerikan, darah hitam mengucur dari sekujur tubuhnya, dalam pertukaran tadi Han Xiao berhasil mendaratkan setiap serangannya tanpa bisa ditangkis oleh pemuda tersebut.
Mata pemuda itu menatap nyalang penuh amarah pada Han Xiao, selama hidupnya, dia belum pernah dipojokan hingga seperti ini. Tidak pernah dia sangka ketika datang ke Benua Angin Selatan ini akan bertemu dengan sosok seperti pemuda berambut biru dihadapannya.
__ADS_1
"Anggap ini sebagai sambutanku atas datangnya kau ke Benua Angin Selatan," ujar Han Xiao dengan santai.
Pemuda itu mengutuk dalam hatinya, orang macam apa yang melakukan sambutan dengan sebuah pemukulan?
BAAAM!!!
Belum sempat pemuda itu mengeluarkan suara, dia sekali lagi terkena pukulan dari Han Xiao, namun kali ini pukulan itu sangatlah fatal hingga membuatnya kini terbaring, tubuhnya sangat lemah dan dia merasakan tulang tulangnya patah.
"Ingin mencicipi adikku? Kau bahkan tidak sanggup melawanku, kau hanya bermimpi dengan kekuatan rendahmu ini," sarkas Han Xiao tajam, memang benar adanya, jika pemuda itu bahkan tidak sanggup melawan Han Xiao, bagaimana jika Xian Xuenai yang bergerak? Kekuatan gadis itu sudah tidak bisa dihitung oleh nalar gila sekalipun.
Pemuda itu memasang wajah pahit dan marah, hanya sedikit lagi! Jika dia tidak melakukan hal sebelumnya, mungkin dia tidak perlu menabrak baja seperti pemuda dihadapannya dan bisa melakukan misinya hingga berhasil.
Tangan Han Xiao mengibas pelan, dalam sekejap pemuda itu menghilang, Han Xiao mengirim pemuda itu ke Alam yang sama dengan tempat Mo Yanjing dikurung, dia memerintahkan Mo Yanjing untuk menyiksa pemuda yang berasal dari Ras Iblis tersebut.
"Baiklah, kita akan berangkat menonton festival?" Han Xiao menghampiri Bing Xing dan Xian Xuenai.
Orang-orang yang berada di bangunan tersebut kini sudah tidak ada, mereka berkaburan karena takut terlibat dalam kerusuhan yang dibuat oleh pemuda tersebut.
Dua gadis tersebut bangun dari duduk mereka, Bing Xing bergerak menuju resepsionis, dia memberikan sekantong keping emas pada resepsionis untuk diberikan pada manajer penginapan ini, uang itu untuk mengganti rugi bangunan-bangunan yang dirusak oleh pertarungan Han Xiao dan pemuda tadi.
Setelah mengurus ganti rugi, Bing Xing pergi mengikuti Han Xiao dan Xian Xuenai.
"Saudari Zi Xuenai, sebaiknya kau menggunakan ini, atau gege mu itu akan terus membunuh," ujar Bing Xing seraya memberikan cadar pada Xian Xuenai.
Xian Xuena tertawa kecil, namun tak urung dia mengambil cadar dari Bing xing dan mengenakannya, setidaknya cara ini ampuh, tidak banyak juga yang memperhatikan mereka setelah Xian Xuenai menggunakan cadarnya.
__ADS_1
***
Update Mingguan : 14/14