
"Hey lihat itu Cao Feng!" seru seseorang yang mendekat karena keributan yang dibuat oleh Ne Zha.
"Siapa yang cukup gila untuk membuat Cao Feng menderita hingga seperti itu?" seseoran kut berkomentar seraya mengedarkan pandangannya melihat pelaku keributan.
"Itu, pemuda tu yang menghajar Cao Feng!" ujar seorang kultivator yang menemukan Ne Zha tengah berjalan ke arah Cao Feng.
"Apakah pemuda itu bosan hidup?" kata Kultivator lain yang tengah menonton keributan.
Ne Zha mengabaikan orang-orang yang terus berdatangan hingga mengelilinginya bagaiakan sebuah atraksi yang diharuskan untuk menonton, terlintas dalam otak Ne Zha setelah mebereskan Cao Feng apakah dia harus meminta uang untuk bayaran atas pertunjukannya seperti sebuah kelompok atraksi di dunianya sebelumnya?
Tangan Ne Zha segera menarik kerah baju Cao Feng lalu mengangkatnya, "Kuberi kau kesempatan untuk pergi namun kau justru malah tertawa?"
Ne Zha mengangkat Cao Feng lebih tinggi lalu melemparkannya, Tinju Penghancur Langit diluncurkan oleh Ne Zha tepat pada tubuh gempal Cao Feng membuat pria gempal itu terbang tinggi dan menghilang karena tidak dalam jangkauan mata lagi. Ne Zha menepukan tangannya untuk membersihkan dari debu dan seolah telah memegang sebuah bangkai dia segera membersihkan tangannya dengan air yang diambilnya dari Cincin Spasial.
Orang-orang yang berkumpul tadi segera membubarkan diri, bukan hanya karena acara telah selesai. Namun mereka takut akan kena imbas dari hal tersebu.
Ne Zha kembali melangkahkkan kakinya menuju rumah Tang Ru, anak kecil itu tengah termangu di depan pintu.
"Tuan muda sungguh hebat!" seru Tang Ru penuh semangat, tidak pernah dia merasa selega ini. Melihat orang yang sangat dibencinya dipukuli sungguh sebuah hiburan terhadap hatinya yang kesal karena tidak bisa melakukan apapun pada Cao Feng karena pria itu adalah kultivator.
"Kau juga bisa menjadi kuat sepertiku suatu saat nanti," balas Ne Zha seraya mengajak Tang Ru masuk.
"Terimakasih!" ujar Tang Ru saat mereka telah berada di ruang tamu.
"Untuk?" tanya Ne Zha.
__ADS_1
"Telah menghajarnya dengan sangat buruk," jawab Tang Ru.
Tang Ru menceritakan bahwa Cao Feng adalah salah satu pengejar ibunya karean kecantikan ibunya Cao Feng yang gila akan perempuan tergoda hingga terus mencari cara agar mendapatkan ibunya, Tang Ru memperhitungkan bahwa penderitaan yang diterima oleh keluarganya adalah karena Cao Tang. Bukan tanpa sebab, saat ibunya Tang Dan mencari pinjaman uang, semua orang mengarahkannya pada Cao Feng.
Saat itu Cao Feng memberikan pinjaman sebesar seratus koin emas pada Tang Dan, namun tak lama ada yang menjambret tas milih Tang Dan yang berisi koin emas dari Cao Feng. Dua minggu kemudian Cao Feng datang dan menagih hutangnya, Tang dan menjelaskan kejadian yang menimpanya namun Cao Feng tidak peduli, pria gempal itu meminta tubuh Tang Dan sebagai bayaran jika tidak mampu membayarnya. Tentu hal itu ditolak mentah-mentah oelh Tang Dan.
Saat kejadian sang ibu terjambret Tang Ru sedang memandu seorang pengunjung, tidak sengaja dia melihat seorang pria berpakaian sangat tertutup memberikan tas pada Cao Feng. Sebagai anaknya tentu Tang Ru mengenal barang milik sang ibu. Saat itu dia ingin merebut kembali tas sang ibu namun apa daya dia tidak akan mampu melawan Cao Feng yang merupakan kultivator, belum lagi latar belakang Cao Feng sangat mengerikan.
"Tenanglah mulai saat ini keluargamu tidak akan kelaparan lagi, untuk ******** itu biar aku yang urus," kata Ne Zha menenangkan Tang Ru, sudah bisa dia tebak apa masalah yang terjadi disini. Melihat paras cantik Tang Dan yang sulit ditemukan pada desa seperti ini bahkan di kota besarpun Tang Dan bisa menjadi wanita paling cantik, namun karena kecantikannya itulah yang membawa masalah.
Ne Zha enanyakan dimana adik Tang Ru yang sedari tadi tidak terlihat, Tang Ru menjawab bahwa adiknya tengah tertidur. Ketika hendak bekerja memandu pengunjung Tang Ru selalu menidurkan adiknya agar saat bangun nanti adiknya bisa makan, setidaknya adiknya tidak akan merasakan kelaparan selama seharian saat menunggunya.
***
Ne Zha membawa Tang Ru setelah mengurus tentang makanan di rumah Tang Ru, kini mereka tengah berada di ruangan yang terdapat di toko milik Kacang tua. Sesuai rencananya, Ne Zha ingin membuat Bubuk Tubuh Dewa untuk Qin.
Tang Ru terkejut dengan ucapan Ne Zha, pemuda itu berkata seolah toko ini miliknya sendiri.
"Aku bukan pemilik toko ini, tapi kuyakin pemilik toko ini akan menuruti permintaanku,'' ujar Ne Zha ketika melihat keterkejutan dari Tang Ru.
Ne Zha memberikan tugas pada Tang Ru untuk terbiasa pada toko ini dan mengenal Herbal Roh dan Tanaman Sihir yang ada disini, sementara itu Ne Zha akan membuat Bubuk Tubuh Dewa.
Tang Ru mengangguk antusias lalu pergi dari ruangan tersebut menuju ruang utama di depan untuk melakukan hal yang ditugaskan oleh Ne Zha.
"Baiklah, ayo kita mulai." Ne Zha mengeluarkan tiga Herbal Roh yang menjadi bahan untuk membuat Bubuk Tubuh Dewa.
__ADS_1
Sebuah api berwarna emas menyala terang pada tangan Ne Zha, ini adalah Api Pil, dengan segera Ne Zha memasukan tiga Herbal Roh tersebut pada Api Pil di tangannya. ketiga Herbal Roh itu tidak terbakar, namun secara perlahan mengering.
Keringat mengalir cukup deras pada dahi Ne Zha, sudah empat jam dia mengeringkan tiga Herbal Roh tersebut namun belum juga cukup dalam komposisinya.
Enam jam...
Delapan jam...
Sepuluh jam...
Herbal Roh itu baru mengering dengan komposisi yang dibutuhkan Ne Zha setelah sebelas jam pemurnian, tubuh Ne Zha sedikit lemas karena Qi dalam tubuhnya terkonsumsi cukup banyak. Untung dia memiliki sepuluh Dantian, jika tidak maka tidak akan cukup baginya sebelas jam untuk mengeringkan tiga Herbal Roh tersebut.
Tidak sembarangan untuk mengeringkan Herbal Roh, membutuhkan pengendalian api dengan benar, jika terlalu besar maka khasiat dari Herbal Roh akan hilang, dan jika terlalu kecil akan memakan waktu lebih lama serta khasiat dalam Herbal Roh tidak akan baik.
"Tinggal hanya menghaluskannya hingga menjadi bubuk lalu akan jadi Bubuk Tubuh Dewa," batin Ne Zha puas.
Membuat Bubuk Tubuh Dewa tidaklah sulit, hanya memerlukan ketelitian dalam pengendalian Api, Pasokan Qi yang cukup serta kesabaran tingkat tinggi.
Andai memiliki pengendalian Api yang baik namun tidak memiliki pasokan Qi yang cukup maka Herbal Roh akan langsung mengalami kebusukan, maka dari itu mengharuskan Alkemis yang memenuhi persyaratan keduanya. Tentu saja kesabaran yang tinggi jga sangat dibutuhkan, mengingat Ne Zha yang memiliki ingatan serta pengalaman dari Harimau suci saja mengharuskan dia menghabiskan waktu sebelas jam.
***
Bacotan Pengetik :
Hey yo!!! inilah Crazy Update yang disponsori Album baru Blackpink!!!
__ADS_1
Bonus Update : 08/18