Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab366. Masa Depan


__ADS_3

Ketika mendapatkan pertanyaan dari Su Lihwa, Shouzi tentu bisa menjawabnya dengan mudah. Namun sebelum Shouzi menjawab, sebuah token mendarat pada meja di hadapan Su Lihwa dan Shouzi.


Su Lihwa mengambil token tersebut dan bertanya pada Shouzi, alangkah terkejutnya dia saat mengetahui bahwa token itu adalah Token Masuk Menara Tianxia.


"Aku tidak perlu masuk kesana jika kau tidak mendapatkan Token, lebih baik ini kuberikan padamu." Su Lihwa mendengar suara yang sangat akrab baginya.


Segera saja sebuah aroma yang sangat menenangkan baik pikiran ataupun tubuh menyerbak masuk kedalam indra penciuman Su Lihwa, jelas dia mengenal suara dan aroma wangi ini. Pandangan gadis itu menatap tidak percaya pada sosok yang baru saja melangkahkan kaki ke Gazebo.


Itu adalah Yang Shui!


"Shui, kau yang mendapatkannya?! Jika begitu, pegang saja ini. Jangan perdulikan aku, masih ada cara untuk bertemu dengannya, masa depanmu ditentukan oleh Menara Tianxia ini!" Su Lihwa segera bangkit dan mencengkramkan Token Menara Tianxia pada Yang Shui.


Jauh dari tanggapan Su Lihwa dan Shouzi, justru Yang Shui memasang wajah marah pada Su Lihwa, "Apa maksudmu? Kau ingat tujuan kita datang kemari? Ke Alam Abadi? Untuk menemuinya! Jangan hiraukan tentang masa depanku. Aku masih akan menjadi kuat dan hebat tanpa Menara Tianxia," ujar Yang Shui memarahi Su Lihwa.


Shouzi yang menonton dari samping terpana, dia sungguh tidak percaya ada orang yang begitu saja memberikan Token Menara Tianxia seperti Yang Shui.


"Shui, aku bisa pergi ke Menara Tianxia dan menungu kalian keluar, bukankah kata dirimu. Saat masuk kita menggunakan pintu sendiri-sendiri. Tapi saat keluar, semuanya akan keluar dari pintu Menara Tianxia?" Su Lihwa tersenyum dan menekankan kembali Token Menara Tianxia pada Yang Shui. "Kau lebih kuat dari diriku, masa depanmu akan lebih luar biasa jika memasuki Menara Tianxia, kumohon."


Su Lihwa berpikir bujukannya akan berhasil, namun sial. Itu justru membuat Yang Shui semakin mengecut geram.


"Aku tidak perduli, baiklah. Jika kau tidak ingin pergi, aku juga tidak ingin pergi, kita lakukan hal yang katamu menunggu di Menara Tianxia bersama." Token Menara Tianxia yang digenggamkan oleh Su Lihwa pada tangannya segera diambil.

__ADS_1


Yang Shui bergerak menuju Shouzi, gadis itu memberikan Token Menara Tianxia pada Shouxi lalu berkata, "Carilah kandidat lain." Setelah itu dia membalikan tubuhnya dan hendak pergi.


Shouzi segera bangun dari keterkejutannya, ekspresinya segera berubah saat Yang Shui mengatakan hal tersebut, "Berhenti!" Shouzi berseru dan menghentikan langkah dari Yang Shui.


"Kau tidak bisa seperti itu, masa depan Alam Semesta Es akan bergantung pada dirimu dan Bing Xing, adapun diriku. Aku hanya bisa bergerak sebagai pendukung, kumohon ambilah ini." Jelas bahwa Shouzi telah mengetahui kekuatan nyata dari Yang Shui, sehingga bertindak se[erti itu, bahkan tindakan itu terlihat seperti mengemis.


"Kau tuli? Aku tidak akan pergi tanpanya, sebelumnya aku berharap Su Lihwa mendapatkan Token dalam sayembara, tapi kalian dengan mudahnya memberikan Token pada orang lain. Namun apa daya? Kami orang luar, tidak memiliki wewenang," tandas Yang Shui dengan tajam.


Jangankan Shouzi, bahkan Su Lihwa sedikit terkejut, biarpun terlihat bahwa Yang Shui masih bertindak sangat tenang bagaikan air, tapi jelas bahwa air itu kini memiliki riak yang akan menyebabkan sebuah  pusaran yang dimana nanti membuat apapun yang melewatinya akan terseret dan tenggelam.


Shouzi mengigit bibirnya, dia kini langsung berada dalam kondisi yang sangat pasif dan menyedihkan. Sebelumnya dia sudah mendiskusikan bersama para petinggi dari Pasukan Kaisar termasuk saudari Kaisar. Dengan adanya Yang Shui, keberhasilan masa depan cemerlang Alam Semesta Es akan mencapai lima puluh persen, jika dibantu dengan sosok baru yang disebut Bing Xing. Tingkat keberhasilan kembali dinaikan hingga delapan puluh persen, itu adalah angka yang sangat tinggi!


Shouzi tidak bisa membuang kesempatan baik seperti ini, dia tidak akan bisa menemukan sosok seperti Yang Shui di tempat lainnya dalam waktu singkat.


"Baiklah, kalian saja yang pergi kesana, Su Lihwa. Kau bisa menggantikanku, tapi dengan syarat akhir bulan depan kau sudah berada di ranah Dewa Raja, dengan begitu. Kau bisa menutupi keberadaan diriku," ujar Shouzi.


Shouzi berada di ranah Dewa Raja pertama, dia menjadi yang paling lemah diantara para kandidat, jika Su Lihwa memiliki kekuatan atau kultivasi yang sama dengan dirinya. Bukan tidak mungkin Su Lihwa bisa menggantikannya.


Ranah Dewa Raja pertama memang dibilang akan terlalu rendah jika diangkat sebagai Tetua Agung dari sebuah sekte sekuat Istana Petapa Es, tapi potensi serta pengetahuan Shouzi sungguh tidak ada tandingannya. dia menginjak ranah Dewa Raja pada umur dibawah lima belas tahun, dalam tahun-tahun berikutnya saat seumuran Su Lihwa. Gadis kecil itu akan menjadi sangat kuat.


"Guru, kau juga jangan mengorbankan hal sebaik ini!" Kini Su Lihwa sangat pusing, ada dua masa depan yang ingin berkorban karena keegoisan dirinya yang ingin bertemu dengan Ne Zha.

__ADS_1


"Benar apa yang dikatakan oleh Yang Shui, kita masih memiliki masa depan yang baik bahkan tanpa memasuki Menara Tianxia, hal yang paling aku kejar adalah masa depan cemerlang bagi Alam Semesta Es. Bukan masa depan untuk diriku pribadi, sudah kubilang bukan? Kau harus mencapai ranah Dewa Raja terlebih dahulu, jadi belum tentu aku memberikan Token ini jika akhir bulan depan kau tidak mencapai ranah Dewa Raja," sahut Shouzi dengan santai.


Seutas pecrikan api menyala pada mata Su Lihwa, itu adalah api semangat!


"Terimalah, kau hanya harus berjuang, jika kau tidak bisa mencapai ranah Dewa Raja, maka Shouzi akan berangkat, jika kau mencapainya, maka kaulah yang berangkat. Ini sebuah taruhan." Yang Shui segera paham dengan permainan yang dilemparkan oleh Shouzi, dia segera menambahkan minyak dalam api.


"Baiklah! Aku akan bartaruh untuk masa depan! Jika aku berhasil menembus ranah Dewa Raja, aku bersumpah akan berjuang semampuku untuk masa depan Alam Semesta Es dan mewujudkan keinginanmu guru! Jika aku gagal mencapai ranah Dewa Raja, itu adalah ketidakmampuan diriku sendiri." Su Lihwa menyerukan kata-kata tersebut dengan penuh semangat membara.


Shouzi dan Yang Shui saling tatap, keduanya tersenyum kecil. Shouzi segera mengembalikan Token Menara Tianxia milik Yang Shui, lalu memberikan Token Menara Tianxia miliknya pada Su Lihwa.


"Guru, apakah akan ada masalah jika diriku yang pergi? Bukan dirimu?" tanya Su Lihwa setelah teringat hal tersebut.


***


Bacotan Pengetik :


Hey yo! Pengetik mau berbacot ria, untuk dalam waktu beberapa ini. Update akan tidak teratur. Karena apa? Handphone pengetik ilang yang membuat semua tulisan pengetim juga ikut ilang. Tentu sangat stress, di Handphone itu terdapat data dari Cerita lainnya.


Hal diatas membuat pengetik harus nulis lagi, karena gapunya Handphone. Pengetik nulis di warnet. (Lah Laptopnya mana?) rusak kemarin kena konslet🙃 Lagi posisi ga kerja harus ke warnet ngetik. Duit darimana bambang🙃 sedangkan nulis itu satu bab butuh 1jam. Nah kaliin deh pengeluaran pengetim sama kalian yang sering main warnet. Jadi mohon pengertiannya jika Pengetik Updatenya ga teratur.


Sedang dalam perbaikan suasana hati sama perbaikan isi dompet. Yang pertama masih gampang, yang kedua pusing🙃 mana kemaren gadapet gaji gegara telat update😂

__ADS_1


Dahlah sekian aja curhatnya, jangan komen pinjem hanphone temen. Hal mustahil, temen pengetik 90% online. Sisanya juga pada sibuk.


Update mingguan : 07/14


__ADS_2